Lead Fight Against HIV, TB, Malaria, to Build Systems for Health, Equity and Strengthen Pandemic Preparedness

GENEVA – The Board of the Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria approved the new Global Fund Strategy: Fighting Pandemics and Building a Healthier and More Equitable World. The new Strategy places people and communities front and center of the fight against HIV, TB, malaria and accelerates the shift to more integrated, people-centered models of prevention, treatment and care.

Continue reading

HKN ke-57 Diharapkan Jadi Awal Pulihnya Indonesia dari Pandemi COVID-19

Fokus Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 tahun ini masih seputar pentingnya mematuhi protokol kesehatan di setiap kegiatan. Memang perkembangan situasi COVID-19 di Indonesia saat ini memerlihatkan tren yang terus turun. Kasus aktifnya bahkan berada di sekitar 10 ribu orang.

Continue reading

Budaya Organisasi, Mutu Pelayanan dan Gaya Kepemimpinan di Rumah Sakit

Bidang kepemimpinan dalam pelayanan kesehatan dan bagaimana pengaruhnya terhadap budaya, mutu pelayanan dan keselamatan menjadi hal yang menarik untuk dipelajari. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ISQua Fellow & Fellowship Ambassador yakni Dr Hossam Elamir (2021) melakukan eksplorasi dan menilai budaya organisasi, mutu pelayanan, dan mengukur hubungannya dengan gaya kepemimpinan transformasional/transaksional di rumah sakit umum pemerintah di Kuwait.

Seperti diketahui bahwa gaya kepemimpinan seorang dapat menjadi penyumbang yang dominan dalam menentukan kinerja pegawai. Kepemimpinan transformasional adalah salah satu gaya kepemimpinan yang paling efektif dalam pelayanan kesehatan, dan memiliki dampak yang menonjol pada pertumbuhan strategi pengembangan kepemimpinan. Penelitian ini dilakukan di enam rumah sakit sekunder milik pemerintah dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif cross-sectional dan retrospektif.

Sampel yang diambil sebesar 1626 dari total 9863 petugas kesehatan di enam rumah sakit. Penelitian ini menggunakan daftar pertanyaan dari kuesioner kepemimpinan multifaktor dan deskripsi organisasi, dan melakukan peninjauan dan analisis satu tahun (2012) mengenai indikator mutu triwulanan dan tahunan di rumah sakit.

Data dianalisis menggunakan analisis statistik. Didapatkan hasil 66,4% hingga 87,1% peserta di setiap rumah sakit mengidentifikasi budaya organisasi di rumah sakit mereka sebagai transformasional, sedangkan 41 dari 48 departemen diidentifikasi memiliki budaya transformasional.

Persentase dari peserta di setiap rumah sakit menilai pemimpin dan budaya organisasi mereka sebagai transformasional berkisar antara 60,5% hingga 80,4%. Dapat disimpulkan bahwa pemimpin mendefinisikan dan mempengaruhi budaya organisasi, dan menunjukkan adanya peluang untuk meningkatkan mutu layanan jika memiliki kepemimpinan transformasional, yang dapat ditingkatkan melalui pelatihan, pendidikan, pengalaman, dan pengembangan professional.

selengkapnya

 

 

WHO launches Leadership for Health Transformation Programme to provide high-level strategic leadership to Senior Managers of Ghana’s Health Sector

Universal Health Coverage (UHC) has gained momentum, especially among developing countries. Ghana’s UHC Roadmap, launched in 2020, will shape health care in the country till 2030. Straightening all crooked paths leading to the achievement of UHC, where all people have access to the health services they need, when and where they need them, and without financial hardship requires a critical look at health sector reforms.

Continue reading

Doctors call for increased awareness on stroke, stress early intervention

‘Minutes can save lives’, the theme of World Stroke Day 2021 rightly conveys the importance of admitting a person with symptoms of stroke to a stroke-ready hospital at the earliest. Doctors simply put stroke as the equivalent of heart attack in the brain. It occurs when a blood vessel taking blood and oxygen to the brain gets blocked (ischemic stroke) or ruptured (haemorrhagic stroke).

Continue reading

Sambut Hari Stroke Sedunia, UNESA Gandeng Mitra Helat Webinar Pencegahan Stroke

Menyambut Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap 29 Oktober, Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan (PKIK) UNESA bersama National Hospital Surabaya, Kortex, Indonesia Brain Spine Community dan Granostic menyelenggarakan webinar “Pencegahan Stroke dan Peningkatan Derajat Aktivitas Fisik Civitas Academica UNESA” pada Kamis, 21 Oktober 2021 di Lantai 11 Rektorat UNESA Kampus Lidah Wetan.

Continue reading

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan suatu upaya untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya suatu infeksi kepada pasien, petugas, pengunjung serta masyarakat disekitar pelayanan kesehatan. Untuk itu, perlu suatu upaya agar kejadian infeksi tidak terjadi di suatu layanan kesehatan. Salah satu yang dapat dilakukan adalah membuat dan menjalankan suatu program kerja dengan harapan agar dapat menangani kasus-kasus infeksi yang terjadi. Program PPI meliputi proses melakukan perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan, serta pemantauan dan evaluasi.

Upaya menjalankan program PPI tidak hanya dilakukan oleh petugas kesehatan di rumah sakit, tetapi diperlukan kerjasama antara rumah sakit, pasien, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk mencegah pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung dari infeksi yang tidak terduga sehingga dapat meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan, mengurangi kejadian HAIs (Healthcare Associated Infections), dan untuk mengidentifikasi serta mengurangi risiko infeksi yang didapat dan ditularkan di antara pasien, staf, tenaga kesehatan, pekerja kontrak, relawan, pelajar, dan pengunjung.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Madamang, dkk (2021) telah mengkaji faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan PPI dengan melakukan telaah literatur untuk mengetahui secara umum gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan PPI di Rumah Sakit. Berdasarkan hasil pencarian literatur ditemukan bahwa sikap dan prilaku, pendidikan dan pelatihan, dukungan manajemen, fasilitas, supervisi atau pengawasan serta dukungan pimpinan merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan program pencegahan infeksi. Semakin baik sikap dan perilaku tenaga kesehatan dalam menjalankan program PPI maka semakin baik pula pelaksanaan program PPI yang di jalankan, sebaliknya tenaga kesehatan yang menunjukkan sikap dan prilaku yang negatif maka akan menghambat pelaksanaan program PPI.

Adanya dukungan pimpinan dan dukungan manajemen yang kuat yang di berikan kepada praktisi pencegahan infeksi di rumah sakit, maka semakin meningkatkan kinerja tim PPI. Dukungan yang kuat merupakan modal utama dalam menjalankan suatu program yang ada, sehingga sangat perlu dukungan yang diberikan pimpinan kepada tim pencegahan infeksi. Selanjutnya, Ketersediaan fasilitas penunjang pelaksanaan program merupakan hal yang utama dalam penerapan program, dengan adanya fasilitas yang memadai, praktik dalam penerapan program pencegahan infeksi dapat berjalan dengan baik, di samping itu proses supervisi yang ketat akan menunjang pencapaian program yang lebih baik. Baca lebih lanjut pada link berikut:

KLIK DISINI

 

Sumber:
Madamang, I., Sjattar, E. L., & Kadar, K. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit: Literatur Review. Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES (Journal of Health Research Forikes Voice), 12, 163-166.