Non-small-cell lung carcinoma (NSCLC) is often fatal because most cases are not diagnosed until they are so advanced that surgical intervention is no longer possible.
Workshop IV: Penetapan Strategi Implementasi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kerangka Acuan
Penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia:
Workshop IV: Penetapan Strategi Implementasi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dengan
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM dan WHO Indonesia
Jakarta, 14-15 januari 2019
laporan workshop workshop report
![]()
LatarBelakang
Mutu pelayanan kesehatan telah menjadi isu nasional dan global. Mempertimbangkan kebutuhan untuk meningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam mencapai Universal Health Coverage dan Sustainable Development Goals, upaya peningkatan tersebut harus didukung oleh Kebijakan dan Strategi Mutu Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan/National Quality Policy and Strategy (NQPS). WHO telah meluncurkan buku pedoman NQPS yang dapat digunakan sebagai referensi setiap negara yang ingin mengembangkan NQPS, menyesuaikan dengan situasi dan prioritas masing-masing negara. Dengan dibentuknya Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016 membuka sebuah kesempatan emas untuk mendokumentasikan kebijakan dan strategi mutu pelayanan di Indonesia sebagai langkah awal dalam penyusunan NQPS.
Pada tahun 2017, Kementerian Kesehatan bersama dengan PKMK FKKMK UGM serta didukung WHO Indonesia, telah mengembangkan analisis situasi untuk delapan komponenproses NQPS yang direkomendasikan oleh WHO. Analisis situasi disusun berdasarkan temuan dari berbagai dokumen terkait dan diskusi melalui kegiatan lokakarya dengan pemangku kepentingan terkait.
Pada tahun 2018ini, proses penyusunan NQPS berlanjut untuk menentukan seluruh komponen proses NQPSIndonesia (gambar 1) melalui konsensus dan diskusi yang lebih luas dengan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan, sampai dengan penyusunan dokumen final NQPS Indonesia.

Gambar 1. Kerangka Konsep Penyusunan National Quality Policy and Strategy Indonesia
Pada workshop sebelumnya yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2018, telah diidentifikasi tujuh strategi nasional yang akan dikembangkan strategi implementasinya. Penyusunan strategi implementasi terdiri dari pembahasan program dan kegiatan per-strategi, tata kelola dan organisasi mutu pelayanan kesehatan serta monitoring dan evaluasinya. Selanjutnya, akan dilakukan penyusunan anggaran dan biaya serta sumber dana yang dibutuhkan dalam implementasi NQPS Indonesia.
Tujuan
Workshop ini bertujuan untuk:
- Menyusun program dan kegiatan tiap strategi nasional mutu pelayanan kesehatan yang telah diidentifikasi pada workshop sebelumnya
- Menyusun tata kelola dan organisasi mutu pelayanan kesehatan Indonesia
- Menyusun rencana monitoring dan evaluasi
Peserta
Akan terdiri dari perwakilan dari:
- Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Direktorat Yankes Rujukan, Direktorat Yankes Dasar, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, Direktorat P2MPL, Balitbangkes, BPPSDM)
- Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
- Organisasi profesi (IDI, PDGI, PPNI, IBI, Permapkin, PDMMI, PAFI)
- Asosiasi Fasilitas Kesehatan (PERSI, ADINKES, Asosiasi Klinik Indonesia, Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia)
- Asosiasi Rumahsakit (ARSADA, ARSSI)
- Lembaga Akreditasi Fasyankes (KARS dan Komisi Akreditasi FKTP)
- BPJS (Kantor Pusat, perwakilan Kantor Regional, perwakilan Kantor Cabang)
- NGO kesehatan (Yayasan Orang tua Peduli, Komunitas Peduli Skizofrenia, Komunitas Share To Care)
- dr. Eka Viora, Sp.KJ
Fasilitator
- Prof. dr. Adi Utarini,M.Sc, MPH, Ph.D
- dr. Hanevi Djasri, MARS
- dr. Novika Handayani
Metode
Peserta akan dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi tentang isu strategis dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia. Hasil diskusi perkelompok akan dibahas lebih lanjut dengan tim fasilitator dan menjadi acuan dalam identifikasi strategi umum dan strategi fungsional. Selanjutnya, kelompok akan kembali berdiskusi untuk menetapkan hasil identifikasi strategi untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia melalui konsensus.
Setiap peserta sebelumnya akan menerima draf yang telah dibuat oleh tim fasilitator sebagai bahan diskusi untuk menyepakati bersama hal-hal yang ingin ditetapkan dalam workshop ini.
Tanggal dan Tempat Acara
Hari/tanggal : Senin-Selasa, 14-15 Januari 2019
Tempat : Hotel Harris Tebet, Jakarta
Jadwal Acara
| Waktu | Kegiatan | Fasilitator/Narasumber |
| Hari I | ||
| 08.30-09.00 |
Pembukaan Deskripsi kegiatan Direktorat Mutu & Akreditasi tahun 2018-2019 |
drg. Farichah Hanum, M.Kes |
| 09.00-09.30 |
Review strategi nasional mutu pelayanan kesehatan serta penyusunan program dan kegiatan nasional mutu pelayanan kesehatan |
Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD |
| 09.30-09.45 | Coffee break | |
| 09.45-10.00 |
Pengantar Diskusi Kelompok 1: Program dan kegiatan untuk masing-masing strategi nasional |
dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 10.00 – 11.00 |
Diskusi Kelompok 1: Pembahasan program dan kegiatan strategi nasional 1-4 |
Tim |
| 11.00 – 12.00 |
Presentasi kelompok hasil diskusi kelompok 1 dan pembahasan |
dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 12.00-13.00 | Lunch Break | |
| 13.00-14.00 |
Diskusi Kelompok 2: Pembahasan program dan kegiatan strategi nasional 5-7 |
Tim |
| 14.00-15.00 | Presentasi kelompok hasil diskusi kelompok 2 dan pembahasan | dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 15.00-16.00 | Review hasil diskusi hari 1 | Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD |
| Hari II | ||
| 08.30-09.00 |
Pengantar Diskusi Kelompok 3 dan 4:
|
dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 09.00-09.15 | Coffee break | |
| 09.15-10.30 |
Diskusi Kelompok 3: Penyusunan tata kelola dan organisasi mutu pelayanan kesehatan Indonesia |
Tim |
| 10.30 – 12.00 |
Presentasi hasil diskusi kelompok 3 dan pembahasan |
dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 12.00-13.00 | Lunch Break | |
| 13.00-14.00 |
Diskusi Kelompok 4: Monitoring dan evaluasi |
Tim |
| 14.00-15.00 | Presentasi hasil diskusi kelompok 4 dan pemnbahasan | dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 15.00-15.30 | Review hasil diskusi hari 2 | dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 15.30-15.45 | Rencana workshop berikutnya: Penyusunan penganggaran dan pembiayaan untuk Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia | dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 15.00-16.00 | penutup | dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
Biaya penyelenggaraan kegiatan ini berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO Indonesia
Workshop V: Penganggaran dan Pembiayaan untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia
Kerangka Acuan
Penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia:
Workshop V: Penganggaran dan Pembiayaan untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia
Kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dengan
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM dan WHO Indonesia
Jakarta, 28 Februari – 1 Maret 2019
![]()
Latar Belakang
Mutu pelayanan kesehatan telah menjadi isu nasional dan global. Mempertimbangkan kebutuhan untuk meningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam mencapai Universal Health Coverage dan Sustainable Development Goals, upaya peningkatan tersebut harus didukung oleh Kebijakan dan Strategi Mutu Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan/National Quality Policy and Strategy (NQPS). WHO telah meluncurkan buku pedoman NQPS yang dapat digunakan sebagai referensi setiap negara yang ingin mengembangkan NQPS, menyesuaikan dengan situasi dan prioritas masing-masing negara. Dengan dibentuknya Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016 membuka sebuah kesempatan emas untuk mendokumentasikan kebijakan dan strategi mutu pelayanan di Indonesia sebagai langkah awal dalam penyusunan NQPS.
Pada tahun 2017, Kementerian Kesehatan bersama dengan PKMK FKKMK UGM serta didukung WHO Indonesia, telah mengembangkan analisis situasi untuk delapan komponenproses NQPS yang direkomendasikan oleh WHO. Analisis situasi disusun berdasarkan temuan dari berbagai dokumen terkait dan diskusi melalui kegiatan lokakarya dengan pemangku kepentingan terkait.
Pada tahun 2018ini, proses penyusunan NQPS berlanjut untuk menentukan seluruh komponen proses NQPSIndonesia (gambar 1) melalui konsensus dan diskusi yang lebih luas dengan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan, sampai dengan penyusunan dokumen final NQPS Indonesia.

Gambar 1. Kerangka Konsep Penyusunan National Quality Policy and Strategy Indonesia
Pada workshop sebelumnya yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2018, telah diidentifikasi tujuh strategi nasional yang akan dikembangkan strategi implementasinya. Penyusunan strategi implementasi terdiri dari pembahasan program dan kegiatan per-strategi, tata kelola dan organisasi mutu pelayanan kesehatan serta monitoring dan evaluasinya. Selanjutnya, akan dilakukan penyusunan anggaran dan biaya serta sumber dana yang dibutuhkan dalam implementasi NQPS Indonesia.
Tujuan
Workshop ini bertujuan untuk:
- Membahas penghitungan biaya dan alokasi anggaran untuk kebutuhan implementasi setiap strategi nasional
- Menetapkan sumber dana untuk program dan kegiatan mutu
- Membuat rencana kebutuhan anggaran selama lima tahun untuk implementasi NQPS
Peserta
Akan terdiri dari perwakilan dari:
- Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Direktorat Yankes Rujukan, Direktorat Yankes Dasar, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, Direktorat P2MPL, Balitbangkes, BPPSDM)
- Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
- Dinas Kesehatan Kota Tanggerang
- Dinas Kesehatan Kota Bekasi
- Asosiasi Fasilitas Kesehatan (PERSI, ADINKES, Asosiasi Klinik Indonesia, Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia)
- dr. Eka Viora, Sp.KJ
Fasilitator
- Prof. dr. Adi Utarini,M.Sc, MPH, Ph.D
- dr. Hanevi Djasri, MARS
- Deni Harbianto, SE
- Andriani Yulianti, SE, MPH
Metode
Peserta akan dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi tentang isu strategis dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia. Hasil diskusi perkelompok akan dibahas lebih lanjut dengan tim fasilitator dan menjadi acuan dalam identifikasi strategi umum dan strategi fungsional. Selanjutnya, kelompok akan kembali berdiskusi untuk menetapkan hasil identifikasi strategi untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia melalui konsensus.
Setiap peserta sebelumnya akan menerima draf yang telah dibuat oleh tim fasilitator sebagai bahan diskusi untuk menyepakati bersama hal-hal yang ingin ditetapkan dalam workshop ini.
Tanggal dan Tempat Acara
Hari/tanggal : 28 Februari – 1 Maret 2019
Tempat : Hotel Royal Kunignan Jakarta
Jadwal Acara
| Waktu | Kegiatan | Fasilitator/Narasumber |
| Hari I | ||
| 08.30-09.00 | Pembukaan | drg. Farichah Hanum, M.Kes |
| 09.00-09.30 |
Review program dan kegiatan untuk strategi nasional mutu pelayanan kesehatan |
Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD |
| 09.30-09.45 | Coffee break | |
| 09.45-10.00 |
Pemaparan Metode Penghitungan Biaya, Alokasi Anggaran dan Identifikasi Sumber Pendanaan bagi strategi intervensi dalam NQPS |
Fasilitator: Deni Harbianto |
| 10.00-11.00 | Tanya Jawab dan Diskusi | |
| 11.00-12.00 | Diskusi Kelompok I: Perhitungan biaya pelaksanaan program-program NQPS | Fasilitator: Deni Harbianto |
| 12.00-13.00 | Lunch Break | |
| 13.00-14.00 | Diskusi Kelompok I: Perhitungan biaya pelaksanaan program-program NQPS (lanjutan) | |
| 14.00-15.30 |
Paparan dan Pembahasan Hasil Diskusi Kelompok I: |
Fasilitator: Deni Harbianto |
| Hari II | ||
| 08.30-09.00 | Diskusi Kelompok II: Penetapan Alokasi Anggaran pelaksanaan program-program NQPS | Hanevi Djasri |
| 09.00-09.15 | Coffee Break | |
| 09.15-10.30 | Diskusi Kelompok II: Penetapan Alokasi Anggaran pelaksanaan program-program NQPS (lanjutan) | Fasilitator: Deni Harbianto |
| 10.30-12.00 |
Paparan dan Pembahasan Hasil Diskusi Kelompok II |
|
| 12.00-13.00 | Lunch Break | |
| 13.00-14.00 | Diskusi Kelompok III: Identifikasi Sumber Pembiayaan pelaksanaan program-program NQPS (lanjutan) | Fasilitator: Deni Harbianto |
| 14.00-15.00 | Diskusi Kelompok III: Identifikasi Sumber Pembiayaan pelaksanaan program-program NQPS (lanjutan) | |
| 15.00-15.30 |
Paparan dan Pembahasan Hasil Diskusi Kelompok III |
|
| 15.30-15.45 | Wrap Up dan Rencana Tindak Lanjut | Fasilitator: Deni Harbianto |
| 15.45-16.00 | Penutupan | dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
Workshop II: Penetapan Strategi Nasional Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kerangka Acuan
Penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia:
Workshop II: Penetapan Strategi Nasional Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dengan
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM dan WHO Indonesia
Jakarta, 8-9 Oktober 2018
Laporan Workshop Workshop Report (English)
![]()
LatarBelakang
Mutu pelayanan kesehatan telah menjadi isu nasional dan global. Peningkatan mutu secara global dalam pelayanan kesehatan memiliki sejarah panjang dimulai pada tahun 1900-an sedangkan Indonesia telah memulai perjalanannya sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. Masalah mutu pelayanan kesehatan berlanjut menjadi strategi dalam mencapai Universal HealthCoverage (UHC) yang merupakan komponen penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sebagaimana dinyatakan, SDGs memiliki target khusus untuk UHC, yaitu “Mencapai UHC, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses ke layanan kesehatan esensial yang berkualitas dan akses ke obat-obatan dan vaksin yang aman, efektif, berkualitas, dan terjangkau untuk semua” (WHO, 2015).
Mempertimbangkan kebutuhan untuk meningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam mencapai UHC dan SDGs, upaya peningkatan tersebut harus didukung oleh Kebijakan dan Strategi Mutu Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan/National Quality Policy and Strategy (NQPS). WHO telah meluncurkan buku pedoman NQPS yangdapat digunakan sebagai referensi setiap negara yang ingin mengembangkan NQPS, menyesuaikan dengan situasi dan prioritas masing-masing negara. Dengan dibentuknya Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016 membuka sebuah kesempatan emas untuk mendokumentasikan kebijakan dan strategi mutu pelayanan di Indonesia sebagai langkah awal dalam penyusunan NQPS.
Pada tahun 2017, Kementerian Kesehatan bersama dengan PKMK FKKMK UGM serta didukung WHO Indonesia, telah mengembangkan analisis situasi untuk delapan komponenproses NQPS yang direkomendasikan oleh WHO. Analisis situasi disusun berdasarkan temuan dari berbagai dokumen terkait dan diskusi melalui kegiatan lokakarya dengan pemangku kepentingan terkait.
Pada tahun 2018ini, proses penyusunan NQPS berlanjut untuk menentukan seluruh komponen proses NQPSIndonesia (gambar 1) melalui konsensus dan diskusi yang lebih luas dengan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan, sampai dengan penyusunan dokumen final NQPS Indonesia.

Tujuan
Workshop ini bertujuan untuk:
- Membahas isu strategis dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia berdasarkan tujuh dimensi mutu, kepada pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan secara lebih luas.
- Mengidentifikasi strategi untuk menjawab tantangan isu-isu peningkatan mutu pelayanan kesehatan
Peserta
Akan terdiri dari perwakilan dari:
- Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Direktorat Yankes Rujukan, Direktorat Yankes Dasar, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, Direktorat P2MPL, Balitbangkes, BPPSDM)
- Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
- Organisasi profesi (IDI, PDGI, PPNI, IBI, Permapkin, PDMMI, PAFI)
- Asosiasi Fasilitas Kesehatan (PERSI, ADINKES, Asosiasi Klinik Indonesia, Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia)
- Asosiasi Rumahsakit (ARSADA, ARSSI)
- Lembaga Akreditasi Fasyankes (KARS dan Komisi Akreditasi FKTP)
- BPJS (Kantor Pusat, perwakilan Kantor Regional, perwakilan Kantor Cabang)
- NGO kesehatan (Yayasan Orang tua Peduli, Komunitas Peduli Skizofrenia, Komunitas Share To Care)
Fasilitator
- Prof. dr. Adi Utarini,M.Sc, MPH, Ph.D
- dr. Hanevi Djasri, MARS
- dr. Novika Handayani
Metode
Peserta akan dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi tentang isu strategis dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia. Hasil diskusi perkelompok akan dibahas lebih lanjut dengan tim fasilitator dan menjadi acuan dalam identifikasi strategi umum dan strategi fungsional. Selanjutnya, kelompok akan kembali berdiskusi untuk menetapkan hasil identifikasi strategi untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia melalui konsensus.
Setiap peserta sebelumnya akan menerima draf yang telah dibuat oleh tim fasilitator sebagai bahan diskusi untuk menyepakati bersama hal-hal yang ingin ditetapkan dalam workshop ini.
Tanggal dan Tempat Acara
Hari / tanggal : Senin, 8 Oktober (13.00-16.00 wib)
Selasa, 9 Oktober 2018 (08.00-15.30 wib)
Tempat : Hotel The Park Lane, Jakarta
Jadwal Acara
| Waktu | Kegiatan | Fasilitator/Narasumber |
| Hari I | ||
| 13.00-13.10 | Laporan Penyelenggaraan Workshop | Drg. Farichah Hanum, M.Kes |
| 13.10-13.25 | Arahan dan Pembukaan | dr. Bambang Wibowo, Sp .OG(K), MARS |
| 13.25-13.45 | Progress Penyusunan dokumen final NQPS Indonesia |
Prof. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD |
| 13.45-14.00 | Paparan hasil pertemuan antara tim NQPS Indonesia dengan WHO Geneva di Konferensi ISQua dan Pembelajaran dari Negara Lain |
dr. Novika Handayani |
| 14.00-14.15 | Pengantar Diskusi Kelompok |
dr. Hanevi Djasri, MARS |
| 14.15-15.30 | Diskusi Panel: Pembahasan Isu Strategis | Tim |
| 15.30-16.00 | Review hasil diskusi isu strategis | dr. Hanevi Djasri, MARS |
| Hari II | ||
| 08.00-10.00 | Pengantar Diskusi Kelompok untuk Identifikasi Strategi (membahas draf tentang 4 strategi umum dan 3 strategi fungsional) |
Prof. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD |
| 10.00-10.15 | Coffee Break | |
| 10.15-12.00 |
Diskusi Kelompok 2: Pembahasan strategi umum dan tujuannya
|
Tim |
| 12.00-13.00 | Lunch Break | |
| 13.00-14.45 |
Diskusi Kelompok 3: Pembahasan strategi fungsional dan tujuannya
|
Tim |
| 14.45-15.15 | Review hasil identifikasi strategi | dr. Hanevi Djasri, MARS |
| 15.15-15.30 | Penutupan | dr. Hanevi Djasri, MARS |
Biaya penyelenggaraan kegiatan ini berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO Indonesia
Workshop III: Penyusunan Program Nasional Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kerangka Acuan
Penyusunan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia:
Workshop III: Penyusunan Program Nasional Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dengan
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM dan WHO Indonesia
Jakarta, 10 Oktober 2018
Laporan Workshop Workshop Report (English)
![]()
LatarBelakang
Mutu pelayanan kesehatan telah menjadi isu nasional dan global. Peningkatan mutu secara global dalam pelayanan kesehatan memiliki sejarah panjang dimulai pada tahun 1900-an sedangkan Indonesia telah memulai perjalanannya sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. Masalah mutu pelayanan kesehatan berlanjut menjadi strategi dalam mencapai Universal HealthCoverage (UHC) yang merupakan komponen penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sebagaimana dinyatakan, SDGs memiliki target khusus untuk UHC, yaitu “Mencapai UHC, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses ke layanan kesehatan esensial yang berkualitas dan akses ke obat-obatan dan vaksin yang aman, efektif, berkualitas, dan terjangkau untuk semua” (WHO, 2015).
Mempertimbangkan kebutuhan untuk meningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam mencapai UHC dan SDGs, upaya peningkatan tersebut harus didukung oleh Kebijakan dan Strategi Mutu Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan/National Quality Policy and Strategy (NQPS). WHO telah meluncurkan buku pedoman NQPS yangdapat digunakan sebagai referensi setiap negara yang ingin mengembangkan NQPS, menyesuaikan dengan situasi dan prioritas masing-masing negara. Dengan dibentuknya Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2016 membuka sebuah kesempatan emas untuk mendokumentasikan kebijakan dan strategi mutu pelayanan di Indonesia sebagai langkah awal dalam penyusunan NQPS.
Pada tahun 2017, Kementerian Kesehatan bersama dengan PKMK FKKMK UGM serta didukung WHO Indonesia, telah mengembangkan analisis situasi untuk delapan komponenproses NQPS yang direkomendasikan oleh WHO. Analisis situasi disusun berdasarkan temuan dari berbagai dokumen terkait dan diskusi melalui kegiatan lokakarya dengan pemangku kepentingan terkait.
Pada tahun 2018ini, proses penyusunan NQPS berlanjut untuk menentukan seluruh komponen proses NQPSIndonesia (gambar 1) melalui konsensus dan diskusi yang lebih luas dengan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan, sampai dengan penyusunan dokumen final NQPS Indonesia.

Tujuan
Workshop ini bertujuan untuk mengidentifikasi program dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan strategi yang telah diidentifikasi.
Peserta
Akan terdiri dari perwakilan dari:
- Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Direktorat Yankes Rujukan, Direktorat Yankes Dasar, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, Direktorat P2MPL, Balitbangkes, BPPSDM)
- Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
- Organisasi profesi (IDI, PDGI, PPNI, IBI, Permapkin, PDMMI, PAFI)
- Asosiasi Fasilitas Kesehatan (PERSI, ADINKES, Asosiasi Klinik Indonesia, Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia)
- Asosiasi Rumahsakit (ARSADA, ARSSI)
- Lembaga Akreditasi Fasyankes (KARS dan Komisi Akreditasi FKTP)
- BPJS (Kantor Pusat, perwakilan Kantor Regional, perwakilan Kantor Cabang)
- NGO kesehatan (Yayasan Orang tua Peduli, Komunitas Peduli Skizofrenia, Komunitas Share To Care)
Fasilitator
- Prof. dr. Adi Utarini,M.Sc, MPH, Ph.D
- dr. Hanevi Djasri, MARS
- dr. Novika Handayani
Metode
Peserta akan dibagi dalam kelompok untuk berdiskusi tentang isu strategis dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia. Hasil diskusi perkelompok akan dibahas lebih lanjut dengan tim fasilitator dan menjadi acuan dalam identifikasi strategi umum dan strategi fungsional. Selanjutnya, kelompok akan kembali berdiskusi untuk menetapkan hasil identifikasi strategi untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia melalui konsensus.
Setiap peserta sebelumnya akan menerima draf yang telah dibuat oleh tim fasilitator sebagai bahan diskusi untuk menyepakati bersama hal-hal yang ingin ditetapkan dalam workshop ini.
Tanggal dan Tempat Acara
Hari / tanggal : Rabu, 10 Oktober
Pukul : 08.00 – 16.00 Wib
Tempat : Hotel The Park Lane, Jakarta
Jadwal Acara
| Waktu | Kegiatan | Fasilitator/Narasumber |
| Hari I | ||
| 08.00-08.30 | Program Nasional Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia: Kegiatan, Pengorganisasian dan Tatakelola | dr. Hanevi Djasri, MARS |
| 08.15-08.45 | Pengantar dan Metode Workshop | dr. Hanevi Djasri, MARS |
| 08.45-09.00 | Diskusi | dr. Novika Handayani |
| 09.00-09.15 | Coffee break | |
| 09.15-12.00 |
Diskusi kelompok 1: Identifikasi program untuk strategi umum dan fungsional
|
Tim |
| 12.00-13.00 | Lunch Break | |
| 13.00-15.00 |
Diskusi Kelompok 2: Pengorganisasian dan tatakelola
|
Tim |
| 15.00-15.45 | Review hasil identifikasi program, pengorganisasian dan tatakelola untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan Indonesia | dr. Hanevi Djasri, MARS |
| 15.45-16.00 | Penutupan | dr. Hanevi Djasri, MARS |
Biaya penyelenggaraan kegiatan ini berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan WHO Indonesia
Urgent care centers overprescribe antibiotics, study finds
Urgent care centers are the biggest offenders when it comes to giving people antibiotics they don’t need, researchers reported Monday.
IDI: Fasilitas Kesehatan Darurat di Palu Sudah Bisa Dipakai
Jakarta, CNN Indonesia — Proses evakuasi dan penyelamatan korban gempa dan tsunami Palu, Donggala, dan Sigi masih terus dilakukan.
Reportase ISQua Hari Keempat
{tab title=”Laporan” class=”red” align=”justify”}
Laporan Pertemuan PKMK UGM, Dit. Mutu dan Akreditasi Kemenkes, dan WHO
(Rabu, 26 September 2018)
- Saran langkah penyusunan NQPS dari Dr.Shams (WHO): Menetapkan strategi untuk peningkatan mutu untuk jangka waktu tertentu (5 tahun), diikuti dengan membuat operational planning (cara untuk mencapai strategi) serta program teknisnya termasuk program costs dan financial planning.
Tanggapan dari PKMK : Untuk kedua langkah tambahan (operational planning dan integration of technical programme dapat dibuat pada dokumen terpisah menjadi Rencana Aksi Program/RAP tahunan)
- WHO menyarankan untuk membuat task force untuk mutu pelayanan kesehatan di tingkat nasional, meliputi stakeholders inti dari institusi yang berperan dalam mutu pelayanan kesehatan, termasuk pemegang program prioritas kesehatan di Kementerian Kesehatan
- Paparan progress penyusunan NQPS Indonesia terhadap WHO masih minimal, walaupun WHO mengatakan sudah membaca hasil analisis situasi NQPS yang sudah ter-upload di GLL (Global Learning Laboratory)
- WHO menyarankan untuk mengundang stakeholders perwakilan dari daerah saat workshop.
- WHO menyarankan untuk strategi disusun berdasarkan prioritas kesehatan nasional. Tanggapan Kemenkes dan PKMK: perlu kejelasan dalam pemilihan prioritas. Program prioritas kesehatan mana yang dimaksud, apakah Renstra Kemenkes yang berkaitan dengan akses dan mutu pelayanan kesehatan, atau prioritas masalah kesehatan Kemenkes saat ini seperti TBC, stunting dan imunisasi.
Dr.Shams menyinggung indikator seperti maternal mortality rates, yang menggambarkan mutu pelayanan kesehatan di suatu negara. MNCH menjadi prioritas di berbagai negara dan dimasukkan juga dalam strategi pada NQPS di negara-negara lain. - WHO sangat mendukung proses penyusunan NQPS Indonesia dan Dr.Shams bersedia untuk me-review hasil akhir dokumen NQPS
- Kemenkes mengusulkan Dr.Shams jadi pembicara saat workshop. Tanggapan dari PKMK: mengusulkan Dr.Shams menjadi pembicara saat sesi sosialisasi NQPS.
- Dr.Shams mengusulkan ada mailist yang beranggotakan tim NQPS WHO Geneva, WHO Indonesia, Kemenkes dan PKMK untuk memudahkan komunikasi
- Dr. Shams memberi referensi untuk membaca buku ini http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/272465/9789241513906-eng.pdf?ua=1 yang memuat contoh quality interventions dan NQPS negara lain.

Penulis: Novika Handayani
{tab title=”Referensi” class=”orange”}
- Delivering quality health services, A global imperative for universal health coverage
- Compassion – The heart of quality people-centered health services
- A Situational Analysis of The Indonesian National Quality Policy and Strategy: A Review of Regulatory Documents Related to Health Care Quality in Indonesia
- A Situational Analysis of The Indonesian National Quality Policy and Strategy: A Review of Methods and Interventions in Health Care Quality Improvement
- Quality Indicator Measure Development, Implementation, Maintenance, and Retirement
- Reflecting Upon Long Term Success to Sustain Improvements in Healthcare
- From Safety-I to Safety-II: A White Paper
{/tabs}
Kemenkes Siagakan Tenaga Kesehatan di Asian Para Games 2018
Liputan6.com, Jakarta – Empat hari lagi, Asian Para Games 2018 bakal berlangsung di Jakarta.
Reportase ISQua Hari Ketiga
WHO: Compassion – The Heart of Quality People-Centred Health Services

Compassion (perasaan belas kasih/kasih sayang) merupakan bagian sentral dalam dari pelayanan kesehatan yang berkualitas di negara-negara berpenghasilan rendah, menengah dan tinggi. Compassion memiliki keterkaitan dengan seluruh tingkat sistem kesehatan dan semua tahapan kesinambungan pelayanan (continuum of care). Compassion memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja sistem kesehatan dalam meraih Universal Health Coverage (UHC). Tidak adanya compassion dapat menyebabkan kesalahan klinis, tingginya angka ketidakhadiran petugas medis dan kelelahan tenaga medis, serta pengalaman pasien yang buruk.
Apakah hubungan antara compassion dan arahan nasional untuk mutu pelayanan kesehatan (national direction on quality) menurut WHO?
- Menempatkan pasien sebagai yang utama
- Akuntabilitas kepada masyarakat terhadap prioritas kesehatan
- Berbagi dan belajar mengenai compassion dari berbagai upaya peningkatan mutu
- Compassion dilibatkan dalam seluruh kebijakan sektor kesehatan dan dalam national direction on quality

Pengalaman dari Malawi:
- Kepuasan pasien adalah tujuan dari sistem kesehatan
- Kepuasan pasien dimulai dengan memuaskan diri sendiri
- Tidak akan tercipta kepuasan pasien tanpa mementingkan kebutuhan pasien
- Cintai orang lain (pasien) seperti mencintai dirimu sendiri
- Personal centred care adalah memanajemen pasien sebagai individu, bukan dilihat dari penyakitnya
- Utamakan equity (keadilan)
- Jangan jadikan sistem kesehatan untuk mencari keuntungan
Kesimpulan:
- Kolaborasi dan belajar secara terus menerus mengenai compassion untuk menjadikan sistem kesehatan yang berfokus pada individu.
- Hasil kesehatan (health outcomes) yang baik berawal dari compassion, saling menghargai dan pelayanan yang bermartabat
- Jadikan organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization)
- Berikan pelayanan yang terintegrasi
Penulis: Novika Handayani