Forum Mutu 2019

Meningkatkan Cakupan Efektif Pelayanan Kesehatan: Penerapannya di rumahsakit dan puskesmas untuk KIA, Medis, Keperawatan, serta kesehatan masyarakat

Bukittinggi, 19 – 20 November 2019

PENGANTAR

Cakupan efektif adalah menghitung berapa banyak penduduk dengan penyakit/kondisi kesehatan tertentu telah menjadi peserta JKN, yang kemudian mendapatkan pelayanan kesehatan, dan dengan mutu yang baik. Meski cakupan kepesertaan JKN sudah tinggi, cakupan pelayanan juga sudah relatif tinggi, namun cakupan efektif masih rendah atau belum dapat diukur. Cakupan efektif penting sebagai akuntabilitas sistem JKN termasuk akuntabiitas Regulator dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Forum Mutu IHQN akan menampilkan keynote yang diakui secara nasional untuk menjawab berbagai kebutuhan daerah dan membawa pembelajaran nasional terbaik untuk masalah tersebut diatas. Forum dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan, serta untuk memberikan kesempatan bagi para profesional kesehatan untuk mempublikasikan pengalaman mereka dalam bentuk poster atau menjadi pembicara. Forum juga diadakan untuk mempelajari praktik-praktik terbaik, bertemu para sejawat dan membangun koneksi nasional.

Bertema Meningkatkan Cakupan Efektif Pelayanan Kesehatan, Forum Mutu di Bukittinggi 2019 akan menangani masalah mutu pada saat ini, serta mempersiapkan Anda untuk berbagai masalah di masa depan. Fourm Mutu akan mendorong Anda untuk menciptakan berbagai inovasi, membangun kerja kolaboratif dan meningkatkan semangat perbaikan, memastikan pelayanan kesehatan yang efektif diperoleh pasien dan masyarakat.

Forum Mutu IHQN kembali akan menawarkan berbagai pengalaman dan sesi untuk membantu Anda belajar tentang perkembangan terkini dalam peningkatan mutu dari seluruh dunia. Sesi akan terdiri dari seminar, workshop, pameran poster dan studi banding.

PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  • Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/ Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, POGI, HOGSI, IDAI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/ pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/ akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

WAKTU PELAKSANAAN

Hari, tanggal : 19 – 20 November 2019
Tempat         : Novotel Bukittinggi Hotel,
                      Jalan Laras Datuk Bandaro, Bukit Cangang Kayu Ramang,
                      Guguk Panjang, Bukittinggi, Sumatera Barat

PRE FORUM (18 NOVEMBER 2019)

Pre Forum akan dilaksanakan pada 18 November 2019. Peserta dapat memilih salah satu:

  1. Workshop Audit Mutu Internal di FKTP
  2. Workshop Pelaksanaan Audit Maternal & Perinatal (AMP) Efektif dengan 10 Langkah
  3. Workshop Pengenalan Sistem Rujukan Ibu dan Anak Melalui Konsep Manual Rujukan Maternal Neonatal
  4. Workshop Penulisan Proposal Penelitian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
  5. Workshop Audit Klinis Mutu Layanan KIA di Faskes
  6. Workshop Penyusunan, Implementasi, dan Evaluasi Clinical Pathway
  7. Workshop Deteksi Potensi Fraud Pada Pelayanan Ibu dan Anak
  8. Workshop Manajemen Risiko: Root Cause & Effect Analysis Untuk FKTP
  9. Benchmark Faskes: (15 November 2019)

AGENDA FORUM MUTU IHQN KE-15 (19-20 NOVEMBER 2019)

 

Waktu 19 November 2019
07:30-08.00 Registrasi
08.00-08.40 Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara
08.40-09.30
  • Pembuka oleh MC
  • Tari Pembukaan
  • Pembukaan : Rektor Universitas Fort De Kock-Bukittinggi, ketua IHQN
09.30-10.10

Keynote I: Penyusunan Rencana Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Provinsi Sumatera Barat

  • Dr. Hj. Merry Yuliesday, MARS
    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat
10.10 – 10.50 

Keynote II: Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan: dari Pedoman WHO menjadi Regulasi di Indonesia

  • Prof. Dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD

materi

10.50-11.30

Keynote III : Peran Pusat Penelitian dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Research Management Centre of KPJ Healthcare University College

  • Associate Profesor Dr. Norhayati Mohd Zain
    Pusat Pengurusan Penyelidikan KPJ Healthcare University Collage, Malaysia

materi

11.30-12.10

Keynote IV: Upaya Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan

  • Dr. RR. Titi Savitri Prihatiningsih, M.A., M.Med. ED, PhD. (Dosen FK KMK UGM)

materi

12.10-13.00

Sesi Diskusi

13.00-14.00 Lunch break
 

Sesi Pararel A:

Rantai Efek Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Makro, Meso dan Mikro Sistem

Sesi Pararel B:

Mutu Pelayanan KIA

14.20-15.10 Sesi A1: Menyusun Program Pengembangan Kepemimpinan Klinis (Clinical Leadership)
  • Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
    (Konsultan PKMK UGM)

materi

Sesi B1: Peran dan Upaya Organisasi Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan KIA: Pengalaman KOWANI

  • Dr. Giwo Rubiyanto – Ketua KOWANI Pusat

materi

15.10-16.00

 

Sesi A2: Evaluasi Pelaksanaan Program Anti Fraud di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  • drg. Puti Aulia Rahma, MPH, CFE.
    (Konsultan PKMK UGM)

materi

Sesi B2: Peran dan Pemberdayaan Perempuan dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan KIA
  • Dr. Hj. Evi Hasnita, SPd., M.Kes – Universitas Fort De Kock

materi

16.00-16.30 Penutup hari I dan Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

 

 

Hari II 20 November 2019
08:30-09:00 Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara
 

Sesi Pararel C:

Kompetensi SDM dalam Mutu Pelayanan Kesehatan

Sesi Pararel D:

Inovasi Mutu Pelayanan KIA

09.00-09.50

Sesi C1; Upaya Peningkatan Kompentensi Pimpinan dan Staf RS dalam Peningkatan Mutu: Pengalaman RSUD Dr. M. Djamil Padang

  • Dr. dr. Yusirwan Yusuf, Sp.B., Sp.BA (K) MARS.
    (Direktur RSUP Dr. M. Djamil Padang)

materi

Sesi D1: Isu Terkini Masalah dan Inovasi Mutu Pelayanan KIA di Sumatera Barat: Pembelajaran Nasional

  • Dr. Ferdinal Ferry, SpOG
    Universitas Andalas

materi

09.50-10.40

Sesi C2: Upaya menurunkan kejadian stunting

  • Dr. Hj. Nella Sulung, SPd., Ns, M.Kes.
    (Universitas Fort De Kock)

materi

Sesi D2: Pengukuran dan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Reproduksi

  • Nurhayati, SST, MBiomed – Universitas Fort De Kock

materi

10.40-12.00

Sesi Pleno (C3) – Presentasi Poster

 

Sesi Pleno (D3) – Presentasi Poster

11.30-13.00 Lunch break  
13.00-13.40

Keynote V: Pemberdayaan Pasien dan Keluarga dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

  • Prof. Dr. Afrizal, MA – (Universitas Andalas)

makalah   materi

13.40-14.30

Keynote VI: Evaluasi Pelaksanaan Pedoman Kendali Mutu dan Kendali Biaya

  • Ari Dwi Aryani – BPJS Kesehatan

materi

14.30-15.10

Keynote VII: Evaluasi Pelaksanaan Etika Profesi untuk Mencegah Moral Hazard dalam Pelayanan Kesehatan

  • Dr. Tri Djoko Hadianto, DTM&H, M.Kes – (Dosen FKKMK UGM)

materi

15.10-15.40

Sesi Diskusi

15.40-16.00

Penutup: Hasil Forum Mutu 2019 dan Penutupan serta Pengumuman Rencana Forum Mutu 2020

  • Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua – PKMK FKKMK UGM Yogyakarta

materi

16.00-16.30 Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

 

BIAYA

Pre Forum *)

  1. Workshop Audit Mutu Internal di FKTP Rp. 1.500.000,00
  2. Workshop Pelaksanaan Audit Maternal & Perinatal (AMP) Efektif dengan 10 Langkah Rp. 1.500.000,00
  3. Workshop Pengenalan Sistem Rujukan Ibu dan Anak Melalui Konsep Manual Rujukan Maternal Neonatal Rp. 1.500.000,00
  4. Workshop Penulisan Proposal Penelitian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Rp. 1.500.000,00
  5. Workshop Audit Klinis Mutu Layanan KIA di Faskes Rp. 1.500.000,00
  6. Workshop Penyusunan, Implementasi, dan Evaluasi Clinical Pathway Rp. 1.500.000,00
  7. Workshop Deteksi Potensi Fraud pada Pelayanan Ibu dan Anak Rp. 1.500.000,00
  8. Benchmark Faskes *) Rp. 300.000,00

Forum Mutu

Peserta Umum Rp. 1.600.000,-
Member IHQN Rp. 1.300.000,-
Early Bird (15 Oktober 2019) Rp. 1.300.000,-
Dengan Webinar Rp. 200.000,-

*) Pre Forum diselenggarakan apabila memenuhi kuota minimal penyelenggaraan

Biaya pendaftaran dapat di transfer ke Bank (BCA), a.n. (YAYASAN FORT DE KOCK BUKITTINGGI), No. Rekening: (8125999111)

 

INFORMASI & PENDAFTARAN

Putri Hasanah Ramin, S.Farm. M.Clin.Pharm.,Apt. (Putri) – (0852.6396.3479)
Popy Handayani S.Farm. M.Farm., Apt. (Poppy) – (0821.7414.3667)
Email: ihqn15.bkt@gmail.com

 

 {jcomments off}

Ketika Menjadi Pasien: Customer Oriented Dapat Menentukan Kepuasan Pasien

Oleh : Raden Sanjoyo – SIMKES 2018 – 18/433531/PKU/17444

Beberapa rumah sakit, baik rumah sakit Pemerintah ataupun rumah sakit Swasta, pernah saya kunjungi ketika saya berobat atau mengantar kerabat yang sakit. Waktu tunggu memang menjadi kendala yang kerap kali memicu terjadinya complain atau kekecewaan pasien terhadap rumah sakit. Waktu tunggu di rumah sakit bukan hanya waktu tunggu kehadiran dokter, namun juga waktu tunggu pendaftaran bahkan waktu tunggu antrian konsultasi.

Ketika saya menjadi pasien untuk berobat di poliklinik salah satu rumah sakit, antrian sudah dimulai dari bagian pendaftaran. Antrian kembali berlanjut di poliklinik, apotek, hingga melakukan pembayaran di kasir. Dalam kondisi menahan sakit, kondisi seperti ini jelas membuat tidak nyaman. Keadaan ini diperparah dengan adanya perlakukan yang tidak ramah dari beberapa petugas rumah sakit, kursi tunggu pasien yang sedikit dan penuh sesak, sirkulasi udara yang terasa sumpek di ruang tunggu, bahkan tidak kunjung dilayani di poliklinik karena berkas rekam medis belum datang. Faktor penyebab lamanya waktu tunggu di pelayanan rawat jalan bahwa kurangnya petugas rawat jalan dan rekam medis, kurangnya sarana pendukung serta pendistribusian berkas rekam medik adalah yang paling banyak menjadi faktor penyebab lamanya waktu tunggu (Bustani, Rattu, & Saerang, 2015)

Situasi di atas berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di rumah sakit lain yang pernah saya kunjungi untuk periksa. Dengan kondisi jumlah pasien yang banyak, namun pelayanan yang diberikan melampaui ekspektasi. Antrian yang panjang pada saat di antrian terasa nyaman dengan fasilitas yang disediakan rumah sakit tersebut. Kursi tunggu sofa yang banyak, ruangan full AC dengan banyak bahan bacaan majalah dan koran yang bisa dinikmati saat menunggu antrian, ditambah dengan akses Free Wifi membuat saya betah menunggu antrian. Petugas yang ramah, humble, murah senyum, selalu memberikan informasi yang jelas dalam menghadapi pasien menambah kesan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini tertata dengan apik. Lingkungan fisik rumah sakit, fasilitas rumah sakit, dan perilaku petugas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien (Suryawati, 2004)

Berdasarkan pengalaman dari dua rumah sakit tersebut, saya mengerucutkan beberapa hal terkait waktu tunggu ini, bahwa ketika suatu rumah sakit benar-benar menerapkan standar customer oriented, maka waktu tunggu justru akan dinikmati oleh pasien rumah sakit tersebut. Customer oriented yang saya maksud disini adalah keseriusan rumah sakit dalam pengelolaan kenyamanan dalam pelayanan kesehatan kepada pasien, seperti : petugas yang humble dan ramah, pemberian informasi yang jelas, komunikasi yang baik antar petugas dengan pasien, disediakan fasilitas / sarana prasarana yang membuat pasien nyaman, dan lain sebagainya. Pihak Rumah Sakit perlu memberikan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan pasien, dengan pelayanan yang sesuai maka harapan pasien terhadap pelayanan suatu jasa dapat terpenuhi atau bahkan melebihi harapannya, sehingga menimbulkan kepuasan dalam diri pasien. Dalam mencapai tujuan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien maka perlu diperhatikan hal yang berperan penting dalam menentukan persepsi kualitas pasien antara lain meliputi fasilitas, peranan dokter, tenaga medis dan perawat (Supriyanto, 2012)

Dalam mewujudkan rumah sakit dengan tingkat kepuasan pasien yang baik, maka manajemen rumah sakit perlu untuk sensitif dalam menjaring aspirasi tingkat kepuasan pasien. Rumah Sakit perlu mengetahui bagaimana cara melayani pasien yang efektif dan cepat. Pelayanan jasa telah berorientasi pada pasien karena ukuran persepsi kualitas bukan berada pada pandangan penyedia jasa kesehatan namun terletak pada diri pasien. Apabila pelayanan yang diterima oleh pasien sesuai dengan yang di harapkan maka pelayanan tersebut dapat dikatakan baik. Untuk itu, rumah sakit harus berbenah untuk mengelola waktu tunggu hingga membuat nyaman pasien yang berujung tingkat kepuasan pasien yang tinggi. Terdapat kecenderungan lamanya waktu tunggu pasien akan membuat pasien tidak puas dengan pelayanan yang diberikan begitu pula sebaliknya, sehingga jika waktu tunggu terlalu lama maka perlu ada perbaikan oleh pihak manajemen rumah sakit (Laeliyah & Subekti, 2017)

 

{jcomments on}

Peluncuran The Journal of Hospital Accreditation KARS

13 1

Dua Puluh Lima Februari 2019 menjadi hari bersejarah bagi Komisi Akreditasi Rumahsakit dengan diluncurkannya The Journal of Hospital Accreditation KARS yang bertempat di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan-Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri oleh seluruh stakeholder KARS dan tamu undangan, dengan pembicara utama ibu Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K).

Continue reading