Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

covmutu

Pengantar, 1 Juli 2022

Hari Keluarga Nasional, Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting

Salam Sehat Bapak/Ibu Pemerhati Mutu Layanan Kesehatan,
Minggu ini kami menyajikan berita dan artikel mengenai “Hari Keluarga Nasional, Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting” yang diperingati setiap tgl 29 Juni setiap tahunnya.

Kita ketahui bahwa saat ini angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4% (SSGBI 2021), angka ini masih jauh dari target nasional untuk mencapai angka stunting 14% pada 2024. Keluarga dapat menjadi tonggak pertama yang harus bisa mencegah terjadinya stunting.

Harganas dapat menjadi momentum mengajak masyarakat maupun pemerintah untuk tuntaskan stunting di Indonesia. Bapak ibu kami ajak untuk mempelajariiImplementasi pencegahan stunting agar keluarga bebas stunting

  • ihfdubai

  • kodingjun

Implementasi Pencegahan Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting

rep2

Indonesia memulai komitmennya dalam mencegah stunting pada bulan Agustus 2017 dengan memperkenalkan Strategi Nasional untuk Mempercepat Pencegahan Stunting (StraNas Stunting). StraNas Stunting mengakui bahwa akar penyebab stunting kompleks dan melibatkan multi-sektor sehingga membutuhkan upaya di semua tingkat pemerintahan.

Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan seluruh menteri terkait untuk mengembangkan rencana aksi terpadu untuk pencegahan stunting di Indonesia, dan mengkonsolidasikan seluruh upaya yang ada dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan merevitalisasi Posyandu di pedesaan, serta pada saat yang sama juga memastikan akses publik ke sanitasi yang layak dan fasilitas air bersih.

Readmore


Transformasi Pelayanan Kesehatan untuk Penguatan Kualitas Layanan Rujukan

rep2

Kualitas pelayanan dan sistem rujukan merupakan tantangan besar dalam upaya peningkatan kesehatan ibu, bayi, anak dan remaja. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar sangat memerlukan sistem transportasi dan komunikasi, infrastruktur, fasilitasi pelayanan kesehatan, dan tenaga kesehatan yang memadai berkualitas. Sistem pelayanan kesehatan yang belum sepenuhnya berkesinambungan juga menjadi suatu faktor penyebab rendahnya status kesehatan ibu dan neonatal. Akses dan kualitas layanan rujukan memegang peranan penting untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan di Indonesia seperti kesehatan ibu, bayi, anak, remaja, dan transisi epidemiologi.

Readmore


+ ARTIKEL LAIN

The COVID-19 pandemic, though posed a huge health challenge in the entire world --has shown us many deficiencies in our healthcare system and significantly highlighted the under-investment in public health. The only way out is to strengthen our public healthcare system and ensure a basic access of healthcare services to our entire population.

As we’re living in a world where the connection between patients and their caregivers is really the main point of the healthcare system, creating a meaningful understanding of the pathology from the patient and building the trust with the caregiver, it is interesting to highlight the positive outcomes and the values that we can have regarding this in clinical practice.

Rumah sakit sebagai institusi penyelenggara pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat dituntut untuk terus berbenah dalam meningkatkan kualitasnya. Performa terbaik yang ditunjukkan oleh para profesional pemberi pelayanan atau disebut dengan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yaitu dokter, perawat, bidan, ahli gizi, apoteker, dan sebagainya menentukan kualitas pelayanan kesehatan tersebut.