Perawat yang merupakan bagian dari tenaga kesehatan, mengemban tugas untuk memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat sesuai dengan keahlian atau keterampilan yang dimiliki, yang mana dapat diberikan kepada pasien baik secara langsung maupun tidak langsung (Budhiartie, 2009).
Teknis dan Evaluasi Kode ICD 10 dan 9 CM
Bimbingan Teknis
Diselenggarakan dengan Daring
Teknis dan Evaluasi Kode ICD 10 dan 9 CM
24-25 Januari 2023
![]()
Diselenggarakan Oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Indonesian HealthCare Quality Network (IHQN)
Deskripsi
Rumah sakit menggunakan kode diagnosis, kode prosedur, penggunaan simbol dan singkatan baku yang seragam dan terstandar (Standar MRMIK 9). Prinsip penggunaan kode di rekam medis utamanya menggunakan ICD-10 untuk kode Penyakit dan dan ICD9 CM untuk kode Tindakan.
Materi
- Koding ICD 10 & Koding ICD 9
- Evaluasi penggunaan kode diagnosis, kode prosedur, singkatan dan simbol
Sasaran Peserta
Tenaga rekam medis, Koder, Profesional Pemberi Asuhan (Dokter, Perawat, dan klinisi lainnya), Peneliti, Dosen.
Metode
Secara daring di lokasi masing-masing. Peserta mendaoatkan materi dan kwitansi dalam bentuk soft file.
Fasilitator
Fasilitator berasal dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep.,MPH
Peneliti di Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajamen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM. Tertarik pada bidang manejemen mutu dalam pelayanan kesehatan. Berpengalaman bekerjasama dengan Kemenkes melakukan audit klinis nasional, menyusun berbagai pedoman, seperti: pedoman penyusunan, implementasi, dan evaluasi clinical pathways; pedoman integrasi pelayanan kesehatan di FKTP.

dr. Endang Suparniati, M.Kes
Konsultan dan Peneliti di Pusat Kebijakan dan Manajemen FK-UGM, Dosen Magister Manajemen RS di UGM. Narasumber juga berpengalaman dalam bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terkait koding.
Persiapan Bimtek
- Laptop
- Buku ICD 10 dan 9 CM
Biaya
Biaya pelatihan sebesar Rp. 1.000.000,- per peserta. Peserta mendapatkan sertifikat dan kwitansi dalam bentuk soft file.
Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui: Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.
| Waktu | Materi |
| Hari 1 | |
| 09.00-09.15 | Pre Test |
| 09.15-10.30 | Sesi 1. Konsep koding ICD 10 |
| 10.30-11.15 | Sesi 2. Praktek koding ICD 10 |
| 11.15-12.00 | Presentasi |
| Hari 2 | |
| 09.00-09.15 | Review |
| 09.15-10.30 | Sesi 3. Konsep koding ICD 9 |
| 10.30-11.15 | Sesi 4. Praktek koding ICD 9 dan presentasi |
| 11.15-12.00 | Evaluasi kode diagnosa dan tindakan |
| 12.00-selesai | Post test |
Narahubung & Koordinator Pelaksana
Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH
No. Telp 082324332525
Email eva.tbh@gmail.com
Diversity, Equity and Inclusion in Palliative Care Organizations
This article is sponsored by Axxess. The article is based on a webinar hosted by Zaundra Ellis, Vice President of Hospice Solutions at Axxess with input from Cristina Montanez, Care Advocate and Lead Educator at Hospice of the North Coast and Dr. Jennifer Kennedy, VP for Quality and Standards at Community Health Accreditation Program. The webinar took place in September 2022.
Peran Kader Kesehatan Dalam Merawat Orang Sakit di Rumah
Penyakit paliatif merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit terminal dengan keadaan sulit dan susah untuk disembuhkan. Hasil penelitian di wilayah binaan Kelurahan Karangayu berdasarkan survey deteksi dini perawatan paliatif ada 62 pasien paliatif yang ada saat ini masuk dalam kategori membutuhkan perawatan paliatif.
Piedmont Newton named top small hospital in Georgia in annual ranking
Piedmont Newton Hospital was rated the top small hospital in the state this year in an annual ranking of Georgia hospitals by a publication. Piedmont Newton ranked first among hospitals with fewer than 100 licensed beds in an annual measure by Georgia Trend magazine.
Permenkes No.34 Th 2022 Tentang Akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi
Akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD), dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi (TPMDG) adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan pusat kesehatan masyarakat, klinik, laboratorium kesehatan, unit transfusi darah, TPMD dan TPMDG setelah dilakukan penilaian bahwa pusat kesehatan masyarakat, klinik, laboratorium kesehatan, unit transfusi darah, TPMD dan TPMDG telah memenuhi standar akreditasi. Pengaturan Akreditasi bertujuan untuk meningkatkan dan menjamin mutu pelayanan dan keselamatan bagi pasien dan masyarakat; meningkatkan perlindungan bagi sumber daya manusia kesehatan dan Puskesmas, Klinik, Laboratorium Kesehatan, UTD, TPMD, dan TPMDG sebagai institusi; meningkatkan tata kelola organisasi dan tata kelola pelayanan di Puskesmas, Klinik, Laboratorium Kesehatan, UTD, TPMD, dan TPMDG; dan mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
Peraturan ini berisi ketentuan bagi lembaga penyelenggara akreditasi, tahapan kegiatan akreditasi, pendanaan penyelenggaraan akreditasi, pembinaan dan pengawasan, termasuk informasi mengenai peralihan bagi puskesmas dan klinik yang yang telah memiliki status Akreditasi berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.
Lampirkan Terkait:
- Permenkes RI No.34 Th 2022
- Akreditasi FKTP – PKM, Klinik, UTD, Lab Kesehatan, TPMD, TPMDG PMK 34 Th 2022
Puskesmas Nusawungu I Dinilai TPCB Dinas Kesehatan, Harapkan Semuanya Dapat Paripurna
Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap melakukan Self Assesment (SA) terhadap 38 puskesmas di seluruh Cilacap mulai awal bulan Desember 2022. Tim yang terdiri dari Sri Eka Handayani SKM MKes, Indah Bakat Setyani SKep Ns, Basith Wahib SKep Ns MM, dan Agus Waryano AMK ini.
Reportase Forum Mutu IHQN Ke-18
Data Collection Survey in Quality Nutrition Services for Stunting Reduction
Collaboration with Japan International Cooperation Agency (JICA)
Sebagai negara dengan perkembangan ekonomi yang cukup cepat di regional, Indonesia telah berhasil mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan pencapaian untuk beberapa indikator kunci kesehatan diantaranya adalah kesehatan ibu dan anak dalam beberapa dekade terkahir. Sayangnya, masalah gizi masih menjadi tantangan terbesar yang masih belum terselesaikan dalam satu dekade terakhir. Stunting dan masalah gizi lainnya masih berada pada angka yang mengkhawatirkan dan berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi pembangunan sumber daya manusia ke depannya. Hasil Riskesdas 2018 menunjukan lebih dari 30% anak dibawah 5 tahun mengalami stunting, lebih dari 19% menderita gizi buruk, dan 11% obesitas. Berbagai masalah ini dialami oleh anak dari semua daerah di Indonesia dengan kesenjangan yang terus melebar antara anak dari keluarga miskin dan keluarga mampu. Secara global, Indonesia berada diantara negara dengan performa yang buruk untuk urusan gizi.
Sebagai respon dari situasi ini, Pemerintah Indonesia mengeluarkan sebuah Strategi Nasional untuk Percepatan Penanggulangan Stunting atau yang lebih dikenal dengan Stranas Stunting dimana Indonesia menargetkan untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Untuk mendapatkan gambaran mengenai implementasi dari program percepatan penanggulangan stunting di Indonesia, Japan International Cooperation Agency (JICA) bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Universitas Gadjah Mada melakukan study untuk mengetahui situasi penanggulangan dan percepatan penurunan stunting di Indoesia beserta progressnya. Temuan dari studi ini diharapkan dapat membantu semua pihak termasuk Pemerintah, mitra pemerintah, akademisi, dan Pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi dan perbaikan program ke depannya.
Kegiatan
Pembelajaran Mengenai Peningkatan Mutu oleh Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D
Pengalaman Persiapan dan Penilaian Akreditasi Rumah Sakit oleh drg. Iing Ichsan Hanafi, MARS, MH.
Strategi Meningkatkan Efektivitas Akreditasi RS bagi Pengelola RS dan Regulator RS oleh Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer Melalui Penerapan Care Pathway oleh dr. Wing Irawati (Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI)
Edukasi Publik yang Efisien, Efektif, dan Tepat Sasaran di Layanan Primer oleh Wicaksono (Konsultan Komunikasi dan Media Sosial Independen)
Tata Kelola dan Sistem Pelaporan Puskesmas oleh dr. Sapta Eka Putra., MH.Kes (Asosiasi Puskesmas Indonesia)
Kebijakan Deteksi Cepat Infeksi Emerging oleh dr. Indra Kurnia Sari Usman, M.Kes (Surveilans dan Karantina Kemenkes RI)
Best Practice dalam Penanganan Infeksi Emerging Oleh dr. Dwi Oktavia T.L Handayani, M. Epid (Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta)
Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis melalui Pendekatan One Health oleh Prof. Dr. drh. I Wayan Tunas Artama, DVM (Dosen Fakultas Kedokteran Hewan, UGM)
Rekam Medis Elektronik dan Platform SatuSehat untuk Menunjang Mutu Pelayanan Kesehatan
Strategi Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Menghadapi Transformasi Digital Kesehatan
Transformasi Digital Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional