Webinar Strategi Validasi Data dan Sisir Kasus
Tuberkulosis (TB)
diselenggarakan oleh
Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan & Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM
Rabu, 11 Maret 2026
![]()
Latar Belakang
Tuberkulosis (TB) hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia. Hal ini mencakup aspek medis, sosial, hingga ekonomi sehingga memerlukan upaya penanggulangan yang komprehensif, terpadu, dan berkesinambungan. Sejalan dengan mandat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, setiap tingkatan pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan dituntut untuk memperkuat komitmen menurunkan angka kejadian serta kematian akibat TB melalui strategi nasional yang terukur. Salah satu pilar krusial dalam pencapaian target eliminasi ini adalah penguatan manajemen program melalui penyediaan data yang valid, akurat, dan berkualitas sebagai dasar perencanaan serta evaluasi. Menjelang penutupan periode pelaporan tahun 2025, kualitas data yang dilaporkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama untuk dipastikan kesesuaiannya dengan kondisi lapangan.
Selain perbaikan manajerial data, upaya aktif melalui kegiatan "sisir kasus" menjadi instrumen vital untuk menjangkau kasus-kasus TB yang selama ini belum terdeteksi atau belum terlaporkan di masyarakat. Langkah ini merupakan langkah implementasi dari strategi penemuan kasus aktif berbasis institusi dan komunitas yang diamanatkan dalam Pasal 12 Perpres No 67 Tahun 2021 dengan tujuan untuk memutus rantai penularan secara cepat. Oleh karena itu, penyelenggaraan Webinar Validasi Data dan Sisir Kasus Tuberkulosis (TB) menjadi sangat strategis untuk meningkatkan pengetahuan petugas di lapangan. Melalui webinar ini, pengetahuan mengenai strategi pelaporan data kasus TB diharapkan dapat meningkat sehingga target eliminasi TB nasional dapat diakselerasi melalui kebijakan yang berbasis pada data yang akurat dan akuntabel.
Tujuan
Meningkatkan pengetahuan mengenai strategi penemuan dan validasi data jumlah kasus terduga TB di tahun 2025 sehingga data yang dilaporkan akurat, lengkap, dan mencerminkan kondisi lapangan.
Tujuan Khusus
- Meningkatkan pemahaman tim petugas TB mengenai pentingnya validasi data TB menjelang penutupan pelaporan Tahun 2025.
- Mengidentifikasi dan menindaklanjuti data TB yang belum lengkap, tidak sinkron, atau berpotensi bermasalah dalam pelaporan.
- Mendorong peningkatan cakupan penemuan terduga dan kasus TB melalui koordinasi lintas program dan lintas sektor.
Sasaran Peserta
- Pengelola program TB (Wasor) Kabupaten/Kota
- Petugas TB faskes (puskesmas/RS)
- Petugas surveilans dinas kesehatan
- Dokter umum/konsulen dan perawat
- Kader TB
Narasumber
- dr. Triya Novita Dinihari (Katimker TB, Kemkes)
- dr. M. Hardhantyo, MPH., PhD
- Apt. Edwin Daru Anggara., M.Sc., MPH
Tempat dan Waktu
Hari/Tanggal : Rabu, 11 Maret 2026
Waktu : 13.00 - 14.30 WIB
Tempat : Ruang Sekber Litbang lt. 2 FK-KMK UGM
Agenda
| Waktu | Agenda | Narasumber/Fasilitator |
| 13.00 - 13.15 | Pembukaan | MC/Moderator: Nikita Widya Permata Sari, S.Gz., MPH |
| 13.15 - 13.35 |
Materi 1: Situasi Terkini dan Peta Jalan dalam Penanggulangan TB Nasional |
dr. Triya Novita Dinihari (Katimker TB, Kemkes) |
| 13.35 - 13.55 |
Materi 2: Solusi Cerdas dan Benefit Susur Data TB |
Apt. Edwin Daru Anggara., M.Sc., MPH |
| 13.55 - 14.05 |
Materi 3: In-House Training: Pengantar Teknik Susur Data TB |
dr. M. Hardhantyo, MPH., PhD |
| 14.05 - 14.20 | Diskusi dan tanya jawab | Fasilitator: Nikita Widya Permata Sari, S.Gz., MPH |
| 14.20 - 14.30 | Penutup | MC |
Reprotase Kegiatan
PKMK-Yogyakarta. Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK Universitas Gadjah Mada menggelar webinar bertajuk “Strategi Validasi Data dan Susur Kasus Tuberkulosis (TB)” pada Rabu (11/3/2026). Webinar diikuti oleh peserta dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, dinas kesehatan, serta institusi pendidikan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman fasilitas pelayanan kesehatan mengenai pentingnya validasi data dan penelusuran kasus TB dalam rangka meningkatkan kualitas pelaporan serta mendukung pengendalian tuberkulosis di Indonesia.
Acara dipandu oleh Nikita Widya Permata Sari, S.Gz., MPH dari Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM. Dalam pengantarnya, Nikita menekankan bahwa kualitas data merupakan komponen penting dalam program penanggulangan TB. Data yang tidak lengkap berpotensi menyebabkan kasus tidak teridentifikasi secara optimal sehingga dapat menghambat pengobatan pasien dan pengendalian penularan di masyarakat.
Materi pertama disampaikan oleh dr. Triya Novita Dinihari, Ketua Tim Kerja TBC dan ISPA Kementerian Kesehatan RI. Triya memaparkan situasi terkini dan arah kebijakan nasional penanggulangan TB yang didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Kebijakan ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor serta penguatan layanan TB yang berpusat pada pasien.
Pemerintah juga menjalankan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win penanggulangan TB yang menargetkan penurunan insiden TB sebesar 50% menjadi 190 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2029. Program ini memantau empat indikator utama, yaitu penemuan kasus TB, inisiasi pengobatan, keberhasilan pengobatan, serta pemberian terapi pencegahan TB (TPT).
Selain itu, upaya peningkatan penemuan kasus dilakukan melalui integrasi skrining TB dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai setting layanan, termasuk puskesmas, komunitas, kementerian dan lembaga, serta sektor swasta. Pemerintah juga mendorong gerakan Desa dan Kelurahan Siaga TB untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengendalian TB di tingkat komunitas.
Pada sesi berikutnya, Apt. Edwin Daru Anggara, M.Sc., MPH dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta memaparkan strategi validasi data TB melalui pendekatan proactive case finding atau susur kasus. Edwin menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi beban TB yang besar dengan estimasi lebih dari satu juta kasus setiap tahun.
Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara estimasi kasus dan data yang tercatat dalam sistem pelaporan nasional akibat fenomena under-reporting dan under-diagnosed. Kondisi ini bukan hanya memengaruhi akurasi data epidemiologi, melainkan juga berpotensi meningkatkan risiko penularan di masyarakat.
Melalui pendekatan susur kasus, fasilitas kesehatan dapat menelusuri berbagai sumber data seperti sistem informasi rumah sakit, rekam medis, data laboratorium, radiologi, hingga catatan pengeluaran obat anti tuberkulosis (OAT) di instalasi farmasi untuk menemukan pasien TB yang belum tercatat dalam sistem pelaporan.
Materi terakhir disampaikan oleh dr. M. Hardhantyo, MPH., PhD, Ketua Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM. Hardhantyo menjelaskan bahwa data pasien TB sering tersebar di berbagai unit layanan sehingga berpotensi menyebabkan kasus tidak tercatat dalam program TB. Melalui kegiatan susur data, fasilitas kesehatan dapat menelusuri berbagai sumber data pelayanan untuk menemukan kasus TB yang belum tercatat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kelengkapan notifikasi kasus, tetapi juga memperbaiki kualitas data program TB agar lebih mencerminkan kondisi di lapangan.
Dalam sesi diskusi, peserta menyoroti berbagai tantangan implementasi validasi data di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk integrasi sistem informasi, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan data, serta koordinasi pelaporan antara fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan daerah. Narasumber menekankan pentingnya kerja sama lintas unit di fasilitas kesehatan untuk memastikan proses pelaporan TB berjalan lebih optimal.
Di akhir kegiatan, Hardhantyo menyampaikan bahwa Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM juga menyediakan program in-house training terkait teknik validasi data dan susur kasus TB bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang ingin memperkuat kapasitas tim internalnya. Program ini diharapkan dapat membantu fasilitas kesehatan meningkatkan kualitas pelaporan TB sekaligus mendukung upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia.
Reporter:
dr. Helen Anggraini Budiono









