Jumlah Dokter Spesialis Selalu Memprihatinkan

Balikpapan (Kaltimpost.co.id) – Jumlah dokter spesialis di Kaltim dinilai sangat minim. Daerah ini hanya memiliki 400 dokter spesialis untuk menangani berbagai jenis penyakit. Kaltim diperkirakan masih memerlukan ratusan dokter yang expert dalam satu bidang itu. Masalahnya, biaya pendidikan yang mahal, masih menjadi kendala klasik. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim dr Arie Ibrahim mengakui, biaya pendidikan untuk menjadi dokter spesialis itu memang mahal. Itu juga bergantung spesialis atau bidang ilmu kedokteran apa yang hendak diambil.
 

Utilisasi Obat Kronis Diprediksi Meningkat Tajam Saat BPJS

Jakarta (beritasatu.com) – Utilisasi atau pemanfaatan obat-obat kronis diperkirakan akan meningkat tajam saat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dilaksanakan per 1 Januari 2014 mendatang. Dengan demikian, kebutuhan akan meningkat, sehingga mendorong peningkatan produksi obat juga naik lebih besar.

Continue reading

Izin Praktik 29 Dokter Dicabut

Balikpapan (Metrotvnews.com) : Izin praktik 29 dokter dicabut dalam kurun waktu enam tahun terakhir karena melanggar kode etik. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia Paul L Tahalele mengatakan pencabutan izin itu terjadi sepanjang 2006 hingga 2012 atas 128 kasus dugaan kelalaian medis yang dilaporkan kepada Majelis Kehormatan Disiplin Kedoktera Indonesia (MKDKI).

Continue reading

Banyak Dokter Bedah Enggan Ditugaskan ke Daerah Terpencil

Balikpapan (Kaltimpost.co.id) – Ketua Umum Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Prof DR Paul Tahalele SpB-BTKV mengatakan ketersediaan dokter spesialis bedah di Indonesia masih kurang. Hal tersebut diungkapnya dalam seminar dalam Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) PABI X yang digelar di ballroom Hotel Gran Senyiur, Jalan ARS Muhammad, Gunung Pasir, Kamis (21/3).
 

Angka Kematian Ibu di Kaltim Tinggi

Balikpapan (Metrotvnews.com): Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengkritik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) karena angka kelahiran di provinsi itu nyaris dua kali lipat dibandingkan dengan angka rata-rata nasional. Selain itu, angka kematian ibu juga tinggi.

Continue reading