Seminar dan Workshop Pendekatan Keluarga
dalam Penatalaksanaan Diabetes Mellitus

Selasa, 19 Agustus 2014,
Gedung pascasarjana lantai 6 Universitas sebelas maret Surakarta

Pendahuluan

Untuk mewujudkan keadaan sehat banyak upaya yang harus dilaksanakan, salah satu diantaranya adalah penyelenggaraan pelayanan kesehatan, yang diharapkan dapat dilakukan oleh dokter keluarga,. Terlebih saat ini, kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau merupakan sesuatu yang esensial. Dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan model dokter keluarga diharapkan sebagai “ujung tombak” dalam pelayanan kedokteran tingkat pertama, yang dapat berkolaborasi dengan pelayanan kedokteran tingkat kedua dan yang bersinergi dengan sistem lain. Dokter keluarga dapat berperan secara aktif memberi pelayanan kesehatan primer terhadap kasus diabetes mellitus (DM) yang tanpa disertai dengan penyulit dan dapat dikelola dengan tuntas oleh dokter keluarga.

Seminar dan Workshop sehari dengan tema Pendekatan dokter Keluarga dalam Penatalaksanaan Diabetes Mellitus ini merupakan rangkaian dari kegiatan Forum Mutu X yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret Surakarta. Acara ini berlangsung meriah diikuti oleh para dokter berjumlah sekitar 150 orang. Kegiatan ini terbagi dua yaitu seminar dan workshop. Pada sesi seminar meznhadirkan 3 pembicara dan sesi workshop menghadirkan empat pembicara, dan di moderatori oleh dr. Andri Putranto, M. Kes.

SEMINAR

Update Prosedur Diagnosis dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus
Oleh Dr. dr. Sugiyarto Sp. PD, FINASIM

Seminar ini diawali dengan presentasi Dr. dr. Sugiyarno Sp. PD, FINASIM, beliau menjelaskan bahwa Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa didalam darah. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosial ekonomi, meski begitu di Indonesia saat ini penyakit DM belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya, yaitu berupa penurunan kualitas SDM, terutama akibat penyulit menahun yang ditimbulkan.

Dalam pemaparannya dr. Sugiyarno menyebutkan DM terbagi 4 jenis, yang pertama DM tipe 1, yang kedua DM tipe 2, DM tipe lain dan yang keempat DM gestasional, DM tipe ini dapat dialami oleh wanita selama masa kehamilan. Ub bagian endokrinologi dan metabolik UNS ini menyampaikan ada berbagai faktor resiko pencetus DM diantaranya: riwayat keluarga diabetes, penyakit kardiovaskuler, overweight atau abese, suku bangsa, gangguan toleransi glukosa atau gangguan glukosa puasa dan hipertensi yang ditandai adanya gejala klinis seperti asymtomatik, poLyuria, polydipsia, polypagie, berat badan yang tidak jelas dan ditemukan hiperglikemia.

Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah DM dengan adanya penatalaksanaan yang dilakukan bertujuan untuk mencegah predabetes jangan menjadi diabetes dengan menghambat perkembangan pre diabetes menjadi diabetes), pencegahan dan terapi komplikasi dnegan menghambat untuk menurunkan resiko komplikasi diabetes yang meliputi deteksi awal, pencegahan dan perawatan medik.


Pendekatan Secara Holistik Tentang Diabetes Mellitus Praktek Dokter Keluarga
Oleh Prof. Dr. Didik Tamtomo, dr, MM, M. Kes, PAK

Sesi ini menghadirkan Prof. Dr. Didik Tamtomo, dr MM, M. Kes, PAK dengan tema pendekatan secara holistik tentang diabetes melitus praktek keluarga, disampaikan oleh beliau bahwa didalam strategi pelayanan kesehatan bagi penderita DM, yang seyogyanya diintegrasikan kedalam pelayanan kesehatan primer, peran dokter keluarga adalah sangat penting, menurutnya kasus DM yang tanpa disertai dengan penyulit dapat dikelola dengan tuntas oleh dokter keluarga, apalagi kalau kemudian kadar glukosa darah ternyata dapat terkendali baik dengan pengelolaan ditingkat pelayanan kesehatan primer. Tentu saja harus ditekankan pentingnya tindak lanjut jangka panjang pada para pasien tersebut. Pasien yang potensial akan menderita penyulit DM perlu secara periodik dikonsultasikan kepada dokter ahli terkait ataupun kepada tim pengelola DM pada tingkat lebih tinggi di rumah sakit rujukan. Kemudian mereka dapat dikirim kembali kepada dokter yang biasa mengelolanya.

Demikian pula pasien DM yang sukar terkendali kadar glukosa darahnya, pasien DM dengan penyulit, apalagi penyulit yang potensial fatal, perlu dan harus ditangani oleh instansi yang lebih mampu dengan peralatan yang lebih lengkap, dalam hal ini Pusat DM di Fakultas Kedokteran/RumahSakit Pendidikan/RS Rujukan Utama. Untuk mendapatkan hasil pengelolaan yang tepat guna dan berhasil guna bagi pasien DM dan untukmenekan angka penyulit, diperlukan suatu standar pelayanan minimal bagipenderita DM. Diabetes Melitus adalah penyakit menahun yang akandiderita seumur hidup, sehingga yang berperan dalam pengelolaannya tidakhanya dokter, perawat dan ahli gizi, tetapi lebih penting lagi keikutsertaan pasien sendiri dan keluarganya. Penyuluhan kepada pasien dan keluarganya akan sangat membantu meningkatkan keikutsertaan merekadalam usaha memperbaiki hasil pengelolaan DM.


Peran dokter Keluarga dalam Penatalaksanaan Penyakit Kronik pada Era JKN
Olej dr. Nurifansyah, MKM,AAK

Sesi ini mengundang narasumber dr. Nurifansyah, MKM,AAK dengan materi dokter keluarga dalam penatalaksanaan penyakit kronik pada era JKN. Tema ini sangat menarik perhatian peserta yang hadir karena membahas berbagai peran dokter dalam penatalaksanaan penyakit kronik, tentunya disadari oleh para dokter dimana dokter keluarga adalah dokter yang seharusnyan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya. Pelayanan dokter keluarga adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh yang memusatkan pelayanan kepada keluarga sebagai suatu unit, dimana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien juga tidak boleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu. llmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum, ilmu kedokteran tingkat yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu, keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan,ekonomi dan sosial budaya.

WORKSHOP

Pemilihan OAD dan Pemilihan dan cara Penyuntikan Insulin
Oleh dr. Supriyanto Kartodarsono, Sp. PD., KEMD., FINASIM

Sesi selanjutnya adalah workshop yang diawali oleh pemaparan dr. Supriyanto mengenai pemilihan OAD dan pemilihan dan cara penyuntikan insulin pada penderita DM. Disampaikan bahwa tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Namun, kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan. Dilanjutkan beliau bahwa pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet sebenarnya seseorang yang obesitas dan menderita diabetes tipe 2 tidak memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur. Namun, hampir sebagian besar penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Beberapa hal tersebut memicu pemberian rutin terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per-oral. Ada berbagai pembagian terapi farmakologi untuk diabetes salah satu contohnya adalah metformin, obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya. Selain itu tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus. Jika obat per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.

Diabetes tipe 1 hanya bisa diobati dengan insulin tetapi tipe 2 dapat diobati dengan obat oral. Jika pengendalian berat badan dan berolahraga tidak berhasil maka dokter kemudian memberikan obat yang dapat diminum (oral = mulut) atau menggunakan insulin.
Pada sesi ini dr. supriyanto Kartodarsono mempraktekkan contoh penyuntikan insulin.


Pemilihan Diet Diabetes Mellitus
Oleh dr. Eva Nia Muzisilawati, Sp.PD., M. Kes

Sesi selanjutnya disampaikan oleh, dengan tema pemilihan diet diabetes mellitus. Sama seperti pemaparan dr. Supriyanto Kartodarsono bahwa pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet , pengaturan diet ini sangat penting, penderita tidak boleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Pasalnya, penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Sehingga cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan. Seluruh penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.


Pemilihan Senam untuk Diabetes Mellitus
Oleh dr. Arifin,Sp.PD 

Penderita DM sangat dianjurkan untuk berolah raga untuk menjaga metabolisme gula (glukosa) dalam tubuh . Salah satu contoh olahraga yang baik untuk penderita DM yaitu senam. Pemilihan senam untuk DM menurut dr. Arifin,Sp.PD mempunyai efek menaikkan aksi insulin di jaringan sehingga kebutuhan akan insulin menurun, selain itu memberikan manfaat baik bagi jantung, pembuluh darah, paru-paru, otot, tulang .
Senam mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah dalam jangka panjang, lalu senam juga mampu memperbaiki profil lemak, menurunkan tekanan darah dan menanggulangi kegemukan. Demikian yang disampaikan oleh dr. Arifin, Sp. PD


Perawatan Kaki Diabetik
Oleh Dr. dr. Sugiyarto, Sp. PD., FINASIM

Sesi selanjutnya dibahas oleh Dr. dr. Sugiyarto, Sp. PD., FINASIM mengenai perawatan kaki diabetik bagi penderita DM. Menurutnya selain diet dan pola hidup sehat penderita DM juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki, karenanya kuku harus dipotong secara teratur. Penting juga untuk memeriksakan matasupaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata