Massachusetts Auditor Suzanne Bump’s office identified $17.6 million in questionable or potentially fraudulent MassHealth payments between March 2016 and March 2017, according to an annual report released Wednesday.
Massachusetts Auditor Suzanne Bump’s office identified $17.6 million in questionable or potentially fraudulent MassHealth payments between March 2016 and March 2017, according to an annual report released Wednesday.
BOSTON (AP) — At Dr. Fathalla Mashali’s pain management clinics, the waiting rooms were often so packed with patients that people sat on the floor, leaned against walls and spilled into the hallways.
State law enforcement officials announced charges Friday against three area residents for Medicaid fraud.
Marcus Brumfield, 24, Amanda Jett, 37, and Deedra Brown, 44, have been charged in Madison County Circuit Court with vendor fraud and theft. Their cases are pending.
Tampa, FL – United States Attorney A. Lee Bentley, III announces that Anthonio Miller (26, Tampa) today pleaded guilty to conspiracy to pay kickbacks in connection with a federal health care benefit program. He faces a maximum penalty of five years in federal prison.
The owner of a Frisco-based hospice company, his wife and 14 others have been indicted in a $60 million Medicare fraud scheme that put financial interests over the needs of patients, according to the U.S. attorney’s office for the Northern District of Texas.
NEWARK – A Haddonfield woman on Tuesday admitted her role in a fraud that caused losses of almost $1 million, authorities said.
Julie Andresen, 39, took payments of about $161,000 as part of a year-long scheme that exploited the prescription drug benefits plan at her former employer, an unnamed pharmaceutical firm, according to the U.S. Attorney’s Office for New Jersey.
A Passaic County doctor admitted in federal court on Tuesday that he accepted more than $100,000 in bribes in a test-referral scheme.
Salvatore Conte, 52, of Totowa, pleaded guilty before Judge Stanley R. Chesler in U.S. District Court in Newark to four counts of a 10-count indictment.
KPK mendeteksi adanya kecurangan di program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terkait dengan itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pun mengadakan rapat dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membentuk satuan tugas untuk menangani indikasi kecurangan (fraud) dalam pengajuan klaim jaminan kesehatan nasional.
Kanker serviks menempati ranking kedua sebagai penyakit kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di seluruh dunia, dan yang tidak kalah mengejutkan lebih dari 80% terjadi di negara berkembang. Hal ini sejalan dengan prediksi beberapa ahli diberbagai belahan dunia beberapa dekade belakangan bahwa tren penyakit tidak menular di negara berkembang akan semakin tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan pola penyakit dari yang dulunya penyakit menular ke penyakit tidak menular.
Situasi ini bisa disebabkan karena perubahan gaya hidup dengan semakin berkembangnya industrialisasi dan teknologi yang mana merupakan suatu hal yang baik bahwa masyarakat di negara berkembang boleh dikatakan semakin maju. Namun hal ini juga bisa berarti tantangan baru, banyak negara berkembang masih kesulitan dengan penyakit tidak menular dan sekarang muncul “pendatang baru” yang pastinya akan membuat mereka lebih kesulitan. Salah satunya adalah meningkatnya health care cost karena penyakit tidak menular membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk perawatannya. Untuk itu pencegahan dan pendekatan berbasis kesehatan masyarakat sangat penting untuk menekan bertambahnya penyakit tidak menular.
Dalam salah satu review artikelnya, Scarinci et al. (2010) memaparkan pendekatan yang menarik dan mungkin bisa dipertimbangkan untuk pencegahan kanker serviks terutama untuk daerah dengan sumber daya kesehatan yang terbatas. Dalam artikel tersebut, Scarinci et al. (2010) memaparkan fenomena kanker serviks di Amerika Serikat yang mana lebih dari 60% terjadi pada kelompok minoritas (populasi Afrika-Amerika dan masyarakat miskin). Kelompok ini tidak memiliki akses yang baik pada pelayanan kesehatan (vaksin dan screening), ditambah lagi sebagai kelompok minoritas wanita pada kelompok ini merasa malu apabila menerima vaksin atau melakukan screening karena takut dianggap tidak bisa menjaga kesehatannya.
Scarinci et al. (2010) merekomendasikan 2 tindakan pencegahan yang dinilai efektif untuk mengatasi masalah ini, yakni :
Scarinci et al. (2010) berpendapat bahwa kedua pendekatan ini harus berfokus pada kelompok umur yang tepat sehingga perawatan yang diberikan akan tepat sasaran. Selain itu Scarinci et al. (2010) juga menekankan pentingnya community-based intervention untuk mengurangi ketimpangan dalam pencegahan kanker serviks. Sebuah studi kualitatif di negara bagian South Carolina menemukan bahwa kelompok minoritas lebih aktif berpartisipasi pada edukasi kanker serviks yang dilakukan oleh gereja setempat dibanding oleh organisasi lain.
Hal ini membuktikan pentingnya melibatkan organisasi kemasyarakatan untuk hasil yang lebih maksimal dalam mengedukasi masyarakat. Studi lain di negara bagian Alabama dan Mississippi menemukan adanya peningkatan angka screening untuk kanker payudara dan kanker serviks pada populasi wanita Afrika-Amerika dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) dan Empowerment Model dimana memanfaatkan komunitas setempat sebagai relawan/Community Health Workers (CHW).
Sudahkan kita mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah penyakit tidak menular ini?
Oleh: Stevie Ardianto Nappoe,
SKM-Master Student, The University of Alabama at Birmingham, Fulbright Scholar 2016
Scarinci, I. C., Garcia, F. A., Kobetz, E., Partridge, E. E., Brandt, H. M., Bell, M. C., Castle, P. E. (2010). Cervical Cancer Prevention: New Tools And Old Barriers. Cancer, 116(11), 2531-2542. doi:10.1002/cncr.25065
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2876205/pdf/nihms179540.pdf
{jcomments on}