Sangatta (Kaltimpost.co.id) – Pemkab Kutim terus berupaya menekan angka kematian bayi serta meningkatkan derajat kesehatan ibu. Ini demi mencapai tujuan Millennium Development Goals (MDGs) atau pembangunan milenium 2015 mendatang.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim Mugeni menyatakan, untuk mencapai tujuan MDGs diperlukan revitalisasi program Keluarga Berencana (KB). Ber-KB membentuk keluarga berkualitas karena berperan penting dalam memperkecil angka kematian ibu dan anak dengan cara memaksimalkan layanan KB bagi pasangan usia subur pada pascapersalinan dan pascakeguguran bagi ibu.
Layanan kesehatan KB pascapersalinan dan pascakeguguran, lanjut Mugeni, merupakan upaya menjarangkan kelahiran, memberi pemulihan alat reproduksi, membantu anak mendapatkan perhatian jasmani dan rohani, dan membantu memulihkan mental ibu setelah melahirkan. “Memanfaatkan layanan kesehatan pascamelahirkan atau pascakeguguran dapat membantu laju pertumbuhan penduduk, serta membentuk keluarga bermutu,” terang Mugeni ketika membuka pertemuan medis teknis bagi tenaga medis dalam meningkatkan layanan KB di Kutim, beberapa hari lalu.
Bertempat di aula Hotel MS, Jl. Yos Sudarso I, Sangatta Utara, Asisten Kesra menegaskan untuk ibu hamil, ibu bersalin serta bayinya, berhak mendapat layanan kesehatan yang memadai sesuai kebijakan jampersal, yaitu memberi kemudahan pembiayaan bagi semua ibu hamil yang belum memiliki jaminan persalinan. Penting pula tiap kegiatan layanan kesehatan punya data pencatatan dan pelaporan pelayanan dari rumah sakit, klinik, dokter, bidan dan praktik swasta, yang nantinya dijadikan bahan evaluasi keberhasilan program KB di daerah ini.
Sedangkan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Esty Indriyanti melalui pihak panitia yaitu Heldi menyebutkan, acara temu medis sehari ini diikuti 40 peserta. Terdiri dari petugas Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB), pemerintah dan swasta. Dengan menampilkan pembicara Kepala Dinas Kesehatan Dr. Aisyah, M.Kes, Dr. Rahmat SpoG dan narasumber dari BKKBN Kaltim Aris Ananta.
Tujuannya, menambah pengetahuan dan keterampilan bagi petugas KKB agar catatan laporan layanan KB dengan meningkatkan CPR, menurunkan UnNeed Met KB, menurunkan angka kehamilan remaja sesuai dengan tujuan MDGs 5B. Dana pertemuan medis teknis bersumber dari APBD Kutim 2013 yang diposkan dalam rencana kegiatan anggaran Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana selaku penyelenggara acara. (kmf2/lhl)
Sumber : www.kaltimpost.co.id