Skip to content

TOR Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Case Management System di Rumah sakit

TOR Kegiatan Bimbingan Teknis

Implementasi Case Management System di Rumah sakit

 

  LATAR BELAKANG

Pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah produk jasa yang harus dirasakan manfaatnya oleh pasien dan keluarga sebagai pelanggan. Produk ini dapat dikatakan menjadi produk yang berkualitas oleh pelanggan apabila dapat memenuhi kebutuhan dan mempunyai nilai yang berarti bagi mereka. Saat ini pasien semakin menyadari hak-haknya, hubungan dokter dan pemberi pelayanan kesehatan lain merupakan pelayanan secara utuh dengan interaksi personal bukan hanya pengobatan. Untuk meningkatkan mutu pelayanan, rumah sakit harus melakukan perubahan sistem dengan meningkatkan kemitraan dengan pelanggan. Pengendalian mutu dan pembiayaan juga diperlukan dalam upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi pelayanan. Case manager sangat diperlukan dalam upaya kendali mutu dan kendali biaya di rumah sakit.

Akreditasi rumah sakit sebagai upaya penjaminan mutu pelayanan kesehatan menekankan konsep patient centered care (PCC) atau pelayanan yang berfokus pada pasien, dimana semua pelayanan berorientasi untuk memenuhi kebutuhan pasien dan mengutamakan keselamatan pasien bukan lagi menekankan kepentingan rumah sakit semata. Dalam standar akreditasi pada bab Hak Pasien dan Keluarga disebutkan bahwa case manager sangat diperlukan untuk memfasilitasi dan mengkoordinasikan kebutuhan akan pelayanan kesehatan pasien sehingga pelayanan mempunyai outcome sesuai value yang ditetapkan pasien.

  TUJUAN

Tujuan umum

Setelah mengikuti bimbingan teknis diharapkan peserta mampu memahami dan mengimplementasikan case management system di rumah sakit.

Tujuan Khusus

Peserta bimbingan teknis mampu:

  1. Memahami tentang konsep case management system di rumah sakit
  2. Memahami pengorganisasian case management system di rumah sakit
  3. Menyusun kebijakan dan standar pelaksanaan case management
  4. Memahami tentang fungsi dan peran case manager dalam pengendalian mutu dan biaya pelayanan
  5. Memahami dan melaksanakan komunikasi dan kolaborasi interprofesional
  6. Melakukan pengelolaan kasus dengan case management system


  SASARAN PESERTA

Sasaran dari workshop dan mentoring ini adalah:

  1. Case manager rumah sakit
  2. Kepala ruang rawat
  3. Dokter bangsal
  4. Perawat

 

 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Rencana pelaksanaan kegiatan adalah 22 samapai dengan 23 Agustus 2017 di hotel Grand Mercure Yogyakarta.

NARASUMBER

Narasumber dan fasilitator dari kegiatan ini adalah:

  1. dr. Hanevi Djasri.,MARS
  2. dr. Novi Zain Alfajri
  3. Sugiarsih.,S.Kep.,Ns.,MPH
NO WAKTU KEGIATAN  
Hari I
1 07.30 – 08.00 Registrasi dan pembukaan  
2 08.00 – 09.30

Konsep Case management System di rumah sakit

materi

 
3 09.30 – 10.00 Coffee  Break  
4 10.00 – 11.30

Pengorganisasian case management system di rumah sakit dan kebijakannya

materi

 
5 11.30 – 12.30 Ishoma  
6 12.30 –  14.00

Good Clinical Governance

materi

 
7 14.00 – 15.30

Peran dan Fungsi Case manager dalam case Management System

materi

 
8 15.30 – 17.00

Komunikasi interprofesional dalam Case Management System

materi

 
9 17.00 – 17.30 Coffee Break  
Hari II
1 08.00 – 10.00

Review Materi Hari I

Praktik: Menyusun Kebijakan dan pengelolaan kasus

materi

 
2 10.00 – 10.30 Coffee break  
3 10.30 –  11.30 Paparan profil RS UGM dan dukungan pelaksanaan case management system  
4 11.30 –  13.00 Hospital Tour: presentasi implementasi dan studi lapangan  
5 13.00 – 14.00 Ishoma  
6 14.00 – 15.00 Rencana tindak lanjut dan penutup  

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM mengadakan kegiatan pelatihan dan studi banding penerapan case management system sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit pada acara post Forum Mutu XIII. Acara ini berlangsung di hotel Grand Mercure Yogyakarta.

rep case 1Pembicara pertama dalam pelatihan ini merupakan dokter yang bertugas sebagai case manager di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM). Sebelum masuk pada materi para peserta diminta untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Pada materi pertama dan kedua, Novi Zain Alfajri menyampaikan mengenai “Konsep Case Management System” dan “Kebijakan dan Pengorganisasian Case Management System”. Beliau menyampaikan bahwa case management merupakan proses kolaborasi dalam hal Asesmen, Perencanaan (Planning), Fasilitasi, Koordinasi Pelayanan, Evaluasi, dan Advokasi pilihan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga secara komprehensif melalui komunikasi, dan ketersediaan sumber daya yang memadai untuk mencapai luaran yang efektif. Ruang lingkup Case Management mencakup Edukasi, Koordinasi Pelayanan, Pemenuhan Kebutuhan Pasien dan Keluarga, Manajemen Transisi dan Manajemen Utilisasi. Pada sesi diskusi banyak peserta yang melakukan sharing pengalaman penerapan case management di masing-masing rumah sakit.

Pada materi ketiga mengenai “Clinical Governance Dalam Pencegahan Fraud” ini disampaikan oleh Hanevi Djasri. Beliau menjelaskan mengenai Tata Kelola Klinis (Clinical Governance) yang merupakan sistem yang menjamin Fasyankes untuk terus-menerus melakukan perbaikan mutu pelayanannya dan memberikan pelayanan dengan standar yang tinggi. Tata kelola klinis mempunyai 4 prinsip yang terdiri dari Accountability, Continuous Quality Improvement (CQI), High Quality Standart of Care, Memfasilitasi dan Menciptakan Lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa tata kelola klinik mempunyai beberapa kegiatan didalamnya, yaitu melakukan audit klinik, menyediakan data klinik dengan mutu yang baik, mengukur outcome, manajemen resiko klinik, praktik berdasarkan data, manajemen kinerja klinik dan mekanisme dalam melakukan monitoring outcome pelayanan. Beliau menekankan bahwa dengan menjalankan prinsip clinical governance maka potensi fraud di RS dapat ditekan serendah mungkin.

Pembicara terakhir pada hari pertama pelatihan ini adalah Sugiarsih, beliau adalah salah satu case manager di Rumah Sakit Akademik UGM. Sugiarsih menyampaikan materi mengenai “ Peran dan Fungsi Case Manager” dan “ Komunikasi dalam Case Management System”. Beliau menjabarkan bahwa Case Manager mempunyai banyak peran di Rumah Sakit seperti memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pasien, empowering pasien dalam keluarga, optimalisasi patient centered care, optimalisasi asuhan pasien terintegrasi, meningkatkan kolaborasi interprofesional, mencapai pelayanan yang efektif dan efisien. Case manager memiliki banyak fungsi yang terdiri dari asesmen manajemen pelayanan pasien, kendali mutu dan pembiayaan pasien, menyusun perencanaan, komunikasi dan koordinasi, edukasi dan advokasi. Sugiarsih memberikan strategi kepada para case manager dirumah sakit dalam menyelesaikan setiap kasus yang ada yaitu dengan komitmen, memulai dari yang termudah, dan tidak pernah menyerah. Pada sesi diskusi banyak peserta juga yang bertanya mengenai pengalaman beliau selama menjadi case manager dan meminta tips dan trik untuk menjadi case manager yang handal.

rep case 2

Reporter: Intan Anatasia N.P.,M.Sc.Apt,

Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta, 23 Agustus 2017

rep case 3

Kegiatan hari kedua pada post forum nasional mutu pelayanan kesehatan yaitu melakukan studi banding penerapan case management system di Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta (RSA UGM). Pihak Rumah Sakit Akademik UGM yang diwakili oleh Hafidzah Nurmastuti menyampaikan review materi dihari sebelumnya dan memberikan praktikum singkat dengan menggunakan kasus mengenai case management. Peserta pelatihan dibagi menjadi 3 kelompok dan kemudian diberikan kasus yang berbeda-beda untuk didiskusikan. Setelah 30 menit para peserta menyelesaikan kasus yang diberikan kemudian dilanjutkan dengan persentasi hasil diskusi masing-masing kelompok. Hafidzah Nurmastuti yang merupakan salah satu case manager di RSA UGM memberikan masukan pada masing-masing kelompok untuk memantapkan solusi dari masing-masing kasus.

Perwakilan direksi Rumah Sakit Akademik UGM yaitu Direktur SDM dan Akademik, Arief Budiyanto menyampaikan sambutan hangat untuk peserta pelatihan dan memaparkan profil dari RSA UGM. Beliau menyampaikan harapannya kepada peserta agar ilmu yang didapat dari RSA UGM dapat diaplikasikan di rumah sakit masing-masing sepulangnya dari pelatihan ini.

Fasilitator dari RSA UGM yang diwakili oleh dr. Hafidzah Nurmastuti dan dr. Eka Wahyuni mendampingi para peserta dalam kegiatan Hospital Tour di RSA UGM. Para peserta sangat antusias untuk bertanya dan melakukan sharing saat Hospital Tour berlangsung. Peserta pelatihan dapat melihat secara langsung pengaplikasian case management yang biasanya dilakukan di RSA UGM. Selain itu, peserta pelatihan dapat melihat juga format formulir yang digunakan untuk mendukung pengaplikasian case management system.

Reporter: Intan Anatasia N.P.,M.Sc.Apt