YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Uji kompetensi wajib dilakukan untuk standarisasi kompetensi lulusan kesehatan. Di Provinsi DIY, uji kompetensi sudah dilakukan pada beberapa jenis tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, nutrisionist, sanitarian dan radiographer.
Menurut Ketua Majelis Tenaga Kesehatan DIY, Drs Elvy Effendie MSi Apt, jika di suatu provinsi belum terbentuk MTKP, uji kompetensi dilaksanakan oleh Badan Mutu Pelayanan Kesehatan (BMPK) bersama organisasi profesi.
“Jadi, sertifikat kompetensi diterbitkan BMPK bersama dengan organisasi profesi. Sedangkan untuk Surat Tanda Registrasi (STR) dikeluarkan oleh Dinkes Provinsi,” paparnya pada seminar nasional “Surat Tanda Registrasi dalam Profesionalisme Perekam Medis Indonesia” di auditorium LPP Yogyakarta. Acara itu diadakan oleh Medical Record Family UGM.
SOLO(suaramerdeka.com) Rumah Sakit yang akan didirikan oleh perguruan tinggi tidak boleh sembarangan. Sebelum melakukan pelayanan, maka rumah sakit harus terakreditasi dari sisi sarana prasarana dan kualitas pelayanannya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang pelayanan rumah sakit.
Jakarta (INILAH.COM)- Pengakuan lembaga internasional (JCI) terkait pelayanan rumah sakit tak lepas dari peran dan kualitas tenaga perawat yang ada di sebuah rumah sakit (RS).
Yogyakarta (Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-UGM). WHO pada April sampai dengan Desember 2011 lalu telah mengundang seluruh sarana pelayanan kesehatan dari tingkat dasar hingga rumah-sakit untuk berpartisipasi dalam survei global tentang program hand-hygiene. Dari hasil survey WHO akan memberikan penghargaan sarana pelayanan kesehatan dengan program hand-hygiene terbaik. Pada periode lalu (2010) RSUP Dr. Sardjito mendapatkan penghargaan dalam katagori RS dari negara berkembang.
Jakarta (metropolitan.inilah.com)TINGKAT kesehatan warga Jakarta saat ini dinilai sebagian kalangan masih rendah atau jauh dari harapan. Terutama warga yang tinggal di lingkungan perumahan kumuh sehingga mengakibatkan warga rentan terserang wabah penyakit. Masalah ini diperparah dengan rendahnya perilaku serta pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. Karena itu, tampaknya, pelayanan kesehatan menjadi masalah yang krusial di Ibukota.
Yogyakarta (republika.co.id) — Kementerian Kesehatan melakukan simulasi penyusunan jumlah kematian ibu di provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hasilnya sebanyak sembilan provinsi merupakan penyumbang kematian ibu terbesar yang berkisar 309-1.661 kematian ibu per tahun.
Singkil (AnalisaDaily). Petugas kesehatan di Puskesmas, harus memperlakukan masyarakat sebagai “raja” dalam memberikan pelayanan kesehatan. Hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi tenaga kesehatan sebagai abdi atau pelayan masyarakat.
MAMUJU (Media Indonesia): Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, masih kekurangan 1.500 tenaga medis untuk memaksimalkan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.