Mengoptimalkan kendali mutu dan biaya di faskes tingkat pertama, BPJS Kesehatan Divre II mengembangkn uji coba pembayaran berbasis kinerja.
Riauterkini-PEKANBARU-Untuk mengoptimalkan kendali mutu dan kendali biaya di fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama terutama puskesmas di Pekanbaru, BPJS Kesehatan Divisi Regional (Divre) II mulai mengembangkan program uji coba Pembayaran Berbasis Kinerja atau Payment for Performance.
Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional II, Benjamin Saut menjelaskan, dalam upaya uji coba tersebut, faskes tingkat pertama mesti menerapkan empat indikator kerja.
Kementerian Kesehatan akan melakukan penguatan pelayanan kesehatan untuk tahun 2015-2019. Penguatan dilakukan meliputi kesiapan 6.000 Puskesmas di 6 regional, terbentuknya 14 RS Rujukan Nasional serta terbentuknya 184 RS Rujukan regional.



Menteri Kesehatan Nila F Moeloek berharap agar prosentase pasien yang masuk ke RS rujukan hanya 15 persen. Artinya 85 persen pasien bisa diselesaikan di fasilitas kesehatan tingkat primer atau Puskesmas atau dokter keluarga.