Forum Mutu IHQN ke-XI Mutu Pelayanan Kesehatan Sebagai Isu Terpenting dalam JKN

PENDAHULUAN

pembukaan

Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meski dirancang untuk menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali, namun hingga kini masih banyak harapan yang belum optimal tercapai termasuk aspek mutu dalam pelayanan kesehatan. Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sektor kesehatan perlu bekerja sama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik. Mulai dari dari para klinisi, pengelola sarana pelayanan kesehatan hingga para regulator. Masing-masing pihak perlu melakukan terobosan untuk menjawab tantangan yang terjadi di tahun 2015 ini.

Forum Mutu IHQN XI tahun 2015 ini diadakan untuk memfasilitasi pembahasan konsep dan pengalaman upaya-upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Indonesia dalam era JKN. Terdiri dari 4 bentuk kegiatan: Seminar, Pameran Poster, Workshop, dan Studi Banding. Forum Mutu Pelayanan Kesehatan (Forum Mutu) adalah agenda tahunan dari IHQN, diselenggarakan sejak tahun 2005 di kota-kota besar di Indonesia. Forum Mutu memiliki ciri khas untuk selalu berusaha menampilkan praktisi upaya peningkatan mutu sebagai pembicara sehingga tidak sekedar bicara konsep.

Sedangkan Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) didirikan di Jakarta pada tahun 2005, merupakan lembaga not-for-profit, independen. IHQN berusaha untuk menjadi jaringan kerjasama antara para profesional, pemilik, manajer, regulator, peneliti, pembuat kebijakan dan konsumen sarana pelayanan kesehatan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan efisien bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini IHQN telah memiliki lebih dari 400 anggota baik institusi maupun individu. Pengurus IHQN telah menjadi anggota jejaring serupa di regional maupun internasional yaitu melalui Asian Society for Quality in Healthcare (ASQua) berpusat di New Delhi dan anggota International Society for Quality in Healthcare (ISQua) berpusat di Dublin.

PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya
  • Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan

CALL FOR PAPER

Secara luas peserta dapat mengirimkan hasil laporan penelitian, studi kasus dan atau kajian (review) terkait mutu pelayanan kesehatan sesuai Tema Forum Mutu ke IX dalam bentuk Naskah Abstrak Terbatas. Batas pengiriman Naskah Abstrak Terbatas tanggal 30 Juli 2015.

Naskah Abstrak Terbatas akan diseleksi oleh Komisi Ilmiah. Penulis akan mendapatkan pemberitahuan hasil seleksi yang diputuskan Komisi Ilmiah melalui surat elektronik (Email) pada tanggal 15 Agustus 2015. Jenis presentasi melalui poster.

Naskah Terbatas yang dikirimkan harus memenuhi format dan struktur penulisan berikut:

  1. Abstrak dapat berupa Hasil laporan penelitian atau Hasil Analisa (studi kasus dan atau kajian review) Mutu Pelayanan Kesehatan

  2. Format Penulisan

    1. Menggunakan Bahasa Indonesia
    2. Menggunakan Tipe Huruf Calibri
    3. Menggunakan Ukuran Huruf 12pt
    4. Menggunakan Format Paragraf 1,5 spasi

  3. Struktur Penulisan Abstrak
    1. Judul, Nama Lengkap Penulis dan Afiliasi, dan Alamat Email Penulis.
    2. Mengandung Unsur: pendahuluan (termasuk latar belakang dan tujuan), metode penelitian dan bahan, hasil dan diskusi, kesimpulan.
    3. Jumlah kata yang digunakan dalam Judul Abstrak tidak melebihi 18 kata.
    4. Jumlah kata yang digunakan dalam Abstrak tidak melebihi 300 kata.
    5. Jumlah kata yang digunakan dalam Kata Kunci tidak melebihi 5 kata.

  4. Abstrak dikirim ke IHQN melalui lucia.evi.i@ugm.ac.id 

Bagi 10 peserta terpilih maka akan disediakan fasilitas pencetakan poster dari panitia dan harga khusus mengikuti Forum Mutu ke 11 sebesar Rp 1.000.000,- (sebagai pengganti konsumsi dan materi)

 

BIAYA

Kegiatan

Biaya

Keterangan

Forum Mutu IHQN

Rp. 2.500.000,-

  • Diskon 10% untuk rombongan 10 orang atau lebih*
  • Diskon 10% untuk member IHQN*
  • Diskon 10% untuk mahasiswa S1 dan S2
    * tidak dapat digabung dengan diskon lainnya

Pelatihan

Rp. 1.500.000,-

  • Diskon 10% untuk rombongan 10 orang atau lebih

Workshop

Rp. 500.000,-

Hanya untuk peserta yang telah mendaftar dalam BMJ International Forum for Quality and Safety (Hong Kong)

Benchmark

Gratis*

Hanya untuk peserta Forum Mutu

* Untuk 40 Pendaftar pertama
Biaya Pendaftaran dapat ditransfer melalui Bank BNI UGM Yogyakarta No.Rekening 0203024192 atas nama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan

PRE-FORUM

  1. Workshop Evaluasi Penerapan Clinical Pathway, Quality Improvement, dan Manual Rujukan di RSUD Sister Hospital
  2. Workshop Persiapan Mediator Kesehatan Untuk Penyelesaian Konflik & Sengketa Medis
  3. Benchmark: RSUD/ Rumah Sakit Swasta di Surabaya ( Selasa tanggal 8 September 2015 )

AGENDA FORUM MUTU IHQN

Hari I : 9 September 2015

Keynote I: Menggapai Cita-Cita JKN: Memperluas cakupan, Meningkatkan jenis pelayanan dan Memastikan perlindungan biaya (3 Dimensi UHC dari WHO)

Togar Siallagan
Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan BPJS Kesehatan Pusat


Keynote II: Mengukur mutu layanan kesehatan dalam JKN: efektiftas, efisiensi, kemudahan akses, keamanan, ketepatan waktu dan fokus kepada pasien.

Prof. dr. Adi Utarini, MSc., MPH., PhD.
(Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta)

Keynote III: Berbagai inovasi peningkatan mutu oleh para klinisi, pengelola sarana pelayanan kesehatan dan para regulator

Dr. Dzajuly C., SKM., MARS
Ketua Program MARS FKM Unair Surabaya



 

Sesi Pararel A:

Manajemen Mutu Pelayanan Rujukan Kesehatan

Sesi Pararel B:

Pencegahan dan Pengendalian Fraud dalam Layanan Kesehatan

Sesi A1: Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu

dr. Budi Sylvana, MARS
Kasubdit RSU BUK-R Kemenkes RI

Sesi B1: Membangun Budaya Anti Korupsi di Organisasi

Giri Suprapdiono
Direktur Gratifikasi KPK

Sesi A2: Pengembangan Konsep Sistem Rujukan dii Rumah Sakit Rujukan Nasional

Dr.dr. Joni Wahyuhadi, SpBS
Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Sesi B2: Menjaga Integritas untuk Mengendalikan Fraud Layanan Kesehatan

drg. Baseoki Soetardjo, MARS
Direktur RSJ Daerah Surakarta

Sesi A3: Manual Rujukan KIA di Tingkat Provinsi


Emma M. F. Simanjuntak, SKM, MM, MScPH
Kepala dinas kesehatan NTT

Sesi B3: Pencegahan Fraud pada Renumerasi melalui Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah berbasis Web

dr. Osa Rafshodia Rafidin, MSc, IH, MPH
Dinas Kesehatan Samarinda

 

Hari II: 10 September 2015

Sesi Pararel C:

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

Sesi Pararel D:

Pengukuran Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan

 

Sesi C1:  Penerapan e-Clinical Pathways

Dr. UMI SJARQIAH, Sp. KFR
Direktur RSI Jakarta

Pudji S.R, Iswanto, Rizaldi P.
Direktur RS Bethesda Yogyakarta

Sesi D1:  Mengukur Peran JKN dalam Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan: Konsep dan Hasil Pengukuran

  • dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH., Dr. PH.
    MMR, IKM, Fak. Kedokteran UGM
    Yogyakarta                

 

Sesi C2: Penerapan e-Documentation dalam Akreditasi RS: Kebijakan, Pedoman dan SOP

Dr Dini Handayani, MARS
Direktur RS Awal Bros Bekasi

Sesi D2:  Metode dan Hasil Pengukuran Tingkat Kepuasan Peserta dan Provider BPJS

dr. J. Nugrahaningtyas W.U., M.Kes.
Badan Mutu Pelayanan Kesehatan Yogyakarta

Sesi C3: Sistem Informasi Manajemen Akreditasi RS (Si-MARS): Alat bantu monev persiapan akreditasi di RS berbasis web

dr. Hanevi Djasri, MARS -PKMK Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta

 

Sesi D3: Evaluasi Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dalam Sistem Kapitasi

dr. Herlin Ferliana, M.Kes.
Kabid. Yankes Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur

Keynote IV: Mutu Pelayanan Kesehatan di RS dari Kaca Mata Pasien: Pengalaman Nyata Pasien dalam Program BPJS

Drs. Edward Halimi, MM
Penggunaan program BPJS

Keynote V: Practice in the Era of National Insurance Coverage: The Role of Networks from an American Perspective

Thomas R. Behrenbeck, MD, Ph.D.
Eka Hospital

Keynote VI: Hasil Forum Mutu 2015 dan Penutupan serta Pengumuman Rencana Forum Mutu 2016

dr. Hanevi Djasri, MARS.
PKMK Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta

 

PENDAFTARAN

Sdr. Lucia Evi Indriarini (Lucia)
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Sayap Utara Lt. 2, Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Phone : 0274-547658 (hunting)
Fax : 0274-549425
Mobile : 0878 3825 8333
Email : lucia.evi.i@ugm.ac.id 
Informasil lengkap dapat diakses di www.mutupelayanankesehatan.net 

Formulir Pendaftaran silahkan download pada link berikut

 

 

 

Sesi: Keynote Speak IV – VI Forum Mutu X

Sesi: Keynote Speak IV – VI Forum Mutu X

Reporter: drg. Puti Aulia Rahma, MPH

Pendahuluan

Layanan kesehatan Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dua diantaranya terkait mutu layanan kesehatan dan tindakan-tindakan fraud dalam layanan kesehatan. Forum Mutu hadir untuk membekali tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan ini.

Dalam era JKN, akses terhadap layanan kesehatan terbuka lebar. Jumlah pasien yang datang ke fasilitas kesehatan meningkat pesat . Beban kerja tenaga kesehatan menjadi bertambah. Namun, mutu layanan yang diberikan tetap harus terjamin.

Dana yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) juga terbilang besar dalam era JKN ini. Berbagai potensi fraud muncul. Bentuk-bentuk kecurangan ini dilakukan oleh banyak aktor. Tenaga kesehatan, BPJS, supplier alat-alat kesehatan maupun pasien dapat terlibat. Sebenarnya fraud dalam layanan kesehatan bukan hal baru. Namun mungkin belum banyak disadari. Untuk mencegah, perlu adanya edukasi bagi para aktor yang berpotensi melakukan fraud. Perlu juga adanya sebuah batasan-batasan yang jelas mengenai bentuk-bentuk fraud dalam layanan kesehatan. Aturan juga perlu dibuat untuk menindak para pelaku fraud.

Dalam menghadapi tantangan ini, Forum Mutu X hadir dengan membawa tema “Re-design Sistem Manajemen Pelayanan Kesehatan Tingkat Primer dan Rujukan di Era Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional. Masalah, best practice, dan inovasi yang dibahas dalam pertemuan ini menjadi masukan bagi pemerintahan baru agar dapat mewujudkan sistem manajemen pelayananan kesehatan nasional yang lebih baik.

Berikut reportase keynote IV – VI sebagai rangkaian sesi terkahir kegiatan Forum Mutu X. Sesi keynote ini memaparkan mengenai fraud dalam layanan kesehatan dan rencana Forum Mutu XI. Sesi berlangsung pada Kamis, 19 Agustus 2014 di The Sunan Hotel Solo, Surakarta.


KEYNOTE IV: Deteksi dan Pencegahan Fraud dalam Pelayanan Kesehatan
(Pembicara: dr. Hanevi Djasri, MARS – Ketua Indonesia Health Quality Network (IHQN))

Fraud dalam layanan kesehatan bukanlah hal yang baru. Tindakan ini muncul dari dorongan dasar manusia untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Aktivitas ini juga dapat berkembang luas karena tidak adanya sistem pengawasan yang baik. Fraud dalam layanan kesehatan berpotensi terjadi dapat terjadi dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini. Salah satu penyebabnya adalah adanya besaran tarif INA CBG’s yang dianggap rendah dan menurunkan pendapatan dokter dan rumah sakit.

dr. Hanevi Djasri, MARS mempresentasikan hasil penelitian mengenai deteksi dan pencegahan fraud dalam pelayanan kesehatan dalam sesi ini. Penelitian ini dilakukan bersama dengan drg. Puti Aulia Rahma, MPH dan Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD. Penelitian dilakukan di tujuh rumah sakit umum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk fraud layanan kesehatan yang umum dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya lima bentuk fraud yang paling sering dilakukan. Berturu-turut bentuk-bentuk fraud tersebut adalah upcoding, keystroke mistake, cancelled services, no medical value, dan standard of care. Upcoding berarti memasukkan kode klaim yang tidak akurat. Tujuannya untuk mendapat keuntungan. Keystroke mistake berarti kesalahan dalam memasukkan kode yang dapat meningkatkan atau menurunkan nilai tagihan. Cancelled services berarti penagihan terhadap obat, prosedur atau layanan yang sebelumnya sudah direncanakan namun kemudian dibatalkan. No medical value artinya penagihan untuk layanan pasien yang tidak terbukti ilmiah. Standard of care adalah penagihan untuk layanan pasien yang di bawah standar. Semua definisi ini berdasarkan lansiran National Health Care Anti-Fraud Association (NHCAA).

Bentuk terjarang fraud yang terjadi di rumah sakit adalah length of stay. Bentuk fraud ini berarti memanjangkan masa perawatan pasien untuk mendapat keuntungan lebih. Ini tidak umum dilakukan karena kebijakan tarif INA CBGs tidak memungkinkan hal tersebut. Bentuk fraud lainnya adalah menambah panjang waktu penggunaan ventilator, phantom visit, dan phantom procedure. Bentuk-bentuk ini tidak terjadi di luar negeri namun terjadi di Indonesia.

Penelitian ini merumuskan dua kesimpulan. Fraud dapat terjadi di era JKN ini. Fraud juga dapat menurunkan mutu namun melambungkan biaya layanan kesehatan. Perlu dibangun sebuah sistem deteksi dan pencegahan fraud. Sistem ini dapat berupa paket regulasi maupun program edukasi maupun penelitian.

Materi presentasi tersedia di sini


KEYNOTE V: Pedoman Pencegahan Fraud di Rumah Sakit
(Pembicara: dr. Andi Ardjuna Sakti, SH, MPH – Kasubag Hukum Hukornas Ditjen BUK Kemenkes RI)

Kementerian Kesehatan RI tidak bergeming menghadapi munculnya potensi fraud di era JKN. Kemenkes RI merespon situasi ini dengan menyusun buku pedoman pencegahan fraud di rumah sakit. Penyusunan pedoman ini bertujuan memberi pemahaman kepada rumah sakit mengenai fraud dalam layanan kesehatan. Pedoman ini juga diharapkan dapat memberi pemahaman kepada rumah sakit mengenai dampak fraud dalam era JKN. Pedoman ini juga akan memuat panduan mengenai batasa-batasan fraud di rumah sakit. Tujuan akhir dari penyusunan pedoman ini adalah untuk memandu rumah sakit dan regulator untuk mencegah fraud di rumah sakit.

Buku pedoman ini menyasar rumah sakit dipilih sebagai target penggunanya. Alasannya, saat ini belum ada aturan dan pengawasan yang jelas mengenai fraud di rumah sakit. Berbeda dengan BPJS yang mengelola dana besar. Berbagai pihak pengawas seperti KPK sudah otomatis menyorot tanpa diminta.

Pokok-pokok bahasan yang disusun dalam pedoman ini adalah bentuk-bentuk kegiatan yang disebut fraud dalam layanan kesehatan. dr. Andi Ardjuna Sakti, SH, MPH menyatakan bahwa saat ini di Indonesia belum ada daftar kegiatan yang disebut fraud. Namun, Kemenkes sedang berproses untuk menyusun daftar-daftar kegiatan ini. Sementara ini, daftar kegiatan yang disebut fraud masih menggunakan referensi dari NHCAA. Dalam pedoman ini juga akan dibahas mengenai pendelegasian wewenang untuk mengawasi tindakan fraud. Wewenang ini perlu dibagi antara Kemenkes, Dinkes Provinsi, Dinkes Kabupaten/ Kota, dan tim independen. Pembentukan unit investigasi khusus di setiap kantor regional BPJS dan peran pengawas eksternal dan internal rumah sakit juga akan dibahas dalam pedoman ini.

Pria yang akrab disapa Ardjuna ini menegaskan perlu adanya pembagian peran untuk pelaku pencegahan dan penindakan fraud. Pelaku pencegahan diharapkan dapat menghambat perkembangan terjadinya fraud. Pelaku penindakan diharapkan dapat menindak pelaku-pelaku fraud sebelum penegak hukum bertindak langsung.

Materi presentasi tersedia di sini


KEYNOTE VI: Lesson Learnt Forum Mutu 2014
(Pembicara: dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH – Kepala Balai Pelatihan Teknis Profesi Kesehatan Gombong)

Keynote keenam ini menjadi sesi penutup dalam rangkaian Forum Mutu X di Solo. Pada awal sesi, dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH mengungkapkan bahwa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini menjadi hot issue. Isu seputar JKN ini sama “panasnya” dengan kabar-kabar terkait kedatangan bintang K-Pop 4 Minute. Sama panas juga dengan berita seputar pemilihan presiden RI ketujuh.

Dalam rangakaian Forum Mutu ini, disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi JKN bergantung pada empat faktor yaitu keuangan, mutu layanan, sumber daya manusia, dan kemanjuran. Adanya perubahan kebijakan dalam era JKN ini perlu diikuti dengan desain ulang berbagai sistem terkait layanan kesehatan.

Pada hari pertama kegiatan Forum Mutu peserta telah belajar mengenai tujuh skenario desain pelayanan rujukan. Peserta belajar juga mengenai tiga model sistem remunerasi di rumah sakit. Peserta juga mendapat pelajaran dari pengalaman implementasi layanan kesehatan di DKI. Dinkes Provinsi DKI Jakarta telah melakukan integrasi antara BPJS dan KJS. Mutu layanan kesehatan di Provinsi DKI Jakarta juga telah ditingkatkan melalui program ISO 9000.

Pada hari kedua, peserta mendapat wawasan mengenai rancang bangun sistem pengendalian biaya. Integrasi mutu dan keselamatan pasien dalam kurikulum pendidikan tenaga kesehatan juga dipaparkan dalam hari kedua ini. Peserta juga diberikan pengetahuan mengenai fraud dalam layanan kesehatan.

Selain memaparkan lesson learnt selama kegiatan Forum Mutu X, dr. Tjahjono juga mengungkapkan rencana kegiatan Forum Mutu XI. Dari hasil rekap kuesioner, dua lokasi terbanyak yang diusulkan peserta untuk kegiatan Forum Mutu XI adalah Denpasar atau Malang. Forum Mutu XI diharapkan juga dapat dilaksanakan pada kisaran bulan Agustus atau September 2015. Topik yang diusulkan untuk kegiatan Forum Mutu mendatang pun berragam. Namun, panitia mempunyai usulan topik utama: “Strive for Excellent Through Revolution of Value System, Safety&Quality Efforts, and Cost Containment in Health Care System in the 2nd Year of JKN Era”.

Anda tertarik? Sampai jumpa di Forum Mutu XI tahun depan!

Materi presentasi tersedia di sini

 

 

FORUM MUTU X

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) Didukung oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM dan
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta serta Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi

Menyeleggarakan

Forum Mutu IHQN ke X Re-Design Sistem Manajemen Pelayanan Kesehatan Tingkat Primer dan Rujukan di Era Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional

  Pendahuluan

Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia yang dimulai pada 1 Januari 2014 telah berjalan enam bulan. Berbagai permasalahan terkait pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) beredar hangat di media elektronik dan menjadi perbincangan baik di provider pelayanan kesehatan maupun di masyarakat. Sosialisasi oleh BPJS Kesehatan yang kurang, layanan rujukan, infrastruktur layanan, remunerasi, tarif INA-CBGs, dan terjadi nya fraud menjadi pembahasan selama pelaksanaan JKN ini.

Perbaikan dalam pelaksanaan JKN pun dilakukan oleh kementerian kesehatan seperti keluarnya peraturan presiden dan peraturan Menteri Kesehatan terkait pengelolaan dan penggunaan dana kapitasi jaminan kesehatan nasional pada fasilitas kesehatan pertama milik pemerintah daerah. Hal ini membuat galau Kepala Puskesmas karena diberi pilihan untuk BLUD oleh pemda. Sehingga konsekwensinya Puskesmas harus mempersiapkan diri memenuhi persyaratan dan kebutuhan yang diperlukan untuk mengelola dana sendiri.

Dengan adanya forum mutu IHQN ke X ini, harapannya kita dapat mere-design bpelayanan di primer & pelayanan sekunder baik untuk alur pelayanan, mutu & safety, efisiensi termasuk pencegahan fraud di Era Jaminan Kesehatan Nasional.

  Tujuan

Forum Mutu IHQN 2014 diadakan untuk memfasilitasi pembahasan konsep dan pengalaman upaya-upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Indonesia. Kegiatan Forum Mutu terdiri dari: Pelatihan, Workshop dan Pameran Poster.

  Peserta

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  1. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (PT Askes, PT Jamsostek, Jamkesda, BPJS), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  2. Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya
  3. Pengelola lembaga pendidikan tenaga kesehatan: FK, FKG, FIK, FKM, Akbid, Akper
  4. Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  5. Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  6. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan

  Agenda Kegiatan :

Pra-Forum (Selasa, 19 Agustus 2014)

Proceeding book

FORUM MUTU (Rabu, 20 Agustus 2014)

08:00-08:30

Registrasi & Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

08:30-08:40

Tarian Pembukaan Gambyong

08:40-09:10

Moderator : Dr. Dini Handayani, MARS

09:10-10:05

Keynote I: Rancang Bangun Sistem Pelayanan Kesehatan Primer di Era Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional

  Dr. Siti Wahyuningsih, MKes (Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta)

10:05-11:05

Keynote II: Rancang Bangun Sistem Pelayanan Kesehatan Rujukan di Era Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional

  Dr. Bambang Wibowo, SpOG (RSUP Dr. Karyadi Semarang)

11:05-12:00

Keynote III: Rancang Bangun Sistem Renumerasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Rujukan di Era Jaminan Kesehatan Nasional

  Dr. Andreasta Meliala, DPH, MKes, MAS (FK UGM)

 


12:15-13:00

Lunch break

 

Sesi Pararel A:

Rancang bangun implementasi keselamatan pasien dan manajemen mutu pelayanan di era penerapan Jaminan Kesehatan Nasional

Moderator:
dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, PhD

Sesi Pararel B:

Rancang bangun sistem informasi rumah sakit di era implementasi jaminan kesehatan nasional

Moderator:
dr. Guardian

13:00-14:00

Sesi A1: Implementasi keselamatan pasien dan manajemen mutu pelayanan di RS pendidikan: pelajaran dari penerapan JCI

Drg. Basoeki Soetardjo MMR (RSUD Dr. Moewardi Surakarta)

Sesi B1: Pengembangan Sistem dan Pedoman Rujukan Layanan Primer: Hasil Audit Mutu Layanan Rujukan di 44 Puskesmas DKI

Dr. Dien Emmawati (Kadinkes Prov DKI)

14:00-15:00

Sesi A2: Implementasi keselamatan pasien dan manajemen mutu pelayanan di RS Swasta yang ikut dalam skema JKN

Dr. Dini Handayani MARS (RS Awal Bross)

Sesi B2: Integrasi sistem informasi data klaim dan mutu pelayanan: pengalaman di era PT ASKES dan BPJS

  Dr. Anis Fuad DEA (FK UGM)

15:00-16:00

Sesi A3: Implementasi Keselamatan Pasien pada pelayanan di ICU

dr. Rudyanto Soedono, SpAn(K)-KIC (RSCM)

Sesi B3: Identifikasi fraud melalui data klaim

DR. dr. Fathema Djan, SpB, BTKV (RS PELNI)

 

 

16:00-16:30

Penutup dan Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

Kamis, 21 Agustus 2014

08:30-09:00

Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

 

Sesi Pararel A:

Keselamatan pasien dan mutu pelayanan dalam kurikulum pendidikan

Moderator :
dr. Wahyudi Istono, M.Kes

Sesi Pararel B:

Menuju pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan efisien

Moderator: dr. Trisasi Lestari, MPH

09:00-09:45

Sesi A4:  Penerapan keselamatan pasien dalam kurikulum pendidikan dokter

dr. Setyo S. Raharjo, MKes (FK UNS)

Sesi B4:  Pengembangan Sistem Kendali Mutu dan Biaya Penatalaksanan TB di RS: Pengalaman projek Otsuka:

  dr. Ari Probandari MPH, PhD (FK UNS)

09:45-10:30

Sesi A5: Muatan Terminologi Medis dalam Kurikulum Pendidikan Tenaga Kesehatan untuk Meningkatkan Keselamatan Pasien dalam Pengisian Rekam Medis

dr. Rano Indradi Sudra, M.Kes

Sesi B5:  Strategi Efisiensi Biaya pada Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit Swasta Kelas B

  Astari Mayang, dr, MARS (RS Pelni)

10:30-11:15

Sesi A6:  Patient safety and medical education

dr. Viera Wardhani, MKes (FK Brawijaya)

Sesi B6: Merencanakan Layanan Klinis yang inovatif

dr. Bayu Chandra Cahyono, MM / RS Kaliwates Jember

11:15-12:00

Sesi A7:  Keselamatan Pasien dan Mutu Pelayanan dalam kurikulum pendidikan dokter layanan primer/dokter keluarga

Dr. Mora Claramita, MmedEdu, PhD (Family Medicine FK UGM)

Sesi B7: Implementasi Kepmenkes No 857 tentang Penilaian Kinerja Puskesmas dalam Sistem Jaminan Kesehatan

Dr. Ismet Kusasih (Dinas Kesehatan kota Samarinda)

 

 

12:00-13:00

Lunch break

 

Moderator : drg. Puti Aulia rahma , MPH

13:00-14:00

Keynote IV: Deteksi dan Pencegahan Fraud dalam Pelayanan Kesehatan

  dr. Hanevi Djasri, MARS

14:00-15:00

Keynote V:  Pedoman Pencegahan Fraud di Rumah Sakit

  dr. Arjuna (Kemenkes RI)

15:00-16:00

Keynote VI: Hasil Forum Mutu 2014 dan Penutupan serta Pengumuman Rencana Forum Mutu 2015

  dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH

 

16:00-16:30

Penutup dan Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

 

biaya icon Biaya

Kegiatan

Biaya*

Semiloka Dokter Keluarga (19 Agustus 2014)

Rp. 200.000,-

Pelatihan Clinical Pathways (19 Agustus 2014)

Rp. 1.500.000,-

Pelatihan Audit Keperawatan (18-19 Agustus 2014)

Rp. 2.000.000,-

Pelatihan Perencanaan dan Pengendalian Biaya RS (19 Agustus 2014)

Rp. 1.500.000,-

Forum Mutu IHQN (20 -21 Agustus 2014)

Rp. 2.500.000,-

*Diskoun 10% untuk pendaftaran lebih dari 10 orang.
Biaya Pendaftaran dapat ditransfer melalui Bank BNI UGM Yogyakarta No.Rekening 0203024192 atas nama PKMK Fakultas Kedokteran UGM

 

  Informasi:

Nasiatul Aisyah Salim
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Sayap Utara Lt. 2, Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Mobile : +6281390979488 / +6282367011312 / +6281328003119
Email : aisyah.salim88@gmail.com / armiatinmmr@yahoo.co.id  / ndiani_86@yahoo.com 

 

 

 

 

Kuesioner Forum Mutu IHQN 10

Dear Bapak/Ibu Peserta Forum Mutu IHQN Ke 9,

Sehubungan dengan Rencana Acara Forum Mutu Ke 10 (Tahun 2014), Mohon Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner dibawah ini. Kami akan senang sekali bila Bapak/Ibu berkenan untuk mengisi kuesioner berikut ini :

Agenda Forum Mutu IHQN

Hari 1, Selasa, 19 November 2013, Hotel Alila

Jam

Hari I

08:00-08:30

Registrasi

08:30-09:00

Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

Sambutan Ketua IHQN – dr. Hanevi Djasri, MARS

 

Sambutan Ketua Panitia – Bachdarisma Nellawati Nur

 

09:00-10:00

Keynote I: Mutu dan Keselamatan Pasien dalam Peraturan BPJS

  dr. Mohammad Edison, MM, AAK

(Direktur Utama PT. Askes Persero)

 

10:00-11:00

Keynote II: Quality Assurance dalam Managed Care

  Dr. drg. Julita Hendrartini, MKes, AAK

(Direktur Umum, SDM, Akademik & Riset Rumah Sakit Akademik UGM)

 

11:00-12:00

Keynote III: Innovation in The Integrated Medicine in The Era of Managed Care

  Thomas Behrenbeck, MD, PhD

(Cardiologist, Mayo Clinic, USA)

 

12:15-13:00

Lunch break

 

Sesi Pararel A:
Mutu Pelayanan di Sarana Pelayanan Kesehatan

Moderator : Bachdarisma Nellawati Nur

Sesi Pararel B:
Penelitan Mutu dan Keselamatan Pasien

Moderator : Bachdarisma Nellawati Nur

13:00-14:00

Sesi A1: Membangun Kapasitas dan Kapabilitas untuk Meningkatkan  Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman Eka Hospital dalam memenuhi standar QPS-JCI.

  dr. Hermanto Nurya, MM

(Direktur Eka Hospital BSD)

video play

Sesi B1: Publikasi Peningkatan Mutu di Forum Mutu Internasional (ISQUA dan BMJ) Tahun 2014: Teknik dan Manfaat

  dr. Hanevi Djasri, MARS

(PKMK FK-UGM)

14:00-15:00

Sesi A2: Rumah Sakit sebagai “Highly Reliabel Organisation”: Contoh dari Pelayanan di ICU.

  dr. Rudyanto Soedono, SpAn(K)

KIC (RSCM)

Sesi B2: Menyusun Policy Brief: Meningkatkan Ketertarikan Pemerintah (dan Pemerintah Daerah) dalam  Mutu Pelayanan Kesehatan

  dr. Ari Probandari, MSc, PhD

(FK-UNS)

15:00-16:00

Sesi A3: Standar Akreditasi Puskesmas 

  dr. HR. Dedi Kuswenda, M.Kes

(Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar, Kementrian Kesehatan RI)

Sesi B3: Penelitian Berkelanjutan di Rumah Sakit sebagai Metode Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

  dr. Tri Sasi Lestari, M.Med.Sc

(MMR FK-UGM)

16:00-16:30

Penutup dan Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara


Hari 2, Rabu, 20 November 2013, Hotel Alila

Jam

Hari II

08:30-09:00

Coffee break: Diskusi informal antar peserta dan pembicara

 

Sesi Pararel A

Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Skema Jaminan/Asuransi Kesehatan

Sesi Pararel B

Perkembangan Terkini di Dunia Internasional

09:00-10:00

Sesi A4: Health Information Management as a Quality Improvement Tool in Managed Care (in USA)

  Mrs. Julia Behrenbeck

(Mayo Clinic, USA)

Sesi B4: Quality and Safety in Medicine

  Thomas Behrenbeck, MD

(Mayo Clinic, USA)

10:00-11:00

Sesi A5: Evaluasi Dampak Perubahan Sistem Pembiayaan Fee For Service Menjadi Managed Care terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan: Pengalaman PT Semen Gresik

  dr. Nunang Yuliawan

(RS Semen Gresik)

Sesi B5: Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan oleh BPJS

  dr. Togar Siallagan, MM, AAAK

(Kepala Grup Divisi Penelitian dan Pengembangan PT ASKES)

11:00-12:00

Sesi A6: Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Program Kartu Jakarta Sehat (Dinkes DKI Jakarta)

dr. Dien Emmawati, MKes (Kepala DinKes DKI Jakarta)

Sesi B6: Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Managed Care (Pengalaman Dunia Internasional dan BPJS)

  dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH

(PKMK FK-UGM)

12:00-13:00

Lunch break

13:00-14:00

Keynote IV: Inovasi PERSI dalam Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan di RS dalam Skema Jaminan Kesehatan Nasional

  dr. Daniel Budi Wibowo, MKes

14:00-15:00

Keynote V: Inovasi Asosiasi Dinas Kesehatan dalam Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan Primer (Puskesmas dalam Skema Jaminan Kesehatan Nasional

  dr. Krishnajaya, MSc (Ketua Adinkes)

15:00-16:00

Keynote VI: Hasil Forum Mutu 2013 dan Penutupan serta Pengumuman Rencana Forum Mutu 2014

dr. Hanevi Djasri, MARS (Ketua IHQN)

 

 

 

 

 

 

Forum Mutu ke-IX

Bekerjasama dengan Eka Hospital Group Menyelenggarakan

Forum Mutu ke-9: Meningkatkan Daya Saing Layanan Kesehatan Berbasis Managed Care: Melalui Penerapan Standar Mutu Internasional dan Evaluasi Mutu

Jakarta, Indonesia, 19-21 November 2013

  Pendahuluan

Jaminan Sosial Nasional Bidang Kesehatan (Jaminan Kesehatan Nasional) di Indonesia pada 1 Januari 2014 akan mulai mencakup seluruh rakyat Indonesia. Semua penduduk akan wajib ikut dan wajib bayar iuran, sedang yang tidak mampu iurannya dibayar Pemerintah. Kebijakan ini akan memuluskan jalan Indonesia menuju jaminan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC).

Target UHC adalah menjamin akses dan mutu pelayanan kesehatan. Hal ini tidaklah mudah, untuk menjamin akses sudah mulai jelas kebijakan tentang seberapa luas cakupan peserta dan seberapa dalam manfaat pelayanan kesehatan yang akan dijamin serta seberapa besar iuran biaya jaminan yang harus dikeluarkan oleh masyarakat/pemerintah. Namun tidak demikian dengan kebijakan tentang menjamin mutu.

Beberapa negara menunjukan bahwa mereka menunggu hampir 10 tahun untuk mulai membangun sistem kendali mutu pelayanan kesehatan setelah sistem kendali biaya sistem jaminan kesehatan mereka berjalan, namun tentunya saat ini Indonesia dapat belajar banyak dari pengalaman mereka dan tidak perlu menunggu lama untuk membangun konsep pengukuran kualitas sarana pelayanan kesehatan dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional.

  Tujuan

Forum Mutu IHQN 2013 diadakan untuk memfasilitasi pembahasan konsep dan pengalaman upaya-upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di Indonesia. Terdiri dari 4 bentuk kegiatan: Seminar, Pameran Poster, Workshop, dan Studi Banding

 

  Peserta

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (PT Askes, PT Jamsostek, Jamkesda, BPJS), lembaga sertifikasi/akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  • Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya
  • Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan

  Agenda Kegiatan

Tanggal

Kegiatan

Tema

Lokasi

 

19-20 November 2013

 

Forum Mutu IHQN ke 9

Meningkatkan Daya Saing Layanan Kesehatan berbasis Managed Care (Melalui Penerapan Standar Internasional dan Evaluasi Mutu)

Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta

 

21 November 2013

 

Post-Forum Mutu IHQN

 

Pilihan: 

  1. Workshop Audit Internal Akreditasi Internasional untuk Rumah Sakit
  2. Benchmark Eka Hospital BSD

 

Eka Hospital BSD


  Biaya 

Kegiatan

Biaya

Keterangan

Forum Mutu IHQN

(19-20 November 2013)

Rp. 2.500.000,-

  • Diskoun 10% untuk rombongan 10 orang atau lebih
  • Diskoun 10% untuk member IHQN

Workshop: Audit Internal Akreditasi Internasional untuk Rumah Sakit

Rp. 1.500.000,-

  • Diskoun 10% untuk rombongan 10 orang atau lebih

Forum Mutu + Workshop 

Rp 3.250.000

 

Forum Mutu + Workshop + Akomodasi

 

Hubungi :
Ariescha (Eka Hospital)

Telp : (021) 256 555 55 ext 14022
Email : ariescha_harjon@ekahospital

Benchmark: Eka Hospital BSD

Gratis

Hanya untuk peserta Forum Mutu (19-20 November 2013)

Biaya Pendaftaran dapat ditransfer melalui Bank BCA KCP BSD No. Rekening 497-074-1009 Atas Nama PT. Pelita Reliance International Hospital. Bukti pembayaran dikirimkan ke symposium@ekahospital.com

 

  Call for Paper

Secara luas peserta dapat mengirimkan hasil laporan penelitian, studi kasus dan atau kajian (review) terkait mutu pelayanan kesehatan sesuai Tema Forum Mutu ke IX dalam bentuk Naskah Abstrak Terbatas. Batas pengiriman Naskah Abstrak Terbatas tanggal 30 Oktober 2013

Naskah Abstrak Terbatas akan diseleksi oleh Komisi Ilmiah. Penulis akan mendapatkan pemberitahuan hasil seleksi yang diputuskan Komisi Ilmiah melalui surat elektronik (Email) pada tanggal 6 November 2013. Jenis presentasi melalui poster.

Naskah Terbatas yang dikirimkan harus memenuhi format dan struktur penulisan berikut:

  1. Abstrak dapat berupa Hasil Penelitian atau Hasil Analisa Mutu Pelayanan Kesehatan.
  2. Format Penulisan
    1. Menggunakan  Bahasa Indonesia
    2. Menggunakan Tipe Huruf Calibri
    3. Menggunakan Ukuran Huruf 12pt
    4. Menggunakan Format Paragraf 1,5 spasi
  3. Struktur Penulisan Abstrak
    1. Judul, Nama Lengkap Penulis dan Afiliasi, dan Alamat Email Penulis.
    2. Mengandung Unsur: pendahuluan (termasuk latar belakang dan tujuan), metode penelitian dan bahan, hasil dan diskusi, kesimpulan.
    3. Jumlah kata yang digunakan dalam Judul Abstrak tidak melebihi 18 kata.
    4. Jumlah kata yang digunakan dalam Abstrak tidak melebihi 300 kata.
    5. Jumlah kata yang digunakan dalam Kata Kunci tidak melebihi 5 kata.
  4. Abstrak dikirim ke IHQN melalui mutupelayanankesehatan@yahoo.co.id

Bagi 10 peserta terpilih maka akan disediakan fasilitas pencetakan poster dari panitia dan harga khusus mengikuti Forum Mutu ke 9 sebesar Rp 1.000.000,- (sebagai pengganti konsumsi dan materi)

 

  Tentang IHQN dan Forum Mutu

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) didirikan di Jakarta pada tahun 2005, merupakan lembaga not-for-profit, independen. IHQN berusaha untuk menjadi jaringan kerjasama antara para profesional, pemilik, manajer, regulator, peneliti, pembuat kebijakan dan konsumen sarana pelayanan kesehatan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan efisien bagi seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini IHQN telah memiliki lebih dari 200 anggota baik institusi maupun individu. Pengurus IHQN telah menjadi anggota jejaring serupa di regional maupun internasional yaitu melalui Asian Society for Quality in Healthcare (ASQua) berpusat di New Delhi dan anggota International Society for Quality in Healthcare (ISQua) berpusat di Dublin.

Forum Mutu Pelayanan Kesehatan (Forum Mutu) adalah agenda tahunan dari IHQN, diselenggarakan sejak tahun 2005 di kota-kota besar di Indonesia. Forum Mutu memiliki ciri khas untuk selalu berusaha menampilkan praktisi upaya peningkatan mutu sebagai pembicara sehingga tidak bicara sekedar konsep. Forum ini menggunakan model dari Berwick (2000) sehingga akan  menampilkan berbagai pembicara dari keempat topik:

  • Konteks lingkungan misalnya dari Departemen kesehatan, Dinas kesehatan Provinsi dan Kab/Kota, lembaga asuransi dan organisasi sarana pelayanan kesehatan;
  • Konteks organisasi misalnya dari perwakilan dari rumah-sakit, Puskesmas, apotik, laboratorium klinik dan dari organisasi manajer sarana pelayanan kesehatan;
  • Konteks mikro pelayanan misalnya dari perwakilan dari klinisi: dokter, spesialis perawat dan bidan serta juga organisasi profesi.
  • Konteks pasien misalnya dari lembaga perwakilan konsumen/pasien

Disamping itu sejak tahun 2009, tema Forum Mutu juga disesuaikan dengen tema Konfrensi ISQua dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan terkini di dunia internasional kepada peserta Forum Mutu.

 

  Informasi dan Pendaftaran

Hendriana Anggi

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM Sayap Utara Lt. 2, Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Ph. /Fax : +62274-549425 (hunting)
Mobile : +6281227938882 
Email : Hendrianaanggi@gmail.com 

 

 

 

Forum Mutu Tahun 2010

“Meningkatkan Mutu Outcome Pasien”

Jakarta, 23-24 Juni 2010

Framework Donabedian yang dikenalkan sejak tahun 1966: Struktur, Proses dan Outcome telah mengarahkan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan lebih dari 4 dekade. Perspektif ini dibangun dengan asumsi yang bersifat linear, bahwa struktur akan mempengaruhi proses dan selanjutnya akan mempengaruhi outcome, namun berbagai macam faktor telah diketahui dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan dalam menghasilkan outcome mutu yang dikehendaki. Faktor tersebut menurut Berwick (2000) berasal dari sistem mikro pelayanan (klinisi), dari konteks organisasi (manajer) dan juga dari konteks lingkungan (regulator). Berdasarkan pendekatan ini maka Forum Mutu Indonesian Healthcare Qulality Network (IHQN) pada Juni 2010 ini akan diselenggarakan dengan mengusung tema Meningkatkan Mutu Outcome Pasien. Tema forum ini sesuai dengan tema yang akan digunakan pada forum internasional yang diselenggarakan oleh International Society for Quality in Healthcare (ISQua) di Paris..
Forum Mutu 2010 diadakan untuk memfasilitasi penyajian dan pembahasan konsep dan pengalaman upaya-upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien dalam meningkatkan outcome pasien di Indonesia. Terdiri dari 5 bentuk kegiatan: Seminar, Workshop, dan Pameran Poster yang diselenggarakan pada saat Forum Mutu dan Pelatihan serta Studi Banding yang diselenggarakan pada Pre-Forum Mutu tanggal 22 Juni dan Post-Forum Mutu tanggal 25 Juni.

Peserta

Peserta yang diharapkan hadir berasal dari:

  • Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi, lembaga pembiayaan, lembaga sertfiikasi/akreditasi, LSM dan sebagainya
  • Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur RS, Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan sarana pelayanan kesehatan lainnya
  • Klinisi: dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik
  • Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  • Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan

AGENDA FORUM MUTU (23-24 Juni 2010)

Hari I : Rabu, 23 Juni 2010

09.00 – 09.15

Pembukaan :

  1. Sambutan selamat datang: dr. Priyanti Z.S, Sp.P(K) – Direktur Utama RSUP Persahabatan
  2. Catatan 6 tahun perjalanan IHQN : dr. Hanevi Djasri, MARS. – Koordinator IHQN

09.15 – 09.45

Keynote Adress :

Road Map Reformasi Kesehatan Masyarakat Indonesia: Implikasinya Terhadap Upaya Mutu Pelayanan Kesahatan. Kementerian Kesehatan RI

09.45 – 10.15

Morning break & sesi Poster

10.15 – 12.00

Sesi Seminar I: Mengembangkan Quality Strategic Plan

  1. Desain Mutu Pelayanan Jasa. Emir Satar, CEO PT Garuda Indonesia Airlines*
  2. Manajemen Mutu Outcome Pelayanan Kesehatan Tingkat Nasional dan daerah. Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, MMed.Sc, PhD – Bagian Farmakologi Fakultass Kedokteran UGM

12.00 – 13.00

Lunch break & sesi Poster

13.00 – 16.00

Sesi Workshop I: Pengembangan Quality Framework

KELOMPOK A :
Regulator

KELOMPOK B :
Rumah Sakit

KELOMPOK C :
Primary care

Workshop I.1: Pengembangan Quality Framework dalam Sistem Kesehatan Daerah untuk mendukung Road Map Reformasi Kesehatan

Workshop I.2: Pengembangan Konsep Mutu di RS Universitas.

Workshop I.3: Pengembangan Sistem Akreditasi Pelayanan Persalinan Untuk mendukung MDG 4 & 5

  • Narasumber: Dr. dr. Deni Sunjaya, DESS IKM– FK Unpad
  • Fasilitator: dr. Trisasi Lestari, MPH

16:00-16:30

Ramah tamah

Hari II : Kamis, 24 Juni 2010

09.00 – 09.15

Review Hari I: Penyajian hasil WS I

         WS I.1: Devi Tandrasari
WS I.2: Ni Luh Puta Eka Andayani
WS I.3: Trisasi Lestari

09.15 – 09.45

Sesi Seminar II : Mengukur Clinical Outcome

  1. Pendekatan Terintegrasi untuk Mengukur Clinical Outcome dalam keterbatasan Sumber daya. Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD – Direktur Program Magister Manajemen Rumah Sakit UGM

09.45 – 10.15

Morning break & sesi Poster

10.15 – 12.00

  1. Mengukur Quality Outcome dan Quality of Life Penderita Penyakit Pernapasan di RS dan Puskesmas/Primary care. dr. Priyanti Z.S, Sp.P(K) – Direktur Utama RSUP Persahabatan
  2. Mengukur Quality Outcome dan Quality of Life Penderita Penyakit Kanker di RS dan Puskesmas/Primary care. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B.Onk, M.Epid – Direktur Utama RSUP Kanker Dharmais
  3. Mengukur Quality Outcome dan Quality of Life Penderita Penyakit Jantung dan Kardiovaskular di RS dan Puskesmas/Primary care. Dr. dr. Anwar Santoso, Sp.JP(K) – Direktur Utama RSUP Jantung Harapan Kita

12.00 – 13.00

Luch break & sesi Pemberian penghargaan Poster

13.00 – 16.00

Sesi Workshop II: Pengembangan Instrumen Pengukuran

KELOMPOK A:
Regulator

KELOMPOK B:
Rumah Sakit

KELOMPOK C:
Primary care

Workshop II.1: Persiapan Penerapan Performance Assessment Tools for Hospital (PATH) dari WHO untuk RS di Indonesia.

  • Narasumber: Dr. dr. Sutoto. MKes –  Ketua Umum PERSI
  • Fasilitator: dr. Devi Tandrasari, MPH.

Workshop II.2:

Persiapan Pelaksanaan Breaktrough Initiative untuk Safety Surgery di RS

  • Narasumber: Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD
  • Fasilitator: dr. Trisasi, MPH

Workshop II.3:

Persiapan Pelaksanaan Breaktrough Initiative untuk Peningkatan Rasionalitas Terapi Penyakit Pernapasan di Puskesmas

16:00-16:30

Penutup dan ramah tamah

Forum Mutu Tahun 2011

Peran E-health, Teknologi Kesehatan, Pendidikan dan Penelitian
Dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di Indonesia

Hari I : Rabu, 28 September 2011

09.00 – 09.15

Sambutan Selamat Datang:

  1. Dr. Ratih Kumala Dewi, MMR – Direktur Utama RS Surya Husadha
  2. Dr. Hanevi Djasri, MARS. – Koordinator IHQN

09.15 – 09.45

Keynote Address:

Penyaluran dan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang Pelayanan dan Teknologi Kesehatan: Hasil Analisis dan Evaluasi Serta Prediksi ke Depan.

DR. Dr. Trihono, M.Sc. – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Litbangkes Kementerian Kesehatan

09.45 – 10.15

Morning Break & Sesi Poster

10.15 – 12.00

Sesi Seminar I: Konsep dan Aplikasi

  1. Peran E-Health, Tehnologi Kesehatan, Pendidikan dan Penelitian dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di Indonesia.
    Prof. Dr. Adi Utarini, Msc, MPH, Phd. – Dewan Penasehat IHQN
  2. Penggunaan E-Health, Teknologi Kesehatan, Pendidikan dan Penelitian dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien berdasarkan Standard Akreditasi JCI
    Hasan Widjaja, S.Kom – Direktur Operasional Eka Hospital Jakarta *)

12.00 – 13.00

Lunch Break & Sesi Poster

13.00 – 16.00

Sesi Pararel I: Peran E-Health dan Tehnologi Kesehatan

Kelompok A :
Regulator

 

 

Kelompok B :
KIA 

 

 

Kelompok C :
Rs Dan Primary Care

 

16:00-16:30

Ramah Tamah

Hari II : Kamis, 29 September 2011

09.00 – 09.15

Review Hari I

09.15 – 09.45

Sesi Seminar II: Benchmark

  1. E-Health, Teknologi, Pendidikan dan Penelitian untuk Membangun Budaya Safety sebagai Bagian dari Service Quality dalam Industri Hotel. Wayan Sumawidana – CEO Four SeasonsResort, Bali
  2. E-Health, Teknologi, Pendidikan dan Penelitian untuk Membangun Budaya Safety sebagai Bagian dari Service Quality dalam Industri Penerbangan. Mr. Eric Eng – Manager Bali Singapore Airlines

09.45 – 10.15

Morning break & sesi Poster

10.15 – 12.00

Sesi Pararel II: Pendidikan dan Penelitian dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

KELOMPOK A:
Regulator

  • Meningkatkan Profesionalisme PNS Kesehatan Melalui Diklat Berbasis Kompetensi Drs. Sulistyono, SKM., M.Kes – Kepala Pusdiklat Aparatur Badan PPSDM Kementerian Kesehatan RI
  • Kurikukul Pendidikan Patient Safety pada Program Magister Manajemen Rumah Sakit dr. Andreasta Meliala, M.Kes, Dipl.PH – Magister MMR UGM
  • Hospital Management Development Program (H-MDP): Pengalaman Penyusunan Program dan Pelaksanaan di RS. Dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH

 

KELOMPOK B:
Rumah Sakit

 

  • Evaluasi Penerapan WHA-SSCL untuk Menurunkan Komplikasi Bedah dr. A. A. Ngurah Jaya Kusuma, Sp.OG – Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, Denpasar
  • Implementasi PSC ( Problem Solving Cycle) pada Medication Errors Incident oleh tim Patient Safety Surya Husadha Hospital
    Dr.Donny Susanto – Wakil Ketua KPRS PT Surya Husadha
  • Pendidikan dan Penelitian dalam Standard Akreditasi RS Pendidikan : Perkembangan Terkini dari Program Health Professional Education Quality (HPEQ) – DIKNAS dr. Anwar Santoso, Sp.PJ(K), Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia *

 

KELOMPOK C:
Primary care

 

12.00 – 13.00

Lunch break & sesi Pemberian penghargaan Poster

13.00 – 16.00

Sesi Seminar III

  1. Pengembangan Modul Pelatihan Clinical Leadership: Pengalaman RSUPN Cipto Mangunkusumo dalam Mencapai Standar Akreditasi Internasional (JCI).
    Prof Akmal Taher, SpBU – Direktur Utama RSUPN Cipto Mangunkusumo
  2. Membangun Sistem Rujukan Program Sister Hospital RSUP Sanglah Denpasar dengan Royal Darwin Hospital, Australia
    I Wayan Sutarga, MPHM – Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar, Bali

16:00-16:30

Penutup dan ramah tamah

Pertemuan ilmiah Tahunan 2012 dan 20 Tahun MMR UGM

PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN 2012 DAN 20 TAHUN MMR UGM

“MENDORONG PATIENT- CENTERED CARE DALAM PENDIDIKAN MANAJER DAN MANAJER KLINIS DI RUMAH SAKIT”

Yogyakarta, 10 – 13 Oktober 2012
Kampus UGM Yogyakarta

Kolaborasi antara :

Asosiasi Pendidikan S2 Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia,
Perguruan Tinggi dalam Asosiasi, Indonesian Healthcare Quality Network,
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan, dan Minat utama Manajemen Rumahsakit UGM

DAFTAR PESERTA TERPILIH LOLOS SELEKSI ORAL & POSTER

Latar Belakang

Kontribusi Magister Manajemen Rumahsakit (MMR) Fakultas Kedokteran UGM dalam pengembangan kompetensi manajer rumah sakit di Indonesia telah berjalan selama 20 tahun.Apakah refleksi yang bisa dipelajari? Salah satu hal yang paling penting adalah kemampuan MMR UGM untuk menjadi motor perubahan paradigma pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit. MMR UGM terlibat dalam upaya pengembangan manajemen rumah sakit sejak awal tahun 1990-an. MMR UGM turut menjadi “whistle blower” isu medical error dan patient safety dalam pelayanan di rumah sakit pada tahun 2000-an. Bagaimana tantangan ke depan? Usia 20 tahun bagi MMR UGM adalah usia penting untuk meninjau kembali relevansi dan eksistensi MMR dalam upaya pengembangan rumah sakit di Indonesia. Tinjauan ini dikemas dalam Seminar 20 Tahun MMR dengan tema: “Mendorong Patient-Centered Care dalam Pendidikan Manajer dan Manajer Klinis Rumah Sakit”.

Pada sisi praktis, manajer rumah sakit yang kompeten adalah manajer rumah sakit yang memiliki awareness tinggi terhadap kualitas pelayanan.Isu ini akan dibahas dalam Forum Mutu VIII. Indonesian Healthcare Quality Network adalah institusi yang mengembangkan standar kualitas pelayanan rumah sakit pada tingkat global. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi manajer rumah sakit untuk mengembangkan mutu pelayanan di rumah sakit. Isu utama yang menjadi perhatian dalam Forum Mutu VIII ini adalah “Membangun Jejaring Kerjasama dalam Upaya Pengembangan Mutu Pelayanan Kesehatan’.

Forum ini merupakan wahana bagi institusi pendidikan manajemen rumah sakit, mahasiswa, peneliti, dan praktisi, untuk dapat berkumpul dan berdiskusi bersama lintas institusi. Seminar dan Forum Mutu IHQN VIII ini bertujuan untuk: 

  1. Membahas isu-isu kualitas pelayanan dan manajemen rumah sakit terkini
  2. Membahas strategi untuk menerapkan patient-centered care di rumah sakit
  3. Membahas bukti ilmiah yang telah dihasilkan oleh mahasiswa dan alumni yang terkait dengan manajemen rumah sakit

Pertemuan ini diharapkan diikuti oleh pakar manajemen rumah sakit dari berbagai institusi pendidikan rumah sakit di Indonesia, mahasiswa, serta peneliti dan praktisi manajemen rumah sakit.Pertemuan ini juga penting bagi bagian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di rumah sakit, dimana isi dari pertemuan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan program pendidikan dan pelatihan di rumah sakit masing-masing. Pengelola rumah sakit akademik juga diharapkan dapat mengikuti pertemuan ini karena ada beberapa topik yang sangat terkait dengan pengembangan rumah sakit akademik di masa mendatang. Pertemuan diselenggarakan di Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

SEMINAR ILMIAH :

Rabu, 10 Oktober 2012

Waktu

Kegiatan

08.00 – 08.30

Registrasi peserta dan coffe break

08.30 – 09.00

Sambutan Pembukaan :

sambutan ketua MMR

Ketua Minat MMR
Ketua Forum Mutu IHQN

Ketua PMPK (dr. Yodi Mahendradata, MSc, PhD)
Pembukaan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UGM

Setting the Stage (Moderator : Dr.Yodi Mahendradhata, MSc, PhD (Direktur PMPK FK UGM)

09.00 – 09.20

Kompetensi Manajer Rumah Sakit dalam Pengembangan patient centered care

Prof.Dr. Adi Utarini MSc.,MPH.,PhD (Ketua Minat Utama Manajemen Rumahsakit, Fakultas Kedokteran UGM)

09.20 – 09.40

Patient safety movement and educating Hospital Managers in Germany

Prof. Dr. Jochen Breinlinger O’Really  (MBA Health Care Management, Berlin)

Jochen 1

09.40 – 10.00

20 tahun pengembangan Manajemen di Fakultas Kedokteran UGM

Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD (MMR dan KMPK, FK UGM)

Sesi 1. Peran Klinisi dalam mendorong Implementasi keselamatan pasien di rumah sakit

Moderator : Dr. Andreasta Meliala, Mkes., MARS (MMR FK-UGM)

notulensi

10.00 – 10.30

Peran Klinisi dalam mendorong implementasi keselamatan pasien di rumah sakit

Prof. Dr. Iwan Dwiprahasto, MMedSc., PhD (Clinical Epidemiology and Biostatistics Umit dan MMR FK-UGM)

10.30 – 11.30

Integrasi materi patient-centered care dalam orientasi pendidikan spesialis di FK UGM

Dr. Ova Emilia, Sp.OG, MMed Sc, PhD (Koordinator Pendidikan Dokter Spesialis, FK-UGM)

11.00 – 11.30

Pembahas :

  • Peran profesi dalam mendorong implementasi oleh klinisi di rumah sakit
    Dr. Chairulsjah Sjahruddin, Sp.OG (Assosiasi Profesi Kebidanan dan Kandungan/ POGI)
  • Peran Pendidikan spesialis dalam mendorong implementasi keselamaan pasien oleh Klinisi di Rumah Sakit
    DR. Dr. Lukman Hakim, Sp KK (Universitas Brawijaya)

11.30 – 12.00

Diskusi

12.00 – 13.00

Makan Siang dan Sholat

Sesi 2. Kebijakan pembiayaan kesehatan dan remunerasi tenaga medis untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien

Moderator : Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA (KMPK FK UGM)

notulensi

13.00 – 13.30

Sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia

Anik Handayani Budi Lestari, SE, MM (PT ASKES Indonesia)

13.30 – 14.00

Pembayaran provider di Indonesia

Dr. Andreasta Meliala, MKes., MAS (MMR UGM)

14.00 – 14.30

Pembahas :

DR. Drg. Yulita Hendrartini, MKes (KPMAK FK-UGM dan RS Akademik UGM)

Student / Alumni Stage
Sesi 3. Penelitian patient-centered care di rumah sakit

15.00 –  17.00

Group I Kebijakan dan Lingkungan Eksternal Rumah Sakit (Auditorium FK UGM)

presentasi kelompok I

Moderator : Dr. Dumilah Ayuningtyas, SKM.,MARS & dr. Hanevi Djasri, MARS

  • Evaluasi Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia Oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) : Persepsi RS dan Standar ISQUA oleh Intan Irfianti (UGM)
  • Patient Safety Team Improvement Efforts Based on Six Goal International Patient Safety Standards from The Joint Commission International (Operational Research at Nyai Ageng Pinatih Mother and Children Hospital) oleh Moh.Ainul Yaqin (UNAIR)
  • Patient Safety Development Program Based on Six Goal International Patient Safety Standard in Surabaya Oncology Hospital oleh Mirrah Samiyah (UNAIR)
  • Hospital life cycle strategies : studi multi kasus RS Swasta di DIY oleh Eko Rahmadi (UGM)
  • Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan poli obat tradisional Indonesia di RSUD Dr.Soetomo Surabaya oleh Wisnu Sri Nurwening (UI)
  • Hubungan jampersal pada rasio tenaga kesehatan terhadap pasien dan keluaran klinis pasien bersalin di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta oleh Nur Hayati (UGM)

Group II Manajemen pelayanan Klinis di Rumah Sakit (Ruang Kuliah S3 Program S3 FK UGM)

Moderator : Dr. Dra. Thinnie Nurul.,MARS & Prof.dr.Adi Utarini.,MSc.,MPH.,PhD

  • Peran Umpan Balik Terhadap Peresepan Dokter dalam Upaya Meningkatkan Penerapan Medication Safety Practice oleh Eliza Konda Landowero (UGM)
  • Praktik Keselamatan Pasien Bedah di RSUD Sumbawa Oleh Eva Tirtabayu Hasri (UGM)
  • Implementasi Program Patient Safety di Rumah Sakit Umum di Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Puteri Citra Cinta Asyura Nasution (UGM)
  • Penggunaan Surgical Safety Checklist WHO pada Prosedur Penatalaksanaan Pembedahan di Kamar Operasi BLUD RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh oleh Merina CH (UGM)
  • Healthcare failure mode effect and analysis (HFME) in surgery cere procedure in the X hospital oleh Indiati (UB)
  • Pelaksanaan Surgical Patient Safety terhadap adverse events pasca operasi bedah digestif di instalasi bedah RSUP dr. Sadjito Yogyakarta oleh Erick Siagian (UGM)
  • Analisis Beberapa Faktor Determinan Medical Error pada Pasien Pascabedah di Unit Pelayanan Bedah RSUD Andi Makkasau Parepare oleh Kamaruddin Said (UNHAS)
  • Analisis Faktor Penyebab Medication Error di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar oleh Rusmi Sari Tajuddin (UNHAS)
  • Identifikasi Nursing Errors di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Dr. Oen Surakarta oleh Budi Santoso (UGM)

Group III Fungsi manajemen di tingkat organisasi rumah sakit (Ruang Kuliah IKD Program S3 FK UGM)

Moderator : Drs. Agastya MBA. MPM

  • Utilization improvement of emergency unit with customer charateristic socio phyicoghraphic analysis and brand knowledge at PHC Hospital Surabaya oleh Martianawati (UNAIR)
  • Analisis value Chain pada unit layanan Trauma Center di RSUD Sunan Kalijaga Demak oleh Teddy Wahyu Nugroho (UNDIP)
  • Pengaruh ekuitas Merek terhadap kinerja customer relationship manajement (CRM) dengan reputasi rumah sakit sebagai variabel intervening oleh Evelina Yuliani (UGM)
  • Studi Interpersonal Communication Skills Tenaga Keperawatan terhadap Patient Satisfaction Ruang Rawat Inap sebagai Evaluasi Program Service Excellence RS Risa Sentra Medika Mataram oleh Aryo Astosaloko (UI)
  • The Arrangement of Brand Expression Based on Marketing Strategy and Brand Strategy oleh Ilham A.Ridlo (UNAIR)
  • Evaluasi sistem remunerasi di RS Dr. R Soetijono Kabupaten Blora oleh Endah Kurnia pembantjanawati (UGM)

19.00 – 21.00 Malam Performance Peserta seminar (University Club UGM)

gala dinner 2

Kamis, 11 Oktober 2012

Sesi 4. Kepemimpinan dan perubahan budaya organisasi menuju budaya keselamatan pasien

Moderator : dr. Hanevi Djasri, MARS (PMPK, Divisi Mutu dan IHQN)

08.30 – 08.50

Kepemimpinan sebagai kapital organisasi untuk membangun budaya keselamatan pasien di rumah sakit

Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD (FK-Universitas Gadjah Mada)

08.50 – 09.10

Understanding the Dynamic Interaction within Indonesia’s Health Care Competition

DR. Indrianty Sudirman, MSi (FE & MARS FKM Universitas Hasanudin)

09.10 – 09.45

Pembahas :

09.45 – 10.15

Diskusi

10.15 – 10.30

Coffe Break

Sesi 5. Strategi komunikasi kepada klinisi dan manajer rumah sakit untuk implementasi patient-centered care

Moderator: DR. Dr. Susilowati., MKes (MMR, FK-UGM)

notulensi

10.30 – 11.00

Strategi berkomunikasi dengan klinisi: Teknik Komunikasi, Role Model, dan Action

DR.Dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K)(pendiri Pelayanan Jantung Terpadu RS. Cipto Mangunkusumo)

11.00 – 12.00

Pembahas :

11.30 – 12.00

Diskusi

12.00 – 13.00

Makan Siang dan Sholat

Sesi 6. Desain fisik dan disain pelayanan sebagai pendukung utama penerapan Patient-centered Care

Moderator: Ni Luh Putu Eka Andayani, SKM, MKes (MMR dan PMPK, Divisi rumah sakit FK-UGM)

13.00 – 13.20

Desain Fisik untuk menciptakan patient centered care : Evidence-based Design

Dyah Permata Kurnia Dewi, ST, M.Kes (MMR FK-GM

13.20 – 13.40

Integrasi desain fisik dan pelayanan di Eka Hospital,

dr. Esther Nurima,MARS (direktur pengelola Korporat Eka Hospital Jakarta)

13.40 – 14.10

Pembahas :
Dr. Kuntjoro Adipurjanto, M.Kes (Ketua ARSADA),

Konsep dan implementasi Green Hospital di Indonesia,
Prof . Dr. Hari Kusnanto, MSc., DrPH (Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM)

Sesi 7. Membangun Jejaring Kerjasama Nasional dan Internasional dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

Moderator: Dr. Viera Wardhani, M.Kes (MMRS, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya)

notulensi

14.45 – 15.05

Pengalaman IHQN dalam membangun jejaring kerjasama nasional dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan,

Dr. Hanevi Djasri, MARS (Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN)

15.05 – 15.25

Membangun jejaring kerjasama dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan : pengalaman internasional

Dr. Krishna Hort (Nossal Institute, Melbourne)

15.25 – 16.15

Pembahas :

  • Pengembangan RSA di Indonesia : Apakah akan berbasis pada konsep jejaring?, DR. Drs. Syahrir A. Pasinringi, MS (Direktur Umum, Keuangan & SDM Rumah Sakit Akademik Universitas Hasanudin
  • Pengembangan Jejaring RS Siloam di Indonesia, Dr. Grace Frelita (Corporate Siloam Group)
  • Pengalaman PDMMI membangun jejaring kerjasama Nasional dalam peningkatan mutu pelayanan klinis, DR. Dr. Meliana Zailani, MARS (Perhimpunan Dokter Manajer Medik Indonesia)

16.15 – 16.45

Diskusi

suasana ruang

Penutup :
Moderator : Prof.dr.Adi Utarini, MSc, MPH,PhD (MMR UGM)

16.45 – 17.15

Penutup. Trend watching sinergi pengembangan rumah sakit & pendidikan manajer rumah sakit

Drs. Mulyadi, Msc. Akt (Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dan MMR UGM)

PELATIHAN

Auditor Internal untuk Akreditasi Internasional
Berdasarkan Standar dari Joint Commission International /JCI

WORKSHOP

Pengorganisasian Tim Persiapan Akreditasi Internasional
Berdasarkan Standar dari Joint Commission Internatinoal/JCI


Minggu, 14 Oktober 2012: JOGJA HERITAGE FUN BIKE

“Dalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang sehat…Dalam acara ulang tahun yang sehat, terdapat acara sepeda gembira…”

Fun Bike 20tahun MMR UGM akan membawa peserta menelusuri Kota Gede, salah satu sisi kota tua di Jogjakarta. Perjalanan bersepeda akan ditempuh melalui jalur khusus sepeda yang tersedia di jalan-jalan Kota Jogja. Rute ini akan menambah wawasan bagi peserta yang baru saja tiba dan akan menempuh kuliah di Jogja. Fun bike diharapkan dapat diikuti oleh mahasiswa S2, alumni, dosen, dan staf kependidikan FK UGM. Peserta berkumpul di Kampus FK UGM, Minggu 14 Oktober 2012 pkl 06.00 WIB. “Jangan mengaku pernah kuliah di Jogja jika belum melihat Kota Gede”.

BIAYA PENDAFTARAN

kegiatan Mahasiswa S2-S3 Alumni MMR-UGM Peserta luar/Umum
Seminar Ilmiah 400,000.00 750,000.00 1,200,000.00
Workshop 1 750,000.00 1,000,000.00 1,500,000.00
Workshop 2 500,000.00 750,000.00 1,000,000.00
Paket Seminar + WS1 1,100,000.00 1,750,000.00 2,700,000.00
Paket Seminar + WS2 850,000.00 1,500,000.00 2,200,000.00

Biaya Pendaftaran Dikirim Ke :

Rekening Bank Mandiri Cab. UGM Jogjakarta, No. Rekening : 137-00-0486003-3, an: dr. Andreasta Meliala, QQ MMR

INFORMASI LEBIH LANJUT :

MMR Jogjakarta:

  • Hernie Setyowati (Menik)
  • Telpun: 0274-581679/551408/0818 26 9560
  • Email : menikmmr@yahoo.co.id

MMR Jakarta :

  • Ki Syahgolang Permata (Kiki)
  • Telpun: 021-52962568/52962569/081511981982
  • Email : mmrkiki@gmail.com

PMPK :

  • Angelina Yusridar (Yusri)
  • Telpun: 0274-549425/08111498442
  • Email : angelina_yusridar@rocketmail.com

 

 

Forum Mutu Tahun 2009

Pengantar = pengantar ketua panitia Forum Mutu 2009.pdf

Hari I

Sesi Pleno I

Sesi Paralel I

Hari II

Sesi Pleno II

Sesi paralel II