Peneliti Muda, Ciptakan Piranti Deteksi Dini Kanker Pankreas

WASHINGTON DC — Pengobatan kanker pankreas dapat mencapai kemajuan lebih baik dengan bantuan Rishab Jaib yang berusia 13 tahun. Ia menciptakan piranti bagi dokter untuk mengetahui pankreas yang sulit dideteksi secara lebih cepat dan tepat selama proses perawatan kanker. Remaja itu baru-baru ini memenangkan penghargaan ilmuwan muda untuk gagasannya yang luar biasa itu.

Continue reading

dr. Novika Handayani

vikaNovika Handayani atau yang akrab dipanggil Vika lahir di Jakarta, 28 November 1990. Menyelesaikan studi  pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 2014 lalu melanjutkan internship selama satu tahun di salah satu RS dan puskesmas di DIY. Setelah itu, bekerja menjadi dokter umum selama satu tahun di sebuah RS pusat angkatan udara di Yogyakarta. Sejak Januari 2017, Vika mulai bergabung di divisi manajemen mutu PKMK FKKMK UGM.

Ketertarikan terhadap bidang public health sudah dimulai sejak Vika aktif berperan dalam organisasinya semasa kuliah yaitu Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) khususnya di bidang reproduksi kesehatan dan HIV/AIDS. Selama di PKMK, Vika memiliki pengalaman terlibat dalam joint research dengan  BPJS Kesehatan, membantu penelitian The Health Finance and Governance (HFG) bekerjasama dengan Abt Associates-USAID, serta masih menjalani projek penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia (National Quality Policy and Strategy) dengan Kementerian Kesehatan dan WHO sejak Agustus tahun 2017. Vika juga sudah mengikuti workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) dari KARS, serta menjadi narasumber untuk bimbingan teknis PMKP untuk FKTP. Bidang yang diminati adalah patient safety, pengembangan quality improvement tools, penerapan integrated care dan patient-family engagement.

 

 

Cellphone technology developed to detect HIV

Screen Shot 2018 11 14 at 11.49.23 PMNew, affordable mobile device could aid people in developing countries

The management of human immunodeficiency virus 1 (HIV), which cripples the immune system by attacking healthy cells, remains a major global health challenge in developing countries that lack infrastructure and trained medical professionals.

Continue reading