Upaya Meningkatkan Layanan Pengobatan Hipertensi Yang Efektif

Disarikan oleh: Andriani Yulianti (Peneliti Divisi Mutu, PKMK FK KMK UGM)

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan The Silent Killer sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan global. Hipertensi merupakan penyebab utama kematian di dunia, meskipun pengobatan untuk hipertensi aman, efektif, dan berbiaya rendah, kebanyakan penderita hipertensi di seluruh dunia tidak dapat mengendalikannya.

Berikut ini artikel yang merangkum pelajaran penanganan hipertensi dalam 2 tahun pertama program manajemen hipertensi Resolve to Save Lives (RTSL), yang dijalankan dalam koordinasi bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitra lainnya. Diperlukan diagnosis, pengobatan, dan kesinambungan perawatan yang lebih baik untuk mengendalikan hipertensi, dan terdapat lima komponen yang telah direkomendasikan oleh RTSL, WHO dan mitra lainnya sebagai hal yang penting untuk keberhasilan program pengendalian hipertensi.

Program manajemen hipertensi RTLS juga merangkum beberapa tantangan dalam pengendalian hipertensi yang telah diidentifikasi, yang sebagian besar terkait dengan keterbatasan dalam sistem pelayanan kesehatan yang terkait dengan perilaku pasien. Pelayanan yang sesuai dengan protokol standar yang harus segera dimulai setelah didiagnosis sebagai pasien hipertensi, serta praktik medis dan sistem kesehatan harus memantau kemajuan pasien dan kinerja sistem Kesehatan dengan cermat.

Perbaikan dalam manajemen dan pengendalian hipertensi, bersama dengan mengurangi lemak trans buatan dan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung natrium yang akan meningkatkan banyak aspek di pelayanan primer, yang dapat berkontribusi pada tujuan untuk menuju cakupan kesehatan semesta. Implementasi program ini di klaim dapat menyelamatkan 100 juta nyawa di seluruh dunia selama 30 tahun ke depan.

Berikut lima komponen yang diperlukan untuk keberhasilan program pengendalian hipertensi seperti yang telah direkomendasikan oleh WHO, CDC UG, RTSL, dan mitra dalam paket teknis HEARTS untuk pengobatan hipertensi dalam pelayanan primer adalah 1) Protokol khusus obat dan dosis; 2) Obat-obatan yang terjamin kualitasnya dan kontrol tekanan darah; 3) Perawatan berbasis tim; 4) Perawatan yang berpusat pada pasien; dan 5) Sistem informasi untuk memungkinkan peningkatan kualitas.

Baca dokumen lengkap: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1111/jch.13655 

Sumber: Frieden, T, R., et al. 2019. Scaling up effective treatment of hypertension—A pathfinder for universal health coverage. The jurnal of clinical hypertension.21:1442 1449. https://doi.org/10.1111/jch.13655.

 

 

Bahaya! Data Covid-19 Ini Picu Alarm di Indonesia Berbunyi

Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia per 3 Mei 2021, persentase kasus aktif Indonesia sebesar 6,0% lebih rendah dari tingkat dunia 12,7%. Persentase kesembuhan Indonesia telah menembus angka 91,3% lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia sebesar 85,2%. Namun pada kasus meninggal persentasenya 2,7% dibandingkan rata-rata dunia 2,1%.

Continue reading

Program IQ-CARE

Area Pekerjaan
Aktivitas 1: Analisis situasi
A. Dikusi online bersama tim PKP dan WHO membahas implementasi integrasi layanan kesehatan (berdasarkan kerangka kerja WHO) di Indonesia

B. Pengumpulan data dan telaah dokumen

C. Diskusi Mingguan bersama PKP dan WHO

D. Diskusi online draft hasil analisis situasi

E. Diskusi online presentasi hasil analisis situasi kepada PKP dan WHO

F. Pertemuan internal konsultan UGM untuk finalisasi laporan
Aktivitas 2: Penyusunan konsep dan design

A. Konsultasi meeting online bersama PKP dan WHO

B. Pengembangan konsep dan modifikasi integrasi serta kolaborasi bersama aktor kunci di fasilitas layanan primer.

C. Diskusi mingguan bersama PKP dan WHO

D. Diskusi online membahas konsep dan design integrasi bersama PKP dan WHO

E. Diskusi internal UGM finalisasi model integrasi yang diusulkan

F. Pertemuan internal konsultan UGM untuk Finalisasi model Integrasi diusulkan
Aktivitas 3: Penyusunan rencana uji coba di Bandung dan Bali

A. Lokakarya selama 2 hari dengan PKP, WHO, Dinkes Kabupaten Bandung-Bali

B. Rapat internal konsultan untuk penyusunan protokol Uji coba dan evaluasi
Aktivitas 4: Pelaksanaan Uji Coba dan evaluasi
  A. Rapat sosialisasi rencana uji coba di Kota Cimahi-Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Badung Provinsi Bali

B. Pendampingan pada puskesmas terpilih

Konsep dan Pedoman IQ-Care (Draft Final 20 Agustus 2021)

C. Workshop Evaluasi Uji Coba Konsep IQ-Care Secara Offline

  • ToR Evaluasi Uji Coba Konsep IQ-Care
  • Konsep IQ-Care (Draft Final 1 September 2021)
  • Pedoman IQ-Care (Draft Final 1 September 2021)

Diseminasi Rancangan Konsep dan Pedoman IQ Care

  • Konsep Integrasi Pelayanan Kesehatan di FKTP
  • Laporan Kegiatan Proyek IQ-Care
  • Pedoman Integrasi Pelayanan Kesehatan di FKTP
D. Rapat internal konsultan UGM untuk pengembangan draf laporan evaluasi
E. Lokakarya  finalisasi hasil evaluasi uji coba bersama PKP dan WHO secara online
Aktivitas 5: Penyusunan roadmap integrasi
A.Rapat internal konsultan UGM untuk menyusun roadmap integrasi
B. Lokakarya online bersama PKP dan WHO membahas peta jalan yang layak untuk integrasi layanan kesehatan di Indonesia
Penyusunan Laporan Akhir dan Administrasi