Some of the finest healthcare innovation in the globe took centre stage in Brisbane last night at the sixth Asia Pacific HIMSS-Elsevier Digital Healthcare Award 2018.
Momen Hari Kesehatan, Bupati Kudus Minta Perbaikan Pelayanan Kesehatan
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Muhammad Tamzil meminta perbaikan pelayanan kesehatan agar terus diperbaiki.
Hari Mencuci Tangan Sedunia
“Tangan yang Bersih – Resep Untuk Kesehatan” menjadi tema yang diusung pada peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day) tahun 2018. Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia sendiri dilaksanakan setiap 15 Oktober, dimana kegiatan ini diawali oleh Public Private Partnership of Handwashing (PPPHW) pada 2008.
Praktik cuci tangan memang digaungkan di berbagai sektor termasuk sektor kesehatan. Penerapan cuci tangan dengan benar sesuai rekomendasi WHO dapat menjadi metode efektif untuk mencegah terjadinya infeksi pada saat pemberian layanan kesehatan dari provider kepada pasien.
Berbagai artikel dengan tema praktik cuci tangan (hand hygiene) di fasilitas kesehatan akan ditampilkan untuk menjadi ‘pengingat’ kembali pentingnya kepatuhan terhadap praktik cuci tangan (hand hygiene) ini pada berbagai aktivitas di fasilitas kesehatan. Semoga bermanfaat.
Tuan Rumah, Luwu Timur Juara Umum HKN ke-54
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI – Bupati Luwu Timur, Thorig Husler resmi menutup Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di Lapangan Merdeka
University Hospitals Applies Homegrown Discharge Planning Workflow Solution to Opioid Prescribing
Seeks to commercialize logistics platform powering UH Care Continues
Cleveland-based University Hospitals is
Hari Kesehatan, Jokowi Singgung Pengeluaran Triliunan BPJS Kesehatan
Jakarta – Dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 di Kota Tangerang, Presiden Joko Widodo menyinggung besarnya pengeluaran BPJS Kesehatan
Hand Hygiene untuk Keselamatan Pasien dan Perawat
Ketidakpatuhan terhadap hand hygiene merupakan penyebab utama infeksi nosokomial. Kebersihan tangan yang baik memainkan peran utama dalam mengurangi dan menghilangkan penyebaran kuman dan infeksi dari pasien kepada pasien. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap kebersihan tangan berada di bawah 30%. Alasan yang diberikan oleh para tenaga medis terhadap kurangnya kepatuhan terhadap hand hygiene adalah:
- Kondisi kerja (kurangnya waktu)
- Infrastruktur (kurangnya peralatan)
- Pelatihan (tidak memadai)
- Lingkungan (atasan, kolega, pasien tidak disiplin)
- Kesehatan staf medis dan perawat (iritasi kulit yang disebabkan oleh sering membersihkan tangan).
Sangat penting untuk memastikan bahwa tenaga medis memprioritaskan cuci tangan. Kegiatan sederhana cuci tangan memiliki potensi untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada satu vaksin atau intervensi medis. Ini adalah salah satu cara paling efektif dan murah untuk mencegah diare dan radang paru- paru, yang menyebabkan lebih dari 3,5 juta kematian di seluruh dunia pada anak-anak di bawah usia 5 tahun setiap tahun. Meskipun orang-orang di seluruh dunia membersihkan tangan mereka dengan air, sangat sedikit yang menggunakan sabun untuk mencuci tangan mereka.
Kontak tangan ke tangan dapat menyebarkan kondisi ringan, seperti flu biasa, tetapi juga penyakit yang lebih parah atau mengancam jiwa. Penyakit infeksi berisiko untuk orang yang masih sangat muda, orang lanjut usia, orang – orang yang sudah memiliki penyakit sebelumnya, dan orang – orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Perawat mencuci tangan bukan hanya untuk mencegah mereka dari sakit, melainkan juga mengurangi risiko menginfeksi orang lain. Jika mereka tidak mencuci tangan mereka dengan benar sebelum bersentuhan dengan orang lain, mereka dapat menginfeksi pasien mereka dan juga anggota keluarga mereka. The Centers for Disease Control and Prevention secara jelas mengamanatkan agar semua tenaga medis mendesinfeksikan tangan mereka saat memasuki kamar pasien dan saat mereka meninggalkan ruangan. Berdasarkan hasil penelitian, hambatan yang dirasakan oleh tenaga medis dalam praktik mencuci tangan yang konsisten adalah:
- Wastafel atau dispenser (sabun / alcohol-based hand rub) yang sulit diakses
- Lupa
- Beban kerja yang berat
- Ketidaktahuan pedoman dan kurangnya pengetahuan ilmiah
Salah satu solusi dalam upaya mengingatkan tenaga medis untuk selalu mencuci tangan adalah menempatkan alcohol-based hand rub dispenser di samping setiap tempat tidur atau menampilkan poster besar yang menekankan pentingnya mencuci tangan.
Dirangkum oleh: dr. Novika Handayani
Sumber : Malliarou, M. Hand Hygiene of Nurses and Patient Safety. Int J Nurs Clin Pract 2017, 4: 217
{jcomments on}
test full pages
test
Jadwal Bimbingan Teknis Tahun 2018
| Agenda | Jan | Feb | Mar | Apr | May | Jun | Jul | Aug | Sep | Oct | Nov | Dec | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Penyelenggaraan rekam medis di FKTP berdasar standar akreditasi FKTP | 23-24 | ||||||||||||||||||||||||
| Audit klinis untuk peningkatam mutu layanan klinis di RS | 11-12 | ||||||||||||||||||||||||
| Ketepatan penulisan Koding ICD 10 & ICD 9 | 26-27 | ||||||||||||||||||||||||
| Deteksi & Investigasi Potensi Fraud di Rumah Sakit | 25-26 | ||||||||||||||||||||||||
| Manajemen Mutu Pelayanan Geriatri | 13-14 | ||||||||||||||||||||||||
| Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Clinical Pathway | 17-18 | ||||||||||||||||||||||||
| Audit klinis untuk FKTP dan FKTRL | 24-25 | ||||||||||||||||||||||||
| Membangun Sistem Anti Fraud di Rumah Sakit | 26-27 | ||||||||||||||||||||||||
| Peningkatan mutu & keselamatan pasien (PMKP) untuk FKTP | 8-9 | ||||||||||||||||||||||||
| Audit medis & utilization review untuk TKMKB di Rumah Sakit | 23-24 | ||||||||||||||||||||||||
| Audit keperawatan untuk peningkatan mutu layanan keperawatan di RS | 3-4 | ||||||||||||||||||||||||
| Penyusunan clinical pathway untuk peningkatan mutu di rumahsakit | 3-4 | ||||||||||||||||||||||||
| Pelatihan kendali mutu kendali biaya program jaminan kesehatan nasional khusus tim KMKB | 18-19 | ||||||||||||||||||||||||
| Optimalisasi Tim Pencegahan Kecurangan JKN di FKTP | 27-28 | ||||||||||||||||||||||||
| Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) untuk rumahsakit | 11-12 | ||||||||||||||||||||||||
| Pengelolaan Resiko Kecurangan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) (Fraud Risk Management) | 25 | ||||||||||||||||||||||||
| Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien Di FKTP | 29-30 | 17-18 | |||||||||||||||||||||||
| Workshop Manajemen Mutu & Analisis Biaya Hemodialisa | 7 Dec | ||||||||||||||||||||||||
| Audit Mutu Internal Dan Tinjauan Manajemen Puskesmas | |||||||||||||||||||||||||
| Optimalisasi Peran Tim Pencegahan Kecurangan JKN di FKRTL | 14-15 | ||||||||||||||||||||||||
| Penyusunan Program, Pelaksanaan & Evaluasi Peningkatan Mutu & Keselamatan Pasien di Rumahsakit | 14-15 | ||||||||||||||||||||||||
| Bimbingan Teknis Persiapan Survei Ulang (Re Akreditasi) Puskesmas | 12-13 | ||||||||||||||||||||||||
| Manajemen resiko untuk rumahsakit | 22-23 | ||||||||||||||||||||||||
| Dasar – Dasar Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan | 17-18 | Bimbingan Teknis Manajemen Kepala Ruang | 26-27 |