Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

Kerangka Acuan Kegiatan

Sosialisasi Konsep IQ-Care dan Rencana Uji Coba
di Tingkat Kabupaten/Kota

Diselenggarakan oleh:
Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan RI
dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM
Didukung oleh: WHO Indonesia

Kamis- Jumat, 8-9 Juli 2021

PENDAHULUAN

Indonesia telah memulai perjalanannya menuju Universal Health Coverage (UHC) sejak 2014 melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sejak diterapkan, program JKN telah berkontribusi pada peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan pada masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Namun, ketimpangan masih menjadi tantangan besar di masa mendatang. Faktor-faktor seperti ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan, lambatnya pembangunan infrastruktur kesehatan, dan lemahnya rantai suplai medis menjadi isu utama di banyak daerah di Indonesia.

Penguatan FKTP dapat menjadi pintu masuk pelayanan kesehatan diharapkan dapat menjadi jawaban dari permasalahan di atas. Melalui Undang-Undang No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), peran FKTP sebagai komponen penting untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh rakyat Indonesia semakin diperkuat termasuk dalam strategi pencapaian SDGs 2030 serta Standar Pelayanan Minimal (SPM). Puskesmas diharapkan mampu berperan aktif sebagai koordinator wilayah yang menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan kepada organisasi pelayanan kesehatan yang ada di wilayahnya (Permenkes 43/2019 tentang Puskesmas).

Perlu upaya mengintegrasi pelayanan kesehatan diantara FKTP yang terdiri dari berbagai organisasi pelayanan kesehatan (Puskesmas, klinik swasta, dan dokter praktek mandiri), interprofesional (dokter, perawat, bidan, sanitarian, tenaga gizi, laboratorium, apoteker, kader, relawan, dsb), program kesehatan (UKP, UKM, program kesehatan prioritas, pencegahan dan pengendalian penyakit/wabah, dsb), serta lintas sektor (sosial, pendidikan, perumahan rakyat, dsb).

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK-KMK) UGM berkolaborasi dengan Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer dan WHO telah melakukan penyusunan Pedoman Pelayanan Terintegrasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Untuk Meningkatkan Mutu Layanan Primer di Indonesia yang akan menjadi acuan semua pihak dalam melakukan upaya integrasi pelayanan di FKTP, sehingga saat ini perlu dilakukan sosialisasi konsep IQ Care dan protokol uji coba serta brainstorming mengenai situasi integrasi pelayanan kesehatan di masing-masing di tingkat Kabupaten/Kota.

TUJUAN PERTEMUAN

  1. Mensosialisasikan Pedoman Konsep dan Penerapan Pelayanan Terintegrasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Untuk Meningkatkan Mutu Layanan Primer di Indonesia di Kabupaten Badung (Provinsi Bali) dan Kota Cimahi (Provinsi Jawa Barat)
  2. Mendiskusikan situasi integrasi pelayanan kesehatan di masing-masing Kabupaten Badung (Provinsi Bali) dan Kota Cimahi (Provinsi Jawa Barat)

PESERTA

  1. Direktur Pelayanan Kesehatan Primer
  2. Tim IQ-Care Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer
  3. Prof. Dr. dr Akmal Taher, Sp.U (K)
  4. Dinkes Provinsi Jawa Barat
  5. Dinkes Provinsi Bali
  6. Dinkes Kota Cimahi
  7. Dinkes Kabupaten Badung
  8. Semua FKTP dari Kecamatan terpilih
  9. Tim PKMK – UGM
  10. WHO Perwakilan Indonesia

FASILITATOR

Tim Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer:

  1. drg. Saraswati, MPH
  2. dr. Upik Rukmini, MKM

Tim PKMK FK-KMK UGM:

  1. Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
  2. Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep. MPH
  3. Andriani Yulianti, MPH
  4. Stevie Ardianto Nappoe, SKM, MPH

JADWAL DAN AGENDA KEGIATAN

Hari : Kamis-Jumat, 8-9 Juli 2021
Waktu : 12.30-15.30 WIB
Metode : Zoom

AGENDA KEGIATAN

           Waktu Kegiatan Narasumber Moderator
Hari ke - 1, Kamis, 8 Juli 2021
12.30 WIB – 12.45 WIB Pembukaan Panitia
Doa Panitia
Indonesia Raya Panitia
Laporan Kegiatan Koordinator PP
Sambutan dan Arahan Direktur PKP
Kebijakan Pelayanan Kesehatan Primer Direktur PKP

Koordinator PP

12.45 WIB -13.00 WIB Pentingnya Integrasi dan Kolaborasi antar FKTP dalam meningkatkan akses dan kualitas Pelayanan Kesehatan Prof. Dr. dr Akmal Taher, Sp U (K)
13.00 WIB – 13.30 WIB Diskusi Panitia
13.30 WIB – 13.45 WIB

Overview Konsep IQ care

materi

Dr.dr Hanevi Djasri.
13.45 WIB – 14.00 WIB

Overview Rencana Uji Coba Konsep IQ Care

materi

Stevie Ardianto Nappoe
14.00 WIB – 14.30 WIB Diskusi
14.30 WIB – 15.00 WIB Gambaran situasi Pelayanan Kesehatan Primer Kab/Kota (Secara Umum)
  • Aksesibilitas
  • Mutu
  • Tantangan

Dinas Kesehatan Badung

Dinas Kesehatan Cimahi

PKMK UGM

15.00 WIB – 15.20 WIB Diskusi
15.20 WIB – 15.30 WIB Rangkuman dan Penutupan Hari I Eva Tirtabayu Hasri Panitia dan PKMK-UGM
Hari ke – 2, Jumat, 9 Juli 2021
12.30 WIB – 12.40 WIB Pembukaan dan Review Hari Pertama Panitia
12.40 WIB – 13.50 WIB Pengantar Diskusi Gambaran Situasi integrasi Pelayanan Kesehatan masing-masing Kabupaten/Kota (Sebelum masuk ke break out room)

  

Stevie Ardianto Nappoe

Panitia dan PKMK-UGM

15.30 WIB – 15.20 WIB (Breakout Room berdasarkan Kabupaten ) Brainstrorming gambaran situasi integrasi Pelayanan Kesehatan di masing-masing Kabupaten/Kota
  • Dinkes Kabupaten Badung
  • Dinkes Kota Cimahi

Fasilitator

Panitia dan PKMK-UGM

   15.20 WIB – 15.30 Rangkupan dan Penutup Andriani Y

 

Panduan Pertanyaan

Panduan pertanyaan ini akan didiskusikan pada pertemuan awal pengenalan konsep IQ Care di tingkat Kabupaten/Kota dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran situasi integrasi pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan sebelum masuk pada kegiatan uji coba.

  1. Apakah organisasi bapak/ibu bekerjasama dengan penyedia layanan kesehatan lainnya (provider) dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama pelayanan yang tidak tersedia di organisasi bapak/ibu? Bagaimana Kerjasama ini dilaksanakan? Bagaimana koordinasi dengan provider tersebut?
  2. Apakah bapak/ibu memiliki mitra dengan stakeholder lain diluar kesehatan untuk layanan non-kesehatan yang dapat diberikan sebagai tindak lanjut kepada pasien? Bagaimana koordinasi bapak/ibu dengan stakeholder tersebut?
  3. Apakah organisasi bapak/ibu memiliki sistem informasi yang bisa di akses oleh semua pemberi layanan termasuk provider lain yang menjadi mitra bapak/ibu? Bagaimana proses berbagi informasi ini berjalan?
  4. Apakah bapak/ibu mengalami kendala dalam menjalankan sistem rujukan ke pelayanan sekunder termasuk rujukan balik? Bagaimana koordinasi bapak/ibu dengan faskes rujukan tersebut? Apakah ada supervisi dari faskes rujukan untuk meningkatkan kualitas rujukan?
  5. Apakah organisasi bapak/ibu sudah mempunyai tim pemberi pelayanan yang terdiri dari berbagai disiplin untuk menangani penyakit/program kesehatan tertentu? Bagaimana sistem koordinasi dari team tersebut?
  6. Apakah dalam memberikan pelayanan kesehatan pasien dan keluarga sudah dilibatkan dalam pengambilan keputusan? Jika belum, mengapa?