Arsip Kegiatan

Berikut adalah berbagai kegiatan penelitian dan konsultasi yang telah dilaksanakan oleh Divisi Mutu PMPK berdasarkan jenisnya.

Quality Management System

WHO Surgical Safety Checklist Breakthrough Initiative (2009), Funding PMPK FK-UGM

ISO 9001:2008 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (2009), Funding Dinkes Provinsi Kalimantan Timur

Total Integrated Hospital Quality Management System, RS Telogorejo, Semarang (2009). Funding: RS Telogorejo Semarang

Persahabatan Hospital Clinical Quality Change Management Program (2007-2008). Funding: Persahabatan Hospital

Supporting Human Resource Development & Health Service Reconstruction in WestAceh & Aceh Province (2006-2007). Funding: World Vision Australia – Royal Children’s Hospital Melbourne

Developing Quality Management System for Provincial Health Office, Community Health Centres and Quality Council (2007) in Jogjakarta. Funding: Provincial Health Project I – Jogjakarta Province – Indonesian Ministry of Health – World Bank

Clinical Governance Implementation for Saiful Anwar Teaching Hospital, Malang (2006), Funding: Saiful Anwar Hospital

Developing Quality Management System for Lung Clinic (2006) in Semarang, Central Java. Funding: Provincial Health Office

Design and implementation of Clinical Governance Tools for Public Hospital and Community Health Centres (2006). Funding: World Health Organization Jakarta office.

Setting up Clinical Pathway for Heart Centre at Cipto Mangunkusmo Teaching Hospital (2005-2006). Funding: Indonesian National Insurance Company

Implementation of Quality Assurance Community Health Centres in Jogjakarta (2005). Funding: Provincial Health Project I – Jogjakarta Province – Indonesian Ministry of Health – World Bank

Design and Implementation of Clinical Audit for Immanuel Private Teaching Hospital, Bandung (2004-2005), Funding: Immanuel Hospital, Bandung

Quality Strategic Planning Design for Cicendo Eye Hospital, Bandung (2004), Funding: Immanuel Hospital, Bandung

Implementation ISO 9000:2000 Quality Management System for 5 (five) Community Health Centers in Jogjakarta (2004-2005). Funding: Provincial Health Project I – Jogjakarta Province – Indonesian Ministry of Health – World Bank

Clinical Performance Development Management System/CPDMS Expansion Model for Maternal & Neonatal Infection Control Program in Hospital at Central JavaProvince (2004-2005). Funding: World Health Organization Jakarta office.

Quality Performance Measurement

Audit Medis RS Khusus Kanker Dharmais (2010). Funding: RSK Dharmais

Hospital TB Case Management Evaluation trough Clinical Audit (2007). Funding: DFID-World Health Organization

Hospital Management Assessment (Rapid Assessment Procedures/ RAP-HoME) in NTB and NTT provinces (2006). Funding: Deutsche Gesellschaft fuer Technische Zusammenarbeit (GTZ)

Setting up Minimum Service Standard for Cepu Hospital, Central Java Province, Funding: Cepu Hospital (2006)

Setting up Minimum Service Standard for: Yohanes Hospital, Kupang, NTT Province (2006), Funding: Yohanes Hospital, Tarakan Hospital, Budi Asih Hospital, Koja Hospital, Jakarta (2006), Funding: Tarakan Hospital, Budi Asih Hospital, Koja Hospital, Kariadi Teaching Hospital, Semarang, Central Java (2005), Funding: Kariadi Hospital, Zainal Abidin Hospital, Banda Aceh, NAD (2005), Funding: Deutsche Gesellschaft fuer Technische Zusammenarbeit (GTZ)

Healthcare Regulation

Design and Implementation for Healthcare Regulation Framework at East Kalimantan. Funding: HWS – Indonesian Ministry of Health – Word Bank Provincial Level (2005-2008)

Tarakan District Health Office, Overseas Benchmarking: Health Service Regulation in Singapore (November 2006). Funding: HWS – Indonesian Ministry of Health

East Kalimantan Provincial Health Office, Overseas Benchmarking: Health Regulation in Malaysia (May 2006). Funding: HWS – Indonesian Ministry of Health

Design and Implementation for Mother, Neonatal and Child Healthcare Regulation at Bali Provincial Level (2005-2006). Funding: -Decentralization Health Services Project, Indonesia Ministry of Health – Asian Development Bank

Design and Preparation for Implementation Health Services Regulation at Bali. Funding: -Decentralization Health Services Project, Indonesia Ministry of Health – Asian Development Bank Provincial and Riau Provincial Level (2004-2005)

Establishment of Indonesian Healthcare Quality Network/IHQN (2005). Funding: Centre for Health Service Management, Gadjah Mada University.

Zainal Abidin Hospital Aceh, Overseas Benchmarking: Public Hospital Management in Malaysia (July 2005). Funding: Zainal Abidin Hospital Banda Aceh Reconstructions Program – Deutsche Gesellschaft fuer Technische Zusammenarbeit (GTZ)

Establishment of Quality Council in the Province of Jogjakarta (2004-2005). Funding: Provincial Health Project I – Jogjakarta Province – Indonesian Ministry of Health – World Bank

Overseas Benchmarking: Healthcare Delivery System for Poor & High Risk Communities in Thailand (November 2003). Funding: Health Project V Ministry of Health Republic of Indonesia – World Bank

Kegiatan Saat Ini

Berikut adalah kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Divisi Manajemen Mutu PMPK FK-UGM. Beberapa detail kegiatan dapat diperoleh setelah mendapatkan ijin dari klien kami. Namun yang bersifat public domain dapat kami tampilkan.

  1. Pengembangan Sistem Akreditasi Pelayanan Persalinan, Provinsi Jawa Barat, Word-Bank
  2. Clinical Improvement Program, RSUP Persahabatan
  3. Program Sister Hospital untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan KIA, Provinsi NTT, Aus-AID

Untuk kegiatan yang telah selesai kami lakukan dapat dilihat pada menu Laporan Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi

“Forum diskusi ini terbuka bagi siapa saja yang akan menyampaikan pemikiran, pertanyaan dan komentar tentang mutu pelayanan kesehatan. Terimakasih”

 

Tim Divisi

Divisi Manajemen Mutu (Divisi Mutu PMPK) adalah salah satu divisi pada Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) yang bernaung dibawah Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. Didirikan sejak tahun 2000, berawal pada saat adanya kerjasama antara dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD dan dr. Tjahjono Kuntjoro, MSc, DrPH dalam mengembangkan: Standar akreditasi organisasi pelayanan kesehatan, institusi pendidikan kesehatan dan tenaga profesional kesehatan (bekerjasama dengan Departemen Kesehatan RI)

Divisi Mutu PMPK telah dan akan terus menerus melakukan berbagai penelitian, pelatihan dan konsultasi untuk meningkatkan kemampuan sarana pelayanan kesehatan dalam menjaga keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan.

Divisi Mutu PMPK berupaya membangun kerjasama yang luas antara lain dengan lembaga regulator pelayanan kesehatan (Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, Perusahaan Asuransi, Organisasi Profesi, NGO, dan sebagainya) untuk mengembangkan sistem regulasi pelayanan kesehatan, juga berkerjasama dengan pengelola sarana pelayanan kesehatan (Direktur/Manajer rumah-sakit, Kepala Puskesmas, dan sebagainya) untuk mengembangkan sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan, serta bekerjasama dengan perwakilan masyarakat/pasien dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat/pasien untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman.

Kepala Divisi Mutu

phanevi

dr. Hanevi Djasri, MARS
hanevi_pmpk@yahoo.com

Manajer Divisi

Anantasia Noviana, SE
novi_pmpk@yahoo.com

Asisten konsultan :

Nusky Syaukani, Ssos
nusky_syaukani@yahoo.com

Hary Agus Sanjoto, MPH
harysanjoto@gmail.com

Lucia Evi I., SE
luciaevi_09@yahoo.com

dr. Muhammad Hardhantyo
hardhantyom@yahoo.com

drg. Puti Aulia Rahma MPH
putiaulirahma@gmail.com

Armiatin SE.,MPH
armiatinmmr@yahoo.co.id

Andriani Yulianti SE.,MPH
ndiani_86@yahoo.com

Nasiatul Aisyah Salim SKM.,MPH
nasiatul_aish88@yahoo.co.id

Web Developer

Yulis Yuhiba
Yuliaslovic@yahoo.co.id 

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua

Hanevi Djasri photo

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua (Dosen, Peneliti, dan Konsultan)

Memperoleh gelar dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1994, Magister dalam bidang Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia pada tahun 1997 dan Fellow dari International Society for Quality in Healthcare pada tahun 2018, serta Doktor dalam bidang kedokteran dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2019. 

Rentang waktu tahun 1996-2003 menjadi manajer pada perusahaan joint-venture asuransi kesehatan swasta dan menjadi pengelola group rumah sakit swasta di Jakarta. Pada tahun 2003 beralih profesi dari praktisi menjadi dosen, peneliti dan konsultan dalam bidang manajemen pelayanan kesehatan di Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada.

Area penelitian dan konsultasi yang ditekuni terutama dalam bidang clinical quality management melalui berbagai pendekatan regulasi internal dan regulasi eksternal, meliputi pengembangan kebijakan dan strategi nasional untuk peningkatan mutu; pengembangan sistem akreditasi ditingkat sarana/fasilitas, tingkat pelayanan, dan tingkat tenaga kesehatan; pengembangan clinical guideline, clinical pathways dan clinical audit sebagai bagian dari implementasi konsep clinical governance dan patient safety di berbagai rumah sakit (RSUP, RSUD, RS swasta) dan pelayanan kesehatan tingkat primer (Puskemas dan Klinik).

Hanevi juga aktif dalam membangun kerja sama peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui jaringan internasional dan nasional antara lain melalui The International Society for Quality in health care (ISQua), Australian Fellowship Award (ALA), BMJ-The International Forum on Quality and Safety in Healthcare (BMJ Forum), Indonesian Health care Quality Network (IHQN), Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA), Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dan Persatuan Dokter Manajemen Medik Indonesia (PDMMI), serta Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP).

 

 

 

 

 

 

dr. Tjahjono Kunjoro, MPH, DrPH

foto-pak-tk-224x300

dr. Tjahjono Kunjoro, MPH, DrPH (Narasumber)

Riwayat Pendidikan / Education background:

  1. Doctor of Public Health, School of Public Health University of Hawaii at Manoa, Honolulu, Hawaii, USA, August, 1996
  2. Master of Public Health, School of Public Health, University of Hawaii at Manoa, Honolulu, Hawaii, USA, May, 1989
  3. Dokter/medical doctor, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Dec, 1980

Pengalaman sebagai konsultan

  1. Perencanaan Proyek HPP
  2. Pemberdayaan Sektor Sosial
  3. Evaluasi Program Master Quality Improvement Univ. Of Newcastle, Australia
  4. Manajemen Mutu
  5. Mutu Asuhan Keperawatan
  6. Kajian Awal Proyek Safemotherhood
  7. Konsultan pengembangan standar akreditasi pelayanan medis dasar
  8. Konsultan pengembangan standar akreditasi puskesmas
  9. Konsultan benchmarking Pengembangan LRC, Akreditasi, Pengembangan SDM Projek Kesehatan V
  10. Evaluasi Sistem Manajemen Peningkatan Kinerja Klinis di Kabupaten Purworejo, Cilacap, dan Magelang
  11. Evaluasi Penerapan Poliklinik Kesehatan Desa di Kabupaten Purbalingga
  12. Konsultan restrukturisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang
  13. Konsultan Penerapan SMM ISO 9001:2000 di Puskesmas DIY

Karya ilmiah/ Research

A. Penelitian/Researchs

  1. Analisis Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja perawat di rumah sakit (1996):
  2. Assessment awal Proyek HPP (1997):
  3. Assessment awal Proyek Safematherhood di Jawa Tengah (1998):
  4. Evaluation of CCEB-University of Newcastle Master program in Quality Improvement (1998, unpublished)
  5. Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Klinis di Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Cilacap (2004, belum dipublikasikan)
  6. Evaluasi Penerapan Poliklinik Kesehatan Desa Di Kabupaten Purbalingga (2004, belum dipublikasikan)
  7. Pengembangan instrumen untuk menetapkan strategi peningkatan mutu dengan pertimbangan tekanan bisnis dan kesiapan organisasi (2004)
  8. Evaluasi ujicoba akreditasi puskesmas proyek HP-5 Provinsi Jawa Tengah (2004, belum dipublikasikan)

B. Modul-modul Pelatihan/Training Moduls:

  1. Modul Pelatihan Kalakarya Manajemen Mutu untuk Rumah Sakit (Bapelkes Gombong, 1996):
  2. Modul Pelatihan Manajemen Puskesmas untuk orang ke II (Bapelkes Gombong, 1996):
  3. Modul Pelatihan Kinerja Rumah Sakit (Bapelkes Gombong, 1997):
  4. Modul Pelatihan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten (Bapelkes Gombong, 1997):
  5. Modul Pelatihan Kinerja Puskesmas (Bapelkes Gombong, 1997):
  6. Modul Pelatihan QA-Team Based untuk Puskesmas (Bapelkes Gombong, 1997):
  7. Modul Pelatihan Akreditasi Rumah Sakit (Bapelkes Gombong, 1997):
  8. Modul Pelatihan Surveyor Kajian Awal Proyek Safemotherhood (Bapelkes Gombong, 1998):

C. Publikasi:

  1. Kuntjoro, T., Pendekatan Manajemen Dalam Mewujudkan Pelayanan Prima di Rumah Sakit, Need: Lingkungan Manajemen Ilmiah, Volume 2, Nomor 6, Juni 2000, pp 20-25
  2. Wardhani, V., Kuntjoro, T., Utarini, A., Developing Quality Performance Framework in the Emergency Department, dr Saiful Anwar General Hospital, Malang region, Indon J Clin Epidemiol Biostat, Vol 8, No 2, August, 2001
  3. Muslim, M., Kuntjoro, T., Pemantapan Mutu dan Mutu Hasil Analisis Laboratorium Kimia Klinik Swasta di Kalimantan Selatan, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol 04, Nomor 04, 2001
  4. Supriyantini, W., Kuntjoro, T., Prawitasari, J.E., The Effectiveness of Checklist Model to Improve Nursing Documentation in Surgical Ward, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Volume 05, No 01, 2002
  5. Soepojo, P., Kuntjoro, T., Utarini, A., Benchmarking Sistem Akreditasi Rumah Sakit, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Volume 05, Nomor 02, 2002
  6. Yudani, D., Utarini, A., Kuntjoro, T., Hubungan Skor Akreditasi Rumah Sakit dengan Indikator Mutu Pelayanan Klinik Suatu Studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas, Sains Kesehatan, 16 (1) Januari 2003
  7. Kuntjoro, T., Akuntabilitas Pelayanan Kesehatan pada Era Desentralisasi, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol 06, Nomor 04, 2003.
  8. Kuntjoro, T., Pertimbangan Kebutuhan Bisnis dan Kesiapan Organisasi untuk Berubah sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Re-engineering sebagai Strategi Peningkatan Mutu, Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol 07, Nomor 02, Juni, 2004.

 

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD

Pendidikan :

1998–2002 PhD in Public Health, Umea University, Sweden
1996–1997 MPH, Umea University, Sweden
1993–1994 MSc, University of College London, United Kingdom
1983–1989 Dokter, Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta

Riwayat Pekerjaan :

2003– Ketua Minat Manajemen Rumahsakit (MMR), Program Studi S2 IKM, FK UGM
2004- Dewan Kurator, Badan Mutu Pelayanan Kesehatan Propinsi DIY
2005– Anggota, Komite DOTS Propinsi DIY
2011– Ketua Komite Standar Akademik, S2 IKM, FK UGM

Publikasi

  1. 1. Claramita, M., Utarini, A., Soebono, H., Van Dalen, J., Van der Vleuten, C.P.M., 2011. Doctor-patient communication in a Southern Asian setting: the conflict between ideal and reality. Adv Health Sci Educ Theory Pract. 16(1):69-80.
  2. Ahmad, R.A., Mahendradhata, Y., Utarini, A., de Vlas, S.J., 2011. Diagnostic delay amongst tuberculosis patients in Jogjakarta Province, Indonesia is related to the quality of services in DOTS facilities. Trop Med Int Health 16(4): 412-423.
  3. Utarini A., Schmidt-Ehry, G., and Hill, P., 2010. Hospital Management Training: New ways to improve services in Indonesia. A textbook and guide. Jakarta, GTZ and Hospital Management UGM.
  4. Probandari, A., Lindholm, L., Stendlund, H., Utarini, A., Hurtig, A.K., 2010. Missed opportunity for standardized diagnosis and treatment among adult tuberculosis patients in hospitals involved in Public Private Mix for Directly Observed Treatment Short-course strategy in Indonesia: a cross-sectional study. BMC Health Serv Res 10: 113.
  5. Mahendradhata, Y., Probandari, A., Ahmad, R.A., Utarini, A., Trisnantoro, L., Lindholm, L., Van der Werf, M.J., Kimerling, M.E., Boelaert, M., Johns, B., Van der Stuyft, P., 2010. The incremental cost-effectiveness of engaging private practitioners to refer tuberculosis suspects to DOTS services in Jogjakarta, Indonesia. Am J Trop Med Hyg 82(6):1131-9.
  6. Riyarto, S., Hidayat, B., Johns, B., Probandari, A., Mahendradhata, Y., Utarini, A., Trisnantoro, L., Flessekaemper, S., 2010. The financial burden of HIV care, including anti-retroviral therapy, on patients in three sites in Indonesia. Health Policy Plan 25(4): 272-82.
  7. Utarini, A., Djasri, H., Siswiyanti, V.D., Trisnantoro, L., 2009. Inovasi Fungsi Pemerintah dalam Regulasi. Dalam Trisnantoro L (ed). Pelaksanaan Desentralisasi Kesehatan di Indonesia 2000-2007: Mengkaji pengalaman dan skenario masa depan. Yogyakarta, BPFE.
  8. Hulu, O., Maruhawa, C.P.F., Probandari, A., Utarini, A., Tjokrosonto, S., 2009. Medical Error dan Perilaku Klinis Petugas Kesehatan dalam Penatalaksanaan Malaria di RSU Gunung Sitoli Nias. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 12(1): 12-19.
  9. Ahmad, R.A., Mahendradhata, Y., Cunningham, J., Utarini, A., de Vlas, S.J., 2009. How to optimize TB case finding: explorations for Indonesia with a health system model. BMC Infec Dis 9: 87-96.
  10. Wardhani, V., Utarini, A., van Dijk, J.P., Post, D., Groothoff, J.W., 2009. Determinants of quality management system implementation in hospitals. Health Policy 89: 239-251.
  11. Probandari, A., Utarini, A., Hurtig, A.K., 2008. Achieving quality in the DOTS strategy implementation process: A challenge for hospital Public-Private Mix in Indonesia. Global Health Action 1, doi: 10.3402/gha.v1i0.1831.
  12. Mahendradhata, Y., Syahrizal, B.M., Utarini, A., 2008. Delayed treatment of Tuberculosis patients in rural areas of Yogyakarta province, Indonesia. BMC Public Health 26 (8): 393.
  13. Santoso, J., Mahendradhata, Y., Utarini, A., 2008. Cost-effectiveness jejaring BP4 dengan Puskesmas dalam penanganan Tuberkulosis. Jurnal Respirasi Indonesia 28(1): 32-38.
  14. Mahendradhata, Y., Utarini, A., Lazuardi, U., Boelaert, M., Van der Stuyft, P., 2007. Private practitioners and tuberculosis case detection in Jogjakarta, Indonesia: Actual role and potential. TropMed Int Health 12 (10): 1218-1224.
  15. Utarini, A., Chandramohan, D., Nystrom, L., 2007. Performance and role of active and passive case detection systems in Jepara district, Indonesia. Asia-Pasific Journal of Public Health 19 (1): 14-17.
  16. Utarini, A., Nystrom, L., Chandramohan, D., Winkvist, A., 2007. Interactions between malaria workers and clinical malaria patients in Jepara district, Indonesia. Southeast Asian J Trop Med Public Health 38 (6): 1-12.
  17. Hikmatin, I., Djasri, H., Utarini, A., 2006. Studi kasus deskriptif efektivitas pelaksanaan regulasi perijinan rumah sakit umum. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 9(3): 129-133.
  18. Utarini, A. dan Djasri, H., 2005. Pengembangan sistem regulasi pelayanan kesehatan: pengalaman di Yogyakarta. Dalam Trisnantoro L. Desentralisasi Kesehatan di Indonesia dan Perubahan Fungsi Pemerintah: 2001 – 2003. Apakah Merupakan Periode Uji Coba? Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.
  19. Mahendradhata, Y. and Utarini, A., 2005. Public-private mix in TB control: the bill please. Bulletin of WHO 83(1): 78.
  20. Prasudi, A. dan Utarini, A., 2005. Public-Private mix on TB control: Engaging Private practitioners in Kalasan sub-district, Yogyakarta province. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 8 (3): 131-140.
  21. Mahendradhata, Y., Utarini, A., Tjahjono, K., 2004. Development of Standards for accreditation of primary care services in Indonesia, Quality in Primary Care 12: 73-7.
  22. Utarini, A., 2003. Malaria dan Regulasi Mutu Pelayanan Kesehatan, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 6(1): 1-2.
  23. Yudani, B.A.D. dan Utarini, A., 2003. Hubungan skor akreditasi rumah sakit dengan indikator mutu pelayanan klinik suatu studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Sains Kesehatan, 16 (1).
  24. Utarini, A., Winkvist, A., Ulfah, M.F., 2003. Rapid assessment procedures of malaria in low endemic countries: community perceptions in Jepara district, Indonesia. Soc Sci Med 56: 701-712.
  25. Pangestuti, S., Tjahjono, K., Utarini, A., 2002. Benchmarking sistem akreditasi rumahsakit di Indonesia dan Australia. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 5(2): 93-100.
  26. Utarini, A., Winkvist, A., Pelto, G.H., 2001. Appraising Rapid Assessment Procedures (RAP) studies in health: eleven critical criteria. Human Organization, 60(4): 390-400.

Visi, Misi, dan Pendekatan

Website Mutu Pelayanan Kesehatan dikembangkan oleh Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) FK-UGM dengan pengelola utama Hanevi Djasri, dr. MARS dan Prof. Adi Utarini MSc, MPH, PhD serta Tjahjono Kuntjoro, dr, MPH, DrPH.

Website ini memiliki Misi dan Visi sebagai berikut:

Misi

  1. Menyediakan berbagai sumber pembelajaran dalam bidang mutu pelayanan kesehatan
  2. Menyelenggarakan berbagai media diskusi dan berbagi pengalaman
  3. Menyelenggarakan berbagai media pelatihan dan peningkatan kompetensi

Visi

Website Mutu Pelayanan Kesehatan bertekad untuk menjadi media pembelajaran dan berbagi pengalaman dalam pengembangan dan penerapan sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan di Indonesia yang bermanfaat bagi para praktisi, pemerhati dan mahasiswa (S1, S2 dan S3)

Pendekatan

Website ini mengadopsi pendekatan rantai efek peningkatan mutu dari Donald Berwick (2000), seorang Professor dalam 2 bidang dibidang yaitu ilmu kesehatan anak dan kesehatan masyarakat sebagaimana tergambar pada skema dibawah.

Skema tersebut menggambarkan bahwa untuk mencapai tingkat mutu yang diharapkan maka diperlukan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang inisiatifnya harus dilakukan dari berbagai level/konteks, yaitu:

  1. Konteks sistem mikro pelayanan kesehatan (dengan fasilitator utama berasal dari para dokter, perawat dan klinisi lain serta staf lini terdepan)
  2. Konteks organisasi (dengan fasilitator utama berasal dari Manajer sarana pelayanan kesehatan, Direktur RS, Kepala Puskesmas serta Manajer sarana pelayanan kesehatan lain)
  3. Konteks lingkungan (dengan fasilitator utama berasal dari Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, Lembaga asuransi kesehatan, Organisasi Profesi, dan Lembaga asosiasi)

 

{module [190]}

Konsultasi

Divisi Mutu PMPK menyediakan jasa untuk mendampingi penerapan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan sebagai Konsultan yang dapat dibedakan menjadi 3 jenis (sesuai konsep Donald Berwick), yaitu konsultasi yang terkait dengan:

  1. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level front-line melalui mekanisme: Manajemen Mutu Pelayanan Klinik/ Clinical Care Management (konteks mikro)
    1. Konsultan Penerapan customer value management
    2. Konsultan Penerapan clinical risk management
    3. Konsultan Penerapan clinical performance management
    4. Konsultan Profesional development and management
  2. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level organisasi melalui mekanisme: Manajemen mutu organisasi kesehatan(konteks organisasi)
    1. Konsultan Penyusunan rencana mutu (quality strategic planning)
    2. Konsultan Pengembangan quality leadership
    3. Konsultan Pengelolan sumber daya mutu
    4. Konsultan Manajemen operasional (klinik dan non-klinik)
    5. Konsultan Pengukuran, evaluasi dan peningkatan
    6. Konsultan Persiapan sertifikasi mutu
  3. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan pada level wilayah melalui mekanisme: Regulasi eksternal pelayanan kesehatan(konteks lingkungan) :
    1. Konsultan Penguatan Dinas Kesehatan sebagai regulator utama
    2. Konsultan Penguatan Organisasi Profesi sebagai regulator
    3. Konsultan Penguatan Asuransi/Perusahaan sebagai regulator
    4. Konsultan Penguatan LSM Bidang Kesehatan sebagai regulator