Modul 6. Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tenaga Kesehatan untuk Pencegahan Fraud Dalam Pelayanan Kesehatan.

Dear para peserta blended learning fraud dalam jaminan kesehatan nasional. Setelah kita mengikuti modul mengenai penyusunan proposal penelitian mengenai fraud, maka mulai minggu ini kita akan masuk kedalam Modul 6: Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tenaga Kesehatan untuk Pencegahan Fraud Dalam Pelayanan Kesehatan.

Modul 6 ini akan berlangsung selama Bulan Mei, dimana diharapkan pada akhir modul para peserta diharapkan mampu untuk menyusun kurikulum pendidikan pencegahan fraud di jaminan kesehatan bagi para tenaga kesehatan (pada saat ini difokuskan ke dokter, dokter spesialis dan manajer rumah sakit) dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Materi Pembelajaran
  3. Metode Pembelajaran
  4. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran
  5. Sumber Belajar
  6. Penilaian

  TUJUAN

Modul ini bertujuan agar peserta dapat menyusun kurikulum pendidikan/pelatihan pencegahan fraud bagi tenaga kesehatan (dokter/spesialis/manajer)* di rumah sakit.

*Catatan: Peserta diharapkan memilih salah satu bidang: 1) Modul pendidikan pencegahan Fraud bagi Mahasiswa S1 Kedokteran. 2) Modul pendidikan pencegahan Fraud bagi PPDS. 3) Modul pendidikan pencegahan Fraud bagi Mahasiswa S2 Manajemen/Adiminstrasi RS

  KEGIATAN MINGGUAN

Modul 6 ini akan terdiri dari berbagai jenis kegiatan: tatap muka, diskusi online dan belajar mandiri. Detail kegiatan adalah sebagai berikut:

Minggu I:

  1. Belajar mandiri (tanggal 5-10 Mei): mempelajari materi dengan judul A Roadmap for New Physicians Avoiding Medicare and Medicaid Fraud and Abuse ( http://oig.hhs.gov/compliance/physician-education/index.asp)
  2. Tatap Muka: Workshop, Jumat 9 Mei 2014 di Kampus FK-UGM. Tujuan utama: Menyusun materi pendidikan dokter, dokter spesialis dan manajer RS dalam pencegahan dan pengurangan Fraud. Peserta yang tidak dapat mengikuti langsung dapat mengikutinya melalui webbinar

Minggu II – III:

  1. Diskusi on-line (tanggal 12 – 24 Mei) untuk menyusun draft materi pendidikan anti-fraud

Minggu IV:

  1. Tatap Muka: Workshop, Senin 2 Juni 2014 di Kampus FK-UGM. Tujuan utama: Membahas hasil akhir penyusunan kurikulum dan materi pendidikan dokter, dokter spesialis dan manajer RS dalam pencegahan dan pengurangan Fraud. Peserta yang tidak dapat mengikuti langsung dapat mengikutinya melalui webbinar

Video Diskusi Modul 6

Materi Presentasi silakan Klik Disini 

 

 PENUGASAN

Penugasan dalam modul ini berupa menyusun Kurikulum Pendidikan/Pelatihan Pencegahan Fraud dalam Pelayanan Kesehatan bagi Dokter/Dokter Spesialis/Manajer RS. Penugasan diharapkan selesai pada akhir Mei 2014 dengan dikirim ke sekretariat Blended Learning Fraud (pada alamat e-mail: blfraudpkmkugm@gmail.com ).

Selamat mempelajari modul 6

 

Terimakasih

 

Laksono Trisnantoro
Penanggung Jawab

 

 

 

 

 

 

 

Op-ed: How to keep high-quality hospital care in local communities

stmirror.org – With the rapidly changing health care industry, hospitals are facing enormous performance and financial pressures. Hospitals need to have the flexibility to adapt to the changes and preserve local access to quality care. This includes having the option to convert to an investor-owned model that will provide new sources of much-needed investment in facilities and technology, and to join larger hospital systems that will help improve quality and lower costs. It is time to allow Connecticut’s hospitals to take the actions necessary to remain a vital part of the state’s communities.

 

Continue reading

Setiap Puskesmas Harus Punya Dua Dokter

TENGGARONG (korankaltim.com) – Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyiapkan dua tenaga dokter di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 18 kecamatan. “Meminta kepada dinas terkait khususnya Dinkes Kabupaten Kukar, agar mempersiapkan dua dokter di setiap Puskesmas,” kata anggota komisi IV Kamarur Zaman kepada Koran Kaltim.

Continue reading

JKN Membuat Masyarakat Makin Melek Asuransi

JAKARTA (Pos Kota) – Beroperasinya sistem jaminan kesehatan nasional (JKN) tidak perlu dikhawatirkan bakal membunuh asuransi swasta. Bahkan dengan JKN tersebut, diakui Presdir Lippo Insurance Agus Benjamin, masyarakat semakin melek asuransi.

Continue reading

Universal health coverage is key for sustainable development

paho.org – Experts on health and development meeting at the Pan American Health Organization/World Health Organization (PAHO/WHO) this week said that universal health coverage should be the central health-related goal of the global health agenda post-2015, and that greater social inclusion in general will be essential to advance human well-being in the Americas and worldwide.

Continue reading