The Ghana Registered Nurses and Midwives Association (GRNMA) has called for the overhaul of the education of nurses and midwives to make the nation’s health system safer.
Kadinkes : SIKDA Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan
Lubuklinggau, Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi warga Kota Lubuklinggau. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau telah mengembangkan layanan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA).
Small changes can make a big difference to the quality of care
It t takes courage for someone to raise concerns about their care. Less obvious is the bravery and humility it takes to listen with an open mind to complaints when you are on the receiving end – but for those who do there is real evidence it can have a big impact on improving the quality of services.
Gowa dan Takalar Terima Penghargaan Kabupaten Sehat
SUNGGUMINASA – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menerima penghargaan Swasti Saba Wiwerda di Kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Selasa (28/11/2017).
Bringing quality care up a notch at nursing homes

More than a year since new licensing requirements kicked in for nursing homes in Singapore, many operators have set the wheels in motion in refining the way they work.
BPOM: Kangen Water Tak Penuhi Uji Keamanan dan Mutu
VIVA – Kementerian Kesehatan RI telah resmi menarik peredaran brosur produk air alkali yang dihasilkan mesin Kangen Water usai melakukan pemeriksaan terhadap produk itu oleh PT EL pada 10 November 2017.
Health ministry drafts framework for ensuring patient safety
The draft National Patient Safety Implementation Framework (NPSIF) states that patient safety is a fundamental element of healthcare and is defined as freedom for a patient from unnecessary harm or potential harm associated with the provision of healthcare
ASN Harus Kreatif
PROKAL.CO, SAMARINDA – Mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah memerlukan terobosan aparatur sipil negara (ASN). Apalagi terobosan itu berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan mutu kesehatan dan keselamatan pasien.
Materi Presentasi-Presentasi Mutu Pelayanan Kesehatan
Silahkan ketik link berikut ini untuk mendownload materi presentasi dan materi pendukung.
Mortality Audit: Pembelajaran Dari Kasus Kematian. Materi WS 10 Seminar Nasional PERSI, Oktober 2021
terima kasih
Catatan: Materi hanya tersedia bagi para serta pelatihan/seminar/workshop dalam jangka waktu terbatas (hingga sekitar 1 hari setelah penyelenggaraan kegiatan berakhir. Setelah itu peserta dapat meminta materi dengan menghubungi narasumber melalui email)
Seminar dan Lokakarya Nasional Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Penelitian Bidang Obstetri dan Ginekologi Sosial
Kerangka Acuan Kegiatan
Seminar dan Lokakarya Nasional
Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Penelitian Bidang Obstetri dan Ginekologi Sosial
Kolaborasi pusat pendidikan dokter subspesialis Obginsos dengan
Litbangkes kemenkes RI, BKKBN, BPJS, dan KARS
Yogyakarta, 17-18 November 2017
![]()
LATAR BELAKANG
Undang-undang nomor 14 tahun 2005 dan peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2009 mengamanatkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, setiap perguruan tinggi atau institusi pendidik harus memiliki dosen yang kompeten serta mampu mendesiminasikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat menghasilkan produk yang berdampak penting bagi kemajuan masyarakat. sudah saatnya institusi pendidikan untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu penelitian klinis yang hasilnya mampu diterapkan di masyarakat.
Program pendidikan dokter subspesialis (PPDSS) obstetri dan ginekologi sosial (Obginsos) sebagai pendidikan bagi para dokter spesialis obgin yang mengembangkan keilmuan obstetri dan ginekologi yang mengikutsertakan aspek penatalaksanaan kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan ikut memperhatikan faktor lingkungan yang berkaitan dengan fenomena kematian maternal dan perinatal. Kompetensi
khusus dari bidang Obstetri Ginekologi sosial diantaranya adalah kemampuan dalam penyelesaian masalah kesehatan individu dan masyarakat secara holistik, paripurna dan terintegrasi. Lulusan konsultan obginsos diharapkan mampu bekerjasama dengan semua stakeholder yang terlibat dalam sistem yang menunjang kesehatan reproduksi khususnya kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
Kementerian Kesehatan RI, BPJS, BKKBN, KARS merupakan beberapa pemangku kebijakan yang memiliki peran penting di dalam sistem kesehatan nasional yang telah melakukan penelitian melalui badan penelitiannya masing-masing sebagai bahan dalam proses perencanaannya. Akan tetapi, tidak tercapainya target MDGs tahun 2015 yakni AKI sebesar 102 kematian ibu per 100.000 menunjukkan bahwa masih belum efektifnya program kesehatan yang berjalan saat ini. Berbagai usaha telah dilakukan tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Para klinisi yaitu dokter spesialis obginsos atau tenaga kesehatan sebagai pelaksana kegiatan adalah orang-orang yang merasakan kendala atau hambatan dalam menjalankan tugas-tugas ini.
Dari aspek permasalahan kesehatan, berbagai masalah nasional yang dihadapi oleh Indonesia merupakan sumber inspirasi penelitian yang terus menerus. Sebagai ilustrasi adalah tantangan dalam Sustainable Development Goals yang membutuhkan dukungan penelitian dari berbagai institusi. Hal ini merupakan peluang besar bagi PPDSS Obginsos untuk mengidentifikasi prioritas penelitian, dengan tetap menyesuaikan dengan visi dan misi institusi Himpunan Obstetri Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI), khususnya di bidang Penelitian Kesehatan Reproduksi yang mencakup Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Di lain sisi, tantangan yang dihadapi dalam penelitian beserta kompetisi dengan institusi pendidikan kesehatan yang serupa juga memerlukan perencanaan strategis dalam penelitian.
Oleh karena itu, diperlukan pengembangan arah dan strategi penelitian jangka panjang. Arah dan strategi penelitian ini akan dituangkan dalam bentuk Roadmap penelitian selama lima tahun ke depan, dengan memperhatikan tantangan lokal dan nasional, agenda penelitian nasional dan institusi, serta kapasitas penelitian institusi. Dibutuhkan suatu pertemuan yang mampu memfasilitasi antara para pemangku kebijakan dalam sistem kesehatan agar mampu bersinergi para klinisi yang bergerak sesuai bidangnya terutama di bidang kesehatan reproduksi. Roadmap ini rencananya akan disusun melalui serangkaian lokakarya bertahap yang melibatkan partisipasi seluruh pengelola program dan para dosen yang terlibat di bidang kesehatan reproduksi.

TUJUAN LOKAKARYA
Tujuan Umum
Menghasilkan roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat bidang obstetri dan
ginekologi sosial yang bersinergi antara Program Pendidikan Dokter Subspesialis
Obginsos dengan Litbangkes Kemenkes RI, BKKBN, KARS dan BPJS.
Tujuan Khusus
- Meningkatkan pemahaman peserta lokakarya mengenai penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis penelitian di bidang obstetri ginekologi sosial.
- Mengetahui permasalahan sehubungan bidang obstetri dan ginekologi di tingkat nasional dari instansi narasumber.
- Meningkatkan kemampuan pusat pendidikan obginsos dalam mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan permaslaahan nasional.
- Membuat kesepakatan yang tertuang dalam nota kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) antar institusi pendidikan obginsos yang melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat
TEMPAT & WAKTU KEGIATAN
Tempat : Hotel Crystal Lotus, Yogyakarta,
Waktu : 17-18 November 2017.
NARASUMBER & FASILITATOR
Narasumber
- Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD
- Litbang Kesehatan Kemenkes RI (Kabid Yankes) : dr. M. Karyana, M.Kes
- BKKBN (Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi) : Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com
- BPJS (staf Riset JKN, Kedeputian Bidang Riset dan Pengembangan) : dr. Ina Hirina Pahaltri
- KARS (Kepala Bidang Hubungan Internasional) : Dr. dr. Hanny Ronosulistyo, Sp. OG(K), MM
Fasilitator (dari Tim PKMK UGM)
- Novika Handayani, dr (kelompok Litbangkes)
- Andriani Yulianti MPH dan Anis Fuad DEA (kelompok BKKBN)
- Nusky Syaukani, MPH (kelompok BPJS)
- Hanevi Djasri, dr, MARS (kelompok KARS)
Pendamping Kelompok (Tim HOGSI Malang)
- dr. Benediktus Arifin, SpOG,– kelompok penelitian Litbangkes Kemenkes RI
- dr. Rusdi, SpOG – kelompok penelitian BKKBN
- dr. Harry Wijaya, SpOG – kelompok penelitian BPJS
- dr. Eko Nursucahyo, SpOG – kelompok penelitian KARS
TARGET PESERTA
- Ketua dan Sekretaris Prodi PPDSS Obginsos
- Kepala Divisi Obginsos
- FK Universitas Sumatera Utara / RSUP H. Adam Malik, Medan
- FK Universitas Andalas / RSUP M. Djamil, Padang
- FK Universitas Sriwijaya / RSUP M. Hoesin, Palembang
- FK Universitas Indonesia / RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
- FK Universitas Padjajaran / RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung
- FK Universitas Diponegoro / RSUP Dr. Kariadi, Semarang
- FK Universitas Gadjah Mada / RSUP Dr. Sardjito ,Yogyakarta
- FK Universitas Sebelas Maret / RSU dr. Moewardi, Surakarta
- FK Universitas Airlangga / RSUP Dr. Soetomo, Surabaya
- FK Universitas Brawijaya / RSU Dr. Saiful Anwar, Malang
- FK Universitas Udayana / RSUP Sanglah, Denpasar Bali
- FK Universitas Hasanuddin / RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar
- FK Universitas Sam Ratulangi / RSUP Prof. Dr. R.D.Kandou, Manado
- Peserta Didik PPDSS Obginsos
SUSUNAN ACARA
Pada kegiatan seminar berisikan pemberian materi untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis penelitian di bidang kesehatan reproduksi serta pemaparan permasalahan di masing-masing institusi yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi.
| Hari Pertama | ||
| Waktu | Kegiatan | |
| 08.00 – 08.30 | Registrasi peserta dan Laporan Ketua Panitia | |
| 08.30 – 08.45 | Dr. dr. Prita Muliarini, SpOG-K | |
| 08.30 – 08.45 |
Sambutan Dekan FK UGM: Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., PhD., SpOG(K) |
|
| 09.00 – 09.50 |
Proses penyusunan Roadmap Penelitian di Lembaga Akademik – (Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD) |
|
| 09.50 – 10.00 | diskusi | |
| 10.00 – 10.50 |
Menetapkan Prioritas Penelitian di Lembaga Akademik – (Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD) |
|
| 10.50 – 11.00 | diskusi | |
| 11.00 – 13.00 | ISHOMA | |
| 13.00 – 13.20 |
Paparan Permasalahan dan Rencana Penelitian dari Litbangkes Kemenkes RI |
|
| 13.20 – 13.40 | Diskusi | |
| 13.40 – 14.00 |
Paparan Permasalahan dan Rencana Penelitian dari Bidang Litbang BKKBN Pusat |
|
| 14.00 – 14.20 | Diskusi | |
| 14.20 – 14.40 |
Paparan Permasalahan dan Rencana Penelitian dari Bidang Risbang BPJS Pusat |
|
| 14.40 – 15.00 | Diskusi | |
| 15.00 – 15.20 |
Paparan Permasalahan dan Rencana Penelitian dari Bidang Litbang KARS |
|
| 15.20 – 15.40 | ||
| 15.40 – 16.00 |
Briefing diskusi kelompok – Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD |
|
| 16.00 – 17.00 | Diskusi: Identifikasi Perkembangan dan Permasalahan Bidang Kesehatan Reproduksi | |
| 17.00 – 18.30 | ISHOMA | |
| 18.30 – 20.00 | Diskusi (lanjutan): Identifikasi Perkembangan dan Permasalahan Bidang Kesehatan Reproduksi | |
|
Evidence-Informed Policy Making on Reducing Maternal and Neonatal Mortality in Indonesia 2016-2017 (akmal taher and irawan yusuf) |
||
| Hari Kedua | |
| Waktu | Kegiatan |
| 08.00 – 08.45 |
Presentasi Hasil Diskusi Kelompok I (Litbangkes Kemenkes RI) |
| 08.45 – 09.30 |
Presentasi Hasil Diskusi Kelompok II (BKKBN) |
| 09.30 – 10.15 |
Presentasi Hasil Diskusi Kelompok III (BPJS) |
| 10.15 – 11.00 |
Presentasi Hasil Diskusi Kelompok IV (KARS) |
| 11.00 – 11.30 | Kesimpulan dan penandatanganan MoU Kerjasama penelitian |
| 11.30 – 12.00 | Penutup. Oleh : Ketua HOGSI, dr. Omo Abdul Majid, SpOG-K, MPH |
| Penyerahan cenderamata, oleh Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM HOGSI, dr. Mulyo Hadi Sungkono, SpOG-K | |
| 12.00 – selesai | ISHOMA |