Salah satu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar), saat ini telah dibuka sebuah rumah sakit tipe C, yang awal 2013 lalu diresmikan Bupati Rita Widyasari. Yaitu RSUD Dayaku Raja di Kecamatan Kota Bangun. Tahun depan, akan ada 2 rumah sakit bertipe D yang dibangun.

UNTUK diketahui, RSUD Dayaku Raja merupakan rumah sakit Tipe C tanpa kelas, memberikan pelayanan kesehatan secara gratis untuk masyarakat di kawasan zona hulu. RSUD ini penting, karena warga di sana tentu terlalu jauh bila harus ke RSUD AM Parikesit di Tenggarong.

Rumah sakit yang dibangun sejak masa mantan Bupati Syaukani HR ini tidak membedakan tingkat kesejahteraan pasien, sehingga pelayanannya sama rata. Tentu ini sangat baik bagi yang miskin.

“Mulainya operasi rumah sakit Dayaku Raja ini merupakan komitmen kami dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah hulu. Terutama pelayanan rujukan berobat dari puskesmas-puskesmas terpencil yang sangat dibutuhkan,” kata Rita.

Adapun nama “Dayaku Raja” diartikan sebagai “Dasar Pelayanan Kaulah Raja” yang memiliki makna pasien adalah raja dalam pelayanan kesehatan.

Ini dimaksudkan agar semua petugas medis, dokter, perawat menganggap pasien sebagai raja tanpa membedakan apakah pasien tersebut dari kalangan masyarakat yang kaya atau miskin.

Semua jenis ruangan RSUD Dayaku Raja, baik rawat inap maupun rawat jalan didesain untuk pelayanan standar yang sama. Termasuk untuk rawat inap. Setiap ruangan didesain nyaman, dengan maksimal dihuni dua pasien ditambah fasilitas pendingin ruangan.

Selama ini, masyarakat Kukar di sekitar Kota Bangun umumnya bekerja di perkebunan dan pertanian. Mereka harus menempuh jarak yang jauh ke Tenggarong dan Samarinda untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit.

Warga juga harus menghadapi tantangan jalan yang rusak dan lamanya perjalanan membawa pasien yang butuh pertolongan segera.

RSUD ini, selain sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan program tanpa kelas, juga berencana memakai sistem remunerasi atau penggajian yang berbasis kinerja terhadap karyawannya.

Dalam waktu dekat, menurut informasi yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Pemkab berencana membangun 2 rumah sakit tipe D lagi.

Rumah sakit tipe D adalah rumah sakit yang bersifat transisi dengan kemampuan memberikan pelayanan kedokteran umum dan gigi. Rumah sakit ini menampung rujukan dari puskesmas di sekitarnya.

Lokasi pembangunan 2 rumah sakit ini di Kecamatan Kembang janggut dan Tabang. Hal ini mengingat di 2 kecamatan terujung Kukar tersebut masih kesulitan akses untuk membawa pasien ke rumah sakit terdekat yaitu di RSUD Dayaku Raja di Kota Bangun.

Meski belum memiliki standar dokter spesialis, namun rumah sakit tipe D setidaknya memberikan layanan setingkat lebih tinggi dari puskesmas.

Pembangunan 2 rumah sakit tersebut, jika sesuai rencana akan dimulai pada 2014. Dengan harapan saat pembangunan telah terealisasi nantinya, masyarakat daerah hulu, dapat merasakan dampak pembangunan secara langsung. Di mana untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tidak perlu menempuh jarak yang jauh.

Seperti diketahui, bagi warga kawasan Tabang maupun Kembang Janggut untuk bisa sampai ke wilayah Kota Bangun hingga saat ini masih menggunakan 2 jalur. Yaitu sebagian jalur darat dan sebagian jalur sungai. Dengan jarak yang cukup jauh serta menguras energi. Tentunya hal yang sangat berat bagi pasien yang sedang dalam kondisi lemah untuk melakukan perjalanan jauh.

Sehingga realisasi pembangunan kedua rumah sakit tersebut tentu akan menjadi angin segar bagi masyarakat hulu Mahakam. (hms.DI/advertorial/che/k1)

sumber: www.kaltimpost.co.id