SEMARANG,suaramerdeka.com – Sebanyak 1.000 dari 2 ribuan rumah sakit di Indonesia belum tersertifikasi oleh Kementrian Kesehatan. Sertifikasi ini tidak hanya dinilai oleh kementrian, tapi paling utama oleh pasien dan masyarakat untuk mengukur keberhasilan rumah sakit dalam memberikan pelayanan.

Hal itu disampaikan oleh Menkes Nafsiah Mboi saat berkunjung ke RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (24/11). Nafsiah mengatakan peningkatan rumah sakit terus dilakukan menyambut Badan Pelaksana Jaminan Kesehatan pada 2014.


“Jelas ditingkatkan rumah sakit tahun-tahun mendatang. Yang menilai tidak kami saja yang penting penilaian pasien yang dilayani. Apakah rumah sakit mempunyai jiwa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit diimbau tetap berusaha melayani pasien tanpa membeda-bedakan latar belakang. Hal ini harus ditanamkan pada setiap tenaga kesehatan. Pasalnya dalam undang-undang rumah sakit dilarang menolak pasien.

Selain akreditasi tingkat nasional, beberapa rumah sakit pemerintah disiapkan ke taraf internasional. Saat ini menurutnya ada lima rumah sakit dengan sertifikasi internasional. Pada Desember mendatang bertambah dua dan tahun berikutnya masiha ada delapan lagi. “RSUP dr Kariadi kami dorong untuk sertifikasi internasional,” katanya.

( Zakki Amali / CN26 / JBSM )