Mutu Pelayanan Kesehatan untuk Semua

Cover-Pidato-Bu-Uut-2Pelayanan kesehatan yang benar-benar bermutu di Indonesia saat ini harus diakui hanya dapat diperoleh oleh masyarakat yang memiliki akses ke sarana pelayanan kesehatan bermutu, entah akses geografis (hanya dikota-kota besar yang memiliki sarana dan klinisi yang lengkap dan kompeten), akses pembiayaan (hanya kalangan menengah atas yang dapat membayar out-of-pocket yang dapat mendapatkan pelayanan bermutu), akses hubungan baik (hanya sejawat dokter atau keluarga dokter yang mendapatkan pelayanan “seperti keluarga sendiri”) atau akses informasi (hanya orang-orang tertentu yang dapat memperoleh informasi mutu sarana pelayanan kesehatan tertentu) dan berbagai akses khusus lainnya.

Continue reading

Forum Mutu 2011 (September, Sanur Bali)

Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) untuk ke 7 kalinya akan mengadakan Forum Mutu Pelayanan Kesehatan di Indonesia (Forum Mutu) yang tahun ini akan diselenggarakan di Sanur Bali dengan acara inti pada tanggal 28-29 September.

Forum Mutu ini akan menyajikan pengalaman para praktisi upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas (primary care) dan juga praktisi regulator mutu pelayanan kesehatan (Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan dan Asuransi).

Tema tahun ini: Peran e-Health, Tehnologi Kesehatan, Pendidikan dan Penelitian dalam Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di Indonesia

Informasi lengkap dapat diperoleh pada link ini

Agenda Terbaru Forum Mutu 2011

Leaflet_I_Forum_Mutu_2011_2.pdf

Pengembangan Regulasi Mutu Pelayanan KIA di RS: antara Daerah Terpencil dengan Daerah dengan Kompetisi Tinggi

Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menetapkan lima strategi operasional yaitu: Penguatan Puskesmas dan jaringannya; Penguatan manajemen program dan sistem rujukannya; Meningkatkan peran serta masyarakat; Kerjasama dan kemitraan; Kegiatan akselerasi dan inovasi tahun 2011; dan Kegiatan Penelitian dan pengembangan inovasi yang terkoordinir (Kemenkes, 2011).

Terkait dengan strategi “inovasi” maka Kemenkes juga telah menetapkan berbagai upaya seperti penempatan tenaga strategis (dokter dan bidan) termasuk dokter plus (atau disebut juga sebagai “dokter umum dengan kompetensi tambahan”), serta “mobile team” dan penyediaan fasilitas kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK), namun demikian data juga memperlihatkan adanya permasalahan mutu pelayanan KIA didaerah urban dimana telah terdapat kompetisi tinggi dalam pelayanan KIA.

Continue reading

RS Indonesia dengan Sertifikat JCI

jci logoMenurut web-site Joint Commission International (JCI) http://www.jointcommissioninternational.org/JCI-Accredited-Organizations/# Indonesia di Indonesia telah terdapat 4 RS yang memperoleh sertifikat akreditasi internasional dari JCI. Fakta ini tentu menggembirakan bagi masyarakat pe-rumah-sakit-an di Indonesia karena menunjukkan bahwa RS Indonesia juga mampu memenuhi standar akreditasi internasional. Namun demikian disamping dampak akreditasi yang terkait dengan citra RS (ke-4 RS tersebut adalah RS swasta) tentu juga menjadi pertanyaan adalah mengenai dampak yang didapat dari akreditasi internasional ini, apakah meningkatkan mutu pelayanan masin-masing RS? apakah dampaknya lebih besar dibandingkan program akreditasi nasional (KARS)

Fakta lain: ternyata ke-4 RS tersebut bukan berasal dari Jakarta, tapi justru dari luar Jakarta berikut adalah nama-nama ke-4 RS

Continue reading