
Kali ini, Tim Pelatihan Penyusunan Clinical Pathway diundang RSA UGM melaksanakan workshop penyusunan clinical pathway. Tim pelatihan yang diketuai oleh dr. Hanevi Djasri, MARS ini memberikan pelatihan pada 7 – 8 Oktober 2014. Sekitar 20 orang yang terdiri dari dokter dan perawat terlibat dalam pelatihan ini.
Ada yang berbeda dalam workshop kali ini. Pedoman Praktek Klinik (PPK) yang dimiliki RSA UGM sudah terintegrasi. PPK ini sudah merupakan gabungan antara Standar Pelayanan Medik (SPM) dan Standar Asuhan Keperawatan. PPK ini juga sudah disusun sesuai cluster yang ada di rumah sakit.
Peserta pelatihan dibagi menjadi 5 kelompok sesuai nama cluster. Masing-masing kelompok mengangkat topik clinical pathway berbeda. Cluster ibu dan reproduksi memilih SC elektif untuk topik clinical pathway. Cluster anak memilih topik DHF. Cluster penyakit dalam mengangkat topik hiperglikemi. Cluster bedah terpadu dan syaraf berturut-turut memilih topik apendisitis akut dan stroke non hemoragic.
Sebelum sesi penutupan, koordinator masing-masing kelompok mempresentasikan draft clinical pathway yang telah disusun. Banyak masukan yang disampaikan tim narasumber untuk tiap kelompok. Masukan-masukan tersebut terkait dengan penulisan kegiatan dalam item proses pelayanan yang harus menggunakan kata kerja, item-item kegiatan yang harus ditulis secara detail, obat-obatan yang harus ditulikan nama generik beserta dosis, hingga outcome pasien yang perlu ada disetiap hari sebelum kepulangan pasien.
Secara umum peserta mengakui bahwa belum ada draf clinical pathway yang sempurna. Namun, peserta menyanggupi untuk melakukan perbaikan draf sesuai masukan narasumber. Narasumber juga meminta peserta untuk melakukan uji coba clinical pathway yang sudah diperbaiki kepada pasien. Setelah ujicoba peserta diminta melakukan kajian kembali terhadap kepatuhan penggunaan maupun isi dari clinical pathway