Pada track ini penulis hanya dapat mengikuti satu sesi yaitu
Maximizing Witness Value during Patient and Provider Interviews
Sesi ini dibawakan oleh Brent Walker, AHFI, Regional Manager, Investigative Services, Travelers Insurance dan Mitchell Sherrod, AHFI, Medical Fraud Investigator, Travelers Insurance.
Kedua narasumber menyajikan pendekatan mendalam untuk menggali informasi dari pasien dan provider. Pada sesi ini ,juga disajikan kebutuhan dan strategi untuk mendapat nilai bukti dari sebuah wawancara dan cara untuk memaksimalkan kerja sama saksi dari peran unik pasien dan provider selama investigasi fraud.
Investigasi fraud tidak hanya dilakukan kepada dokter tetapi juga dapat dilakukan kepada pasien. Pasien adalah pihak yang datang dengan keluhan penyakit kepada dokter dan dokter melakukan perawatan untuk meringankan beban penyakit pasien. Kedua pihak ini saling berkontribusi terhadap terjadinya pelayanan dan hasil yang diharapkan. Bila terjadi fraud layanan kesehatan, kedua pihak sebenarnya dapat saling mengetahui atau minimalnya merasakan.
Wawancara kepada dokter lebih lengkap dapat dilihat pada Materi berikut. Pada sesi ini, narasumber menambahkan hal yang mempengaruhi proses wawancara dengan dokter, misalnya kepribadian dokter. Dokter, sebagaimana manusia lainnya memiliki beragam kepribadian. Kepribadian dokter, dalam proses wawancara ini mempengaruhi: fokus pasien dan proses reimburse, delegasi kasus ke dokter lain, etika dan pembuatan keputusan, tata krama di tempat tidur dan kemampuan mendengarkan, hubungan antar staf, hubungan pasien, dan reputasi.
Saat melakukan wawancara dengan dokter, ada hal yang harus kita perhatikan: pertama adalah jangan berasumsi. Selalu membangun komunikasi yang baik dengna dokter. Kedua, bersikap secara profesional. Ketiga, minta kerja sama dengan cara meminta waktu untuk wawancara. Keempat, berlaku sopan, datang tepat waktu, dan memanggil dengan sebutan “dokter”. Kelima, tanyakan apakah dokter mengingat pasiennya dan apakah pasien dilibatkan dalam pembuatan keputusan. Keenam, tanyakan apakah isu yang akan kita diskusikan merupakan isu praktek normal atau unik. Ketujuh, tanyakan juga kemungkinan adanya tambahan dokumen untuk didiskusikan. Kedelapan, lihatlah apakah ada pengelakan saat akan melakukan wawancara.
Saat melakukan wawancara dengan pasien, ada pendekatna berbeda. Kadang, pasien merupakan orang awam yang tidak mengerti hal medis. Pasien juga berasal dari latar belakang berbeda sehingga kadang sulit mengemukakan pendapat. Saat akan mewawancara pasien, pastikan kita sudah memiliki dokumen pendukung. Pertanyaan dan cara bertanya akan berbeda dengan pertanyaan dan cara mewawancara dokter. Dekati pasien dengan hati-hati dan menggunakan bahasanya. Bertanyalah mulai dari penyakit yang dia derita dan bagaimana perkembangan perawatannya. Saat wawancara pasien, perhatikan juga apakah pasien ini kooperatif untuk menunjukkan potensi fraud.
{jcomments on}