Jakarta. Gatra.com – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Gatot Soetono, mengatakan, ada dua hal pokok berkaitan permasalahan dunia kesehatan di Indonesia, yaitu pembiayaan dan pelayanan kedokteran. Selain itu, perlu adanya kesadaran untuk menerapkan jalur kesehatan yang seharusnya, yaitu dari primer, sekunder, kemudian tersier.
“Saat ini terjadi ketimpangan antara pelayanan kedokteran. Misalnya di Puskesmas hampir tidak ada dokter. Jadi, aksesnya ada, tetapi mutunya tidak sama,” ujarnya, dalam diskusi di MNC Tower, Jakarta, Senin (25/6).
SOLO(suaramerdeka.com) Rumah Sakit yang akan didirikan oleh perguruan tinggi tidak boleh sembarangan. Sebelum melakukan pelayanan, maka rumah sakit harus terakreditasi dari sisi sarana prasarana dan kualitas pelayanannya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang pelayanan rumah sakit.
Jakarta (INILAH.COM)- Pengakuan lembaga internasional (JCI) terkait pelayanan rumah sakit tak lepas dari peran dan kualitas tenaga perawat yang ada di sebuah rumah sakit (RS).
Yogyakarta (Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-UGM). WHO pada April sampai dengan Desember 2011 lalu telah mengundang seluruh sarana pelayanan kesehatan dari tingkat dasar hingga rumah-sakit untuk berpartisipasi dalam survei global tentang program hand-hygiene. Dari hasil survey WHO akan memberikan penghargaan sarana pelayanan kesehatan dengan program hand-hygiene terbaik. Pada periode lalu (2010) RSUP Dr. Sardjito mendapatkan penghargaan dalam katagori RS dari negara berkembang.
Jakarta (metropolitan.inilah.com)TINGKAT kesehatan warga Jakarta saat ini dinilai sebagian kalangan masih rendah atau jauh dari harapan. Terutama warga yang tinggal di lingkungan perumahan kumuh sehingga mengakibatkan warga rentan terserang wabah penyakit. Masalah ini diperparah dengan rendahnya perilaku serta pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. Karena itu, tampaknya, pelayanan kesehatan menjadi masalah yang krusial di Ibukota.
Yogyakarta (republika.co.id) — Kementerian Kesehatan melakukan simulasi penyusunan jumlah kematian ibu di provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hasilnya sebanyak sembilan provinsi merupakan penyumbang kematian ibu terbesar yang berkisar 309-1.661 kematian ibu per tahun.