Yogyakarta (pikiran-rakyat.com) – Dokter di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tugasnya diperluas dan makin berat. Mereka tidak sebatas melayani pemeriksaan kesehatan warga, juga ditugaskan untuk mengubah perilaku warga. Tugas sosial tersebut sebagai ikhtiar lebih menciptakan kesehatan masyarakat dari sisi perilaku sehat sehari-hari.
Utusan Khusus Presiden RI bidang Millennium Development Goals (MDGs) Prof Dr Nila F Moeloek mengatakan perluasan cakupan tugas dokter dan Puskesmas masuk Program Pencerah Nusantara, difokuskan pada daerah prioritas yang memiliki karakter khusus di bidang kesehatan warga dan kependudukan, misalnya warga hidup berpindah-pindah atau nomaden, minim fasilitas penunjang kesehatan keluarga dan sejenisnya.
Menurut dia pemerintah melalui Departemen Kesehatan menunjuk tujuh puskesmas sebagai percobaan dan percontohan “pencerah nusantara”, yaitu Puskesmas di Mentawai, Karawang Barat, Pasaman Timur, Berau, Lindu, Ogotua, Pulau Ende. Sebagai contoh, tugas puskesmas mengubah pola hidup warga yang nomaden di Berau menjadi hidup menetap.
Saat pidato pada milad ke-40 Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada, Senin (1/4/2013), dia menyatakan peran sosial dokter dan puskesmas sebagai tuntuntan peningkatan kesehatan wara maupun problem sosial dan penyakit yang makin rumit.
Dia mengungkapkan, dari 240 juta penduduk Indonesia, sebanyak 26,73 persen usia anak-anak yang bermasalah gizi kesehatan, 5,63 persen lansia memerlukan pelayanan kesehatan, 67,64 persen penduduk membutuhkan lapangan kerja, pencegahan HIV/AID dan penyakit non-degeneratif lain.
Dengan terjadinya perluasan jangkauan kerja dokter dan puskesmas, menurut Nila F Moeloek, maka visi pendidikan kedokteran bukan sebatas meluluskan dokter. Para mahasiswa kedokteran harus dididik masalah-masalah sosial dalam masyarakat.
Calon dokter juga diajarkan bagaimana menjadi dokter yang tidak sepenuhnya berorientasi kepentingan kapitalisasi profesi, bagaimana kepedulian sosial menjadi sangat penting sejalan perubahan tantangan dalam masyarakat sejalan dengan meningkatnya penduduk, jenis penyakit dan problem sosial, misalnya, pengendalikan populasi penduduk, pendidikan warga, ekonomi warga.
Peran ini penting untuk perwujudan target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) 2015, yang targetnya antara lain tingkat pendidikan tinggi, kemiskinan menurun, perempuan makin besar perannya, baik dalam tugas memberantas kemiskinan maupun menciptakan kepemimpinan. (A-84/A-147)***