Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

covmutu

Editorial, 4 Desember 2020

Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Peringatan Hari Diabetes Sedunia merupakan kampanye kesadaran global utama yang berfokus pada diabetes melitus dan digelar setiap tanggal 14 November. Hari Diabetes Sedunia 2020 mengusung tema “Perawat dan Diabetes", yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang peran penting para profesional perawatan kesehatan dalam mendukung para penderita diabetes. Di Indonesia, diketahui terjadi peningkatan kejadian Diabetes Melitus (DM) yang sangat signifikan pada 2013-2018 yaitu dari 6,9% menjadi 8,5% (Kementerian Kesehatan RI, 2018).

Pada masa pandemi COVID-19, orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti DM lebih rentan untuk meningkat menjadi parah akibat virus COVID-19. Sehingga penting dilakukan beberapa upaya edukasi untuk menjaga agar individu dengan penyakit diabetes yang paling rentan terhadap komplikasi dari COVID-19 tetap aman. Minggu ini akan kami sajikan artikel dan berita terkait Pengelolaan dan pencegahan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19, seperti apa rekomendasi dalam Pengelolaan dan pencegahannya di masa pandemi?

formut banner

Artikel

Rekomendasi pengelolaan dan pencegahan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Lebih dari 54 juta orang di seluruh dunia diketahui terinfeksi dan lebih dari 1 Juta orang telah meninggal dunia (data per 18 November 2020). Pada masa pandemi COVID-19, Orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti Diabetes Melitus (DM) lebih rentan untuk menjadi sakit parah akibat virus COVID-19.

Readmore


Tingkatkan mutu layanan kesehatan, Selamatkan Bangsa dari Pandemi COVID-19

Perjuangan menyelamatkan bangsa Indonesia dari belenggu COVID-19 masih panjang dan membutuhkan kerja keras. Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu tentu menjadi harapan dan tujuan utama dari masyarakat/pasien, petugas kesehatan, pengelola layanan kesehatan serta regulator. Bahkan di masa pandemik COVID-19 ini pun pelayanan kesehatan tetap dapat dijalankan dengan mengutamakan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan yang bertugas.

Readmore


Covid-19 Morbidity and Mortality Reduction Program (C19-MMRP):
Sebuah Usulan Kebijakan untuk Mencegah kematian Nakes akibat Covid-19

pic5agsHingga akhir Augustus 2020 telah tercatat jumlah tenaga kesehatan (Nakes) meninggal karena Covid-19 setidaknya telah mencapai: 100 dokter (catatan IDI), 55 perawat (catatan PPNI), 15 bidan, 8 dokter gigi, 1 tenaga kesehatan masyarakat, 1 asisten apoteker, dan 1 ahli teknologi laboratorium medik. Berdasarkan data yang ada, didapatkan bahwa kematian dokter terutama terjadi pada dokter berusia > 50 tahun, dokter umum, memiliki komorbid, dan masih produktif berkarya.

Readmore   download policy brief


+ ARTIKEL LAIN

COVID-19 cases are surging in rural places across the Mountain States and Midwest, and when it hits health care workers, ready reinforcements aren't easy to find.

In Montana, pandemic-induced staffing shortages have shuttered a clinic in the state's capital, led a northwestern regional hospital to ask employees exposed to COVID-19 to continue to work and emptied a health department 400 miles to the east.

Salah-lokasi, salah-prosedur, salah-pasien operasi, adalah kejadian yang mengkhawatirkan dan biasa terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kesalahan ini adalah akibat dari komunikasi yang tidak efektif atau tidak adekuat antara anggota tim bedah, kurang/ tidak melibatkan pasien di dalam penandaan lokasi (site marking), dan tidak ada prosedur untuk memverifikasi lokasi operasi.