Dear para peserta blended learning fraud dalam jaminan kesehatan nasional. Setelah kita menikmati libur sejenak pada minggu V lalu, maka pada minggu ini kita akan masuk pada Modul 5: Penyusunan Proposal Penelitian Operasional Untuk Pencegahan dan Pengurangan Fraud.
Modul 5 ini akan berlangsung selama bulan Maret dan April, modul ini cukup memakan waktu lama (8 minggu) karena diharapkan pada akhir modul para peserta diharapkan mampu untuk menyusun proposal penelitian mengenai fraud di jaminan kesehatan dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
- Penyusunan Latar Belakang
- Masalah
- Tinjauan Pustaka
- Kerangka Konsep
- Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
- Metode Penelitian
- Rencana Hasil
- Rencana Analisis/Pembahasan
- Kesimpulan
- Saran
- Kepustakaan
MATERI.
Modul ini memiliki berbagai bentuk kegiatan, yaitu: self learning melalui berbagai artikel penelitian tentang fraud, diskusi online dan pertemuan tatap muka. Detail materi sebagai berikut:
- Self Learning
Pembelajaran dari berbagai penelitian tentang fraud dari berbagai artikel
Pembelajaran lain juga dapat dipelajari dari contoh proposal yang sedang dikembangkan di web Manajemen Pembiayaan Kesehatan
- Tatap Muka (Minggu 1, 11 – 15 Maret 2014)
Seminar, Sabtu (15 Maret 2014) di Kampus FK-UGM tentang Peran Komite Medis dalam Mencegah dan Mengurangi Fraud di RS. Tujuan utama: memahami berbagai peluang penelitian terkait dengan leadership khususnya dalam komite medik. Peserta blended learning yang tidak dapat hadir dapat mengikuti melaui live streaming di web www.mutupelayanankesehatan.net . TOR bisa dilihat pada link berikut
. Tujuan pertemuan 1. pada Sabtu (15/3/2014) mendatang untuk memahami permasalahan untuk menyusun proposal pencegahan dan penindakan fraud di berbagai level dalam sistem kesehatan. Perumusan masalah dilakukan dalam jangkauan:
- Sistem di sektor kesehatan;
- Sistem di manajemen rumahsakit;
- Sistem di pelayanan mikro pelayanan klinis.
- Diskusi on-line (minggu 2-3, 17 – 28 Maret 2014)
Diskusi antar peserta dengan moderator dari pengelola Blended Learning untuk mengusulkan topik-topik penelitian operasional dalam pencegahan dan pengurangan fraud. Diskusi on-line melalui WhatsApp (mohon para peserta menghubungi sdri. Aisyah 0813-90979488 sebagai Group Admin apabila belum terdaftar) - Tatap Muka (29 Maret 2014)
Workshop, Sabtu 29 Maret 2014 di Kampus FK-UGM. Tujuan utama: menyusun beberapa draft penelitian operasional pencegahan dan pengurangan Fraud
Draft tersebut dalam fokus: Penyusunan Latar Belakang dan Perumusan Masalah. - Diskusi online (minggu )
Diskusi antar peserta dengan moderator dari pengelola Blended Learning untuk memperbaiki draf penelitian yang telah disusun dalam workshop. Diskusi 31 Maret – 4 April 2014
Penulisan
Tinjauan Pustaka
Kerangka Konsep 7 April – 11 April 2014
Penulisan dan Diskusi:
Hipotesis/Pertanyaan Penelitian
Metode Penelitian
Rencana Hasil
Rencana Analisis/Pembahasan. Penulisan Proposal 13 – 26 April 2014
PENUGASAN AKHIR
Penugasan dalam modul ini berupa menyusun Proposal Penelitian: Penelitian Fraud dalam Jaminan Kesehatan.
Penugasan diharapkan selesai pada akhir April 2014 dengan dikirim ke sekretariat Blended Learning I (sdri. Aisyah pada alamat e-mail: nasiatul_aish88@yahoo.co.id)
Selamat mempelajari modul 5
Terima kasih
Hanevi Djasri
Course Director
Okezone. com – Mengelola rumah sakit dengan baik memang tidak mudah. Sejumlah tantangan dan kendala senantiasa berdatangan.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Rumah sakit kelas C dan D di Indonesia hingga kini masih kekurangan 1.061 orang dokter spesialis dasar dan spesialis anestesi. Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menggunakan sistem rujukan berjenjang, ketersediaan tenaga kesehatan yang mumpuni secara merata menjadi sangat penting.
TEMPO.CO
Liputan6.com, Jakarta Meski sulit dipahami bagi masyarakat umum ataupun tenaga kesehatan, perubahan tarif RS saat ini dinilai lebih menguntungkan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan di RS.
Liputan6.com, Jakarta Demi memperbaiki kualitas layanan kesehatan di era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), kini muncullah istilah pendidikan dokter layanan primer.
Liputan6.com, Jakarta Sejumlah orang tahu obat generik harganya jauh lebih murah dibandingkan obat paten, namun tidak banyak yang tahu bahwa kualitas kedua jenis obat tersebut sama. Bahkan Ketua National Casemix Center (NCC) dr. Bambang Wibowo, Sp.oG (K), menyebutkan bahwa obat generik bisa mencegah bangkrut pada klaim RS sejak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berlaku.
JAKARTA (Pos Kota) – Asuransi kesehatan para perokok semestinya tidak digabung dalam sistem asuransi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurut Deputi 3 Kemenko Kesra Emil Agustiono, harus ada asuransi tersendiri yang mengelola premi kesehatan para perokok.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kuningan, Jawa Barat, Rini Sujiyanti, menilai BPJS Kesehatan merupakan program yang bagus karena menjamin kesehatan seluruh masyarakat.
Liputan6.com, Jakarta Memasuki bulan ketiga era Jaminan Sosial yang berlaku sejak 1 Januari 2014, telah banyak perubahan dalam sistem asuransi sosial. Seperti misalnya perubaan pola pembayaran ke pelayanan kesehatan dari fee for service menjadi kapitasi pada Puskesmas dan InaCBGs (Indonesia Case Base Group) pada RS.