Nusky Syaukani, MPH

Konsultan dan Peneliti pada Divisi Manajemen Mutu, Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan, FKK-MK UGM. Membidangi Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, banyak terlibat dalam pengembangan sistem manajemen mutu melalui Akreditasi di Fasilitasi Kesehatan Tingkat pertama (FKTP) dan RS.

 

 

 

 

 

Andriani Yulianti, MPH

andrian

Andriani Yulianti, MPH., menyelesaikan pendidikan S2 di Minat Manajemen Rumah Sakit, Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM Yogyakarta pada Tahun 2012. Setelah menyelesaikan studi S2 kemudian bergabung di tahun yang sama sebagai peneliti dan konsultan di Divisi Manajemen Mutu PKMK FKKMK UGM Yogyakarta sejak pertengahan Tahun 2012. Pernah ditugaskan sebagai koordinator lapangan dalam program sister hospital selama 3 Tahun di Kupang-NTT dalam kaitannya dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, dan sekaligus menjadi awal keterlibatan dalam program kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Bidang yang diminati dan ditekuni saat ini terkait dengan mutu pelayanan kesehatan Ibu dan Anak. Saat ini tergabung dalam Kelompok Kerja KIA (POKJA KIA) yang dibentuk oleh FK-KMK UGM. Sejak tahun 2016-2019 menjadi koordinator pelaksanaan Annual Scientific Meeting (ASM) untuk POKJA KIA dan pernah menjadi koordinator Ilmiah pada pelaksanaan Forum Nasional KIA, KB & GIZI ke-1 Tahun 2018 di Yogyakarta, saat ini juga aktif sebagai pengelola website www.Kesehatan-ibuanak.net 

Bersama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM telah banyak terlibat dalam kegiatan penelitian, pelatihan, maupun konsultasi seperti; Pendampingan Pelaksanaan Audit Maternal Perinatal (AMP) efektif dengan 10 langkah, Pendampingan Manual Rujukan Maternal Neonatal, Melakukan Analisa Situasi KIA di Kabupaten Banyumas dan Grobogan, Memfasilitasi Penyusunan Policy Brief topik KIA, Sebagai tim penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia (National Quality Policy and Strategy) dengan Kementerian Kesehatan dan WHO. Selain kegiatan yang terkait KIA juga memiliki ketertarikan dalam upaya peningkatan mutu di FKTP dengan memberikan pendampingan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dan Penerapan Keselamatan Pasien di Faskes dalam kaitannya dengan persiapan akreditasi FKTP.

 

 

 

 

Lucia Evi Indriarini, MPH

Lucia Evi Indriarini, MPH., menyelesaikan pendidikan S2 di Minat Manajemen Rumah Sakit, Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM Yogyakarta pada 2015. Pernah bergabung di Badan Mutu Pelayanan Kesehatan Yogyakarta sejak tahun 2004. Saat ini aktif tercatat sebagai peneliti dan konsultan di Divisi Manajemen Mutu PKMK FKKMK UGM Yogyakarta, sekaligus sebagai pengelola (manajer) IHQN (Indonesian Healthcare Quality Network) yang merupakan jejaring pemerhati mutu kesehatan di seluruh Indonesia.

Bidang yang diminati dan ditekuni saat ini terkait dengan mutu pelayanan kesehatan. Selama bergabung di Badan Mutu Pelayanan Kesehatan (BMPK) dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM telah banyak terlibat dalam kegiatan penelitian, pelatihan, maupun konsultasi seperti; Evaluasi HMT Batch I, Survei Kesehatan Daerah Propinsi DIY, RAP Home II HMT II, Survei Pengetahuan, Sikap, Praktisi Swasta terkait TB di 12 Kota Besar Indonesia, Studi Pengembangan Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Fase II, Pelatihan FMEA, Pelatihan Penyusunan Dokumen Akreditasi RS, Pelatihan Manajemen Risiko, Survei Kajian Indeks Kepuasan Fasilitas Kesehatan-BPJS Kesehatan, Diagnostic Study on Barriers to University Research in Indonesia, Kegiatan Blended Learning Strategic Purchasing bagi Pimpinan dan Staf BPJS, Tim Peneliti Formative Research Pencegahan dan Penanganan Asma di Tiga Provinsi di Indonesia, Koordinator SEMLOKNAS FKTP Seluruh Indonesia Tahun 2018, Koordinator Forum Mutu (forum ilmiah nasional tahunan, sejak periode 2015). Saat ini juga aktif menjadi pengelola website www.mutupelayanankesehatan.net dan menjadi Asisten Editor untuk The Journal of Hospital Accreditation (JHA), jurnal kerjasama KARS & Divisi Manajemen Mutu PKMK FKKMK UGM.

 

 

 

 

 

 

 

 

dr. Novika Handayani

vikaNovika Handayani atau yang akrab dipanggil Vika lahir di Jakarta, 28 November 1990. Menyelesaikan studi  pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 2014 lalu melanjutkan internship selama satu tahun di salah satu RS dan puskesmas di DIY. Setelah itu, bekerja menjadi dokter umum selama satu tahun di sebuah RS pusat angkatan udara di Yogyakarta. Sejak Januari 2017, Vika mulai bergabung di divisi manajemen mutu PKMK FKKMK UGM.

Ketertarikan terhadap bidang public health sudah dimulai sejak Vika aktif berperan dalam organisasinya semasa kuliah yaitu Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) khususnya di bidang reproduksi kesehatan dan HIV/AIDS. Selama di PKMK, Vika memiliki pengalaman terlibat dalam joint research dengan  BPJS Kesehatan, membantu penelitian The Health Finance and Governance (HFG) bekerjasama dengan Abt Associates-USAID, serta masih menjalani projek penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia (National Quality Policy and Strategy) dengan Kementerian Kesehatan dan WHO sejak Agustus tahun 2017. Vika juga sudah mengikuti workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dari KARS, serta menjadi narasumber untuk bimbingan teknis PMKP untuk FKTP. Bidang yang diminati adalah patient safety, pengembangan quality improvement tools, penerapan integrated care dan patient-family engagement.

 

 

dr. Robertus Arian Datusanantyo

robertus

dr. Robertus Arian Datusanantyo.

Dokter Arian adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (2000-2006). Pertengahan 2007 sampai akhir 2008 berkarya sebagai dokter jaga bangsal dan IGD di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Kabupaten Musi Banyuasin adalah kabupaten pertama yang mengasuransikan seluruh masyarakatnya ke PT Askes (pada waktu itu) dengan nama Askes Semesta. RSUD Sekayu juga salah satu dari beberapa rumah sakit daerah yang pertama kali bertransisi menjadi Badan Layanan Umum Daerah.

Sejak awal tahun 2009, dokter Arian berkarya di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, dengan beberapa pengalaman penting sebagai berikut:

  1. Dokter jaga ruang rawat inap dan instalasi gawat darurat.
  2. Pelaksana harian direktur Klinik Panti Rahayu Kelor (Saat ini telah menjadi RS Panti Rahayu Kelor) Kabupaten Gunung Kidul 2011-2012.
  3. Koordinator kelompok kerja Pelayanan Medis akreditasi 16 pelayanan tahun 2009-2010.
  4. Wakil ketua panitia akreditasi KARS versi 2012 tahun 2012-2014.
  5. Kepala Instalasi Gawat Darurat dan Ketua Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2013-2015.
  6. Sekretaris / manajer operasional sister hospital RS Panti Rapih dan RSUD Ende sejak Juli 2010.

Pada tahun 2012-2014, dokter Arian berkesempatan menempuh pendidikan pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dengan peminatan utama Magister Manajemen Rumah Sakit. Karya akhirnya berupa studi kasus intervensi RS Panti Rapih kepada RSUD Ende dalam program sister hospital.

Sejak Juli 2015, dokter Arian mengikuti program pendidikan dokter spesialis di Universitas Airlangga / RSUD Dr. Soetomo pada progam studi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik.

 

 

 

 

 

 

Dedison Asanab S.KM

dediDedison Asanab S.KM lahir dari 6 bersaudara pada tanggal 11 April 1989, di Kupang Nusa tenggara timur. Menempuh pendidikan S1 di Fakultas kesehatan masyarakat Universitas nusa cendana Kupang. yang diselesaikan pada tahun 2011 selama kuliah di FKM Undana pernah magang di Komisi penanggulangan AIDS (KPA) Propinsi Nusa tenggara timur.

Pada tahun 2012 mulai bekerja di community development specialist increase sebagai volunteer (full-time) dan Plan international sebagai enumerator lepas (Part-time). Pada akhir tahun 2012 berpindah dari seorang NGO workers menjadi peneliti muda di pusat penelitian kebijakan kesehatan dan kedokteran universitas Nusa Cendana Kupang (P2K3 Undana). Kegiatan yang pernah dilakukan selama bekerja di P2K3 Undana yakni menjadi asisten koordinator lapangan program sister hospital di 11 RSUD di Propinsi Nusa tenggara timur. Program sister hospital ini didukung oleh Australia indonesia Partnership for maternal and Neonatal Health (AIPMNH). Dari hasil evaluasi menunjukkan lima dari 11 RSUD di NTT mengalami penurunan kematian maternal. Selain sebagai peneliti muda di P2K3 Undana, berpartisipasi aktif juga dalam kegiatan-kegiatan forum academia NTT (FAN) seperti seminar-seminar penelitian dll.

 

 

 

Stevie Ardianto Nappoe, S. KM

steviMenempuh pendidikan S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana. Sejak Oktober 2012 menjadi Peneliti pada Pusat Penelitian Kebijakan Kesehatan dan Kedokteran (P2K3), Lembaga Penelitian, Universitas Nusa Cendana pada Project Sister Hospital yang bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Pernah beberapa kali menjadi surveyor baik di NGO maupun penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Sampai saat ini masih terlibat dalam Project Sister Hospital di NTT sebagai Asisten Koordinator Lapangan yang bertanggung jawab untuk pengumpulan dan pengolahan data serta monitoring dan evaluasi.

 

 

 

 

 

 

 

Video acara

 

Continuing Medical Education
“External Assessment of Health
Services”

Dr. Charles D Shaw

Tempat  : Ruang Senat FK UGM
Tanggal : 8 Juni 2013

Download Materi

Ilham Akhsanu Ridlo, S.KM., M.Kes

foto CV ilhamLahir 23 Maret 1986 di Lamongan. Tahun 2004 memulai menempuh pendidikan S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan ke pendidikan S2 di prodi Administrasi Kebijakan dan Kesehatan Universitas Airlangga dengan konsentrasi di Manajemen Kesehatan yang diselesaikan pada tahun 2011.

Gelar M.Kes diperoleh setelah mempertahankan tesis dengan kajian brand management. Tesis tersebut juga pernah dipresentasikan dalam rangka ulang tahun Magister Manajemen Rumah Sakit dengan tema “Mendorong Patient-Centered Care dalam Pendidikan Manajer dan Manajer Klinis di Rumah Sakit UGM” di MMR UGM.

Setelah mendapat gelar M.Kes, Agustus 2011 bergabung di Rumah Sakit Bedah Surabaya di Unit Perencanaan dan Pengembangan Manajemen dan pada Februari 2012 dipromosikan sebagai Kepala Pengembangan SDM. Pada tahun 2014 dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan Manajemen. Saat ini terlibat aktif dalam organisasi profesi sebagai Ketua PERSAKMI (Perhimpuan Sarjana Kesehatan Masyarakat) Cabang Kota Surabaya, sebagai Sekretaris Umum Ikatan Alumni FKM UNAIR. Pelatihan yang pernah diikuti diantaranya District Health Management Course, Workshop Asesor Internal Akreditasi Rumah Sakit, Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit, Global Health True Leader, dan Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Rumah Sakit.

Selain aktif di organisasi profesi, Pengembangan Mutu dan Manajemen Rumah Sakit, dan penulisan artikel populer tentang Manajemen Rumah Sakit. Kegiatan untuk mengintegrasikan konsep dan pelaksanaan manajemen mutu lembaga kesehatan secara nasional antara lain melalui IHQN (Indonesian Healthcare Quality Network) sebagai kontributor.

http://iaridlo.wordpress.com