Screen Shot 2016-08-05 at 1.30.17 PMYOGYAKARTA, UGM dan University of Iowa Amerika Serikat, kerja sama dalam hal peningkatan kapasitas para dokter layanan primer di Indonesia.

Kerja sama ini diharapkan akan meningkatkan kompetensi para dokter layanan prmier dalam memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat serta mendorong terbentuknya Prodi dokter layanan primer di berbagai perguruan tinggi.

“Saat ini Prodi dokter layanan primer setara spesialis baru ada di Universitas Pajajaran, sementara UGM saat ini masih dalam tahap penggodokan,” kata dosen Bagian Kesehatan Masyarakat FK UGM Prof Hari Kusnanto ditemui di sela kegiatan “Annual Clinical Update” yang berlangsung di gedung UC UGM.

Hari Kusnanto mengatakan peran dokter layanan primer di Indonesia sangat diperlukan. Pasalnya dokter layanan primer atau di luar negeri dikenal dokter keluarga (medicine family) ini merupakan tenaga medik yang berinteraksi langsung dengan masyarakat baik dalam keadaan pasien sehat maupun sakit.

Oleh karena itu, keberadaan dokter DPL ini bisa memberikan solusi dari setiap masalah kesehatan keluarga melalui tindakan preventif maupun kuratif. “Dokter DPL ini mendatangi anggota keluarga sebelum mereka sakit. Apalagi datang sebelum sakit yang diderita pasien semakin parah,” katanya.

Jumlah Dokter layana primer ini apabila ditingkatkan akan menjadi solusi terhadap keterbatasan jumlah dokter spesialis di daerah terpencil.

Salah satu yang dilakukan oleh UGM dan IOWA saat ini memberikan pelatihan secara rutin pada dokter yang baru lulus tentang aspek keterampilan yang seharusnya dimiliki dokter layanan primer. “Keuntungannya kita memiliki dokter yang lebih kompeten,” tuturnya.

Selain itu, tambahnya, ongkos berobat dokter layanan primer setara spesialis ini bisa mengurangi beban biaya berobat karena pasien tidak harus datang atau berhubungan dengan pihak rumah sakit. “Ada model home visit, ongkosnya lebih rendah tapi kualitas lebih bagus,” katanya.

Prof Mark Graber dari IOWA University mengatakan dokter layanan primer atau sering disebut dokter keluarga sudah ada di Amerika Serikat sejak era 1970-an.

Menurutnya jumlah medicine family lebih banyak sehingga mampu bahkan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. “Di samping meningkatkan kesehatan mental masyarakat,” katanya.

Oleh: Bambang Ujianto

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/

{module[153]}