Eva Tirtabayu Hasri

Eva Tirtabayu Hasri. Lahir 8 Maret 1988 di Empang, Sumbawa. Tahun 2006 memulai pendidikan di STIKES Surya Global Yogyakarta prodi Strata 1 keperawatan, lulus tahun 2010 dengan gelar S.Kep. Melanjutkan pendidikan Magister tahun 2011 di Fakultas Kedokteran UGM jurusan Manajemen Rumah Sakit yang ditempuh selama 1 tahun dengan gelar MPH. Mei- Juli 2012 melakukan penelitian di instalasi bedah RSUD Sumbawa untuk menyelesaikan tesis. Desember 2011 sampai Januari 2012 sebagai staf magang di RS Bethesda Yogyakarta di bangsal Rawat inap, Stroke center, Farmasi dan Radiologi. Juli sampai Agustus 2009 Pengabdian Kerja di Rumah Sakit Mitra Paramedika Sleman Yogyakarta sebagai perawat di IGD, bangsal anak, dan penyakit dalam. Juli 2007 sampai Agustus 2007 Pengabdian Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo sebagai perawat di UGD, Bangsal anak, dan Penyakit dalam. Pernah mempresentasikan tesisnya tentang Penerapan Surgical safety Checklist WHO dalam rangka ulang tahun Magister Manajemen Rumah Sakit dengan tema “Mendorong Patient-Centered care dalam Pendidikan Manajer dan Manajer Klinis di Rumah Sakit UGM” di MMR UGM.

Setelah mendapat gelar MPH, Agustus samapi November 2012 menjadi asisten konsultan di PKMK (pusat kebijakan manajemen kesehatan) UGM di divisi Manajemen Rumah Sakit sebagai pengelola website manajemen rumah sakit yang isinya tentang pelatihan yang berhubungan dengan pelayanan, sumber daya manusia rumah sakit, asuransi kesehatan, manajemen fisik rumah sakit, sistem informasi rumah sakit, hukum kesehatan, hasil benchmarking ke luar negeri, laporan PML (perfomance manajement leadership). Saat ini fokus mendalami center of excellence dengan salah satu rumah sakit internasional terbesar di Indonesia dan termasuk yang pertama lulus standar JCI (joint commition international) dalam rangka world class hospital. Bidang yang diminati center care, spesialisasi pelayanan seperti kardiovaskuler, neurology, ibu dan anak, dan bedah akses minimal.

 

 

dr.Sitti Noor Zaenab, M.Kes.

Pendidikan :
S2 : MMR FK UGM, 1995
S1 : Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, 1974

Riwayat Pekerjaan :

  1. Kepala Puskesmas Imogiri I Kab. Bantul
  2. Kepala Seksi Pelayanan Kesehanan Kandep.Kesehatan Kab.Bantul
  3. Direktur RSUD Wonosari Kab. Gunungkidul
  4. Kepala Kantor Diklat Kab.Gunungkidul
  5. Staf Divisi Pelayanan Medik RSUP DR.Sardjito Yogyakarta
  6. Kepala Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Prop. DIY
  7. Kepala Dinas Kesehatan Kab.Bantul

Pengalaman sebagai Konsultan:

  1. Konsultan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) PKMK FK UGM Yogyakarta
  2. Konsultan Sistem Kesehatan Daerah (SKD) KPMAK FK UGM Yogyakarta

Karya ilmiah:
Penelitian bersama:

  1. Evaluasi Pelayanan Obat di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bantul Tahun 1997
  2. Evaluasi Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional kesehatan (BOK) di 3 Puskesmas Kabupaten Ende Prov.NTT Tahun 2011
  3. Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Operasional (BOK) di Dinas Kesehatan. Studi kasus di Dinkes kab. Bantul dan Dinkes Kab. Lebong Tahun 2011
  4. Evaluasi Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Ibu di Kab. Karimun Prov.Kepri Tahun 2012

Modul Pelatihan :

  1. Penguatan Manajemen Program KIA

 

 

drg. Puti Aulia Rahma, MPH, CFE

puti barudrg. Puti Aulia Rahma, MPH, CFE menyelesaikan pendidikan S1 dari Fakultas Kedokteran Gigi – UGM sekaligus pendidikan S2 dalam bidang Manajemen Rumah Sakit Fakultas Kedokteran – UGM pada tahun 2010. Ditahun yang sama, Puti, begitu biasa ia dipanggil, mulai bergabung sebagai konsultan dan peneliti di Divisi Manajemen Mutu – Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) sampai saat ini. Selain di PKMK, Puti juga pernah bekerja sebagai editor Majalah Dental&Dental (2010 – 2017) dan dokter gigi praktek disebuah klinik gigi di Yogyakarta (2011 – 2013). Bidang yang menjadi passion-nya adalah jurnalistik, diving, green living (tercatat sebagai anggota Green Peace sejak tahun 2012), travelling dan kesehatan masyarakat.

Di PKMK, sejak 2011 menjabat sebagai koordinator Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Sister Hospital NTT hingga 2015. Sejak 2012 tergabung dalam Pokja Kesehatan Ibu dan Anak. Pokja ini dibentuk sebagai sarana untuk menganalisis kebijakan-kebijakan terkait pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pada tahun 2014, Puti aktif dalam bidang konsultasi, edukasi, dan kajian terkait kecurangan (fraud) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta terkait upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di FKTP maupun FKRTL. Untuk mendukung kegiatannya, Puti mendapat pelatihan maupun sertifikasi berupa TOT Pendamping Akreditasi FKTP (dari Kementerian Kesehatan), Konsultan Manajemen Kesehatan dari IKKESINDO, Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) SNARS Edisi 1 (dari KARS), serta Certified Fraud Examiner (CFE) (dari ACFE global (berpusat di Amerika Serikat)).

Dalam bidang upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien, Puti berpengalaman menjadi fasilitator dan narasumber untuk bimbingan teknis dan in house training yang pelaksanaannya bekerja sama dengan dinas kesehatan, Puskesmas, klinik, dan rumah sakit seluruh Indonesia. Sedangkan sebagai fraud examiner, pengalaman Puti terlibat dalam pengembangan upaya pengendalian kecurangan (fraud) JKN di Indonesia adalah:

  1. Edukasi dan sosialisasi, pembinaan, dan peningkatan keterampilan anti kecurangan (fraud) JKN kepada BPJS Kesehatan, lebih dari 20 Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota dan lebih dari 200 fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, maupun FKTP (sejak awal 2014 – saat ini).
  2. Terlibat dalam penyusunan Permenkes No. 36/ 2015 tentang Pencegahan Kecurangan (Fraud) dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan pada Sistem Jaminan Sosial Nasional bersama Kementerian Kesehatan RI (mulai pertengahan tahun 2014 – pertengahan 2015).
  3. Terlibat dalam penyusunan Alat Diagnostik Pemenuhan PMK No. 36/ 2015 di FKRTL bersama KPK (akhir tahun 2015).
  4. Deteksi potensi fraud di lebih dari 30 rumah sakit seluruh Indonesia (sejak tahun 2016).
  5. Investigasi potensi fraud di total di 6 rumah sakit seluruh Indonesia (sejak tahun 2016).
  6. Terlibat dalam revisi dan pengembangan Pedoman Pencegahan Kecurangan JKN bersama KPK, Kementerian Kesehatan RI, dan BPJS Kesehatan (tahun 2018).

Mulai 2016, Puti mengelola Community of Practice (CoP) Anti Fraud Layanan Kesehatan yang saat ini sudah beranggotakan lebih dari 400 orang. Komunitas ini beranggotakan praktisi yang bergerak dalam bidang upaya pengendalian kecurangan (fraud), diantaranya fraud JKN. Update informasi maupun kegiatan yang dilakukan di CoP Anti Fraud layanan kesehatan dapat Anda ikuti melalui: Website: bit.ly/web-copantifraud | E-mail: bit.ly/email-copantifraud | FB: bit.ly/fb-copantifraud | Telegram: bit.ly/telechannel-copantifraud | Instagram: bit.ly/instagram-copantifraud | Twitter: bit.ly/twitter-copantifraud

Puti dapat dihubungi secara pribadi di E-mail: putiauliarahma@gmail.com 

 

 

Hary Agus Sanjoto, S.Sos, MPH

Memulai pendidikan strata 1 (S1) di Kota Jogjakarta pada tahun 1987 hingga 1996 di Jurusan Antropologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2005 hingga 2010 menepuh pendidikan strata 2 (S2) di Magister Managemen Rumahsakit Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.

Beberapa pengalaman kerja sebagai surveyor maupun field coordinator untuk kegiatan public health telah kami lakukan, seperti

  • Surveyor di “Research on Epidemiology of Malaria During Pregnancy in Indonesia” Kabupaten Jepara, pada tahun 1999.
  • Surveyor di “Evaluation of the User-Provider Interface in Malaria Control Field: The Case of Jepara District, Central Java Province, Indonesia”, pada tahun 1999-2002.
  • Field Coordinator di “Identifikasi Sarana Pelayanan Kesehatan di Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta” pada tahun 2003.
  • Field Coordinator di “Assessment of implementation DOTS strategy in Java and Bali hospitals”, pada tahun 2004 – 2005.
  • Field Coordinator di “Pemetaan Sarana Kesehatan Pemerintah di Propinsi Jawa Tengah”, pada tahun 2005.
  • Field Coordinator di “Assessment of implementation DOTS strategy in Indonesian hospitals”, tahun 2006, dan
  • Surveyor di “Rapid Assesment Prosedur Hospital Management (RAP HoMe) in Nusa Tenggara Barat and Nusa Tenggara Timur Provinces”, 2006.

Pengalaman kerja sebagai regional coordinator :

  • Reginal Coordinator in “Hospital Management Training (HMT) Phase II in Bima, Nusa Tenggara Barat Provinces”, 2009.
  • Reginal Coordinator in “Coordination, Monitoring, Evaluation, and Verification Technical Support for Clinical Outsourcing (Sister Hospital) in Nusa Tenggara Timur Provinces”, 2011

Pengalaman kerja sebagai asisisten pendampingan akreditasi :

  • Asisten pendamping pada “Penerapan Akreditasi Joint Commission International (JCI) di RSUP Dr. Sardjito” tahun 2012

 

 

Tim Divisi

Divisi Manajemen Mutu (Divisi Mutu PMPK) adalah salah satu divisi pada Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) yang bernaung dibawah Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada. Didirikan sejak tahun 2000, berawal pada saat adanya kerjasama antara dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD dan dr. Tjahjono Kuntjoro, MSc, DrPH dalam mengembangkan: Standar akreditasi organisasi pelayanan kesehatan, institusi pendidikan kesehatan dan tenaga profesional kesehatan (bekerjasama dengan Departemen Kesehatan RI)

Divisi Mutu PMPK telah dan akan terus menerus melakukan berbagai penelitian, pelatihan dan konsultasi untuk meningkatkan kemampuan sarana pelayanan kesehatan dalam menjaga keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan.

Divisi Mutu PMPK berupaya membangun kerjasama yang luas antara lain dengan lembaga regulator pelayanan kesehatan (Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, Perusahaan Asuransi, Organisasi Profesi, NGO, dan sebagainya) untuk mengembangkan sistem regulasi pelayanan kesehatan, juga berkerjasama dengan pengelola sarana pelayanan kesehatan (Direktur/Manajer rumah-sakit, Kepala Puskesmas, dan sebagainya) untuk mengembangkan sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan, serta bekerjasama dengan perwakilan masyarakat/pasien dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat/pasien untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman.

Kepala Divisi Mutu

phanevi

dr. Hanevi Djasri, MARS
hanevi_pmpk@yahoo.com

Manajer Divisi

Anantasia Noviana, SE
novi_pmpk@yahoo.com

Asisten konsultan :

Nusky Syaukani, Ssos
nusky_syaukani@yahoo.com

Hary Agus Sanjoto, MPH
harysanjoto@gmail.com

Lucia Evi I., SE
luciaevi_09@yahoo.com

dr. Muhammad Hardhantyo
hardhantyom@yahoo.com

drg. Puti Aulia Rahma MPH
putiaulirahma@gmail.com

Armiatin SE.,MPH
armiatinmmr@yahoo.co.id

Andriani Yulianti SE.,MPH
ndiani_86@yahoo.com

Nasiatul Aisyah Salim SKM.,MPH
nasiatul_aish88@yahoo.co.id

Web Developer

Yulis Yuhiba
Yuliaslovic@yahoo.co.id 

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua

Hanevi Djasri photo

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua (Dosen, Peneliti, dan Konsultan)

Memperoleh gelar dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1994, Magister dalam bidang Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia pada tahun 1997 dan Fellow dari International Society for Quality in Healthcare pada tahun 2018, serta Doktor dalam bidang kedokteran dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2019. 

Rentang waktu tahun 1996-2003 menjadi manajer pada perusahaan joint-venture asuransi kesehatan swasta dan menjadi pengelola group rumah sakit swasta di Jakarta. Pada tahun 2003 beralih profesi dari praktisi menjadi dosen, peneliti dan konsultan dalam bidang manajemen pelayanan kesehatan di Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada.

Area penelitian dan konsultasi yang ditekuni terutama dalam bidang clinical quality management melalui berbagai pendekatan regulasi internal dan regulasi eksternal, meliputi pengembangan kebijakan dan strategi nasional untuk peningkatan mutu; pengembangan sistem akreditasi ditingkat sarana/fasilitas, tingkat pelayanan, dan tingkat tenaga kesehatan; pengembangan clinical guideline, clinical pathways dan clinical audit sebagai bagian dari implementasi konsep clinical governance dan patient safety di berbagai rumah sakit (RSUP, RSUD, RS swasta) dan pelayanan kesehatan tingkat primer (Puskemas dan Klinik).

Hanevi juga aktif dalam membangun kerja sama peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui jaringan internasional dan nasional antara lain melalui The International Society for Quality in health care (ISQua), Australian Fellowship Award (ALA), BMJ-The International Forum on Quality and Safety in Healthcare (BMJ Forum), Indonesian Health care Quality Network (IHQN), Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA), Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dan Persatuan Dokter Manajemen Medik Indonesia (PDMMI), serta Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP).

 

 

 

 

 

 

dr. Tjahjono Kunjoro, MPH, DrPH

foto-pak-tk-224x300

dr. Tjahjono Kunjoro, MPH, DrPH (Narasumber)

Riwayat Pendidikan / Education background:

  1. Doctor of Public Health, School of Public Health University of Hawaii at Manoa, Honolulu, Hawaii, USA, August, 1996
  2. Master of Public Health, School of Public Health, University of Hawaii at Manoa, Honolulu, Hawaii, USA, May, 1989
  3. Dokter/medical doctor, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Dec, 1980

Pengalaman sebagai konsultan

  1. Perencanaan Proyek HPP
  2. Pemberdayaan Sektor Sosial
  3. Evaluasi Program Master Quality Improvement Univ. Of Newcastle, Australia
  4. Manajemen Mutu
  5. Mutu Asuhan Keperawatan
  6. Kajian Awal Proyek Safemotherhood
  7. Konsultan pengembangan standar akreditasi pelayanan medis dasar
  8. Konsultan pengembangan standar akreditasi puskesmas
  9. Konsultan benchmarking Pengembangan LRC, Akreditasi, Pengembangan SDM Projek Kesehatan V
  10. Evaluasi Sistem Manajemen Peningkatan Kinerja Klinis di Kabupaten Purworejo, Cilacap, dan Magelang
  11. Evaluasi Penerapan Poliklinik Kesehatan Desa di Kabupaten Purbalingga
  12. Konsultan restrukturisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang
  13. Konsultan Penerapan SMM ISO 9001:2000 di Puskesmas DIY

Karya ilmiah/ Research

A. Penelitian/Researchs

  1. Analisis Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja perawat di rumah sakit (1996):
  2. Assessment awal Proyek HPP (1997):
  3. Assessment awal Proyek Safematherhood di Jawa Tengah (1998):
  4. Evaluation of CCEB-University of Newcastle Master program in Quality Improvement (1998, unpublished)
  5. Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Klinis di Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Cilacap (2004, belum dipublikasikan)
  6. Evaluasi Penerapan Poliklinik Kesehatan Desa Di Kabupaten Purbalingga (2004, belum dipublikasikan)
  7. Pengembangan instrumen untuk menetapkan strategi peningkatan mutu dengan pertimbangan tekanan bisnis dan kesiapan organisasi (2004)
  8. Evaluasi ujicoba akreditasi puskesmas proyek HP-5 Provinsi Jawa Tengah (2004, belum dipublikasikan)

B. Modul-modul Pelatihan/Training Moduls:

  1. Modul Pelatihan Kalakarya Manajemen Mutu untuk Rumah Sakit (Bapelkes Gombong, 1996):
  2. Modul Pelatihan Manajemen Puskesmas untuk orang ke II (Bapelkes Gombong, 1996):
  3. Modul Pelatihan Kinerja Rumah Sakit (Bapelkes Gombong, 1997):
  4. Modul Pelatihan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten (Bapelkes Gombong, 1997):
  5. Modul Pelatihan Kinerja Puskesmas (Bapelkes Gombong, 1997):
  6. Modul Pelatihan QA-Team Based untuk Puskesmas (Bapelkes Gombong, 1997):
  7. Modul Pelatihan Akreditasi Rumah Sakit (Bapelkes Gombong, 1997):
  8. Modul Pelatihan Surveyor Kajian Awal Proyek Safemotherhood (Bapelkes Gombong, 1998):

C. Publikasi:

  1. Kuntjoro, T., Pendekatan Manajemen Dalam Mewujudkan Pelayanan Prima di Rumah Sakit, Need: Lingkungan Manajemen Ilmiah, Volume 2, Nomor 6, Juni 2000, pp 20-25
  2. Wardhani, V., Kuntjoro, T., Utarini, A., Developing Quality Performance Framework in the Emergency Department, dr Saiful Anwar General Hospital, Malang region, Indon J Clin Epidemiol Biostat, Vol 8, No 2, August, 2001
  3. Muslim, M., Kuntjoro, T., Pemantapan Mutu dan Mutu Hasil Analisis Laboratorium Kimia Klinik Swasta di Kalimantan Selatan, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol 04, Nomor 04, 2001
  4. Supriyantini, W., Kuntjoro, T., Prawitasari, J.E., The Effectiveness of Checklist Model to Improve Nursing Documentation in Surgical Ward, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Volume 05, No 01, 2002
  5. Soepojo, P., Kuntjoro, T., Utarini, A., Benchmarking Sistem Akreditasi Rumah Sakit, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Volume 05, Nomor 02, 2002
  6. Yudani, D., Utarini, A., Kuntjoro, T., Hubungan Skor Akreditasi Rumah Sakit dengan Indikator Mutu Pelayanan Klinik Suatu Studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas, Sains Kesehatan, 16 (1) Januari 2003
  7. Kuntjoro, T., Akuntabilitas Pelayanan Kesehatan pada Era Desentralisasi, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol 06, Nomor 04, 2003.
  8. Kuntjoro, T., Pertimbangan Kebutuhan Bisnis dan Kesiapan Organisasi untuk Berubah sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Re-engineering sebagai Strategi Peningkatan Mutu, Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol 07, Nomor 02, Juni, 2004.

 

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD

Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD

Pendidikan :

1998–2002 PhD in Public Health, Umea University, Sweden
1996–1997 MPH, Umea University, Sweden
1993–1994 MSc, University of College London, United Kingdom
1983–1989 Dokter, Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta

Riwayat Pekerjaan :

2003– Ketua Minat Manajemen Rumahsakit (MMR), Program Studi S2 IKM, FK UGM
2004- Dewan Kurator, Badan Mutu Pelayanan Kesehatan Propinsi DIY
2005– Anggota, Komite DOTS Propinsi DIY
2011– Ketua Komite Standar Akademik, S2 IKM, FK UGM

Publikasi

  1. 1. Claramita, M., Utarini, A., Soebono, H., Van Dalen, J., Van der Vleuten, C.P.M., 2011. Doctor-patient communication in a Southern Asian setting: the conflict between ideal and reality. Adv Health Sci Educ Theory Pract. 16(1):69-80.
  2. Ahmad, R.A., Mahendradhata, Y., Utarini, A., de Vlas, S.J., 2011. Diagnostic delay amongst tuberculosis patients in Jogjakarta Province, Indonesia is related to the quality of services in DOTS facilities. Trop Med Int Health 16(4): 412-423.
  3. Utarini A., Schmidt-Ehry, G., and Hill, P., 2010. Hospital Management Training: New ways to improve services in Indonesia. A textbook and guide. Jakarta, GTZ and Hospital Management UGM.
  4. Probandari, A., Lindholm, L., Stendlund, H., Utarini, A., Hurtig, A.K., 2010. Missed opportunity for standardized diagnosis and treatment among adult tuberculosis patients in hospitals involved in Public Private Mix for Directly Observed Treatment Short-course strategy in Indonesia: a cross-sectional study. BMC Health Serv Res 10: 113.
  5. Mahendradhata, Y., Probandari, A., Ahmad, R.A., Utarini, A., Trisnantoro, L., Lindholm, L., Van der Werf, M.J., Kimerling, M.E., Boelaert, M., Johns, B., Van der Stuyft, P., 2010. The incremental cost-effectiveness of engaging private practitioners to refer tuberculosis suspects to DOTS services in Jogjakarta, Indonesia. Am J Trop Med Hyg 82(6):1131-9.
  6. Riyarto, S., Hidayat, B., Johns, B., Probandari, A., Mahendradhata, Y., Utarini, A., Trisnantoro, L., Flessekaemper, S., 2010. The financial burden of HIV care, including anti-retroviral therapy, on patients in three sites in Indonesia. Health Policy Plan 25(4): 272-82.
  7. Utarini, A., Djasri, H., Siswiyanti, V.D., Trisnantoro, L., 2009. Inovasi Fungsi Pemerintah dalam Regulasi. Dalam Trisnantoro L (ed). Pelaksanaan Desentralisasi Kesehatan di Indonesia 2000-2007: Mengkaji pengalaman dan skenario masa depan. Yogyakarta, BPFE.
  8. Hulu, O., Maruhawa, C.P.F., Probandari, A., Utarini, A., Tjokrosonto, S., 2009. Medical Error dan Perilaku Klinis Petugas Kesehatan dalam Penatalaksanaan Malaria di RSU Gunung Sitoli Nias. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 12(1): 12-19.
  9. Ahmad, R.A., Mahendradhata, Y., Cunningham, J., Utarini, A., de Vlas, S.J., 2009. How to optimize TB case finding: explorations for Indonesia with a health system model. BMC Infec Dis 9: 87-96.
  10. Wardhani, V., Utarini, A., van Dijk, J.P., Post, D., Groothoff, J.W., 2009. Determinants of quality management system implementation in hospitals. Health Policy 89: 239-251.
  11. Probandari, A., Utarini, A., Hurtig, A.K., 2008. Achieving quality in the DOTS strategy implementation process: A challenge for hospital Public-Private Mix in Indonesia. Global Health Action 1, doi: 10.3402/gha.v1i0.1831.
  12. Mahendradhata, Y., Syahrizal, B.M., Utarini, A., 2008. Delayed treatment of Tuberculosis patients in rural areas of Yogyakarta province, Indonesia. BMC Public Health 26 (8): 393.
  13. Santoso, J., Mahendradhata, Y., Utarini, A., 2008. Cost-effectiveness jejaring BP4 dengan Puskesmas dalam penanganan Tuberkulosis. Jurnal Respirasi Indonesia 28(1): 32-38.
  14. Mahendradhata, Y., Utarini, A., Lazuardi, U., Boelaert, M., Van der Stuyft, P., 2007. Private practitioners and tuberculosis case detection in Jogjakarta, Indonesia: Actual role and potential. TropMed Int Health 12 (10): 1218-1224.
  15. Utarini, A., Chandramohan, D., Nystrom, L., 2007. Performance and role of active and passive case detection systems in Jepara district, Indonesia. Asia-Pasific Journal of Public Health 19 (1): 14-17.
  16. Utarini, A., Nystrom, L., Chandramohan, D., Winkvist, A., 2007. Interactions between malaria workers and clinical malaria patients in Jepara district, Indonesia. Southeast Asian J Trop Med Public Health 38 (6): 1-12.
  17. Hikmatin, I., Djasri, H., Utarini, A., 2006. Studi kasus deskriptif efektivitas pelaksanaan regulasi perijinan rumah sakit umum. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 9(3): 129-133.
  18. Utarini, A. dan Djasri, H., 2005. Pengembangan sistem regulasi pelayanan kesehatan: pengalaman di Yogyakarta. Dalam Trisnantoro L. Desentralisasi Kesehatan di Indonesia dan Perubahan Fungsi Pemerintah: 2001 – 2003. Apakah Merupakan Periode Uji Coba? Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.
  19. Mahendradhata, Y. and Utarini, A., 2005. Public-private mix in TB control: the bill please. Bulletin of WHO 83(1): 78.
  20. Prasudi, A. dan Utarini, A., 2005. Public-Private mix on TB control: Engaging Private practitioners in Kalasan sub-district, Yogyakarta province. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 8 (3): 131-140.
  21. Mahendradhata, Y., Utarini, A., Tjahjono, K., 2004. Development of Standards for accreditation of primary care services in Indonesia, Quality in Primary Care 12: 73-7.
  22. Utarini, A., 2003. Malaria dan Regulasi Mutu Pelayanan Kesehatan, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 6(1): 1-2.
  23. Yudani, B.A.D. dan Utarini, A., 2003. Hubungan skor akreditasi rumah sakit dengan indikator mutu pelayanan klinik suatu studi kasus di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Sains Kesehatan, 16 (1).
  24. Utarini, A., Winkvist, A., Ulfah, M.F., 2003. Rapid assessment procedures of malaria in low endemic countries: community perceptions in Jepara district, Indonesia. Soc Sci Med 56: 701-712.
  25. Pangestuti, S., Tjahjono, K., Utarini, A., 2002. Benchmarking sistem akreditasi rumahsakit di Indonesia dan Australia. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 5(2): 93-100.
  26. Utarini, A., Winkvist, A., Pelto, G.H., 2001. Appraising Rapid Assessment Procedures (RAP) studies in health: eleven critical criteria. Human Organization, 60(4): 390-400.

Visi, Misi, dan Pendekatan

Website Mutu Pelayanan Kesehatan dikembangkan oleh Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) FK-UGM dengan pengelola utama Hanevi Djasri, dr. MARS dan Prof. Adi Utarini MSc, MPH, PhD serta Tjahjono Kuntjoro, dr, MPH, DrPH.

Website ini memiliki Misi dan Visi sebagai berikut:

Misi

  1. Menyediakan berbagai sumber pembelajaran dalam bidang mutu pelayanan kesehatan
  2. Menyelenggarakan berbagai media diskusi dan berbagi pengalaman
  3. Menyelenggarakan berbagai media pelatihan dan peningkatan kompetensi

Visi

Website Mutu Pelayanan Kesehatan bertekad untuk menjadi media pembelajaran dan berbagi pengalaman dalam pengembangan dan penerapan sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan di Indonesia yang bermanfaat bagi para praktisi, pemerhati dan mahasiswa (S1, S2 dan S3)

Pendekatan

Website ini mengadopsi pendekatan rantai efek peningkatan mutu dari Donald Berwick (2000), seorang Professor dalam 2 bidang dibidang yaitu ilmu kesehatan anak dan kesehatan masyarakat sebagaimana tergambar pada skema dibawah.

Skema tersebut menggambarkan bahwa untuk mencapai tingkat mutu yang diharapkan maka diperlukan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang inisiatifnya harus dilakukan dari berbagai level/konteks, yaitu:

  1. Konteks sistem mikro pelayanan kesehatan (dengan fasilitator utama berasal dari para dokter, perawat dan klinisi lain serta staf lini terdepan)
  2. Konteks organisasi (dengan fasilitator utama berasal dari Manajer sarana pelayanan kesehatan, Direktur RS, Kepala Puskesmas serta Manajer sarana pelayanan kesehatan lain)
  3. Konteks lingkungan (dengan fasilitator utama berasal dari Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, Lembaga asuransi kesehatan, Organisasi Profesi, dan Lembaga asosiasi)

 

{module [190]}