A holistic approach for managing osteoporosis

Screen Shot 2019 10 18 at 11.48.20 AMWhen Amanda Owen was diagnosed with #osteoporosis, about a decade ago, she knew she had a lot to learn. At the time, Owen — who had just completed treatment for breast cancer — found the amount of available information overwhelming.

“It can be hard to retain all the details

Continue reading

Software Deteksi Potensi Fraud Berbasis Data Klaim INA CBGs

PKMK FK KMK UGM dan Universitas Wijaya Putera Surabaya mengembangkan software deteksi potensi fraud berbasis data klaim INA CBGs bernama Sistem Informasi Pencegahan Kecurangan (Fraud) Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit (SIPADAKES). Software ini kami bentuk untuk memudahkan kerja Tim Pencegahan Kecurangan JKN di Rumah Sakit dalam melakukan deteksi potensi fraud.

Software ini kami kembangkan berdasarkan definisi operasional potensi fraud yang ada di Permenkes No. 36/ 2015 yang sudah disesuaikan juga Permenkes No. 16/ 2019 (pengganti Permenkes No. 36/ 2015). Komponen-komponen analisis dalam software kami ambil dari item-item isian dalam aplikasi INA CBGs di rumah sakit. Algoritma dan logic software sudah kami ujicoba secara manual di lebih dari 100 rumah sakit. Software sudah mengalami 6 (enam) tahap pengembangan untuk membuat sistem lebih sensitif mendeteksi potensi fraud. Saat ini software sudah digunakan di 4 (empat) rumah sakit di wilayah Jawa Timur.

Berikut tampilan dashboard software:

sw 1

Software ini dapat membantu Tim Anti Fraud di rumah sakit Anda dalam:

  1. Mendeteksi potensi fraud di rumah sakit dengan lebih cepat dan sensitif.
  2. Mempercepat proses pengambilan keputusan dan penerapan rencana tindak lanjut dari hasil rekomendasi yang ditampilkan oleh software.
  3. Mempermudah penyusunan laporan hasil deteksi dan mempersiapkan proses investigasi potensi fraud.

 

Anda memerlukan informasi lain untuk membangun sistem pengendalian fraud di institusi Anda? Silakan hubungi kami melalui:

  Program Director
  mutuyankes@mutupelayanankesehatan.net 

 

Apa itu osteoporosis?

Screen Shot 2019 10 15 at 11.55.15 PMDefinisi
Apa itu osteoporosis?

Osteoporosis adalah masalah pengeroposan dan penurunan kepadatan massa tulang secara berkelanjutan. Bagian dalam tulang yang sehat normalnya tampak memiliki banyak ruang kecil persis seperti sarang lebah.

Continue reading

Menilai Mutu Pelayanan Pasien Osteoporosis

Pasien osteoporosis lebih berisiko mengalami fraktur apabila terjatuh atau mengalami trauma lainnya. Risiko fraktur ini dapat diminimalkan dengan melakukan tes diagnosa yang sesuai, terapi farmakologi, dan penggunaan standar penilaian perawatan yang telah tersedia.

Studi pada artikel ini bertujuan mengembangkan penilaian performa klinis untuk menilai kualitas klinisi dalam penatalaksanaan pasien osteoporosis dan menentukan standar performa kompetensi dan pelayanan prima. Responden pada studi dengan disain retrospective cohort study ini terdiri dari 381 dokter penyakit dalam dan sub spesialis bersertifikasi terbatas. Penilaian berdasarkan 8 dasar penilaian yang dipergunakan oleh American Board of Internal Medicine (ABIM) Osteoporosis Practice Improvement Module (PIM), berdasarkan web-based tool yang menggunakan kajian grafik medis untuk membantu klinisi menilai dan meningkatkan pelayanan pasien. Studi ini juga menggunakan Physician Practice Connections Readiness Survey (PPC-RS) untuk menilai validitas kesimpulan yang dibuat dari skor komposit.

Sedangkan metodologi studi ini mengadaptasi dari metode pengaturan Standar Angoff dan metode Dunn-Rankin yang dipatenkan dengan melibatkan panel ahli dalam membuat komposit pada perawatan osteoporosis dan menetapkan standar perawatan yang kompeten dan pelayanan prima.

Hasil studi menunjukkan bahwa skor rata-rata komposit adalah 67,54 dari nilai maksimum 100, dengan reliabilitas 0,92. Standar kompetensi yang diperoleh adalah 46,87 dan untuk pelayanan prima adalah 83,58. Kedua standar tersebut memiliki klasifikasi akurasi yang tinggi yakni 0,95. Sebanyak 16% dokter memiliki performa di bawah standar pelayanan yang kompeten, 22% memiliki standar pelayanan prima. Capaian performa dokter spesialis lebih tinggi dibanding dokter umum dan adanya hhbungan antara praktik infrastruktur yang baik dengan tingginya skor komposit menunjukkan adanya bukti yang valid.

Berikut adalah tabel Penilaian Standar Kompetensi dan Pelayanan Prima menggunakan ABIM Osteoporosis PIM:

140ktmutu

Sedangkan distribusi skor komposit untuk standar performa adalah sebagai berikut

140ktmutu1 

Pada studi ini, umpan balik performa dokter bergantung pada standar absolut pelayanan yang diberikan oleh dokter, dengan pendekatan ‘berarti’ untuk evaluasi diri dalam upaya meningkatkan pelayanan pasien. Umpan balik yang disampaikan dalam studi ini diharapkan dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi area mana saja yang dapat ditingkatkan dalam pelayanan pasien osteoporosis, menurunkan angka kematian, ketergantungan, dan biaya pelayanan kesehatan.

Disarikan Oleh: Lucia Evi Indriarini, MPH.

Sumber: Weng, W., Hess, B.J., Lynn, L.A., and Lipner, R.S. (2015). Assessing the Quality of Osteoporosis Care in Practice. J Gen Intern Med 30(11):1681–7. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4617929/