Universitas Airlangga Bangun Rumah Sakit Stem Cell

Surabaya (Tempo.co) – Universitas Airlangga melalui Lembaga Penyakit Tropis berencana membangun rumah sakit khusus riset dan pengobatan di bidang stem cell. Direktur LPT Unair, Nasronuddin, menuturkan rencana ini sudah matang dan diharapkan bisa dimulai tahun depan.

Continue reading

Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Medis

Oleh: drg. Puti Aulia Rahma, MPH

Kepemimpinan medis bukan merupakan konsep baru dalam dunia layanan kesehatan. Ia bahkan merupakan sebuah kebutuhan untuk mengoptimalkan potensi seluruh profesi layanan kesehatan. Hal penting terkait kepemimpinan medis adalah tujuannya untuk memberi pelayanan kesehatan yang sempurna dan meningkatkan keluaran pasien. Saat ini kepemimpinan medis semakin digaungkan oleh klinisi, manajer dan politisi baik di Inggris mapun kancah internasional.

Kepemimpinan medis di pelayanan kesehatan terkait dengan memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada pasien dengan cara: menunjukkan kualitas personal, bekerja dengan orang lain, manajemen pelayanan, peningkatan layanan dan menentukan arah. Para dokter umumnya akan menunjukkan perilaku kepemimpinan dalam rentang 5 domain ini. Menjadi penting bagi para dokter untuk memiliki kompetensi dalam 5 domain inti kepemimpinan ini. Untuk memudahkan para dokter memahami dan mengaplikasikan Kerangka Kompetensi Kepemimpinan Medis, masing-masing domain dibagi menjadi 4 elemen. Masing-masing elemen ini kemudian dibagi menjadi 4 pernyataan deskriptif yang menggambarkan perilaku yang dilakukan oleh para dokter. Ke-lima domain kepemimpinan ini dapat digunakan selamanya oleh para dokter. Kerangka Kepemimpinan yang ini, merupakan kerangka yang bersifat progresif yang akan membantu dokter mengenali tahapan pengembangan kepemimpinan mereka diantara teman-teman mereka.

Bila Anda seorang dokter dan ingin menilai kompetensi kepemimpinan Anda di masing-masing domain, Anda dapat menggunakan Instrumen Penilaian Mandiri yang berbeda untuk masing-masing domain. Instrumen ini membantu Anda untuk mengatur pembelajaran dan memantau perkembangan dengan cara membiarkan Anda merefleksikan pada area mana dari kerangka kepemimpinan ini yang ingin Anda kembangkan lebih lanjut. Berikut uraian terkait serta instrumen untuk masing-masing domain kepemimpinan:

  1. Menunjukkan Kualitas Personal

    Kepemimpinan efektif mensyaratkan individu-individu untuk bertindak di atas nilai-nilai, kekuatan dan kemampuan untuk menyampaikan pelayanan dengan standar tinggi. Untuk dapat melakukan itu, mereka harus menunjukkan efektivitas dalam:

    1. Mengembangkan kesadaran diri, dengan menyadari nilai-nilai, prinsip dan asumsi pribadi dan mampu untuk belajar dari pengalaman
    2. Manajemen diri, dengan mengatur dan melakukan manajemen diri sendiri sambil memperhitungkan kebutuhan dan prioritas hal lain
    3. Pengembangan pribadi berkelanjutan, dengan belajar melalui partisipasi dalam pengembangan profesionalisme berkelanjutan dan dari pengalaman serta umpan balik
    4. Bertindak dengan integritas, dengan berperilaku dalam sikap terbuka, jujur dan beretika

  2. Bekerja dengan Orang Lain

    Kepemimpinan yang efektif membutuhkan individu-individu yang dapat bekerja sama dengan orang lain dalam konteks tim dan jejaring untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan. Agar dapat melakukannya, mereka harus menunjukkan efektivitas dalam:

    1. Mengembangkan jejaring, dengan cara bekerja sama dengan pasien, perawat, pengguna layanan dan perwakilannya serta kolega di dalam dan diseluruh sistem
    2. Membangun dan mempertahankan hubungan, dengan saling mendengarkan, mendukung, mengumpulkan kepercayaan dan menunjukkan kesepahaman
    3. Mendorong kontribusi, dengan cara menciptakan lingkungan yang membuat semua orang terdorong untuk berkontribusi
    4. Bekerja dalam tim, untuk menyampaikan dan meningkatkan layanan

  3. Manajemen Pelayanan

    Kepemimpinan yang efektif menuntut individu-individu untuk fokus pada keberhasilan organisasi tempatnya bekerja. Untuk dapat melakukan itu, mereka harus efektif di dalam:

    1. Merencanakan, dengan secara aktif berkontribusi untuk melakukan perencanaan dalam upaya pencapaian tujuan
    2. Mengatur sumber daya, dengan mengetahui sumber daya yang tersedia dan menjamin bahwa sumber daya tersebut digunakan secara efisien, aman dan sesuai untuk berbagai macam kebutuhan
    3. Mengatur manusia, dengan menyediakan arahan, meninjau kinerja, memotivasi dan mempromosikan kesetaraan dan keberagaman
    4. Mengatur kinerja, dengan memastikan pola kerja yang dapat mengukur keluaran layanan

  4. Meningkatkan Pelayanan

    Kepemimpinan yang efektif mensyaratkan individu-individu untuk membuat perbedaan terhadap kesehatan seseorang dengan memberikan pelayanan kualitas tinggi dan melakukan mengembangkan perbaikan layanan. Untuk dapat melakukan hal ini, mereka harus dapat:

    1. Menjamin keselamatan pasien, dengan menilai dan mengelola resiko pada pasien yang terkait pengembangan layanan, menyeimbangkan pertimbangan ekonomi dengan kebutuhan keselamatan pasien
    2. Evaluasi kritis, dengan mampu berfikir secara analitik, konseptual dan mampu mengidentifikasi pada aspek mana sebuah layanan dapat ditingkatkan serta dapat bekerja secara individual sebagai bagian dari tim
    3. Mendorong perbaikan dan inovasi, dengan menciptakan iklim perbaikan layanan secara terus menerus
    4. Memfasilitasi transformasi, dengan berkontribusi secara aktif untuk mengubah proses-proses yang memicu perbaikan layanan.

  5. Menentukan Arah

    Kepemimpinan yang efektif mensyaratkan masing-masing individu untuk berkontribusi terhadap strategi dan aspirasi organisasi dan bertindak dengan perilaku yang konsisten dengan nilai-nilai tersebut. Untuk dapat melakukan ini, masing-masing individu harus menunjukkan efektivitas dalam:

    1. Mengidentifikasi konteks untuk perubahan, dengan menyadari faktor-faktor yang perlu diperhitungkan
    2. Mengaplikasikan pengetahuan dan bukti ilmiah, dengan mengumpulkan informasi untuk menciptakan perubahan berbasis bukti pada sistem dan pada proses dalam upaya mengidentifikasi kesempatan untuk perbaikan layanan
    3. Membuat keputusan, dengan menggunakan nilai-nilai yang mereka pegang dan berbagai bukti ilmiah
    4. Mengevaluasi dampak, dengan melakukan pengukuran dan evaluasi keluaran, membuat tindakan korektif ketika dibutuhkan dan bertanggung jawab untuk memperhitungkan keputusan mereka

Sumber: NHS Leadership Academy

{module [150]}

BPJS Jangan Sampai Rugikan RS BUMN Maupun RS Swasta

Jakarta (okezone.com) – Peningkatan kesejahteraan masyarakat menuntut pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat. Rencana pemerintah memberlakukan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diharapkan dapat meningkatkan standard pelayanan kesehatan masyarakat di sama mendatang.

Continue reading

Indonesia Masih Butuh 12 Ribu Dokter Umum

Karanganyar (suaramerdeka.com) – Hingga saat ini, Indonesia masih mengalami kekurangan dokter umum dan dokter spesialis. Dari pendataan yang terakhir dilakukan tahun lalu, masih dibutuhkan setidaknya 12 ribu dokter umum, yang diharapkan bisa teratasi pada 2014 mendatang. Tapi dibutuhkan waktu yang agak panjang untuk menutupi kekurangan dokter spesialis.

Continue reading

Menkes Kritik Manajemen RS Kota Kupang

Kupang (Tribunnews.com) — Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH, mengkritisi berbagai hal yang ada dan dilakukan di Rumah Sakit (RS) Kota Kupang. Untuk itu, ia meminta manajemen RS Kota Kupang memperbaiki pelayanan.

Continue reading