Generasi Sehat, Indonesia Unggul: HKN Ke-55

Tema Hari Kesehatan Nasional Ke-55 yang jatuh pada tanggal 12 November tahun ini memilih tema “Generasi Sehat, Indonesia Unggul”. Sebuah tema yang sarat makna dan pesan bagi kita semua rakyat Indonesia. Seperti dikutip pada laman promkes.kemkes.go.id bahwa ‘Momentum Hari Kesehatan Nasional ke-55 ini sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, swasta berperan serta dalam upaya kesehatan, dengan lebih memprioritaskan promotif-preventif dan semakin menggalakkan serta melembagakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif’.

Selama November 2019, website mutupelayanankesehatan.net akan menampilkan berbagai artikel, berita, dan informasi terkait penerapan upaya promotif-preventif dan kuratif-rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat, dengan memfokuskan pada pelayanan kesehatan pasien diabetes. Penentuan spesifikasi pelayanan kesehatan pasien diabetes dilatarbelakangi bahwa pada bulan November ini juga diperingati Hari Diabetes Internasional (14 November 2019). Diharapkan berbagai informasi seputar topik tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemerhati mutu.

“Selamat Hari Kesehatan Nasional Ke-55”

Penatalaksanaan Tepat dan Bermutu Untuk Pasien Osteoporosis

Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia diperingati setiap tanggal 20 Oktober. Peringatan ini, pertama kali dilaksanakan tahun 1996 oleh United Kingdom’s National Osteoporosis Society dan selanjutnya diselenggarakan oleh International Osteoporosis Foundation. Tujuan Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia adalah untuk menyadarkan masyarakat global tentang pencegahan dan pengobatan penyakit Osteoporosis tersebut.

Osteoporosis merupakan suatu kondisi yang disebabkan karena menurunnya kepadatan tulang seiring pertambahan usia. Secara detil, osteoporosis dapat didefinisikan sebagai suatu penyakit tulang sistemik yang kronik dan progresif dengan karakteristik menurunnya massa tulang, kerusakan mikroarsitektur, kerapuhan tulang yang selanjutnya meningkatkan risiko terjadinya fraktur .

Osteoporosis dapat terjadi pada semua orang, namun beberapa orang lebih berisiko. Diantaranya adalah kelompok lansia (lanjut usia), dimana semakin tua, kepadatan tulang kelompok usia ini menjadi semakin berkurang. Sama halnya dengan pasien penyakit lainnya, pasien osteoporosis juga memerlukan perawatan khusus agar tidak berdampak semakin parah. Penatalaksanaan osteoporosis yang tepat diperlukan untuk mencegah kehilangan tulang lebih lanjut dan mencegah terjadinya fraktur patologis. Tentu saja penatalaksanaan yang tepat dan bermutu akan dapat membantu pasien menjaga agar kondisinya tidak memburuk, bahkan dapat membaik dari waktu ke waktu.

Untuk memperkaya ilmu dan wawasan terkait osteoporosis dan penatalaksanaan pasien osteoporosis yang tepat dan bermutu, selama Oktober 2019, website mutu akan menyajikan berbagai berita, informasi, dan artikel terkait isu tersebut. Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan melengkapi ilmu pemerhati mutu di seluruh Indonesia.