Ilham Akhsanu Ridlo, S.KM., M.Kes

foto CV ilhamLahir 23 Maret 1986 di Lamongan. Tahun 2004 memulai menempuh pendidikan S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan ke pendidikan S2 di prodi Administrasi Kebijakan dan Kesehatan Universitas Airlangga dengan konsentrasi di Manajemen Kesehatan yang diselesaikan pada tahun 2011.

Gelar M.Kes diperoleh setelah mempertahankan tesis dengan kajian brand management. Tesis tersebut juga pernah dipresentasikan dalam rangka ulang tahun Magister Manajemen Rumah Sakit dengan tema “Mendorong Patient-Centered Care dalam Pendidikan Manajer dan Manajer Klinis di Rumah Sakit UGM” di MMR UGM.

Setelah mendapat gelar M.Kes, Agustus 2011 bergabung di Rumah Sakit Bedah Surabaya di Unit Perencanaan dan Pengembangan Manajemen dan pada Februari 2012 dipromosikan sebagai Kepala Pengembangan SDM. Pada tahun 2014 dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan Manajemen. Saat ini terlibat aktif dalam organisasi profesi sebagai Ketua PERSAKMI (Perhimpuan Sarjana Kesehatan Masyarakat) Cabang Kota Surabaya, sebagai Sekretaris Umum Ikatan Alumni FKM UNAIR. Pelatihan yang pernah diikuti diantaranya District Health Management Course, Workshop Asesor Internal Akreditasi Rumah Sakit, Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit, Global Health True Leader, dan Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Rumah Sakit.

Selain aktif di organisasi profesi, Pengembangan Mutu dan Manajemen Rumah Sakit, dan penulisan artikel populer tentang Manajemen Rumah Sakit. Kegiatan untuk mengintegrasikan konsep dan pelaksanaan manajemen mutu lembaga kesehatan secara nasional antara lain melalui IHQN (Indonesian Healthcare Quality Network) sebagai kontributor.

http://iaridlo.wordpress.com 

 

 

 

 

 

 

 

DKI Akan Suntik RS Swasta dengan Dana Hibah

Beritajakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mengalokasikan dana hibah kepada rumah sakit (RS) swasta yang bersedia menyediakan ruang kelas III sebanyak 50 persen dari total ruang rawat inap yang tersedia. Pemberian dana hibah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tidak terlayani pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS) akibat kekurangan ruang rawat inap kelas III.

Continue reading

Honor Dokter Magang Bakal Naik Jadi Rp 2,5 Juta

Jakarta (Tempo.co) – Kementerian Kesehatan bakal menaikan biaya bantuan hidup untuk dokter internship atau magang. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, bantuan dokter magang yang semula hanya Rp 1,2 juta per bulan akan dinaikan menjadi Rp 2,5 juta.

Continue reading

DPR Setujui RUU Pendidikan Kedokteran

Suarapembaruan – Rapat paripurna DPR RI akhirnya menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Kedokteran (Dikdok) menjadi undang-undang, yang diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di bidang pendidikan kedokteran.

Continue reading

Catatan dari Seminar Persiapan Sistem, Tenaga, Dan Fasilitas Kesehatan Menuju Era Jaminan Kesehatan Nasional 2014

12julBeberapa bulan lagi kita semua akan memasuki suatu era baru dalam dunia kebijakan kesehatan khususnya dalam bidang pembiayaan kesehatan. Sudah tidak menjadi hal ‘tabu’ jika semua praktisi kesehatan mengetahui bahwa per 1 Januari 2014, kita akan memulai suatu era baru dalam sistem jaminan kesehatan nasional. SJSN-BPJS adalah jawabannya.

Mengingat urgensinya maka Program Studi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM UNAIR kemarin (6 Juli 2013) mengadakan sebuah seminar nasional tentang “Persiapan Sistem, Tenaga, dan Fasilitas Kesehatan Menuju Era Jaminan Kesehatan Nasional 2014” yang bertempat di Gramedia Expo, Surabaya, Jawa Timur. Seminar yang diadakan dalam bentuk panel tersebut, hadir untuk memaparkan gagasannya adalah Widodo J.P, dr., MS., M.PH., Dr.PH (Pakar Kebijakan Kesehatan dan Konsultan Rumah Sakit), Direktur utama PT. ASKES yang diwakili oleh Ibu Sri Ponco Handayani, Dirjen Bina Upaya Kesehatan Dasar Kemenkes RI dr. HR. Heri Kuswenda, M.Kes dan Beberapa stakeholder kesehatan di tingkat Dinas Kota dan Propinsi di Jawa Timur.

Beberapa topik yang dibahas dalam panel tersebut antara lain mengenai persiapan sistem, tenaga dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat operasional. Dari 3 sesi panel yang diadakan, antusiasme tergambar dari beberapa pertanyaan peserta seminar. Optimisme yang cukup terhadap pelaksanaan sistem SJSN-BPJS terlihat jelas. Diantaranya sebagian besar bertanya tentang masalah teknis sistem mutu pelayanan dan pembayaran di PPK 1 melalui kapitasi. Diskusi dan tanya jawab semakin menarik pada saat panelis memaparkan pandangan dan kritisi tentang kebijakan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan sistem SJSN-BPJS tahun depan, seperti pedoman penyelenggaraan klinik, sistem rujukan perorangan, registrasi tenaga kesehatan dan praktek bidan.

Sebagai penutup seminar nasional kemarin, Widodo J.P, dr., MS., M.PH., Dr.PH memaparkan dalam closing statement, bahwa pelaksanaan sistem pembiayaan kesehatan 2014 (SJSN-BPJS) membutuhkan perubahan Mindset dan Budaya secara total. Perubahan ini harus meliputi pemahaman konsep tentang kapitasi dan INA-CBG’s, termasuk persiapan fasilitas pelayanan di PPK tingkat 1, 2 dan 3.

Dari seminar nasional ini para penyaji dan panelis sepakat untuk menjadikan sistem rujukan, mekanisme kapitasi dan batasan kewenangan pelayanan kesehatan tingkat-1, tingkat-2 serta tingkat-3 sebagai hal yang perlu dicermati untuk meminimalisir potensi kesalahan dalam pelaksanaan SJSN-BPJS khususnya dalam bidang kesehatan pada tahun 2014 besok.
Perubahan selalu menimbulkan kecemasan. Sebagai obyek perubahan sesuatu yang menyakitkan. Pelaku perubahan sesuatu yang menantang. Perancang perubahan sesuatu yang menggairahkan.

JAM

MATERI

PEMBICARA/PANELIS

Sesi 1

 

 

09.20-09.45

Persiapan Sistem Asuransi Sosial di Era SJSN tahun 2014

Sri Ponco Handayani (PT.ASKES)

09.45-10.00

Paparan panelis

10.00-10.30

Diskusi dan tanya jawab

Sesi 2

10.30-10.45

Penyelenggaraan klinik Pratama dan Utama serta persiapan fasilitas kesehatan lainnya menghadapi era SJSN 2014 serta posisinya dalam sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan

  1. dr. HR. Heri Kuswenda, M.Kes (Dirjen Bina Upaya Kesehatan Dasar Kemenkes RI)
  2. drg. Bisukma Kurniawati (Dinas Kesehatan Kota Surabaya)

10.45-11.00

Paparan panelis

11.00-11.30

Diskusi dan tanya jawab

11.30-12.45

ISHOMA

Sesi 3

12.45-13.00

Ijin dan penyelenggaraaan praktek bidan-perawat serta registrasi tenaga kesehatan terkait dengan penerapan sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan

  1. Endang Sri Resmiati, S.H., S.ST., M.Mkes (Ketua Ikatan Bidan Indonesia Jatim)
  2. dr. Harsono

13.00-13.30

Paparan panelis

13.30-13.45

Diskusi dan tanya jawab

13.45-14.00

Closing Statement

Widodo J.P, dr., MS., M.PH., Dr.PH

14.00-14.15

Penutupan

 

 

 

Anggaran minim, Kemenkeu pangkas jumlah peserta BPJS kesehatan

Merdeka.com – Kementerian keuangan memutuskan untuk memangkas jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan menjadi sebanyak 86,4 juta jiwa. Padahal, DPR-RI meminta jumlah peserta BPJS kesehatan harus sebanyak 96,7 juta jiwa, hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011.

 

Continue reading

Total Anggaran Kesehatan 2014 Capai 37 Persen APBN

Jakarta, PKMK. Total alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI untuk keseluruhan sektor kesehatan diperkirakan mencapai 37 persen di tahun 2014 atau senilai Rp 67,5 triliun. Hal ini diungkapkan Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan RI, di Jakarta (10/7/2013).
Continue reading

RSUD Tarakan Diusulkan Naik Kelas Jadi Tipe A

Jakarta (Liputan6.com) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan untuk mengubah status RSUD Tarakan dari tipe B menjadi tipe A. Menurut Dinas Kesehatan DKI Jakarta, RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, telah memiliki klasifikasi pelayanan kesehatan setara dengan tipe A.

Continue reading