FORUM MUTU IHQN Ke-18

“Meningkatkan Kesiapan Adaptasi Dalam Transformasi Layanan Kesehatan Untuk Mutu dan Keselamatan Pasien Yang Lebih Baik”

30 November- 1 Desember 2022

PENGANTAR

Peningkatan mutu dalam pelayanan kesehatan memiliki sejarah panjang dan sejak akhir tahun 1990an, isu keselamatan pasien muncul sebagai tantangan utama pelayanan kesehatan secara global. Pelayanan yang bermutu dan aman tidak pernah terjadi karena kebetulan, namun hanya dapat terwujud dari keinginan yang kuat, upaya yang tulus, arahan yang cerdik dan pelaksanaan yang terampil (William A. Foster).

Hal di atas menjadi tantangan bagi pemerhati mutu layanan kesehatan dimana saat ini tenaga kesehatan maupun fasyankes diminta siap beradaptasi di tengah misi Kementerian Kesehatan RI untuk mentransformasikan layanan kesehatan dengan terus meningkatkan kapabilitas dan menjaga integritas layanan kesehatan untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang lebih baik, dengan tidak meninggalkan mutu dan keselamatan pasien.

Untuk melihat bagaimana transformasi sistem kesehatan mengedepankan mutu dan keselamatan pasien sehingga forum ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan mempelajari praktik-praktik terbaik terutama pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan Kesehatan.

Berbeda dengan Forum Mutu IHQN tahun sebelumnya, dimana forum tahun ini dapat dilaksanakan secara hybrid dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka Forum Mutu IHQN tahun ini bertema “Meningkatkan Kesiapan Adaptasi Dalam Transformasi Layanan Kesehatan Untuk Mutu dan Keselamatan Pasien Yang Lebih Baik”. Forum Mutu IHQN Ke-18 akan terdiri dari kegiatan seminar, workshop, pameran poster dan studi banding.

PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  1. Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/ Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  2. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, POGI, HOGSI, IDAI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/ pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/ akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  3. Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  4. Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  5. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

WAKTU PELAKSANAAN FORUM

Hari, tanggal : 30 November – 1 Desember 2022
Metode : Secara Hybrid
Tempat : Auditorium Tahir lantai 8, Gedung Pascasarjana Tahir, FK-KMK UGM, Jalan Farmako, Yogyakarta

PRE-FORUM

Pre Forum akan dilaksanakan pada 28-29 November 2022. Peserta dapat memilih salah satu:

  1. Kredensial, OPPE dan Rekredensial untuk tenaga medis, perawat dan tenaga kesehatan lain
  2. Integrasi satu sehat kedalam simrs karena diwajibkan dalam Permenkes 24 2022 tentang Rekam Medis dan dampaknya
  3. Penyusunan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)

Forum Mutu IHQN

Tanggal 30 November 2022
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)
Pukul Sub Topik: Kesiapan Transformasi layanan Rujukan Pukul Sub Topik: Kesiapan Transformasi layanan primer
08.40-09.00

Pembukaan Forum Mutu ke-18 oleh Ketua IHQN: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua

VIDEO

   
09:00-09:10 Pengantar 13:00-13:10 Pengantar
09:10-09:50

Pembicara 1: Sistem Pembelajaran Untuk Peningkatan Mutu

Narasumber: Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH., Ph.D (Ketua Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM)

materi   video

13:10-13:50

Pembicara 1: Integrasi pelayanan kesehatan primer melalui penerapan care pathway

Narasumber: dr. Yanti Herman, S.H, M.H.Kes Direktur Pelayanan Kesehatan Primer

materi   video

09:50-10:30

Pembicara 2: Pengalaman persiapan dan penilaian akreditasi RS

Narasumber: drg. Ling Ichsan Hanafi, MARS (Hermina Hospital Group)

materi   video

13:50-14:30

Pembicara 2: Edukasi publik yang efisien dan efektif, dan tepat sasaran di layanan Primer

Narasumber: Wicaksono (Ndoro Kakung) – Praktisi Media Sosial

materi   video

10:30-11:10

Pembicara 3: Strategi meningkatkan efektifitas Akreditasi Rumah Sakit

Narasumber: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua – Ketua IHQN

materi   video

14:30-15:10

Pembicara 3: Tata Kelola dan Sistem Pelaporan Puskesmas

Narasumber: dr. Sapta Eka Putra., MH.Kes (APKESMI)

materi   video

11:10-11:50 Diskusi: Lucia Evi Indriarini, SE, MPH 15:10-15:50 Diskusi: Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH
Tanggal 1 Desember 2022
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)
Pukul Sub Topik: Kesiapan Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan Pukul Sub Topik:Kesiapan Transformasi Digital Kesehatan
09:00-09:10 Pengantar 13:00-13:10 Pengantar
09:10-09:50

Pembicara 1: Kebijakan Deteksi cepat Infeksi emerging

Narasumber: dr. Indra Kurnia Sari Usman, M.Kes (Surveilans dan Karantina Kemenkes RI)

materi   video

13:10-13:50

Pembicara 1: Rekam medis elektronik dan platform 1 sehat untuk menunjang mutu pelayanan kesehatan

Narasumber: Patota Putra Tambunan (Digital transformation office, Kemenkes RI)

MATERI   video

09:50-10:30

Pembicara 2: Best practice dalam penanganan infeksi emerging

Narasumber: Dwi Oktavia (Dinas Kesehatan DKI Jakarta)

materi   video

13:50-14:30

Pembicara 2: Strategi Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Menghadapi Transformasi Digital Kesehatan

Narasumber: Dr. dr. Sri Mulatsih, Sp.A(K), MPH – Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang, RSUP Dr. Sardjito

materi   video

10:30-11:10

Pembicara 3: Pencegahan dan pengendalian zoonosis (Pendekatan one health)

Narasumber: Prof. Dr. drh. I Wayan Tunas Artama (Dosen Fakultas Kedokteran Hewan, UGM)

MATERI   video

14:30-15:10

Pembicara 3: Transformasi Digital Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional

Narasumber: Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK (Direktur Utama BPJS Kesehatan)

materi   video

11:10-11:50 Diskusi: dr. Muh. Hardhantyo, MPH, FRSPH 15:10-15:50 Diskusi: dr. Aldylas Achmad Nursetyo, MS
11:50-12:00   15:50-16:00 16.20

Penutup Forum Mutu ke-18 oleh Ketua IHQN: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua

video

REPORTASE KEGIATAN

 

LAPORAN KEGIATAN

 

KONTAK PERSON

Pendaftaran : Indra Komala /081239756111/ indrakomalarn@gmail.com
Maria Lelyana / 082134116190 / lelyana.pkmk@gmail.com 

SEKRETARIAT IHQN

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Jl. Medika Yogyakarta 55281

 

 

 

 

 

 

FORUM MUTU IHQN Ke-19

Resiliensi indonesia mengatasi tantangan global mutu bidang kesehatan dan implementasi UU Kesehatan 2023

Diselenggarakan Oleh Indonesia Healthcare Quality Network (IHQN)
Bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, FK-KMK UGM dan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

PENGANTAR

Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan global di bidang kesehatan dan hingga saat ini terus berupaya untuk meningkatkan resiliensinya dalam menghadapi tantangan tersebut, diantaranya dalam penanganan pandemi COVID-19, peningkatan infrastruktur kesehatan, penanggulangan penyakit menular, penyediaan layanan kesehatan yang merata, hingga kolaborasi Internasional yakni pemeirntah Indonesia bekerja sama dengan negara-negara lain, bersama mitra pembangunan, dan lembaga penelitian dalam upaya menyelesaikan tantangan global di bidang kesehatan.

Mutu layanan kesehatan memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan tersebut , termasuk diantaranya peningkatan aksesibilitas melalui sistem kesehatan yang tangguh dan harus mampu memberikan aksesibilitas yang lebih baik bagi semua orang, terutama kelompok rentan, termasuk akses yang mudah terhadap fasilitas kesehatan, tenaga medis yang terlatih, dan obat-obatan yang diperlukan. Termasuk diantaranya peningkatan kualitas pelayanan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga medis, peningkatan infrastruktur fasilitas kesehatan, serta penggunaan teknologi medis yang mutakhir, pencegahan dan promosi kesehatan, kapasitas yang cukup untuk menghadapi kejadian darurat kesehatan, Kolaborasi yang erat antara berbagai pemangku kepentingan akan memperkuat resiliensi sistem kesehatan dan memungkinkan pertukaran pengetahuan dan sumber daya yang lebih efektif, penggunaan teknologi serta Investasi pembiayaan yang cukup dalam sistem kesehatan.

Untuk melihat bagaimana resiliensi indonesia menyelesaikan tantangan global bidang kesehatan mengedepankan mutu dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, forum ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan mempelajari praktik-praktik terbaik terutama pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan Kesehatan.

PESERTA

  • Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, dan Pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya
  • Tenaga kesehatan dan non kesehatan: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, gizi, penunjang medik, dsb
  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan

PRE-FORUM

Diselenggarakan 8 Agustus 2023 , Pukul; 09:00 – 15:00 WITA

No. Pelatihan  
1 Pelatihan Lean management di Fasilitas Pelayanan Kesehatan AGENDA
2 Kegiatan Sosialisasi Kode ICD-10 Pelengkap Algoritma Penyakit yang Dipantau dalam Program Kewaspadaan Dini dan Respons Penyakit Infeksi Berpotensi Wabah bagi Dokter dan Petugas Surveilans di Puskesmas Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat AGENDA  Reportase

 

AGENDA FORUM

Diselenggarakan pada 9 – 10 Agustus 2023
di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram), Kota Mataram Pulau Lombok

 

  Waktu   Agenda
08:00-08:30 wita Registrasi
08:30-08:40 wita Pembukaan
Tari Pembukaan: Sanggar Lonto Engal
08:40-09:00 wita Pembukaan Forum Mutu IHQN XVII
oleh Dr. dr. Hanevi Djasri, FISQua, MARS (Ketua IHQN)
09:00-09:30 wita

Keynote I: Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Undang Undang Kesehatan 2023.
Pembicara: Prof. dr. Adi Utarini MSc, PhD (Guru besar FKKMK UGM)

Materi  Reportase

09:30-10:00 wita

Keynote II: pendekatan one health: konsep dan penerapannya pada kasus outbreak rabies di NTT, hasil analisis kebijakan.

Pembicara: dr. Imran Pambudi, M.P.H.M (Direktur Direktorat P2PM KemenKes)

Materi  Reportase

10:00-10:15 wita Coffe break
 Pleno I: Memastikan manfaat akreditasi dalam peningkatan mutu dan efisiensi biaya
Moderator: dr. H. Nanang widodo, Sp.B,MS.,MPH, FINACS
10:15-10:35 wita

Pleno 1: Berbagai bukti peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RS setelah lulus akreditasi: fakta dari RS Siloam Group
Pembicara: Dr. Danny Widjaja, MM, FISQua (Direksi RS Siloam Group)

Materi  Reportase

10:35-10:45 wita

Pleno 2: Berbagai bukti efesiensi biaya pelayanan kesehatan di puskesmas setelah lulus akreditasi.
Pembicara: dr. ID. G. Ngurah Agung (Puskesmas Narmada)

Materi  Reportase

10:45-11:05 wita

Pleno 3: Akreditasi tidak meningkatkan mutu dan keselamatan pasien: hasil berbagai penelitian – Bagaimana cara menghindarinya
Pembicara: Dr. dr. Viera Wardhani, MKes (FK Universitas Brawijaya)

Materi  Reportase

11:05-12:00 wita Diskusi
12:00-13:30 wita Lunch Break
 Pleno II: Peran NGO dalam SDG’s di Indonesia
Moderator: Muhammad Hardhantyo, MD, MPH, Ph.D
13:30-13:50 wita

Pleno 4: JICA’s Efforts for Health
Pembicara: Kenji Okamura (Senior Representative JICA)

Materi  Reportase

13:50-14:10 wita

Pleno 5: Evidence based berbagai Proyek USAID menurunkan AKI dan AKB di Indonesia
Pembicara: dr. Dwirani Amelia, Sp.OG

Materi  Reportase

14:10-14:30 wita

Pleno 6: Menjamin kualitas fasilitas air dan sanitasi di fasilitas kesehatan: pengalaman penggunaan instrument WASH Fit di Sumbawa, NTB
Pembicara: Stevie Ardianto Nappoe, SKM, MPH (PLAN Indonesia)

Materi  Reportase

14:30-15:00 wita Diskusi dan Penutupan Reportase
15:00-17.00 wita Program sosial*

 

 

  Waktu   Agenda
08:00-09:00 wita Registrasi
09:00-09:10 wita Pembukaan oleh MC
 Pleno III: Keamanan penggunaan digital healthcare
Moderator: Apt. Candra E. Puspitasari, M.Sc
09:10-09:30 wita

Pleno 7: Keamanan dan kualitas telemedicine dan telehealth
Pembicara: dr. I Gusti Lanang Suartana Putra, MM, MARS (Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah)

Materi

09:30-09:50 wita

Pleno 8: Menjamin keamanan data pasien dalam pelayanan kesehatan berbasis platform kesehatan
Pembicara: Anis Fuad, DEA (Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM)

Materi

09:50-10:10 wita

Pleno 9: Kebutuhan Pengembangan aplikasi peresepan elektronik di afrmasi RS
Pembicara: Drs. H. Ruslan M. Rauf, M.Kes., Apt – HISFARSI

Materi

10:10-10:40 wita Diskusi
10:40-12:00 wita Presentasi 8 Poster @10 menit
12:00-13:30 wita Lunch Break
Reportase
 Pleno IV: Pengendalian zoonosis butuh peran berbagai pihak
Moderator: Lalu Simbawara SKM M. Si
13:30-13:50 wita

Pleno 10: Peran perguruan tinggi dalam pengendalian zoonosis
Pembicara: Dr. drh. Kholik, M.Vet (Dekan FKH Undikma)

Materi  Reportase

13:50-14:10 wita

Pleno 11: Evidence based policy making dalam pencegahan zoonosis tingkat provinsi
Pembicara: dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB)

Materi  Reportase

14:10-14:30 wita

Pleno 12: Dukungan kerjasama WHO dengan pemerintah daerah dalam pencegahan zoonosis
Pembicara: dr. Endang Widuri Wulandari M.Epid dari WHO Indonesia

Materi  Reportase

14:30-15:00 wita Diskusi dan Penutupan
15:00-17.00 wita Program sosial*

 

KONTAK PERSON

Maria Lelyana / 082134116190 
email lelyana.pkmk@gmail.com 

Sekretariat IHQN

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Jl. Medika Yogyakarta 55281

 

 

 

 

 

 

FORUM MUTU IHQN Ke-20

Aktif, kolaboratif dan inovatif untuk mutu pelayanan kesehatan terbaik di Indonesia

Kerjasama antara:
Indonesia Health Care Quality Network (IHQN), Prodi Manajemen Rumah Sakit (MMR) FK-KMK UGM dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM

Secara Daring, 5 Juli 2024

PENGANTAR

Mutu Pelayanan kesehatan merupakan hak dari setiap warga masyarakat. Meski saat ini masyarakat di Indonesia secara umum kini lebih sehat dan hidup lebih lama dibandingkan sebelumnya, namun pelayanan berkualitas rendah masih menyebabkan kematian yang dapat dicegah dan kesenjangan yang tidak dapat diterima. Upaya memastikan dan meningkatkan mutu mengadapi tantangan dalam hal pembiayaan, tenaga kerja, dan infrastruktur layanan kesehatan, serta tantangan global yang saling tumpang tindih seperti pandemi dan perubahan iklim. Tantangan tersebut membutuhkan dukungan kepemimpinan yang konsisten dan lingkungan yang mendorong keterlibatan semua aktor dalam perbaikan berkelanjutan dan menstimulasi budaya inovasi.

Kepemimpinan mempunyai peran penting dalam menetapkan visi, nilai-nilai, dan prioritas yang mendorong upaya untuk meningkatkan mutu layanan. Kepemimpinan harus konsisten dan melampaui berbagai pernyataan politik, perlu menetapkan kebijakan dan strategi manajemen mutu nasional yang jelas dan kuat dan dapat mendorong berbagai program kesehatan dan pemangku kepentingan berpartisipasi untuk bersama-sama menciptakan dan menerapkan solusi berbasis kualitas, menunjukkan akuntabilitas atas hasil, dan meningkatkan praktik terbaik dan inovasi.

Lingkungan yang mendukung mutu dapat mendorong dan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan untuk memberikan layanan berkualitas. Pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan, kerja tim, dan budaya pembelajaran, serta akuntabilitas memungkinkan penyedia layanan kesehatan menerima perubahan demi mutu. Lingkungan yang mendukung mutu juga menciptakan ruang untuk melibatkan dan memaksimalkan kontribusi pemangku kepentingan termasuk keterlibatan masyarakat.

Namun, perubahan cepat dalam komunikasi dan berbagi informasi yang disebabkan oleh teknologi dan media sosial sangat mengubah ekspektasi pengguna terhadap mutu dan penggunaan layanan. Masa depan kualitas akan ditentukan oleh suara masyarakat yang disampaikan melalui platform yang tidak dipimpin atau dikelola oleh penyedia layanan kesehatan, sehingga kemampuan sistem dan penyedia layanan kesehatan untuk memberikan layanan berkualitas akan ditentukan oleh kemampuan mereka untuk mendengarkan harapan dan kebutuhan masyarakat, serta kemampuan untuk menunjukkan akuntabilitas, berbagi informasi yang benar, dan memperbaiki kesalahpahaman yang melemahkan kepercayaan publik.

Pembelajaran dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks di tingkat nasional akan merangsang dan mendukung perbaikan berkelanjutan di seluruh sistem layanan kesehatan. Untuk itu diperlukan penelitian dan pengembangan yang proaktif dalam mengidentifikasi inovasi paling efektif untuk memberikan layanan bermutu di Indonesia.

Forum Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan tahun 2024 ini akan membahas berbagai hal tersebut: Kepemimpinan; Lingkungan yang Mendukung; Pengelolaan Teknologi Komunikasi dan Media Sosial; Pembelajaran dan Inovasi Nasional untuk Mutu Pelayanan Kesehatan

KOMPETENSI

Setelah mengikuti seminar nasional “Forum Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan ke-20”, peserta mempunyai pengetahuan tentang:

  1. Analisa Kepemimpinan Nasional dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan: Studi Kasus Transformasi Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI
  2. Terobosan Pimpinan RS dalam Perencanaan Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Bali International Hospital
  3. Membangun Peran Serta Stakeholders dalam Peningkatan Mutu: Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Penguatan Layanan Kesehatan Rujukan Menuju Indonesia Maju di Provinsi Bali
  4. Pelatihan dan Pengembangan Profesional Berkelanjutan dalam Bidang Mutu Pelayanan Kesehatan: Dukungan Plataran Sehat, Platform Pembelajaran Digital
  5. Trik Jitu Menghadapi Pemberitaan di Media Sosial tentang Mutu Pelayanan Kesehatan di RS, Puskesmas, atau Klinik: Berbagai contoh Berita Viral dan Cara Mengatasinya
  6. Pembelajaran dan Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan: Penerapan Digitalisasi Manajemen Risiko di RSUP Prof. Ngoerah

SASARAN PESERTA

  1. Regulator Pelayanan Kesehatan: Pimpinan dan Staf Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, BPJS Kesahatan,
  2. Manajerial/Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan: Direktur RS, Kepala Bidang/Bagian/Komite/Unit/Instalasi di RS, Kepala Puskesmas, Kepala Klinik, dan pimpinan serta staf lainnya
  3. Tenaga Kesehatan: tenaga Dokter, Dokter Gigi, Tenaga Kefarmasian, Perawat, Bidan, Nutrisionis, Sanitasian, Promosi Kesehatan, dan Ahli Teknik Laboratorium Medis (ATLM).
  4. Organisasi Profesi: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarkat Indonesia (IAKMI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Perhimpunan Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (PORMIKI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI).
  5. Asosiasi Kesehatan: PERSI, ARSADA, ADINKES, dan lainnya.
  6. Lembaga Akreditasi: LAPRIDA, ASKIN, LAPKLIN, KMKP, LMN, LPAPKP, LAFI, LAFKI, LAMFI, LAI SBN, LAFKESPRI, LASKESI, KAKP, KARS, LAM-KPRS, LAFKI, Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna, LARS, LARSI.
  7. Dosen dan peneliti.

MANFAAT

Forum Mutu Nasional menyediakan platform bagi rekan-rekan yang berpikiran sama untuk berjejaring, berbagi ide dan mendorong inovasi untuk meningkatkan dan mendukung layanan kesehatan yang bermutu di Indonesia.

  1. Membangun jejaring
  2. Meningkatkan pengetahuan dan inovasi tentang mutu pelayanan kesehatan

MENDAPAT SERTIFIKAT TERAKREDITASI KEMENTRIAN KESEHATAN

 

AFENDA

Waktu Materi Narasumber/Moderator
08.00-09.00 Registrasi Peserta
09.00-09.15

Pembukaan
Lagu Indonesia Raya

Master of Ceremony
09.15-09.30 Sambutan Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
(Ketua IHQN)
09:30-10:10

Tata kelola dan kepemimpinan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan: Studi Kasus Transformasi Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI

Prof. dr. Adi Utarini MSc, PhD
(Guru Besar FKKMK UGM)
10:10-10:50

Terobosan Pimpinan RS dalam Perencanaan Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Bali International Hospital

drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS
(Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC)

10:50-11:30

Membangun Peran Serta Stakeholders dalam Peningkatan Mutu: Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Penguatan Layanan Kesehatan Rujukan Menuju Indonesia Maju di Provinsi Bali

dr. Kadek Iwan Nyoman Gede Anom, MPH
(Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

11:30-12:00 Diskusi dan tanya jawab Moderator: dr. Novika Handayani
Reportase
12:00-13:00 Istirahat Siang  
13:00-13:40

Pelatihan dan Pengembangan Profesional Berkelanjutan dalam Bidang Mutu Pelayanan Kesehatan: Dukungan Plataran Sehat, Platform Pembelajaran Digital

Lupi Trilaksono, SF, MM, Apt
(Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI)
13:40-14:20

Trik Jitu Menghadapi Pemberitaan di Media Sosial tentang Mutu Pelayanan Kesehatan di RS, Puskesmas, atau Klinik: Berbagai contoh Berita Viral dan Cara Mengatasinya

Anjari Umarjianto, S.Kom, SH, MARS
(Ketua Umum Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia)

14:20-15:00

Pembelajaran dan Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan: Penerapan Digitalisasi Manajemen Risiko di RSUP Prof. Ngoerah

dr. I Wayan Sudana, M.Kes
(Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah)
15:00-15:30 Diskusi dan tanya jawab Moderator: Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep, MPH
15.30-16.00 Penutup Dr. dr. Hanevi Djasri MARS, FISQua
(Ketua IHQN)
Reportase

 

Biaya

Kategori Biaya
Online Rp. 300.000,-

Pembayaran peserta dapat dilakukan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 02, contoh Rp. 300.002,-
No Rekening (BSI): 2802202809
Atas nama Ika MMR UGM

 

KONTAK PERSON

Rizky Adinda (0858-7888-0380)
Arista  (0821-3835-3835)

 

 

 

 

 

 

 

 

FORUM MUTU IHQN Ke-21

Strengthening health quality management systems for better patient outcomes

Pendahuluan

Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan merupakan prioritas strategis dalam pembangunan kesehatan nasional. Kementerian Kesehatan telah menegaskan arah kebijakan kesehatan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2025–2029, yang menempatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan transformasi sistem kesehatan sebagai salah satu pilar utama. Regulasi ini tidak hanya menekankan aspek kepatuhan administratif, tetapi juga mendorong perubahan sistemik menuju pelayanan yang lebih berkualitas, berorientasi hasil (outcome-based), dan berkelanjutan.

Penguatan Sistem Manajemen Mutu Kesehatan menjadi elemen kunci untuk memastikan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan mampu memberikan layanan yang aman, efektif, efisien, dan berkeadilan. Namun, implementasi kebijakan mutu di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sumber daya, variasi kapasitas manajemen mutu antar fasilitas, serta adaptasi terhadap regulasi dan teknologi baru. Oleh karena itu, dibutuhkan ruang dialog dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat pemahaman dan strategi implementasi sistem mutu yang terintegrasi dan berorientasi hasil pasien.

Forum Mutu ini mengangkat tema “Strengthening Health Quality Management Systems for Better Patient Outcomes”, atau memperkuat sistem manajemen mutu kesehatan untuk hasil pasien yang lebih baik dengan tujuan memfasilitasi pertukaran gagasan dan praktik terbaik dalam memperkuat tata kelola mutu layanan kesehatan di berbagai tingkat fasilitas layanan kesehatan dalam era transformasi sistem dan regulasi baru. Forum ini juga menjadi sarana untuk menelaah keterkaitan antara arah kebijakan nasional dengan realitas implementasi di fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun layanan primer. Peserta akan mendapatkan wawasan strategis mengenai implementasi PMK No. 12 Tahun 2025 dari perspektif mutu, serta tantangan implementasi di rumah sakit, termasuk implementasi PMK No. 11 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sub Sektor Kesehatan.

Selain aspek strategis dan budaya organisasi, forum ini juga menekankan pentingnya transformasi teknologi dalam peningkatan mutu layanan kesehatan. Peserta akan mempelajari bagaimana data mutu dapat dimanfaatkan sebagai siklus pembelajaran berkelanjutan. Sesi inovasi layanan kemudian memperluas perspektif dengan membahas integrasi perangkat digital serta data lingkungan untuk mendukung pengelolaan penyakit secara cerdas dan adaptif.

Sebagai bagian dari pembelajaran praktis, forum ini juga akan menghadirkan praktik baik (best practices) dari fasilitas pelayanan kesehatan yang telah menerapkan umpan balik pasien real-time, digitalisasi pelaporan insiden keselamatan pasien, dan sistem pembelajaran mutu berbasis teknologi. Dengan pendekatan komprehensif ini, forum diharapkan dapat memperkuat kapasitas manajerial dan teknis para pengelola mutu, sekaligus menumbuhkan budaya keselamatan dan just culture yang menjadi pondasi utama dalam sistem mutu berkelanjutan.

Tujuan

Tujuan penyelenggaraan forum ini adalah meningkatkan kapasitas dan kolaborasi pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem manajemen mutu kesehatan yang berorientasi pada kesehatan pasien, melalui pemahaman kebijakan, strategi peningkatan mutu, serta penerapan inovasi dan teknologi kesehatan yang sejalan dengan implementasi PMK No. 12 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan dan PMK No. 11 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sub Sektor Kesehatan.

Adapun tujuan khusus dari forum ini adalah:

  1. Memperkuat jejaring kolaborasi multi-stakeholder di bidang kesehatan sebagai fondasi peningkatan mutu layanan yang berkelanjutan.
  2. Meningkatkan kapasitas pengelola rumah sakit, tenaga kesehatan, regulator, dan akademisi dalam menghadapi tantangan mutu di era disrupsi.
  3. Mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital untuk inovasi mutu pelayanan kesehatan.

Peserta

  1. Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer/Ketua Komite Mutu/Kepala Instansi/Kepala Unit RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, serta Pimpinan Klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.
  2. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, Lembaga Asuransi/Pembiayaan Kesehatan (BPJS Kesehatan, Asuransi Kesehatan Swasta/Perusahaan), Lembaga Akreditasi Fasyankes, LSM Bidang Kesehatan, dan sebagainya.
  3. Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya.
  4. Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3.
  5. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan.

Waktu & Tempat

Hari/Tanggal : Rabu–Kamis, 10–11 Desember 2025
Waktu : 07:30–16:00 WIB
Tempat : Gedung Litbang & FK-KMK UGM

Agenda

 

Waktu Agenda Narasumber
Tempat: Auditorium Gedung Tahir Sayap Utara Lt. 1 
07:30 – 08:00 Registrasi Peserta Panitia
08:00 – 08:10

Sambutan ketua PKMK FKKMK UGM – Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes, MAS

video

Sambutan Ketua IHQN – Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQUA

video

MC

Topik: Sinergi Kebijakan Menuju Mutu Kesehatan

reportase

08:10 – 08:45

Paparan Materi 1:
Mewujudkan Pelayanan Kesehatan Bermutu melalui Sinergi Kebijakan dan Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan No 12 Tahun 2025

video   materi

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, Ph.D
08:45 – 09:15

Paparan Materi 2:
Aspek Mutu dalam Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2025: Rencana Implementasi di Dinas Kesehatan DIY

video   Materi

dr. Gregorius Anung Trihadi, MPH – Kepala Dinas Kesehatan DIY
09:15 – 09:45 Diskusi Tanya Jawab Moderator
09:45 – 10:00 Coffee Break

Topik: Quality Improvement Strategies in Healthcare Facility

reportase

10:00 – 10:35

Paparan Materi 3:
Becoming C-Suite Hospital Leader at Young Age: How to Overcome the Challenges?

video   materi

dr. Mega Febriora, Sp.JP – IHF Young Executive Leaders Program
10:35 – 11:10

Paparan Materi 4:
Membangun Ekosistem Riset di Rumah Sakit melalui Penguatan Clinical Research Unit (CRU) untuk Meningkatkan Mutu Layanan Kesehatan

video   materi

Dr. dr. Heidy Agustin, Sp. P(K) – RSUP Persahabatan
11:10 – 11:45

Paparan Materi 5:
Penerapan qualified risk management analyst (QRMA) untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan

video   materi

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
(Dosen dan konsultan FKKMK UGM)
11:45 – 12:15 Diskusi Tanya Jawab Moderator
12:15 – 13:15 ISHOMA

Topik: Transformasi Teknologi dalam Sektor Kesehatan untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

reportase

13:15 – 13:50

Paparan Materi 6:
Streamlining Workflow with Connected Patient Care

video   materi

Benedict Sulaiman, S.Kom., MM., MARS., MCSE., CFP – Director of IT, CTO, Mandaya Hospital Group, Indonesia

13:50 – 14:25

Paparan Materi 7:
Stroke Digital Twin: Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

video   materi

Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D
14:25 – 14:55 Diskusi Tanya Jawab Moderator
14:55 – 15:15

Penutupan: Penyampaian PoA oleh Ketua IHQN

video

MC

 

 

Waktu Agenda Narasumber
Tempat: Gedung Litbang & FK-KMK UGM
Paralel Workshop/Pelatihan
08:00 – 12:00

Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dalam Era Integrasi Layanan Primer (ILP)

Reportase

dr. Tjahjono Kunjoro, MPH, DrPH

 
13:00 – 16:00

⁠⁠Pelatihan Clinical Pathways dan Cost of Care sebagai Indikator Kesehatan Finansial Program JKN

Reportase

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua

 

 

16:00 – 16:15 Penutupan MC

 

Kontak Person

Nita (+62 851‑1744‑8499)

 

 

FORUM MUTU IHQN KE-17

Peran berbagai kegiatan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam transformasi sistem kesehatan 2021-2024

PENGANTAR

Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi para pelaku industri pelayanan kesehatan untuk melakukan perubahan agar pelayanan yang diberikan lebih efektif dan efisien, salah satunya dengan melakukan transformasi sistem kesehatan. Sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan, tahun 2021-2024 telah dilakukan transformasi sistem kesehatan melalui enam (6) pilar yakni transfromasi Pelayanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM Kesehatan, dan tekhnologi kesehatan.

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerhati mutu layanan kesehatan untuk mampu mengambil peran berbagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam transformasi sistem kesehatan. Oleh karena itu, forum ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan. Forum juga diadakan untuk mempelajari praktik-praktik terbaik terutama pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan Kesehatan.

Berbeda dengan Forum Mutu IHQN sebelumnya, dimana saat ini kita masih diharuskan untuk membatasi kontak langsung untuk mengurangi penyebaran COVID-19, sehingga pelaksanaan Forum Mutu IHQN ke-17 ini masih dilaksanakan secara online. Pelaksanaan secara online diharapkan tidak mengubah esensi diskusi sehingga dapat menjawab berbagai kebutuhan daerah dan membawa pembelajaran nasional terbaik untuk permasalah saat ini.

PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  1. Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/ Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  2. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, POGI, HOGSI, IDAI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/ pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/ akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  3. Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  4. Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  5. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

INVESTASI

Forum ini dapat diikuti secara gratis (Free)

AGENDA

Agenda Forum Mutu IHQN ke-17
Hari/ Tanggal : 1 – 2 Desember 2021
Metode : Dilaksanakan secara Online melalui webinar/ zoom meeting

Sesi Pagi, 1 Desember 2021: Pembukaan Forum Mutu

  • Pembicara I: Prof. Dr. dr. Med. Akmal Taher, Sp.U(K) (Guru Besar di FKUI)
  • Pembicara 2: dr. Upik Rukmini, MKM (Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes)
  • Pembicara 3: dr. Nyoman Gunarta MPH (Kepala Dinas Kesehatan Badung-Provinsi Bali)

Sesi Siang, 1 Desember 2021:

  • Pembicara I: dr. Kalsum Komaryani, MPPM (Direktur Mutu & Akreditasi Kementerian Kesehatan RI)
  • Pembicara 2: Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes (Dosen S2 MMRS Fakultas Kedokteran UB Malang)
  • Pembicara 3: Dr. Dra Dumilah Ayuningtyas MARS (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Jakarta):

Sesi Pagi, 2 Desember 2021:

  • Pembicara I: drh. Endang Burni Prasetyowati, M.Kes (Kepala Subdirektorat Surveilans)
  • Pembicara 2: dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo (Dosen S2 SIMKES FK KMK UGM)
  • Pembicara 3: dr. Muhammad Hardhantyo MPH, Ph.D, FRSPH (Peneliti PKMK FK KMK UGM)

Sesi Siang, 2 Desember 2021:

  • Pembicara I: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua dan dr. Aldilas A.N., M.Sc
  • Pembicara 2: dr. Azid Mahardinata (RS Akademik UGM Yogyakarta)
  • Pembicara 3: dr. Raditya Kusuma Tejamurti (Puskesmas Minggir)

JADWAL ACARA DAN MATERI

HARI PERTAMA (1 DESEMBER 2021)

 

Tanggal 1 Desember 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)
Pukul

Sub Topik:

Konsep dan Pelaksanaan Integrasi Mutu Pelayanan Kesehatan Primer: Transformasi Layanan Primer

Pukul

Sub Topik:

Sistem, Lembaga, dan Standar Akreditasi RS Baru di Indonesia: Transformasi Layanan Rujukan

08.00 - 09:10

Pembukaan Forum Mutu ke-17 oleh Ketua IHQN:
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS

Pengantar: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH
13:00-13:10 Pengantar: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, (Ketua IHQN)
09:10-09:50

Pembicara 1:

Prof. Dr. dr. Med. Akmal Taher, Sp.U (K) (Guru Besar di FKUI)

Memahami Perlunya Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer

video

13:10-13:50

Pembicara 1:

dr. Sunarto, M.Kes

Kebijakan dan Strategi Terkini Akreditasi Nasional RS di Indonesia

materi   video

09:50-10:30

Pembicara 2:

dr. Upik Rukmini, MKM (Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI)

Konsep Pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Di FKTP

materi   video

13:50-14:30

Pembicara 2:

Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes (Dosen S2 MMRS Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya-Malang)

Memahami Pedoman ISQua dalam Pengembangan Standar Akreditasi Pelayanan Kesehatan

Materi   video

10:30-11:10

Pembicara 3:

dr. Nyoman Gunarta MPH (Kepala Dinas Kesehatan Badung-Provinsi Bali)

Gambaran Uji Coba Konsep Pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Di FKTP

materi   video

14:30-15:10

Pembicara 3:

Dr. Dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia)

Memahami Pedoman ISQua dalam Pengembangan Lembaga Akreditasi Pelayanan Kesehatan

materi   video

11:10-11:50

Diskusi: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH

video

15:10-15:50

Diskusi: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, Ketua IHQN

video

11:50-12:00 Penutup: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH 15:50-16:00 Penutup: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, Ketua IHQN
Reportase Reportase 

 

HARI KEDUA (2 DESEMBER 2021)

 

Tanggal 2 Desember 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)
Pukul

Sub Topik:

Peningkatan Mutu Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon: Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan

Pukul

Sub Topik:

Pemanfaat Data dan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Mutu: Transformasi Teknologi Kesehatan

09:00-09:10 Moderator: dr. Novika Handayani 13:00-13:10 Moderatorr: Lucia Evi, SE, MPH
09:10-09:50

Pembicara 1:

Edy Purwanto, SKM, M.Kes (Kepala Subdirektorat Surveilans)

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) bagi Petugas Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melalui kurikulum yang terakreditasi oleh PPSDM Kemenkes

Materi   video

13:10-13:50

Pembicara 1:

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua dan dr. Aldilas A.N., M.Sc (Peneliti PKMK FK KMK UGM)

Pemanfaatan data Klaim INA CBG dan PCare untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan

materi   video

09:50-10:30

Pembicara 2:

dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo (Dosen S2 SIMKES FK KMK Universitas Gadjah Mada)

Peningkatan Mutu Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon: Transformasi Digital untuk Ketahanan Kesehatan

Materi   video

13:50-14:30

Pembicara 2:

dr. Azid Mahardinata (RS Akademik UGM)

Pengalaman pemanfaatan data klaim INA CBG dan SIM RS dalam kegiatan peningkatan mutu

materi   video

10:30-11:10

Pembicara 3:

dr. Muhammad Hardhantyo MPH, Ph.D, FRSPH (Peneliti PKMK FK KMK UGM Universitas Gadjah Mada)

Otomatisasi Pengisian Data Surveilans Kewaspadaan Dini Pada Penyakit Yang Berpotensi Wabah Melalui Integrasi SKDR dengan database JKN

Materi   video

14:30-15:10

Pembicara 3:

dr. Raditya Kusuma Tejamurti
(Puskesmas Minggir)

Pengalaman pemanfaatan data PCare dan SIMPUS dalam kegiatan peningkatan mutu

materi   video

11:10-11:50 Diskusi: dr. Novika Handayani 15:10-15:50 Penutup: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
Reportase Reportase

 

GALLERY FOTO

 

PRE-FORUM

Penyelenggaraan forum mutu akan di awali dengan kegiatan pre forum, yang dilaksanakan dalam bentuk bimbingan teknis, diantaranya:

  1. Bimtek Audit Mortality Pasien yang Meninggal karena Covid-19
  2. Bimtek Peningkatan Mutu Tatalaksana Dimensia
  3. Bimtek Audit Asuhan Keperawatan

INVESTASI

Mahasiswa dan umum: Rp. 1.000.000/orang

Biaya pendaftaran Pre Forum dapat ditransfer melalui Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.

AGENDA PRE FORUM

Hari/ Tanggal : 29-30 November 2021
Metode : Dilaksanakan secara online melalui zoom meeting

AGENDA KEGIATAN DETAIL PRE FORUM

Tanggal 29-30 November 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)

Bimtek Audit Keperawatan

(2 hari kegiatan)

Bimtek Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Clinical Pathways

(2 hari kegiatan)

Bimtek Peningkatan Mutu Tatalaksana Dimensia

(2 hari kegiatan)

 

INFORMASI & PENDAFTARAN

Andriani Yulianti
No. HP 0813.2800.3119
Email ndiani_86@yahoo.com

 

 

 

FORUM MUTU IHQN KE-16

Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Pandemi COVID-19
Dengan Tema “lesson learn dari Pandemi COVID-19”

Bekerja sama dengan: Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB)
Didukung oleh: Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM

23–26 November 2020 secara Online 

PENGANTAR

Corona virus telah ditetapkan sebagai bencana nasional melalui KEPPRES No 12 Tahun 2020 sebagai bencana non alam,1 dan World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Global Pandemic per tanggal 11 Maret 2O2O dan dikategorikan sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh virus bernama severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 [SARS-CoV-2].

COVID-19 tidak hanya sebatas bencana tetapi mempunyai dampak yang sangat luas terhadap tata kelola klinis dan tata kelola manajemen sehingga penting agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tetap dapat menyediakan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan konsep mutu yang dikeluarkan oleh WHO Tahun 2019 yakni mewujudkan layanan kesehatan yang efektif, aman, berfokus pada individu, tepat waktu, efisien, adil, dan terintegrasi bagi individu dan populasi sesuai standar, perkembangan ilmu pengetahuan terkini, serta memperhatikan hak dan keterlibatan pasien – masyarakat yang dapat meningkatkan luaran kesehatan yang optimal.

Berbeda dengan Forum Mutu IHQN sebelumnya, dimana saat ini kita diharuskan untuk membatasi kontak langsung untuk mengurangi penyebaran COVID-19, sehingga pelaksanaan Forum Mutu IHQN ke-16 ini dilaksanakan secara online. Pelaksanaan secara online diharapkan tidak mengubah esensi diskusi sehingga dapat menjawab berbagai kebutuhan daerah dan membawa pembelajaran nasional terbaik untuk permasalah saat ini.

Forum ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan, serta untuk memberikan kesempatan bagi para profesional kesehatan untuk mempublikasikan pengalaman mereka dalam bentuk poster atau menjadi pembicara. Forum juga diadakan untuk mempelajari praktik-praktik terbaik terutama pengalaman dalam menghadapi COVID-19 dari sisi mutu layanan kesehatan sehingga perlu mengadakan forum untuk membahas berbagai macam lesson learn dalam pandemi COVID-19.

AGENDA

Agenda Forum Mutu IHQN ke-16
Hari/ Tanggal : Senin-Kamis, Tanggal 23-26 November 2020
Metode : Dilaksanakan secara Online melalui webinar/ zoom meeting

PRE FORUM MUTU

  1. Bimtek Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB)
  2. Bimtek Cara Efektif Melakukan FMEA dan RCA Untuk RS dan Pelayanan Kesehatan Primer
  3. Bimtek Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di FKTP
  4. Bimtek Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Program PMKP RS

JADWAL FORUM MUTU

TANGGAL 23-24 NOVEMBER 2020

 

23 - 24 November 2020

Pukul 09.00-12.00 WIB

Pukul 13.00-16.00 WIB

Bimtek Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB)

(hari I)

Bimtek Cara Efektif Melakukan FMEA dan RCA Untuk Rumah Sakit dan Pelayanan Kesehatan Primer (hari I)

Bimtek Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Program PMKP RS (hari I)  

Bimtek Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB)

(hari II)

Bimtek Cara Efektif Melakukan FMEA dan RCA Untuk Rumah Sakit dan Pelayanan Kesehatan Primer (hari II)

Bimtek: Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Program PMKP RS (hari I) (hari II)  

 

TANGGAL 25 NOVEMBER 2020

 

Tanggal 25 November 2020

Pukul 09.00-12.00 WIB

Pukul 13.00-16.00 WIB

Pembukaan Forum IHQN

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua

MATERI

Pembukaan Topik: Implementasi NQPS “Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mutu Pelayanan Kesehatan di Era Pandemi Covid-19”

Pembicara I: Strategi pengelolaan dana kesehatan untuk menjamin akses dan kontinuitas pelayanan kesehatan sesuai dengan UU No 1 Tahun 2020 COVID-19
Narasumber: Prof. dr. Abdul Kadir, PhD., SpTHT-KL(K)., MARS (Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan - Kementerian Kesehatan)

Pembicara II: Strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mematuhi Protokol kesehatan
Narasumber: Dr. Machli Riyadi, S.H., M.H (Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin)

MATERI

Pembicara I: Peran Lembaga Donor dalam Mutu Pelayanan Kesehatan di Era Covid-19
Narasumber: Yogi Mahendra (Acting Country Representative - Project HOPE)

MATERI

Pembicara II: Kolaborasi Lintas Sektor bersama Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional
Narasumber: Dr. dr. Lia Gardenia partakusuma, Sp.PK(K)., MM, MARS (Ketua Sub Bidang Penanganan Limbah Medis, Bidang Penanganan Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional)

MATERI

Pembahas I: M. Faozi Kurniawan SE, MPH, AAK (PKMK FKKMK UGM)

MATERI

Pembahas II: dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph.D. (Pusat Kedokteran Tropis)

Pembahas I: Prof. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD

MATERI

Pembahas II: drg. Farichah Hanum, M.Kes (Direktur Mutu & Akreditasi Kemenkes)

Reportase

Reportase

VIDEO REKAMAN

 

TANGGAL 26 NOVEMBER 2020

 

Tanggal 26 November 2020

Pukul 09.00-12.00 WIB

Pukul 13.00-16.00 WIB

Pembukaan Topik: Celah Kecurangan (Fraud) dalam Pelayanan Pasien COVID-19

Pembukaan topik: Manajemen mutu dan keselamatan pasien & tenaga kesehatan dalam pandemi COVID-19

Pembicara I: Aspek psikologis terjadinya kecurangan (fraud) dalam situasi pandemi
Narasumber: Dra. Reni Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog - Ketua Umum Apsifor Indonesia

MATERI

Pembicara II: Skema potensi & kesiapan sistem pengendalian kecurangan (fraud) dalam pelayanan pasien COVID-19 di Rumah Sakit
Narasumber: Edward Harefa, SE, MM - Inspektur I Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI

MATERI

Pembicara I: Manajemen mutu upaya kesehatan masyarakat terkait COVID-19
narasumber: dr. Siti Marlina, MSc - (Kepala Puskesmas Bantul 2 dan Sekretaris Forum Komunikasi Puskesmas DIY)

MATERI

Pembicara II: Pengalaman Re-design pelayanan dan fisik RS menghadapi tantangan COVID-19
Narasumber: dr. Rukmono Siswishanto, M.Kes., Sp.OG (Dirut- RSUP Dr Sardjito)

MATERI

Pembahas I: Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSC. PhD (Board PKMK dan Ketua HPM FKKMK UGM)

MATERI

Pembahas II: dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes - PERSI

MATERI

  • Pembahas I: dr. Suarjaya, MPPM (Dinas Kesehatan Propinsi Bali)
  • Pembahas II: dr. Vierra Wardhani, M.Kes, Ph.D
    (Universitas Brawijaya Malang)

Reportase

Reportase

Review dan Rencana Tindak Lanjut - Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua

MATERI

VIDEO REKAMAN

 

 

PESERTA FORUM

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  1. Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/ Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  2. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, POGI, HOGSI, IDAI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/ pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/ akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  3. Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  4. Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  5. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

PESERTA PRE FORUM

Bimtek Sasaran Peserta
Bimtek Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB)
  1. TKMKB Koordinasi
  2. TKMKB Rumah Sakit (Teknis)
  3. Tim anti fraud
  4. Komite medis, keperawatan dan Nakes lain
  5. PMKP RS
  6. Tim Mutu PKM
  7. Profesional Pemberi Asuhan (PPA)
  8. Tenaga Kesehatan lain
  9. Peneliti
  10. Dosen
  11. Mahasiswa
  12. BPJS Kesehatan
Cara Efektif Melakukan FMEA dan RCA Untuk RS dan Pelayanan Kesehatan Primer
  1. Pimpinan dan Staf Sarana pelayanan kesehatan (rumah sakit, Puskesmas, rumah bersalin dan sebagainya) baik pemerintah maupun swasta.
  2. Pimpinan dan Staf lembaga regulator sarana pelayanan kesehatan (Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, dan sebagainya)
  3. Dosen
  4. Mahasiswa
Bimtek Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Program PMKP RS
  1. Pimpinan, manajer dan staf RS.
  2. Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien yang terkait dengan pengumpulan, validasi, pengolahan dan analisa data Program PMKP.

 

CALL FOR PAPER

Peserta dapat mengirimkan hasil laporan penelitian, studi kasus dan atau kajian (review) terkait mutu pelayanan kesehatan sesuai tema Forum Mutu Ke-16 dalam bentuk Abstrak terstruktur. Penulis akan mendapatkan pemberitahuan hasil seleksi yang diputuskan Komisi Ilmiah melalui surat elektronik (E-mail).

Abstrak terpilih akan di tampilkan dalam website: https://www.mutupelayanankesehatan.net/ dan dapat di akses oleh seluruh peserta forum mutu saat kegiatan berlangsung.

Naskah Terbatas yang dikirimkan harus memenuhi format dan struktur penulisan berikut:

  1. Abstrak dapat berupa Hasil laporan penelitian atau Hasil Analisa (studi kasus dan atau kajian review) Mutu Pelayanan Kesehatan
  2. Format Penulisan
    1. Menggunakan Bahasa Indonesia
    2. Menggunakan Tipe Huruf Calibri
    3. Menggunakan Ukuran Huruf 12pt
    4. Menggunakan Format Paragraf 1,5 spasi
  3. Struktur Penulisan Abstrak
    1. Judul, Nama Lengkap Penulis dan Afiliasi, dan Alamat Email Penulis.
    2. Mengandung Unsur: pendahuluan (termasuk latar belakang dan tujuan), metode penelitian dan bahan, hasil dan diskusi, kesimpulan.
    3. Jumlah kata yang digunakan dalam Judul Abstrak tidak melebihi 18 kata.
    4. Jumlah kata yang digunakan dalam Abstrak tidak melebihi 300 kata.
    5. Jumlah kata yang digunakan dalam Kata Kunci tidak melebihi 5 kata.
  4. Abstrak dikirim ke panitia penyelenggara melalui email: forummutuIHQN2020@gmail.com

INVESTASI

Pre Forum:

  1. Bimtek Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB) (23-24 November 2020): Rp. 750.000,-
  2. Bimtek Cara Efektif Melakukan FMEA dan RCA Untuk RS dan Pelayanan Kesehatan Primer (23-24 November 2020): Rp. 750.000,-
  3. Bimtek Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di FKTP (23-24 November 2020): Rp. 750.000,-
  4. Bimtek Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Program PMKP RS (23-24 November 2020): Rp. 750.000,-

Forum Mutu:

FREE

Meeting ID 829 0169 1759
Passcode FORMUT2020

LINK ZOOM

Link Streaming https://www.youtube.com/c/unitpublikasi/live

 

INFORMASI & PENDAFTARAN

Andriani Yulianti
No. HP 0813.2800.3119
Email ndiani_86@yahoo.com

 

 

Forum Mutu 2019

Meningkatkan Cakupan Efektif Pelayanan Kesehatan: Penerapannya di rumahsakit dan puskesmas untuk KIA, Medis, Keperawatan, serta kesehatan masyarakat

Bukittinggi, 19 – 20 November 2019

PENGANTAR

Cakupan efektif adalah menghitung berapa banyak penduduk dengan penyakit/kondisi kesehatan tertentu telah menjadi peserta JKN, yang kemudian mendapatkan pelayanan kesehatan, dan dengan mutu yang baik. Meski cakupan kepesertaan JKN sudah tinggi, cakupan pelayanan juga sudah relatif tinggi, namun cakupan efektif masih rendah atau belum dapat diukur. Cakupan efektif penting sebagai akuntabilitas sistem JKN termasuk akuntabiitas Regulator dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Forum Mutu IHQN akan menampilkan keynote yang diakui secara nasional untuk menjawab berbagai kebutuhan daerah dan membawa pembelajaran nasional terbaik untuk masalah tersebut diatas. Forum dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan, serta untuk memberikan kesempatan bagi para profesional kesehatan untuk mempublikasikan pengalaman mereka dalam bentuk poster atau menjadi pembicara. Forum juga diadakan untuk mempelajari praktik-praktik terbaik, bertemu para sejawat dan membangun koneksi nasional.

Bertema Meningkatkan Cakupan Efektif Pelayanan Kesehatan, Forum Mutu di Bukittinggi 2019 akan menangani masalah mutu pada saat ini, serta mempersiapkan Anda untuk berbagai masalah di masa depan. Fourm Mutu akan mendorong Anda untuk menciptakan berbagai inovasi, membangun kerja kolaboratif dan meningkatkan semangat perbaikan, memastikan pelayanan kesehatan yang efektif diperoleh pasien dan masyarakat.

Forum Mutu IHQN kembali akan menawarkan berbagai pengalaman dan sesi untuk membantu Anda belajar tentang perkembangan terkini dalam peningkatan mutu dari seluruh dunia. Sesi akan terdiri dari seminar, workshop, pameran poster dan studi banding.

PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  • Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/ Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, POGI, HOGSI, IDAI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/ pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/ akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

WAKTU PELAKSANAAN

Hari, tanggal : 19 – 20 November 2019
Tempat         : Novotel Bukittinggi Hotel,
                      Jalan Laras Datuk Bandaro, Bukit Cangang Kayu Ramang,
                      Guguk Panjang, Bukittinggi, Sumatera Barat

PRE FORUM (18 NOVEMBER 2019)

Pre Forum akan dilaksanakan pada 18 November 2019. Peserta dapat memilih salah satu:

  1. Workshop Audit Mutu Internal di FKTP
  2. Workshop Pelaksanaan Audit Maternal & Perinatal (AMP) Efektif dengan 10 Langkah
  3. Workshop Pengenalan Sistem Rujukan Ibu dan Anak Melalui Konsep Manual Rujukan Maternal Neonatal
  4. Workshop Penulisan Proposal Penelitian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
  5. Workshop Audit Klinis Mutu Layanan KIA di Faskes
  6. Workshop Penyusunan, Implementasi, dan Evaluasi Clinical Pathway
  7. Workshop Deteksi Potensi Fraud Pada Pelayanan Ibu dan Anak
  8. Workshop Manajemen Risiko: Root Cause & Effect Analysis Untuk FKTP
  9. Benchmark Faskes: (15 November 2019)

AGENDA FORUM MUTU IHQN KE-15 (19-20 NOVEMBER 2019)

 

Waktu 19 November 2019
07:30-08.00 Registrasi
08.00-08.40 Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara
08.40-09.30
  • Pembuka oleh MC
  • Tari Pembukaan
  • Pembukaan : Rektor Universitas Fort De Kock-Bukittinggi, ketua IHQN
09.30-10.10

Keynote I: Penyusunan Rencana Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Provinsi Sumatera Barat

  • Dr. Hj. Merry Yuliesday, MARS
    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat
10.10 – 10.50 

Keynote II: Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan: dari Pedoman WHO menjadi Regulasi di Indonesia

  • Prof. Dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD

materi

10.50-11.30

Keynote III : Peran Pusat Penelitian dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Research Management Centre of KPJ Healthcare University College

  • Associate Profesor Dr. Norhayati Mohd Zain
    Pusat Pengurusan Penyelidikan KPJ Healthcare University Collage, Malaysia

materi

11.30-12.10

Keynote IV: Upaya Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan

  • Dr. RR. Titi Savitri Prihatiningsih, M.A., M.Med. ED, PhD. (Dosen FK KMK UGM)

materi

12.10-13.00

Sesi Diskusi

13.00-14.00 Lunch break
 

Sesi Pararel A:

Rantai Efek Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Makro, Meso dan Mikro Sistem

Sesi Pararel B:

Mutu Pelayanan KIA

14.20-15.10 Sesi A1: Menyusun Program Pengembangan Kepemimpinan Klinis (Clinical Leadership)
  • Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
    (Konsultan PKMK UGM)

materi

Sesi B1: Peran dan Upaya Organisasi Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan KIA: Pengalaman KOWANI

  • Dr. Giwo Rubiyanto – Ketua KOWANI Pusat

materi

15.10-16.00

 

Sesi A2: Evaluasi Pelaksanaan Program Anti Fraud di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  • drg. Puti Aulia Rahma, MPH, CFE.
    (Konsultan PKMK UGM)

materi

Sesi B2: Peran dan Pemberdayaan Perempuan dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan KIA
  • Dr. Hj. Evi Hasnita, SPd., M.Kes – Universitas Fort De Kock

materi

16.00-16.30 Penutup hari I dan Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

 

 

Hari II 20 November 2019
08:30-09:00 Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara
 

Sesi Pararel C:

Kompetensi SDM dalam Mutu Pelayanan Kesehatan

Sesi Pararel D:

Inovasi Mutu Pelayanan KIA

09.00-09.50

Sesi C1; Upaya Peningkatan Kompentensi Pimpinan dan Staf RS dalam Peningkatan Mutu: Pengalaman RSUD Dr. M. Djamil Padang

  • Dr. dr. Yusirwan Yusuf, Sp.B., Sp.BA (K) MARS.
    (Direktur RSUP Dr. M. Djamil Padang)

materi

Sesi D1: Isu Terkini Masalah dan Inovasi Mutu Pelayanan KIA di Sumatera Barat: Pembelajaran Nasional

  • Dr. Ferdinal Ferry, SpOG
    Universitas Andalas

materi

09.50-10.40

Sesi C2: Upaya menurunkan kejadian stunting

  • Dr. Hj. Nella Sulung, SPd., Ns, M.Kes.
    (Universitas Fort De Kock)

materi

Sesi D2: Pengukuran dan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Reproduksi

  • Nurhayati, SST, MBiomed – Universitas Fort De Kock

materi

10.40-12.00

Sesi Pleno (C3) – Presentasi Poster

 

Sesi Pleno (D3) – Presentasi Poster

11.30-13.00 Lunch break  
13.00-13.40

Keynote V: Pemberdayaan Pasien dan Keluarga dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

  • Prof. Dr. Afrizal, MA – (Universitas Andalas)

makalah   materi

13.40-14.30

Keynote VI: Evaluasi Pelaksanaan Pedoman Kendali Mutu dan Kendali Biaya

  • Ari Dwi Aryani – BPJS Kesehatan

materi

14.30-15.10

Keynote VII: Evaluasi Pelaksanaan Etika Profesi untuk Mencegah Moral Hazard dalam Pelayanan Kesehatan

  • Dr. Tri Djoko Hadianto, DTM&H, M.Kes – (Dosen FKKMK UGM)

materi

15.10-15.40

Sesi Diskusi

15.40-16.00

Penutup: Hasil Forum Mutu 2019 dan Penutupan serta Pengumuman Rencana Forum Mutu 2020

  • Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua – PKMK FKKMK UGM Yogyakarta

materi

16.00-16.30 Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

 

BIAYA

Pre Forum *)

  1. Workshop Audit Mutu Internal di FKTP Rp. 1.500.000,00
  2. Workshop Pelaksanaan Audit Maternal & Perinatal (AMP) Efektif dengan 10 Langkah Rp. 1.500.000,00
  3. Workshop Pengenalan Sistem Rujukan Ibu dan Anak Melalui Konsep Manual Rujukan Maternal Neonatal Rp. 1.500.000,00
  4. Workshop Penulisan Proposal Penelitian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Rp. 1.500.000,00
  5. Workshop Audit Klinis Mutu Layanan KIA di Faskes Rp. 1.500.000,00
  6. Workshop Penyusunan, Implementasi, dan Evaluasi Clinical Pathway Rp. 1.500.000,00
  7. Workshop Deteksi Potensi Fraud pada Pelayanan Ibu dan Anak Rp. 1.500.000,00
  8. Benchmark Faskes *) Rp. 300.000,00

Forum Mutu

Peserta Umum Rp. 1.600.000,-
Member IHQN Rp. 1.300.000,-
Early Bird (15 Oktober 2019) Rp. 1.300.000,-
Dengan Webinar Rp. 200.000,-

*) Pre Forum diselenggarakan apabila memenuhi kuota minimal penyelenggaraan

Biaya pendaftaran dapat di transfer ke Bank (BCA), a.n. (YAYASAN FORT DE KOCK BUKITTINGGI), No. Rekening: (8125999111)

 

INFORMASI & PENDAFTARAN

Putri Hasanah Ramin, S.Farm. M.Clin.Pharm.,Apt. (Putri) – (0852.6396.3479)
Popy Handayani S.Farm. M.Farm., Apt. (Poppy) – (0821.7414.3667)
Email: ihqn15.bkt@gmail.com

 

 {jcomments off}

Pembukaan Forum Mutu IHQN Ke-XII

ihqn-pembukaan

IHQN-Manado. Telah berlangsung kegiataan Forum Mutu Ke-12 Indonesian Health Care Quality Network (IHQN) di Manado, 21-22 September 2016. Program JKN yang telah berlangsung hampir 2 tahun menjadi daya ungkit untuk diangkatnya tema “mengukur dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam jaminan kesehatan nasional”. Apakah dengan adanya JKN mutu pelayanan kesehatan meningkat? Jawaban dapat diakses langsung di web mutu pelayanan kesehatan pada link www.mutupelayanankesehatan.net 

Pembukaan Forum Mutu IHQN ke-12 di resmikan langsung oleh Prof. Dr. dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSc, DEA, dr. Hanevi Djasri MARS, dan dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M,Kes.Kegiatan terselenggara atas kerja sama PERSI, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM, BPJS Kesehatan, dan Universitas Sam Ratulangi.

Menginjak usia yang ke-12 forum mutu IHQN tepat tanggal 21 September 2016 telah diresmikan IHQN Hospital Chapter oleh dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M,Kes. IHQN Hospital Chapter merupakan wadah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan rumah sakit di seluruh Indonesia. Informasi tentang IHQN Hospital Chapter dapat diakses pada link berikut 

Peserta Forum Mutu IHQN berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan, Manado, Sulawaesi, Sumatra, Jawa, Ambon dan daerah lainnya. Ada mahasiswa, klinisi, staf dosen dan peneliti. Forum mutu IHQN diharapkan mampu menyerap best practice yang ada di daerah untuk diketahui maupun diterapkan pada tingkat nasional.

Reporter: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep.,MPH

 

Forum Mutu IHQN ke-XII

ihqn-xii

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) Bekerja sama dengan:
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM,
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar setiap negara memastikan mutu pelayanan kesehatan yang diterima oleh warga negaranya dengan paling sedikit menggunakan 6 dimensi mutu, yaitu efektifas, efisiensi, kemudahan akses, keamanan, ketepatan waktu dan mengutamakan pasien.

Hampir 3 tahun perjalanan JKN, selama ini sering dikatakan bahwa dengan JKN kemudahan akses pelayanan kesehatan telah meningkat, namun apakah benar hal tersebut telah terjadi? Bagaimana dengan dimensi mutu yang lain? Apakah sudah lebih efektif? lebih efisien? lebih aman? lebih tepat waktu? dan lebih mengutamakan pasien?

Para pengelola fasilitas pelayanan kesehatan baik rumah sakit, Puskesmas maupun klinik pratama dan utama harus mampu secara tepat mengukur mutu pelayanan dan melalukan upaya peningkatan mutu. Para regulator baik ditingkat pusat maupun daerah juga dituntut mempunyai kompetensi yang serupa.

Forum Mutu XII ini berusaha untuk menyajikan konsep dan penerapan cara mengukur dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam JKN. Forum Mutu XII akan terdiri dari kegiatan seminar, workshop, pameran poster dan studi banding

PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  • Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

AGENDA

Pre-Forum*

Selasa, 20 September 2016

  • Studi Banding ke RSUP Prof. Dr. R.D Kandau, Manado

FORUM MUTU IHQN

Rabu-Kamis, 21-22 September 2016

Topik

Pembicara

Hari I

 

08:15-08:30
Pembukaan Forum Mutu XII dan Peresmian IHQN Hospital Chapter

reportaseihqn

Prof. Dr. dr. Grace Kandouw, MKes
(Dekan FKM Unsrat)

Hanevi Djasri, dr. MARS (Ketua IHQN)

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes (Ketua Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia)

08:30-09:10
Keynote I: Mengukur Keseimbangan antara Akses dan Efektifitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit

reportaseihqn

dr. Christian R. Tilaar, MSc
(Dosen FKM Universitas Sam Ratulangi, Manado

materi

09:10-09:50
Keynote II: Mengukur Cakupan Efektif Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Berdasarkan Pedoman WHO dan Bank Dunia

reportaseihqn

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD
(Wakil Dekan FK UGM)

materi

10:00-12:00
Sesi A: Mengukur dan Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Kesehatan

 

Penerapan Konsep Dasar LEAN di RS dan Puskesmas

reportaseihqn

Firman, SE, MPH

materi

Deteksi dan Investigasi Potensi Fraud dalam Layanan Kesehatan

reportaseihqn

dr. Bayu Wahyudi, SpOG, MPH, MHKes, MM (Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan BPJS)

materi  

Menghitung Cosf of Care dan Membandingkan dengan Tarif Kapitasi atau INA CBG

reportaseihqn

dr. Hanevi Djasri, MARS
(Konsultan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM) 

materi

13:00-15:00
Sesi B: Mengukur dan Meningkatkan Keselamatan Pasien

 

Pengelolaan Sarana Prasarana Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk Keselamatan Pasien

reportaseihqn

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes
(Ketua Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia)

materi

Manajemen Keselamatan dalam Pelayanan Bedah di RS

reportaseihqn

Khalid Shaleh, Sp,PD, KKV, FINASIM, MARS
(Dirut RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar)

materi

Manajemen Keselamatan dalam Pelayanan Vaksinasi di Puskesmas/Klinik

reportaseihqn

dr. Jemmy Lampus, M.Kes
(Kepala Dinas Kesehatan Prov Sulut)

materi

15:00-16:00 Sesi Poster

 

 

Hari II

 

08:00-10:00
Sesi C: Mengukur dan Meningkatkan Ketepatan Waktu Pelayanan Kesehatan

 

kebijakan pemenuhan mutu pelayanan puskesmas

reportaseihqn

dr. Jemmy Lampus MKes
(Kepala Dinas Kesehatan Prov Sulut)

materi

Manajemen Perencanaan dan Pemesanaan Obat dan Alkes Melalui e-Katalog untuk Menjamin Ketapatan Waktu Pengadaan Barang dan Jasa di RS

reportaseihqn

 

Khalid Shaleh, Sp.PD, KKV, FINASIM, MARS
(Dirut RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar)

materi

Membangun Peran Serta Pasien dan Keluarga untuk Meningkatkan Ketepatan Waktu Berobat

reportaseihqn

dr. I Made Puja Yasa, AAK
(Direktur Hukum Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan BPJS)

materi

10:30-12:30
Sesi D: Mengukur dan Meningkatkan Upaya Mengutamakan Pasien

 

Menggali Pengalaman Pasien sebagai pengganti Pengukuran Kepuasan Pasien

reportaseihqn

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD
(Wakil Dekan FK UGM)

materi

Re-Design Alur Pelayanan Pasien menggunakan FMEA

reportaseihqn

Dr. dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH
(Ketua Komisioner Akreditasi Puskesmas)

materi

Pelayanan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal: Pengalaman RSUP Prof DR. RD Kandou Manado

reportaseihqn

dr. Maxi Rein Rondonuwu DHSM. MARS (Direktur Utama RSUP Prof DR. RD Kandou Manado)

materi

13:30-14:10
Keynote III: Mengukur Pencapaian 6 Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Menggunakan Data Klaim INA CBG

reportaseihqn

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes
(Ketua Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia)

materi

14:10-14:50
Keynote IV: Mengukur Pencapaian 6 Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskemas Menggunakan Data P-Care

reportaseihqn

Dr. drg. Julita Hendartini MKes
(Konsultan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM)

materi

15:00-16:00
Penutupan: Hasil Forum Mutu XII dan Rencana Forum Mutu XIII

reportaseihqn

Hanevi Djasri, dr. MARS (Ketua IHQN)

materi

 

 

TENTANG IHQN

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) adalah sebuah jejaring kerjasama yang didirikan di Jakarta sejak tahun 2005, merupakan lembaga not-for-profit, independen. IHQN berusaha untuk menjadi jaringan kerjasama antara para profesional, pemilik, manajer, regulator, peneliti, pembuat kebijakan dan konsumen sarana pelayanan kesehatan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan efisien bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini IHQN telah memiliki lebih dari 400 anggota baik institusi maupun individu. Pengurus IHQN telah menjadi anggota jejaring serupa di regional maupun internasional yaitu melalui International Society for Quality in Healthcare (ISQua) yang berpusat di Dublin.

Forum Mutu Pelayanan Kesehatan (Forum Mutu) sendiri adalah agenda tahunan dari IHQN, diselenggarakan sejak tahun 2005 di kota-kota besar di Indonesia. Forum Mutu memiliki ciri khas untuk selalu berusaha menampilkan praktisi upaya peningkatan mutu sebagai pembicara sehingga tidak sekedar bicara konsep.

Saat ini Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) bekerjasama dengan Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) telah membentuk “Indonesian Healthcare Quality Network: Hospital Chapter”. IHQN Hospital Chapter merupakan suatu wadah yang  membantu rumah sakit diseluruh Indonesia meningkatkan mutu pelayanan sehingga Rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan aman bagi masyarakat.

 

CONTACT PERSON

Sekretariat IHQN, PKMK FK UGM Yogyakarta
Sdri. Maria Adelheid Lelyana (Lely)
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Sayap Utara Lt. 2, Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Phone              : 0274-547658 (hunting)
Fax                   : 0274-549425
Mobile             : 0813-2976-0006
Email               : ad3lh3id@gmail.com

Sekretariat FKM, Universitas Sam Ratulangi Manado
Sdri. Dr. Chriesye Mandagi, MPH
FKM Universitas Sam Ratulangi
Jln. Kampus Unsrat Manado, 95115
Phone              : 0431-863886, 863786
Fax                   : 0431-822568, 827532
Mobile             : 0812-8147-1779
Email               : fkm@unsrat.ac.id

Sdr. Rutler P. Masalamate, SKM, MKes
FKM Universitas Sam Ratulangi
Jln. Kampus Unsrat Manado, 95115
Phone              : 0431-863886, 863786
Fax                   : 0431-822568, 827532
Mobile             : 0811-434-1184
Email               : fkm@unsrat.ac.id

Informasi lengkap dapat diakses di www.mutupelayanankesehatan.net

 

 

Sesi Keynote Forum Mutu XI

Reportase

Sesi Keynote Forum Mutu XI
Mutu Pelayanan Kesehatan Sebagai Isu Terpenting dalam JKN

pembukaan

Pada sesi pembukaan seminar ini, dibahas topik-topik yang menjadi benang merah dari tema pertemuan Forum Mutu XI tentang Mutu Pelayanan Kesehatan Sebagai Isu Terpenting dalam JKN. Sesi keynote ini dipandu oleh dr. Hanevi Djasri, MARS, diawali dengan paparan dari BPJS dengan topik Menggapai Cita-cita JKN oleh dr. Togar Sialagan, MM, M.Kes, Kepala Litbang BPJS Kesehatan. Dilanjutkan dengan paparan tentang bagaimana Mengukur Mutu Layanan Kesehatan dalam JKN oleh Prof. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD, dari Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.  Paparan terakhir pada sesi keynote  ini disampaikan  oleh Dr. Djazuly Chalidyanto, SKM, MARS dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, dengan topik Inovasi Peningkatan Mutu Para Klinisi, Pengelola Sarana Pelayanan Kesehatan, dan Para Regulator.

sesi-1-tanya-jawab

Keynote I

Sejak digulirkannya BPJS kesehatan sebagai bagian dari program JKN pada awal tahun 2014, masih cukup banyak masalah yang menyelimuti penerapan BPJS kesehatan di beberapa daerah, dan di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Namun demikian, tidak sedikit juga cerita positif tentang manfaat yang dirasakan masyarakat terhadap  kiprah BPJS kesehatan, seperti yang termuat pada surat kabar beberapa hari terakhir (http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/09/08/, http://m.antaranews.com/berita/516545/rochmad-romdoni.). Hal tersebut disampaikan dr. Togar saat mengawali paparannya yang menggambarkan pelaksanaan BPJS Kesehatan di berbagai daerah dan beberapa masalah yang masih menyertai pelaksanaan BPJS kesehatan. Masalah-masalah tersebut antara lain pada aspek cakupan kepesertaan, pelayanan, serta pembiayaan JKN.

Meskipun cakupan kepesertaan cenderung terus mengalami peningkatan, namun masih ada kendala yang muncul.  Ada kendala dalam hal rekrutmen peserta jaminan yang tidak berjalan sesuai peta jalan cakupan kepesertaan menuju Universal Health Coverage. Indikasinya dapat terlihat tingkat kolektabilitas iuran PBPU yang masih rendah (51%).  

Sedangkan pada aspek pelayanan, masalah yang muncul antara lain pada pembayaran kapitasi kepada Faskes yang belum dikaitkan dengan mutu pelayanan yang mereka berikan kepada pasien.  Sistem INA-CBG’s juga belum dapat mendorong Faskes untuk  melakukan upaya efisiensi. Hal ini terlihat  dengan masih terjadinya readmisi, upcoding, serta adanya kecenderungan faskes untuk mengurangi kuantitas dan kualitas pelayanan.  Terkait dengan INA-CBG;s ini, dirasa masih  terlalu banyak variasi kode sehingga berpengaruh pada  tingkat  kemampuan verifikator dan coding dalam memahami sistem INA-CBG”s.

Beberapa upaya  yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan terkait masalah di atas, antara lain  dengan mempermudah akses pembayaran, baik media maupun jumlahnya, serta penambahan kantor regional dan cabang yang didukung SDM memadai. Di samping itu, pihak BPJS juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung pembiayaan dan pengelolaan kesehatan dasar di daerah.

Keynote II

Pelaksanaan program  JKN melalui BPJS Kesehatan, lazimnya perlu diikuti dengan monitoring pelaksanaan kegiatan. Menurut Prof. Adi Utarini, mengacu pada The First Global Monitoring Report: Tracking Universal Health Coverage (WHO 2015), monitoring jaminan semesta perlu diintegrasikan dalam penilaian kinerja sistem kesehatan secara umum, oleh karena jaminan semesta meliputi cakupan layanan kesehatan dan proteksi finansial. Hanya dengan monitoring keduanya, maka kita dapat mengukur efektivitas cakupannya.

Lebih lanjut Adi menyampaikan dengan masih mengacu pada sumber yang sama, bahwa ada tiga tantangan utama dalam melakukan monitoring JKN. Pertama, tentang kemampuan menghadirkan sumber data yang reliable dalam berbagai indikator cakupan pelayanan kesehatan proteksi finansial. Kedua, kemampuan memilah data berdasarkan variabel yang terkait dengan inequity. Ketiga, kemampuan melakukan pengukuran cakupan efektif, yang meliputi berapa banyak orang yang telah menerima layanan, mutu layanan dan dampak kesehatan.

Untuk dapat melakukan monitoring JKN yang baik, perlu ditetapkan indikator yang akan digunakan. WHO menggunakan delapan indikator “traser” untuk melakukan monitoring UHC (JKN). Indikator tersebut meliputi, kesehatan reproduksi dan bayi  dalam hal family planning, ANC, dan persalinan nakes. Kemudian indikator tentang Imunisasi DPT anak. Indikator penyakit menular: ART  dan pengobatan TB. Serta indikator pada aspek determinan sosial dalam hal sumber air dan fasilitas sanitasi.

Sudut pandang pasien tidak kalah penting untuk digunakan sebagai indikator monitoring. Adi menawarkan untuk mulai meninggalkan pendekatan kepuasan pasien dan menggantikannya dengan patient experience sebagai komponen alat ukur. Hal ini penting karena mengukur kepuasan pasien memiliki potensi bias yang cukup tinggi jika dikaitkan dengan kemampuan adaptasi pasien terhadap  situasi dan kondisi pelayanan yang mereka terima.

Dalam hal pelaksanaan kegiatan monitoring JKN, Prof. Adi Utarini memiliki pendapat yang sama dengan pembicara sebelum bahwa dinas kesehatan daerah dapat mengambil peran penting dalam monitoring JKN. Hal ini dapat dilakukan dalam kerangka penguatan peran pemerintah daerah sebagai regulator mutu layanan kesehatan di daerahnya.

Keynote III

Konsep inovasi merupakan aspek penting dalam pengembangan mutu layanan kesehatan di era JKN. Menurut  dr. Djazuly, hal ini terjadi karena mutu layanan kesehatan menjadi sangat dinamis, mengikuti peningkatan harapan pasien yang ditentukan oleh pengalaman, persepsi serta interpretasi pasien. Di samping itu, inovasi dibutuhkan untuk merespons perubahan lingkungan dari organisasi pemberi layanan kesehatan terutama dari sisi regulasi, yang menuntut organisasi untuk selalu menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dibutuhkan beberapa upaya dan sumber daya agar inovasi pada organisasi pemberi layanan kesehatan dapat berjalan dengan baik. Aspek kepemimpinan menjadi modal dasar dalam melakukan inovasi. Kepemimpinan yang kuat akan dapat mengarahkan organisasi untuk membentuk budaya organisasi yang kuat. Kepemimpinan yang kuat dalam hal pengambilan keputusan juga akan mengarahkan penggunaan metode yang tepat dalam melakukan perubahan.    

Reporter: Nusky Syaukani, Ssos., MPH

 {jcomments on}