• Artikel Minggu I April: Laporan dari The International Forum on Quality & Safety in Healthcare (Paris 2012)

    Prof. Laksono: Pertemuan tahun ini dibuka dengan Keynote Speaker pertama oleh Maureen Bisognano, President dan CEO Institute for Health Care Improvement. Pada intinya Maureen menyatakan bahwa pelayanan kesehatan perlu memperbaiki diri dan merubah model bekerjanya. Jangan sampai pelayanan terkotak-kotak dan berada pada silo masing-masing. Pelayanan kesehatan perlu membuka diri dan berusaha mengurangi biaya tanpa menurunkan mutu. read more
  • Artikel Minggu II Maret: Ruang Lingkup Pelibatan Pasien-Masyarakat Sebagai Mitra RS

    (bagian II) Dari perspektif profesi kesehatan atau rumah sakit, tingkat partisipasi pasien dibedakan menjadi tiga yaitu menginformasikan (informing), mengkonsultasikan ke pasien-keluarga (consulting) dan bermitra (partnership). Dalam adaptasi model ini ditambahkan partisipasi pasien yang bersifat pasif, yaitu menanyakan (asking). Hal ini mengingat bahwa partisipasi pasien-masyarakat seringkali diartikan secara simplistik menjadi "Rumah sakit telah meminta pasien-keluarga mengisi kuesioner dalam survei kepuasan pasien". Pelibatan pasien-masyarakat dapat bertujuan untuk kepentingan individual pasien, kepentingan pengembangan pelayanan, dan kepentingan organisasi. Read more
  • Artikel Minggu III Maret: Melibatkan Pasien-Masyarakat di Tingkat Pasien dan Mikro Sistem

    (bagian III) Keterlibatan pasien-masyarakat pada tingkatan ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu keterlibatan yang bertujuan untuk kepentingan individual pasien (yaitu diagnosis dan pengobatan) dan kepentingan pengembangan pelayanan. Sebuah systematic review yang menelaah publikasi pada tahun 1966-2000 menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan pasien yang dominan adalah pada tingkat individual, yaitu dengan membuat berbagai sumber informasi untuk edukasi pasien dalam proses diagnosis dan pengobatan penyakitnya (Crawford et al., 2002).

    Read more
  • Artikel Minggu IV Maret: Melibatkan Pasien-Masyarakat di Tingkat Organisasi dan Lingkungan

    (bagian IV) Institute for Patient and Family-Centered Care mengidentifikasi berbagai strategi dan cara bagi lembaga pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit untuk melibatkan pasien dan masyarakat dalam meningkatkan keselamatan pasien. Pasien dan masyarakat dapat terlibat dalam dewan penasehat atau dewan pengawas rumah sakit, komite atau kelompok kerja keselamatan pasien atau yang terkait lainnya, melakukan perubahan konsep keluarga sebagai pengunjung menjadi mitra dalam keselamatan pasien, membangun informasi dan edukasi keselamatan pasien kepada pasien-masyarakat ...

    Read more

WHO Hand Hygiene Self-Assessment Framework

Hand HygieneYogyakarta (Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-UGM). WHO pada April sampai dengan Desember 2011 lalu telah mengundang seluruh sarana pelayanan kesehatan dari tingkat dasar hingga rumah-sakit untuk berpartisipasi dalam survei global tentang program hand-hygiene. Dari hasil survey WHO akan memberikan penghargaan sarana pelayanan kesehatan dengan program hand-hygiene terbaik. Pada periode lalu (2010) RSUP Dr. Sardjito mendapatkan penghargaan dalam katagori RS dari negara berkembang.

Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 untuk Puskesmas

ISO 9000 PuskemasSingkawang (Pontianak Post).Puskesmas di Kota Singkawang yakni Singkawang Utara dan Timur telah mendapatkan sertifikasi ISO. Sementara yang lainnya, sedang mempersiapkan terkait penetapan tersebut.Seperti disampaikan Kepala Puskesmas Singkawang Tengah, Mursalin. Dikarenakan puskesmasnya belum mendapatkan sertifikasi ISO, pihaknya telah melakukan persiapan untuk juga mendapatkannya (sertifikasi ISO).

Tingkat Kesehatan Masyarakat Jakarta Rendah

Kesmas JakartaJakarta (metropolitan.inilah.com)TINGKAT kesehatan warga Jakarta saat ini dinilai sebagian kalangan masih rendah atau jauh dari harapan. Terutama warga yang tinggal di lingkungan perumahan kumuh sehingga mengakibatkan warga rentan terserang wabah penyakit. Masalah ini diperparah dengan rendahnya perilaku serta pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. Karena itu, tampaknya, pelayanan kesehatan menjadi masalah yang krusial di Ibukota.

Meski kota Jakarta tegolong kota modern, masalah kesehatan ternyata masih menjadi masalah serius yang harus dibenahi.

Pertemuan Ilmiah Tahuan Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI)

BumilYogyakarta (republika.co.id) -- Kementerian Kesehatan melakukan simulasi penyusunan jumlah kematian ibu di provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hasilnya sebanyak sembilan provinsi merupakan penyumbang kematian ibu terbesar yang berkisar 309-1.661 kematian ibu per tahun.

Hal itu dikemukakan Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti atas nama Menteri Kesehatan RI membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-5 Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI), di Royal Hotel Ambarukmo Yogyakarta, Senin (30/4).

Kesembilan provinsi tersebut adalah: