Pengetahuan dan psikososial perawat dalam melakukan perawatan pada orang dengan HIV / AIDS (ODHA)

Melakukan perawatan dengan orang yang hidup dalam HIV merupakan sebuah tantangan, bukan hanya bagi pasien secara pribadi (yang pastinya bukan merupakan hal yang mudah). Melainkan juga dari sisi keperawatan/pelayanan juga merupakan hal tidak mudah untuk dilakukan, dilihat dari ilmu pengetahuan dalam melakukan perawatan yang profesional untuk orang dengan HIV. Disadari atau tidak, seringkali beberapa faktor turut menjadi pemicu kurangnya kepedulian terhadap perawatan orang dengan HIV. Dijelaskan dalam hasil penelitian yang disampaikan oleh Lufuno dan Makhado bahwa dukungan terkait Pendidikan keperawatan dan Peluang profesional, cara organisasi dalam mengatasi dampak masalah kesehatan dan sosial dari perawatan orang HIV hingga dukungan sosial dapat mempengaruhi pelayanan yang diberikan kepada orang dengan HIV.

Salah satu bentuk dukungan perawat yang merawat ODHA yakni memberikan pendidikan keperawatan terstruktur, hal ini penting bagi para manajer untuk memiliki kebijakan di tempat program pendidikan dan kursus yang seharusnya diikuti oleh perawat. Selain itu, program tersebut harus bersifat wajib atau perawat harus menerima kredit pada keterampilan dan pengetahuan yang didapat dari pekerjaan – konten dan implementasi, serta tindak lanjut yang dilakukan. Pendidikan keperawatan bisa direstrukturisasi untuk mengakomodasi perawat di tempat kerja, perawat baru yang bekerja dan siswa keperawatan. Ini bisa dicapai dengan menerapkan hal berikut: 1) Pengembangan Profesi Berkelanjutan sehingga dapat menyebarkan dan membagikan perkembangan terbaru dari HIV/Strategi intervensi AIDS; 2) Orientasi staf yang baru dipekerjakan; 3) Institusi pendidikan keperawatan harus mengintegrasikan HIV / AIDS manajemen ke dalam kurikulum yang ada.

Disebutkan juga dalam penelitian tersebut, bahwa dukungan organisasi juga diperlukan untuk mengatasi depresi dan kelelahan kerja, serta dukungan sosial. Pekerja harus diperkuat dan diberdayakan untuk dimobilisasi dalam hal pemberian informasi, pendidikan dan komunikasi, pelatihan tentang masalah HIV / AIDS. Program kesehatan karyawan juga dapat dirancang untuk membantu karyawan dalam bertransaksi dengan penyebab stres primer dan sekunder dan termasuk di dalamnya konseling dan layanan psikologis untuk para karyawan. Program kesehatan karyawan dapat dilakukan melalui beberapa langkah yakni Strategi koping pribadi internal harus didorong dalam penyediaan lingkungan praktik positif dapat mengurangi stres terkait kelelahan perawat. Oleh karena itu, penting untuk mempromosikan  hal ini dengan baik di lingkungan kerja.

Langkah selanjutnya yakni pimpinan harus menemukan cara yang layak untuk mendukung perawat dalam menyediakan lingkungan di mana perawat bisa merasakan nyaman menyuarakan kekhawatiran dan kecemasan mereka dan harus mengakui serta memahami legitimasi kekhawatiran perawat. Kemudian, diikuti dengan memberikan pelatihan manajemen stres, kebijakan atau pedoman dapat digunakan oleh rumah sakit sebagai cara untuk mendapatkan karyawan dan mempertahankan tingkat stres di bawahnya yang mungkin mengarah ke contoh yang lebih tinggi dari kejenuhan. Di sisi lain, diperlukan juga dukungan sosial sebagai salah satu prediktor terbesar pengurangan kelelahan dan stres bagi perawat; karenanya seharusnya hal tersebut dipertimbangkan dalam menangani psikososial kesejahteraan perawat.

Andriani Yulianti.

{jcomments on}

Is the flu shot safe?

Screen Shot 2018 12 11 at 1.32.04 PMThe flu is a respiratory illness caused by the influenza virus. Symptoms of the flu are typically more severe than those of a cold. However, a vaccine is available that can keep the effects and risks of the flu at bay.

Continue reading

Bimbingan Teknis Manajemen Kepala Ruang

Yogyakarta, 28-29 maret 2019  |  Pukul 09.00-16.00 Wib)

  TOPIK INI MEMBAHAS MASALAH APA?

Pasal 29 Undang-Undang Keperawatan menyebutkan bahwa dalam menyelenggarakan Praktik Keperawatan, Perawat bertugas sebagai: pemberi Asuhan Keperawatan; penyuluh dan konselor bagi Klien; pengelola Pelayanan Keperawatan; peneliti Keperawatan; pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan wewenang; dan/atau pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu. Tugas-tugas ini mengharuskan rumah sakit memiliki kepala ruang sebagai leader yang akan mempersiapakan kebutuhan SDM, mengelola pelayanan, dan mengeavaluasi pelayanan agar tercipta pelayanan yang bermutu.


  MANFAAT APA YANG ANDA DAPATKAN?

  1. Tools perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia
  2. Cara melakukan komunikasi efektif
  3. Lembar catatan keperawatan
  4. Lembar kerja audit keperawatan
  5. Lembar kerja menyusun indikator asuhan keperawatan, analisa dan menyusun rencana tindak lanjut
  6. Pembiayaan asuhan keperawatan
  7. Lembar kerja lean management
  8. Tools manajemen risiko

  APA SAJA YANG DIBAHAS?

  1. Teknis Perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) 
  2. Etika keperawatan & komunikasi efektif 
  3. Teknis pengisian catatan keperawatan
  4. Teknis penyusunan standar asuhan keperawatan dan Audit Keperawatan 
  5. Teknis menyusun indikator asuhan keperawatan, analisa dan menyusun rencana tindak lanjut 
  6. Konsep pembiayaan asuhan keperawatan
  7. Teknis lean management di ruang rawat inap 
  8. Teknis manajemen risiko ruang rawat inap 


  SASARAN PESERTA

  1. Kepala Bidang Keperawatan
  2. Case Manajer Keperawatan
  3. kepala ruang
  4. Komite keperawatan
  5. Perawat klinis / Pelaksana


  NARASUMBER DAN FASILITATOR

  1. Sri Martuti SKP, MARS
  2. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua
  3. Eva Tirtabayu Hasri S.Kep.,MPH

  BIAYA

Rp. 3.500.000/ orang. Rp. 3.500.000/orang.
Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui: Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum

 

  KONTAK PERSON

Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH | 082324332525 | eva.tbh@gmail.com

 

 

Bimbingan Teknis Manajemen Kepala Ruang

Bimbingan Teknis Manajemen Kepala Ruang

Yogyakarta, 28-29 Maret 2019  |  Pukul 09.00-16.00 Wib

  TOPIK INI MEMBAHAS MASALAH APA?

Pasal 29 Undang-Undang Keperawatan menyebutkan bahwa dalam menyelenggarakan Praktik Keperawatan, Perawat bertugas sebagai: pemberi Asuhan Keperawatan; penyuluh dan konselor bagi Klien; pengelola Pelayanan Keperawatan; peneliti Keperawatan; pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan wewenang; dan/atau pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu. Tugas-tugas ini mengharuskan rumah sakit memiliki kepala ruang sebagai leader yang akan mempersiapakan kebutuhan SDM, mengelola pelayanan, dan mengeavaluasi pelayanan agar tercipta pelayanan yang bermutu.


  MANFAAT APA YANG ANDA DAPATKAN?

  1. Tools perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia
  2. Cara melakukan komunikasi efektif
  3. Lembar catatan keperawatan
  4. Lembar kerja audit keperawatan
  5. Lembar kerja menyusun indikator asuhan keperawatan, analisa dan menyusun rencana tindak lanjut
  6. Pembiayaan asuhan keperawatan
  7. Lembar kerja lean management
  8. Tools manajemen risiko

  APA SAJA YANG DIBAHAS?

  1. Teknis Perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) 
  2. Etika keperawatan & komunikasi efektif 
  3. Teknis pengisian catatan keperawatan
  4. Teknis penyusunan standar asuhan keperawatan dan Audit Keperawatan 
  5. Teknis menyusun indikator asuhan keperawatan, analisa dan menyusun rencana tindak lanjut 
  6. Konsep pembiayaan asuhan keperawatan
  7. Teknis lean management di ruang rawat inap 
  8. Teknis manajemen risiko ruang rawat inap 


  SASARAN PESERTA

  1. Kepala Bidang Keperawatan
  2. Case Manajer Keperawatan
  3. kepala ruang
  4. Komite keperawatan
  5. Perawat klinis / Pelaksana


  NARASUMBER DAN FASILITATOR

  1. Sri Martuti SKP, MARS
  2. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua
  3. Eva Tirtabayu Hasri S.Kep.,MPH

  BIAYA

Rp. 3.500.000/ orang. Rp. 3.500.000/orang.
Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui: Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum

 

  KONTAK PERSON

Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH | 082324332525 | eva.tbh@gmail.com

 

 

Manajemen penanggung Jawab pelayanan/ Kepala Ruang untuk Tenaga Kesehatan Lain dalam Peningkatan Mutu Pelayanan di Rumahsakit

Yogyakarta, 25 – 26 November 2019  |  Pukul 09.00-16.00 Wib

  TOPIK INI MEMBAHAS MASALAH APA?

Pasal 29 Undang-Undang Keperawatan menyebutkan bahwa dalam menyelenggarakan Praktik Keperawatan, Perawat bertugas sebagai: pemberi Asuhan Keperawatan; penyuluh dan konselor bagi Klien; pengelola Pelayanan Keperawatan; peneliti Keperawatan; pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan wewenang; dan/atau pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu. Tugas-tugas ini mengharuskan rumah sakit memiliki kepala ruang sebagai leader yang akan mempersiapakan kebutuhan SDM, mengelola pelayanan, dan mengeavaluasi pelayanan agar tercipta pelayanan yang bermutu.


  MANFAAT APA YANG ANDA DAPATKAN?

  1. Tools perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia
  2. Cara melakukan komunikasi efektif
  3. Lembar catatan keperawatan
  4. Lembar kerja audit keperawatan
  5. Lembar kerja menyusun indikator asuhan keperawatan, analisa dan menyusun rencana tindak lanjut
  6. Pembiayaan asuhan keperawatan
  7. Lembar kerja lean management
  8. Tools manajemen risiko

  APA SAJA YANG DIBAHAS?

  1. Teknis Perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) 
  2. Etika keperawatan & komunikasi efektif 
  3. Teknis pengisian catatan keperawatan
  4. Teknis penyusunan standar asuhan keperawatan dan Audit Keperawatan 
  5. Teknis menyusun indikator asuhan keperawatan, analisa dan menyusun rencana tindak lanjut 
  6. Konsep pembiayaan asuhan keperawatan
  7. Teknis lean management di ruang rawat inap 
  8. Teknis manajemen risiko ruang rawat inap 


  SASARAN PESERTA

  1. Kepala Bidang Keperawatan
  2. Case Manajer Keperawatan
  3. kepala ruang
  4. Komite keperawatan
  5. Perawat klinis / Pelaksana


  NARASUMBER DAN FASILITATOR

  1. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua
  2. Eva Tirtabayu Hasri S.Kep.,MPH
  3. Rumah Sakit

  BIAYA

Rp. 3.500.000/ orang.
Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui: Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum

 

  KONTAK PERSON

Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH | 082324332525 | eva.tbh@gmail.com

 

 

Reportase Bimbingan Teknis Persiapan Survei Ulang (Re Akreditasi) Puskesmas

2122nov

Yogyakarta, Bimbingan teknis dengan topik Persiapan Survei Ulang (Re Akreditasi) Puskesmas dilaksanakan selama 2 hari yakni pada tanggal 21-22 November 2018. Bertempat di Fave Hotel Kota Baru Yogyakarta. Peserta yang hadir dalam pelatihan ini berasal dari Puskesmas Bojong 1, Puskesmas Gunung Padang Panjang, Puskesmas Bawang Banjarnegara dan 1 orang yang berasal dari Stikes Muhammadyah Klaten. Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut merupakan kegiatan yang sesuai dengan amanat Permenkes No. 46 Tahun 2015 bahwa Puskesmas yang telah terakreditasi akan dilakukan akreditasi ulang atau re-akreditasi setiap 3 tahun sekali. Bagi Puskesmas yang telah terakreditasi pada tahun 2015, maka pada tahun 2018 harus dilakukan akreditasi kembali.

Continue reading