MAKASSAR(FAJAR)– Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Siti Fatimah menjadi rumah sakit pertama di kawasan timur Indonesia yang pelayanannya sistem digital. Senin, 19 Maret, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meresmikan Siti Fatimah sebagai rumah sakit digital.

Gubernur juga menetapkan RSKD Siti Fatimah sebagai rumah sakit tanpa asap rokok dan rumah sakit yang mendukung inisiasi menyusu dini (IMD). “Ini merupakan salah satu program pemerintah. Tentu, pasien rumah sakit harus berkolerasi dengan teknologi yang maju,” kata Syahrul.

Direktur RSKD Siti Fatimah, Leo Prawirodiharjo, mengatakan, pihaknya akan senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan profesionalitas pelayanan. Upaya peningkatan pelayanan dilakukan selain dengan menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang semakin modern. Termasuk dengan meningkatkan profesionalisme pelayan kesehatan atau sumber daya manusia.

Khusus mengenai sistem digital, Leo menjelaskan, saat pertama mendaftar, pasien langsung dicatat di komputer yang bisa diakses di semua bagian di rumah sakit itu. Termasuk poliklinik, apotek, ruang gawat darurat, kamar bersalin dan lain-lain. “Laboratorium juga sudah tahu pasien mau diperiksa apa. Jadi pasien akan cepat terlayani,” ujarnya.