FORUM MUTU IHQN KE-17

Peran berbagai kegiatan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam transformasi sistem kesehatan 2021-2024

PENGANTAR

Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi para pelaku industri pelayanan kesehatan untuk melakukan perubahan agar pelayanan yang diberikan lebih efektif dan efisien, salah satunya dengan melakukan transformasi sistem kesehatan. Sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan, tahun 2021-2024 telah dilakukan transformasi sistem kesehatan melalui enam (6) pilar yakni transfromasi Pelayanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM Kesehatan, dan tekhnologi kesehatan.

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerhati mutu layanan kesehatan untuk mampu mengambil peran berbagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam transformasi sistem kesehatan. Oleh karena itu, forum ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan. Forum juga diadakan untuk mempelajari praktik-praktik terbaik terutama pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan Kesehatan.

Berbeda dengan Forum Mutu IHQN sebelumnya, dimana saat ini kita masih diharuskan untuk membatasi kontak langsung untuk mengurangi penyebaran COVID-19, sehingga pelaksanaan Forum Mutu IHQN ke-17 ini masih dilaksanakan secara online. Pelaksanaan secara online diharapkan tidak mengubah esensi diskusi sehingga dapat menjawab berbagai kebutuhan daerah dan membawa pembelajaran nasional terbaik untuk permasalah saat ini.

PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  1. Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/ Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  2. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, POGI, HOGSI, IDAI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/ pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/ akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  3. Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  4. Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  5. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

INVESTASI

Forum ini dapat diikuti secara gratis (Free)

AGENDA

Agenda Forum Mutu IHQN ke-17
Hari/ Tanggal : 1 – 2 Desember 2021
Metode : Dilaksanakan secara Online melalui webinar/ zoom meeting

Sesi Pagi, 1 Desember 2021: Pembukaan Forum Mutu

  • Pembicara I: Prof. Dr. dr. Med. Akmal Taher, Sp.U(K) (Guru Besar di FKUI)
  • Pembicara 2: dr. Upik Rukmini, MKM (Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes)
  • Pembicara 3: dr. Nyoman Gunarta MPH (Kepala Dinas Kesehatan Badung-Provinsi Bali)

Sesi Siang, 1 Desember 2021:

  • Pembicara I: dr. Kalsum Komaryani, MPPM (Direktur Mutu & Akreditasi Kementerian Kesehatan RI)
  • Pembicara 2: Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes (Dosen S2 MMRS Fakultas Kedokteran UB Malang)
  • Pembicara 3: Dr. Dra Dumilah Ayuningtyas MARS (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Jakarta):

Sesi Pagi, 2 Desember 2021:

  • Pembicara I: drh. Endang Burni Prasetyowati, M.Kes (Kepala Subdirektorat Surveilans)
  • Pembicara 2: dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo (Dosen S2 SIMKES FK KMK UGM)
  • Pembicara 3: dr. Muhammad Hardhantyo MPH, Ph.D, FRSPH (Peneliti PKMK FK KMK UGM)

Sesi Siang, 2 Desember 2021:

  • Pembicara I: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua dan dr. Aldilas A.N., M.Sc
  • Pembicara 2: dr. Azid Mahardinata (RS Akademik UGM Yogyakarta)
  • Pembicara 3: dr. Raditya Kusuma Tejamurti (Puskesmas Minggir)

JADWAL ACARA DAN MATERI

HARI PERTAMA (1 DESEMBER 2021)

 

Tanggal 1 Desember 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)
Pukul

Sub Topik:

Konsep dan Pelaksanaan Integrasi Mutu Pelayanan Kesehatan Primer: Transformasi Layanan Primer

Pukul

Sub Topik:

Sistem, Lembaga, dan Standar Akreditasi RS Baru di Indonesia: Transformasi Layanan Rujukan

08.00 - 09:10

Pembukaan Forum Mutu ke-17 oleh Ketua IHQN:
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS

Pengantar: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH
13:00-13:10 Pengantar: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, (Ketua IHQN)
09:10-09:50

Pembicara 1:

Prof. Dr. dr. Med. Akmal Taher, Sp.U (K) (Guru Besar di FKUI)

Memahami Perlunya Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer

video

13:10-13:50

Pembicara 1:

dr. Sunarto, M.Kes

Kebijakan dan Strategi Terkini Akreditasi Nasional RS di Indonesia

materi   video

09:50-10:30

Pembicara 2:

dr. Upik Rukmini, MKM (Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI)

Konsep Pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Di FKTP

materi   video

13:50-14:30

Pembicara 2:

Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes (Dosen S2 MMRS Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya-Malang)

Memahami Pedoman ISQua dalam Pengembangan Standar Akreditasi Pelayanan Kesehatan

Materi   video

10:30-11:10

Pembicara 3:

dr. Nyoman Gunarta MPH (Kepala Dinas Kesehatan Badung-Provinsi Bali)

Gambaran Uji Coba Konsep Pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Di FKTP

materi   video

14:30-15:10

Pembicara 3:

Dr. Dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia)

Memahami Pedoman ISQua dalam Pengembangan Lembaga Akreditasi Pelayanan Kesehatan

materi   video

11:10-11:50

Diskusi: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH

video

15:10-15:50

Diskusi: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, Ketua IHQN

video

11:50-12:00 Penutup: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH 15:50-16:00 Penutup: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, Ketua IHQN
Reportase Reportase 

 

HARI KEDUA (2 DESEMBER 2021)

 

Tanggal 2 Desember 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)
Pukul

Sub Topik:

Peningkatan Mutu Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon: Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan

Pukul

Sub Topik:

Pemanfaat Data dan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Mutu: Transformasi Teknologi Kesehatan

09:00-09:10 Moderator: dr. Novika Handayani 13:00-13:10 Moderatorr: Lucia Evi, SE, MPH
09:10-09:50

Pembicara 1:

Edy Purwanto, SKM, M.Kes (Kepala Subdirektorat Surveilans)

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) bagi Petugas Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melalui kurikulum yang terakreditasi oleh PPSDM Kemenkes

Materi   video

13:10-13:50

Pembicara 1:

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua dan dr. Aldilas A.N., M.Sc (Peneliti PKMK FK KMK UGM)

Pemanfaatan data Klaim INA CBG dan PCare untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan

materi   video

09:50-10:30

Pembicara 2:

dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo (Dosen S2 SIMKES FK KMK Universitas Gadjah Mada)

Peningkatan Mutu Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon: Transformasi Digital untuk Ketahanan Kesehatan

Materi   video

13:50-14:30

Pembicara 2:

dr. Azid Mahardinata (RS Akademik UGM)

Pengalaman pemanfaatan data klaim INA CBG dan SIM RS dalam kegiatan peningkatan mutu

materi   video

10:30-11:10

Pembicara 3:

dr. Muhammad Hardhantyo MPH, Ph.D, FRSPH (Peneliti PKMK FK KMK UGM Universitas Gadjah Mada)

Otomatisasi Pengisian Data Surveilans Kewaspadaan Dini Pada Penyakit Yang Berpotensi Wabah Melalui Integrasi SKDR dengan database JKN

Materi   video

14:30-15:10

Pembicara 3:

dr. Raditya Kusuma Tejamurti
(Puskesmas Minggir)

Pengalaman pemanfaatan data PCare dan SIMPUS dalam kegiatan peningkatan mutu

materi   video

11:10-11:50 Diskusi: dr. Novika Handayani 15:10-15:50 Penutup: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
Reportase Reportase

 

GALLERY FOTO

 

PRE-FORUM

Penyelenggaraan forum mutu akan di awali dengan kegiatan pre forum, yang dilaksanakan dalam bentuk bimbingan teknis, diantaranya:

  1. Bimtek Audit Mortality Pasien yang Meninggal karena Covid-19
  2. Bimtek Peningkatan Mutu Tatalaksana Dimensia
  3. Bimtek Audit Asuhan Keperawatan

INVESTASI

Mahasiswa dan umum: Rp. 1.000.000/orang

Biaya pendaftaran Pre Forum dapat ditransfer melalui Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.

AGENDA PRE FORUM

Hari/ Tanggal : 29-30 November 2021
Metode : Dilaksanakan secara online melalui zoom meeting

AGENDA KEGIATAN DETAIL PRE FORUM

Tanggal 29-30 November 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)

Bimtek Audit Keperawatan

(2 hari kegiatan)

Bimtek Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Clinical Pathways

(2 hari kegiatan)

Bimtek Peningkatan Mutu Tatalaksana Dimensia

(2 hari kegiatan)

 

INFORMASI & PENDAFTARAN

Andriani Yulianti
No. HP 0813.2800.3119
Email ndiani_86@yahoo.com

 

 

 

Resilient healthcare systems are key to ensuring maternal health

India is the 2nd most populous country in the world today, accounting for 16% of the global population. The mortality rate is growing at an average of 2.28% every year with a maternal mortality rate of 113 per 1 lakh live births. Malnutrition, infectious diseases, unregulated fertility along with female feticide, infanticide, lack of awareness, and the inadequate availability and use of Maternal Child Health (MCH) services contribute to the mortality rate.

Continue reading

Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Jiwa

Disarikan: Andriani Yulianti (Peneliti Divisi Manajemen Mutu, PKMK FK KMK UGM)

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) diperingati setiap tanggal 10 Oktober setiap tahunnya, dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu kesehatan jiwa di seluruh dunia dan memobilisasi upaya dalam mendukung kesehatan jiwa.

Peringatan HKSJ merupakan hari yang menjadi momentum kampanye masif bagi semua pemangku kepentingan yang bekerja pada isu-isu kesehatan jiwa dan mendorong upaya-upaya untuk mencari solusi bagi upaya pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) di seluruh dunia. Tema peringatan HKJS tahun ini adalah “Mental Health in An Unequal World’ (Kesetaraan Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua).

Di Indonesia, kondisi Kesehatan Jiwa (Keswa) masih menjadi salah satu isu yang belum mendapatkan perhatian yang optimal, padahal secara jumlah, penderita gangguan jiwa terus meningkat, terutama di masa pandemi COVID 19. Data menunjukkan, bahwa terjadi peningkatan kasus depresi dan ansietas selama pandemi.

Lebih dari 60% mengalami gejala depresi; dengan lebih dari 40% disertai ide bunuh diri. Sekitar 32,6 – 45% penduduk yang terpapar COVID 19 mengalami gangguan depresi, sementara 10,5 – 26,8% penyintas COVID mengalami gangguan depresi. Selama pandemi lebih dari 60% mengalami gejala ansietas; dan lebih dari 70% dengan gangguan stres pasca trauma. Saat terpapar COVID sekitar 35,7 – 47% mengalami gangguan ansietas serta 12,2% mengalami gangguan stres pasca trauma.

Tingginya masalah Keswa akan berdampak terhadap kualitas dan produktifitas sumber daya manusia kedepan, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jiwa yang mendorong peran pemerintah dan kerja sama semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, maupun pemangku kepentingan terhadap masalah kesehatan jiwa mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative. Berikut ini beberapa isu strategis terkait dengan permasalahan Keswa, diantaranya:

  1. Anggaran untuk pencegahan dan Keswa dan NAPZA yang terbatas, belum semua daerah menganggarkan untuk program Keswa dan NAPZA, karena belum optimalnya komitmen pengambilan kebijakan untuk program keswa dan napza.
  2. Regulasi dan kebijakan, masalah Keswa belum merupakan program prioritas, program pelayanan Keswa di daerah masih belum terlaksana secara berkesinambungan, sehinga regulasi dan kebijakan bidang Keswa seringkali tidak sejalan antara pusat dan daerah.
  3. Akses dan mutu layanan, luasnya geografis Indonesia dan terbatasnya fasilitas pelayanan Keswa, menyebabkan masyarakat sulit dalam mengakses pelayanan Keswa, serta masih ada 8 provinsi yang tidak memiliki RSJ. Selain itu, mutu pelayanan Keswa di fasilitas pelayanan kesehatan juga masih perlu ditingkatkan. Sistem rujukan juga belum berjalan optimal, seperti rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat pertama belum dilakukan sesuai dengan prosedur rujukan yang benar, dan belum dilakukan sesuai dengan pedoman/standar yang baku.
  4. Sumber daya manusia, tenaga spesialis dan subspesialis jiwa masih terbatas, dan penyebarannya masih belum merata
  5. Stigma dari masyarakat, keengganan masyarakat membawa Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mencari pengobatan medik, mereka malu bila ada keluarganya mengalami gangguan jiwa.
  6. Ketersediaan obat, yang berkesinambungan obat psikotropik di puskesmas. Hal ini perlu mendapat perhatian, mengingat penatalaksanaan gangguan jiwa yang sebagian besar bersifat kronis, memerlukan ketersediaan obat secara kontinyu.
  7. Sistem pelaporan yang belum optimal, format laporan juga belum seragam, petugas pencatatan dan pelaporan Keswa belum memahami tentang tata cara pelaporan kesehatan jiwa sehingga mempersulit pelaporan.
  8. Koordinasi dan Kerjasama lintas program maupun lintas sektoral belum optimal. Kegiatan Keswa yang berhubungan dengan program kesehatan keluarga dapat digambarkan sebagai berikut: Pemeriksaan kesehatan jiwa pada Ibu hamil dalam kegiatan ANC (Antenatal Care). Deteksi kemungkinan ibu nifas mengalami baby blues syndrome atau depresi postpartum dalam kegiatan kunjungan Ibu nifas; Deteksi dini masalah kejiwaan dengan menggunakan SRQ 20 pada calon pengantin, pada kegiatan Posbindu, pada aktivitas pos lansia; berkaitan dengan Kesehatan Kerja dan Olah Raga antara lain upaya deteksi dini bagi calon pekerja migran (PMI), pemeriksaan kesehatan jiwa bagi calon kepala daerah sebelum berlangsungnya pilkada serentak, dsb.

Berdasarkan permasalahan di atas, beberapa strategi telah direncanakan melalui arah kebijakan program dan kegiatan Direktorat P2 yang tertuang dalam Rencana Aksi Kegiatan tahun 2020-2024 di Direktorat P2 Masalah Keswa dan NAPZA diantaranya:

  1. Penguatan regulasi masalah Keswa dan NAPZA,
  2. Penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Keswa dan NAPZA
  3. Pengembangan Peta Jalan (ROAD MAP) program promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif Keswa dan Napza 2020- 2024,
  4. Advokasi dan Sosialisasi Program P2 masalah Keswa dan NAPZA
  5. Peningkatan jejaring kemitraan masalah Keswa dan NAPZA dengan lintas program dan lintas sektor;
  6. Pencegahan dan pengendalian Keswa dan penyalahgunaan NAPZA terintegrasi di Fasyankes/PKM dalam kerangka JKN;
  7. Pencegahan dan Pengendalian Keswa dan penyalahgunaan NAPZA berbasis keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, lingkungan kerja;
  8. Peningkatan promosi kesehatan Masalah Keswa dan Napza
  9. Pengembangan dan Penguatan Surveilans masalah Keswa dan Napza dengan optimalisasi system informasi;
  10. Perluasan riset dan inovasi dalam untuk tersedianya data kematian karena bunuh diri dan penyalahgunaan NAPZA secara berkesinambungan;
  11. Peningkatan peran serta komunitas, masyarakat, mitra dan multisektor lainnya dalam pencegahan masalah Keswa dan NAPZA.

Sumber:

  • Kementerian Kesehatan RI, 2020. Rencana Aksi Kegiatan 2020–2024, Direktorat P2 Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Jakarta.
  • Kementerian Kesehatan RI, 2021. Panduan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021, Direktorat P2 Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Jakarta.

 

 

Studi Penilaian Strategi Peningkatan Mutu Outcome pada Pasien dengan Penyakit Kardiovaskular

Strategi Peningkatan Mutu (PM) perawatan klinis untuk mencegah dan mengendalikan penyakit kardiovaskular (CVD) sangat penting, melihat adanya keterbatasan bukti mengenai komponen mana dari strategi PM berbasis sistem kesehatan, klinis, dan berbasis pasien yang berkontribusi terhadap outcome CVD. Terdapat sebuah studi yang dilakukan oleh Singh Kavita, 2021 berupaya mengidentifikasi, memetakan, dan mengatur bukti ilmiah tentang efektivitas dan penerapan strategi PM kardiovaskular untuk meningkatkan outcome pasien dengan CVD. Metode yang digunakan yakni menelusuri bukti ilmiah berdasarkan tinjauan bukti 8 database elektronik seperti: MEDLINE, EMBASE, CINAHL, PsycINFO, Perpustakaan Cochrane, ProQuest, ClinicalTrials.gov, dan Platform Percobaan Klinis WHO) yang diterbitkan antara 1 Januari 2009, dan 25 Oktober, 2019.

Ditemukan 8066 judul dan abstrak yang kemudian disaring. Ditemukan beberapa strategi PM perawatan klinis untuk mencegah dan mengendalikan penyakit kardiovaskular (CVD) yakni terkait dengan dukungan pasien, teknologi komunikasi informasi (TIK) untuk kesehatan, dukungan masyarakat, pengawasan, dan pelatihan intensitas tinggi adalah strategi PM yang paling sering di evaluasi. Sedangkan strategi lainnya adalah pemecahan masalah kelompok, informasi yang tercetak, penguatan infrastruktur, dan insentif keuangan. Pemecahan masalah kelompok dikaitkan dengan peningkatan perawatan diri pasien dan kualitas hidup. Penguatan infrastruktur dikaitkan dengan peningkatan kepuasan pengobatan. Informasi tercetak dan insentif keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang berarti.

Relevansi tinjauan sistematis ini menemukan bahwa ada variasi substansial dalam jenis, efektivitas, dan penerapan strategi PM untuk pasien dengan CVD. Peta strategi komprehensif PM yang dibuat oleh penelitian ini akan berguna bagi para peneliti untuk mengidentifikasi di mana pengetahuan baru diperlukan untuk meningkatkan outcome pasien kardiovaskular. Diperlukan studi evaluasi yang mendorong outcome jangka panjang, terutama di lingkungan negara yang berpenghasilan rendah, untuk lebih memahami efek strategi PM pada pencegahan dan pengendalian CVD. Baca lebih lanjut pada link berikut:

klik disini

Sumber: Singh, K., Bawa, V. S., Venkateshmurthy, N. S., Gandral, M., Sharma, S., Lodhi, S., … & Huffman, M. D. (2021). Assessment of Studies of Quality Improvement Strategies to Enhance Outcomes in Patients With Cardiovascular Disease. JAMA network open, 4(6), e2113375-e2113375.

 

 

Hari Jantung Sedunia: 9 Rekomendasi Perki untuk Jaga Kesehatan Jantung Selama Pandemi

Hari Jantung Sedunia selalu diperingati pada 29 September setiap tahunnya. Selama pandemi Covid-19, sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan jantung.

Hingga saat ini, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia dan masih menjadi ancaman. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Continue reading