Skip to content

Webinar Mutu Corner #7 – Data Berlimpah, Minim Perubahan: Mengubah Data Mutu Menjadi Keputusan Nyata

Pengelolaan mutu pelayanan kesehatan tidak terlepas dari penggunaan data sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Berbagai indikator mutu, laporan kinerja, serta data pelayanan dikumpulkan secara rutin oleh fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari sistem manajemen mutu. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kinerja pelayanan, mengidentifikasi masalah, serta menjadi dasar dalam merancang perbaikan.

Namun dalam praktiknya, banyak fasilitas pelayanan kesehatan menghadapi fenomena yang dikenal sebagai data rich, information poor (DRIP), yaitu kondisi di mana data tersedia dalam jumlah besar, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan informasi yang bermakna dan keputusan yang tepat. Data sering kali hanya dikumpulkan untuk memenuhi kewajiban pelaporan, tanpa diolah dan dianalisis secara mendalam.

Akibatnya, berbagai laporan mutu yang dihasilkan tidak berdampak pada perubahan nyata dalam pelayanan. Indikator mutu dipantau, tetapi tidak diinterpretasikan secara kritis. Masalah teridentifikasi, tetapi tidak ditindaklanjuti dengan intervensi yang tepat. Hal ini menyebabkan upaya peningkatan mutu menjadi tidak efektif dan cenderung bersifat administratif.

Tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan dalam kemampuan analisis data, kurangnya integrasi antara data dan pengambilan keputusan, serta belum terbentuknya budaya organisasi yang menjadikan data sebagai dasar dalam setiap perbaikan layanan. Tanpa pemanfaatan data yang optimal, organisasi kehilangan peluang untuk melakukan perbaikan berbasis bukti (evidence-based improvement).

Pendekatan yang efektif dalam manajemen mutu menekankan pentingnya mengubah data menjadi informasi, informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi keputusan yang berdampak pada perbaikan sistem. Hal ini memerlukan pemahaman yang lebih aplikatif mengenai bagaimana membaca data, menginterpretasikan hasil, serta menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan.

Melalui seri ketujuh Mutu Corner ini, peserta diharapkan dapat memahami tantangan dalam pemanfaatan data mutu, serta mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam mengolah dan menggunakan data untuk mendorong perbaikan pelayanan kesehatan.

Tujuan

Meningkatkan pemahaman peserta dalam memanfaatkan data mutu sebagai dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan pelayanan kesehatan.

Tujuan Khusus

  1. Memahami konsep dan peran data dalam manajemen mutu pelayanan kesehatan.
  2. Mengidentifikasi tantangan dalam pemanfaatan data mutu, termasuk fenomena data rich, information poor (DRIP).
  3. Memahami proses pengolahan dan interpretasi data mutu menjadi informasi yang bermakna.
  4. Mendorong peserta untuk mengembangkan langkah awal dalam menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan pelayanan.

Sasaran

  1. Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer/Ketua Komite Mutu/Kepala Instansi/Kepala Unit RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, serta pimpinan klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.
  2. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, organisasi profesi, lembaga asuransi/pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan swasta/perusahaan), lembaga akreditasi fasyankes, LSM bidang kesehatan, dan sebagainya.
  3. Klinisi: dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lainnya.
  4. Mahasiswa: S1, S2, pendidikan dokter spesialis, S3.
  5. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: perguruan tinggi, peneliti, konsultan, dan pihak lain yang memiliki minat dalam pengembangan mutu pelayanan kesehatan.

Waktu dan Tempat

Hari/Tanggal : Jumat, 25 September 2026
Waktu : 13.00-15.00 WIB

Rundown Kegiatan

Waktu

Agenda

Narasumber/Fasilitator

12.45 – 13.00

Registrasi peserta

Panitia

13.00 – 13.15

Pembukaan

Andriani Yulianti, MPH

13.15 – 13.45

Materi 1: “Mengatasi Fenomena DRIP dalam Manajemen Mutu”

Cakupan Materi:

  • Peran data dalam manajemen mutu pelayanan kesehatan
  • Memahami fenomena data rich, information poor (DRIP)
  • Membaca dan menginterpretasikan data mutu (tren, variasi, run chart)
  • Kerangka pemanfaatan data: dari data menjadi informasi, keputusan, & perbaikan

dr. M. Hardhantyo, MPH., PhD

13.45 – 14.15

Materi 2: Dari Dashboard ke Perubahan: Pengalaman Pemanfaatan Data Mutu untuk Perbaikan Pelayanan

Cakupan Materi:

  • Pengalaman pemanfaatan data mutu dalam pengambilan keputusan di fasyankes
  • Tantangan implementasi budaya pengambilan keputusan berbasis data
  • Strategi mengubah hasil pengukuran menjadi rencana tindak lanjut yang nyata
  • Pembelajaran dan praktik baik dalam membangun budaya data-driven improvement

dr. M. Hardhantyo, MPH., PhD

14.15 – 14.45

Sesi diskusi dan tanya-jawab

Andriani Yulianti, MPH

14.45 – 15.00

Penutup

Andriani Yulianti, MPH

 

  Reportase Kegiatan

PKMK-Yogyakarta. Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM menyelenggarakan Webinar Mutu Corner 7 bertema “Data Berlimpah, Minim Perubahan: Mengubah Data Mutu Menjadi Keputusan Nyata” pada Jumat (25/09/2026). Kegiatan ini membahas tantangan pemanfaatan data mutu di fasilitas pelayanan kesehatan serta strategi mengubah data menjadi informasi yang bermakna, dasar pengambilan keputusan, dan tindakan perbaikan. Peserta berasal dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, perguruan tinggi, pemerintah, klinik, dan organisasi lainnya.

M. Hardhantyo, MPH., PhD membuka pembahasan dengan mengangkat fenomena Data Rich, Insight Poor, Action Poor dalam manajemen mutu. Banyaknya data yang tersedia belum selalu diikuti kemampuan menghasilkan insight dan tindakan perbaikan. Karena itu, data perlu dipandang sebagai aset strategis yang harus diolah dan diinterpretasikan agar dapat membantu organisasi memahami masalah serta menentukan keputusan yang tepat.

Pembahasan kemudian diarahkan pada kemampuan membaca data mutu melalui tren, variasi, dan run chart. Peserta diajak melihat bahwa perubahan angka tidak selalu menunjukkan perubahan nyata dalam proses pelayanan. Pemahaman terhadap pola data menjadi penting agar organisasi dapat membedakan variasi yang wajar dari sinyal yang membutuhkan tindak lanjut. Dengan demikian, pengukuran mutu tidak berhenti pada penyajian angka, tetapi berlanjut pada pertanyaan mengenai keputusan dan perubahan yang perlu dilakukan.

Sesi berikutnya menghadirkan Yusuf Afandi, S.T. yang membagikan pengalaman pemanfaatan data mutu di Rumah Sakit Akademik UGM. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dashboard dapat membantu organisasi melihat kondisi dan menemukan area yang membutuhkan perhatian, tetapi dashboard saja belum cukup. Data perlu dihubungkan dengan kebutuhan pengguna, dianalisis secara lebih mendalam, serta dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang agar dapat menjadi dasar tindakan.

Pemanfaatan data juga membutuhkan kolaborasi antara pengelola data, unit pelayanan, dan manajemen. Data yang ditampilkan perlu mampu menjawab kebutuhan organisasi sehingga hasil analisis dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan rencana tindak lanjut. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya data-driven improvement di fasilitas pelayanan kesehatan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan beberapa pertanyaan peserta. Pembahasan antara lain menyoroti peran Komite Mutu dalam memastikan data yang dihasilkan memiliki kualitas dan makna bagi manajemen, kebutuhan analisis data yang lebih rinci, serta cara memastikan hasil analisis dapat memengaruhi pengambilan keputusan pimpinan. Diskusi memperkuat pesan bahwa tantangan pengelolaan data bukan hanya menyediakan data, tetapi memastikan data tersebut dipercaya, dipahami, dan digunakan untuk mendorong perubahan.

Melalui Mutu Corner 7, peserta diajak melihat bahwa perjalanan data tidak berhenti pada dashboard atau laporan. Data perlu diubah menjadi insight, keputusan, dan tindakan agar benar-benar memberikan kontribusi terhadap perbaikan mutu pelayanan kesehatan.

Reporter:
Helen Anggraini Budiono