Code PINK segera! bila ada kecurigaan bayi hilang

Hendra Firmansyah dari Pusat Jantung Terpadu RSCM menyatakan bahwa apabila tindakan pencegahan penculikan bayi dengan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga serta meningkatan komitmen seluruh pegawai dalam menggunakan kartu identitas pegawaisudah dilakukan, tetapi penculikan atau kecurigaan adanya penculikan terlanjur terjadi, maka diperlukan sebuah mekanisme yang terstruktur untuk merespon terhadap pelaporan adanya penculikan atau kecurigaan adanya pasien bayi yang hilang.

Mekanisme tersebutdi RSCM (salah satu RS Pemerintah yang telah lulus akreditasi JCI) dan dibeberapa di RS lain dikenal dengan istilah CODE PINK.Code pink adalah sebuah istilah yang menunjukkan adanya penculikan anak di RS. Respon terhadap panggilan code pink akan berbeda di setiap RS, tergantung kepada teta letak dan desain bangunan RS.

Berikut adalah contoh penerapan code pink di salah satu RS di Jakarta.

  1. Jika diketahui atau dicurigai adanya pasien bayi/anak yang hilang SEGERA teriakkan code pink
  2. Petugas lain yang mendengar adanya code pink segera menghubungi nomor telepon operator sentral RS dan melaporkan tempat kejadian serta kejadian code pink.
  3. Batasi akses ke area kejadian
  4. Security yang bertugas di ruangan/ gedung tempat kejadian segera menutup akses keluar masuk ruangan/ gedung. Periksa semua pengunjung (termasuk staf RS) yang akan keluar gedung terutama pengunjung yang membawa tas besar atau menggunakan jaket/ mantel.
  5. Operator kemudian akan mengumumkan code pink dan mengaktifkan tim code pink (petugas security, Penanggung Jawab Gedung dan Direktur Keadaan Darurat (DKD) atau Manager on Duty (MOD) ketika di luar jam kerja)
  6. Petugas ruangan akan mengecek semua area di ruangan tersebut dan mengidentifikasi identitas pasien bayi/ anak yang hilang.
  7. Komandan Security kemudian menginstruksikan kepada jajarannya untuk menutup semua akses keluar masuk RS. Periksa semua pengunjung (termasuk staf RS) yang akan keluar RS terutama pengunjung yang membawa tas besar atau menggunakan jaket/ mantel.
  8. Komandan security melaporkan kejadian ke polisi atas izin DKD
  9. Tim code pink segera menuju ke lokasi dan mengidentifikasi kejadian
  10. Keluarga diberikan ruangan yang tenang dan senantiasa ditemani staf
  11. Tim code pink menyerahkan penanganan kasus segera setelah polisi datang
  12. Polisi mengambil alih penanganan kejadian

Prosedur Code Pink ini harus senantiasa dilakukan simulasi secara berkala, agar semua staf yang bertugas terbiasa dan dapat merespon kejadian dengan cepat dan tepat.
Berdasarkan paparan di atas tampak sangat jelas bahwa pencegahan penculikan lebih sederhana dibandingkan penanganan penculikan yang sangat rumit dan membutuhkan effort yang sangat besar.

 

 

Stop! Penculikan Bayi di RS

Di tengah hiruk pikuk kampanye partai politik, media nasional dikejutkan adanya penculikan bayi di salah satu RS di Jawa Barat.Walaupun akhirnya bayi bisa ditemukan dan penculik dapat tertangkap, kejadian ini selayaknya tidak terjadi di RS manapun di Indonesia.

Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi RS di seluruh Indonesia, bahwa penculikan bayi dapat terjadi di RS. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah langkah untuk mencegah hal ini terjadi dan menetapkan sebuah prosedur yang terstruktur jika penculikan terlanjur terjadi.

Tindakan pencegahan yang dapat diterapkan sebenarnya cukup sederhana, tidak selalu memerlukan biaya yang tinggi untuk pengadaan CCTV atau penggunaan access control pada setiap pintu ruangan perawatan. Tindakan pencegahan minimal adalah dengan edukasi kepada pasien dan keluarga serta meningkatan komitmen seluruh pegawai dalam menggunakan kartu identitas pegawai.

Edukasi yang diberikan kepada keluarga adalah edukasi tentang identitas pegawai RS, prosedur rawat gabung bayi dan prosedur serah terima bayi dari keluarga dengan petugas kesehatan. Berdasarkan hal tersebut maka identitas pegawai yang jelas sangat penting dalam tindakan pencegahan ini. Disinilah perlunya komitmen seluruh pegawai RS untuk selalu menggunakan Kartu Identitas Pegawai sesuai kebijakan RS. (Hendra Firmansyah, Pusat Jantung Terpadu RSCM)

{module [152]}

Pasien BPJS Masih Dianaktirikan

BANDARLAMPUNG (jpnn.com) – Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai belum berjalan maksimal. Sebab, masih banyak warga yang menjadi peserta program nasional tersebut dianaktirikan saat berobat. Terkait permasalahan ini, Wakil Wali Kota Bandarlampung Tobroni Harun meminta Dinas Kesehatan (Diskes) berperan aktif mengawasi pelaksanaan BPJS.

Continue reading

Standar Jelas, Pasien JKN Bisa Dilayani Lebih Cepat

PADANG, KOMPAS.com– Pelayanan dengan ukuran tertentu (standarisasi) menjadi kunci sukses pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari rumah sakit kepada pasien. Standar JKN yang jelas memungkinkan pasien dengan diagnosis sama mendapat layanan yang setara. Dengan adanya standarisasi, pelayanan JKN juga akan lebih efektif karena pasien hanya melakukan pemeriksaan yang penting baginya.

Continue reading

BPJS Optimis Tak Sampai Gulung Tikar Meski Banyak Kendala

Liputan6.com, Jakarta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah berjalan tiga bulan sejak Januari 2014 lalu. Pro dan kontra mewarnai berjalannya program ini. Selain itu berbagai kendala masih juga ditemui di lapangan, namun pihak Badan Penyelanggara Jaminan Sosial Kesehatan optimis tidak akan mengalami gulung tikar.

Continue reading

JKN Lebih Berorientasi Pengobatan daripada Pencegahan?

PADANG, KOMPAS.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat sambutan positif dari masyarakat terbukti dari jumlah peserta yang terus meningkat. Dampaknya, biaya kapitasi untuk fasilitas kesehatan (faskes) primer juga terus meningkat. Namun hal tersebut juga menimbulkan pertanyaan lain, mungkinkah JKN lebih berorientasi pengobatan (kuratif) dibandingkan promotif atau preventif?

Continue reading

Perubahan Pola Pikir Bantu Sukseskan JKN

PADANG, KOMPAS.com – Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ternyata memang tak selalu lancar. JKN bertujuan meningkatkan standar kesehatan namun manfaat ini sulit didapat jika tidak diikuti perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat. Oleh sebab itu masyarakat dan tenaga kesehatan perlu memahami keuntungan JKN bagi mereka.

Continue reading

BPJS Terintegrasi Mulai Mei 2014

SOREANG, (PRLM).- Pelayanan kesehatan di Kabupaten Bandung semuanya akan diintegrasikan ke dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mulai Mei 2014. Untuk membayar klaim asuransi, Pemerintah Kabupaten Bandung tahun ini menyiapkan anggaran sebesar Rp 51,843 miliar.

Continue reading

Verifikator Independen Gugat UU BPJS

Hukumonline.com – Seorang tenaga verifikator independen program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Dwi Arifianto mempersoalkan Pasal 60 ayat (2) huruf a UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dia merasa dirugikan akibat berlakunya ketentuan penghapusan program Jamkesmas itu yang berujung PHK lebih dari 1.500 tenaga verifikator independen Jamkesmas dan Jamkesda.    
 
Continue reading

RS Diminta Tinjau Perangkat Peraturan

Kompas.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan mengimbau rumah sakit untuk meninjau perangkat peraturan yang terkait dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Hal itu bisa diunduh di situs bpjs-kesehatan.go.id.

Continue reading