Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

covmutu

Editorial, 22 Oktober 2020

Penerapan Surgical Safety Checklist

Ceklis keselamatan pembedahan diluncurkan World Health Organization (WHO) tahun 2008 dalam the second global patient safety challenge: safe surgery saves lives. Surgical Safety Checklist (SSG) merupakan sebuah daftar periksa untuk memberikan pembedahan yang aman dan berkualitas pada pasien dan merupakan alat komunikasi untuk keselamatan pasien yang digunakan oleh tim profesional di ruang operasi. Penggunaan SSG telah terbukti efektif dalam mengurangi angka kematian dan komplikasi pasca operasi, terutama saat ini kita dihadapi pada Pandemi COVID-19 yang memaksa pelayanan kesehatan untuk bertindak lebih aman untuk mencegah kematian dan komplikasi akibat pembedahan.

Pelaksanaan SSC di Indonesia telah diperkenalkan oleh Komisi Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS) dalam rangkaian dengan six goals gerakan keselamatan pasien. Lebih lanjut, implementasi SSC diformalkan dalam standar nasional akreditasi rumah sakit sejak tahun 2012. Sehingga seluruh rumah sakit di Indonesia yang telah terakreditasi diharapkan telah menerapkan SSC pada saat persiapan survei akreditasi.
Minggu ini akan kami sajikan Artikel dan berita penerapan surgical safety checklist, seperti apa penerapan SSG dan Tantangannya saat ini?

HDKT24

  • 2627

Artikel

Penerapan Surgical Safety Checklist dan Tantangannya

Ceklis keselamatan pembedahan atau surgical safety checklist (SSC) diluncurkan World Health Organization (WHO) tahun 2008 dalam The second global patient safety challenge: safe surgery saves lives. Panduan lengkapnya diterbitkan WHO tahun 2009 dan memuat sepuluh tujuan esensial keselamatan pembedahan, ceklis standar, dan manual pelaksanaan bagi rumah sakit. Dokumen-dokumen ini dapat diakses secara daring dan gratis di situs WHO.

Readmore


Dampak Program Edukasi Kesehatan Mata Terhadap Pengetahuan Pasien Tentang Glaukoma Dan Perilaku Terhadap Perawatan Kesehatan Mata

Glaukoma adalah penyakit yang berpotensi membuat buta tetapi jika terdeteksi pada tahap awal penyakit ini dapat dikontrol, sehingga penglihatan tetap terjaga. Orang yang berisiko tinggi terkena glaukoma seringkali berasal dari populasi dengan tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan mata yang rendah, sebagian akibat faktor akses yang kurang, biaya, dan pengetahuan yang tidak memadai tentang pentingnya pelayanan kesehatan mata.

Readmore


Covid-19 Morbidity and Mortality Reduction Program (C19-MMRP):
Sebuah Usulan Kebijakan untuk Mencegah kematian Nakes akibat Covid-19

pic5agsHingga akhir Augustus 2020 telah tercatat jumlah tenaga kesehatan (Nakes) meninggal karena Covid-19 setidaknya telah mencapai: 100 dokter (catatan IDI), 55 perawat (catatan PPNI), 15 bidan, 8 dokter gigi, 1 tenaga kesehatan masyarakat, 1 asisten apoteker, dan 1 ahli teknologi laboratorium medik. Berdasarkan data yang ada, didapatkan bahwa kematian dokter terutama terjadi pada dokter berusia > 50 tahun, dokter umum, memiliki komorbid, dan masih produktif berkarya.

Readmore   download policy brief


+ ARTIKEL LAIN

Salah-lokasi, salah-prosedur, salah-pasien operasi, adalah kejadian yang mengkhawatirkan dan biasa terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kesalahan ini adalah akibat dari komunikasi yang tidak efektif atau tidak adekuat antara anggota tim bedah, kurang/ tidak melibatkan pasien di dalam penandaan lokasi (site marking), dan tidak ada prosedur untuk memverifikasi lokasi operasi.