Digital health tools and data have the potential to propel America’s beleaguered healthcare system into a value-based care environment.
The challenge comes in aligning incentives with workflow.
Digital health tools and data have the potential to propel America’s beleaguered healthcare system into a value-based care environment.
The challenge comes in aligning incentives with workflow.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo menargetkan meraih predikat Kota Sehat Tahun 2017.
Untuk mencapai target itu, Pemkot Palopo menggelar rapat koordinasi persiapan verifikasi dan penilaian kota sehat di Auditorium Sakotae, Jl Veteran, Kota Palopo, Senin (10/7/2017) malam.
The NHS faces “serious challenges in maintaining standards of care”, with senior managers expressing worry about having the right levels of staff, according to a new report.
Jakarta bakal mendapatkan tambahan 24 rumah sakit kelas D di beberapa kecamatan pada akhir 2017.
Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Een Haryani, 22 rumah sakit bertipe itu telah dibangun hingga saat ini.
Disampaikan Oleh:
Fasilitator: Lucia Evi Indriarini SE.,MPH
Modul 6 menjelaskan mengenai definisi dan identifikasi secara terperinci apa yang dimaksud dengan aspek mutu dalam purchasing. Indikator mutu yang dapat dipergunakan oleh provider dan purchaser dan pengukuran indikator mutu tersebut. Modul ini juga menjelasskan bagaimana purchasing dapat mempromosikan mutu dan tipe-tipe persyaratan pra kontrak dan spesifikasi mutu dalam kontrak.
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan memahami:
Pada sub modul ini akan di didefinisikan dan diidentifikasi secara terperinci apa yang dimaksud dengan aspek mutu dalam purchasing. Aspek mutu yang dimaksud adalah aspek mutu yang perlu dipertimbangkan oleh purchaser dalam upaya peningkatan mutu. Purchaser perlu memutuskan definisi dari mutu provider. Hal ini mengingat bahwa mutu dari layanan kesehatan memiliki konsep yang luas, multidimensional, dan dengan berbagai definisi, kerangka kerja, dan pendekatan, sehingga perlu diklarifikasi oleh purchaser kepada provider, mutu yang dimaksud oleh purchaser dan harapan yang diharapkan dapat dicapai oleh provider.
Sedangkan apabila dikaji dari sisi efisiensi, keterkaitan mutu pelayanan dan efisiensi sangat erat, karena mutu merupakan komponen penting dari efisiensi. Pengukuran efisiensi tidak dapat dilakukan tanpa dikaitkan dengan mutu pelayanan kesehatan.
Sub modul penentuan dan pengukuran mutu akan membahas lebih lanjut mengenai indikator mutu yang dapat dipergunakan oleh provider dan purchaser, serta pengukuran indikator mutu tersebut. Mutu dari pelayanan kesehatan salah satunya dapat dinilai dan dipantau dengan menggunakan tiga indikator kategori, yakni input, proses, dan luaran. Pendekatan yang dapat dipergunakan adalah dengan menggunakan campuran dari ketiga tipe indikator tersebut.
Pengukuran mutu yang dilakukan dengan dasar indikator yang ditentukan serta didukung dan berdasarkan bukti, dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh purchaser untuk memantau kinerja provider.
Mekanisme hubungan purchasing dengan peningkatan mutu menjadi sub modul ketiga dari keseluruhan modul 6 ini. Sub modul ini akan memaparkan bagaimana purchasing dapat mempromosikan mutu. Diantaranya adalah tanggung jawab purchaser kepada mutu provider dapat dilaksanakan melalui kontrak serta dipergunakan sebagai alat untuk meningkatkan mutu. Tanggung jawab purchaser dalam proses kontrak ini meliputi antara lain; negosiasi dan persetujuan kontrak, memantau jalannya kontrak, meninjau kontrak.
Pada sub modul ini akan dibahas lebih lanjut mengenai tipe-tipe persyaratan pra kontrak dan spesifikasi mutu dalam kontrak seperti mutu struktural, mutu proses, tingkat aktivitas layanan, dan mutu luaran
Soal Pretest dikerjakan pada saat sebelum launching Modul 6 melalui link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia. Soal berjumlah 10 pilihan ganda.
|
Soal dapat diakses pada link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia.
Post test dapat dilakukan pada hari Senin, 4 Desember 2017.
Silahkan menuliskan pertanyaan pada laman ini dengan mencatumkan nama lengkap.
Disampaikan Oleh:
Fasilitator: Andriani Yulianti, SE., MPH
Modul 5 menjelaskan mengenai hubungan antara pasien dan purchaser. Bagaimana peran badan penyelenggara dalam mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan peserta/masyarakata. Analisa 2 perspektif peran masyarakat dalam pengambilan keputusan purchasing. Contoh implementasi peran masyarakat dalam pengambilan keputusan dibeberapa negara. Kondisi pelaksanaan peran masyarakat dalam pengambilan keputusan purchasing di Indonesia . Solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk memaksimalkan peran masyarakat di Indonesia dalam pengambilan keputusan purchasing. Menjelaskan konsep hak hak pasien yang terkait dengan mekanisme aduan dan ombudsman. Contoh implementasi hak hak pasien dibeberapa negara. Kondisi pelaksanaan dan penguatan hak pasien yang ada di Indonesia. Solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk memaksimalkan penguatan hak hak pasien. Mekanisme yang digunakan masyarakat dalam pengambilan keputusan purchaser. Contoh implementasi mekanisme masyarakat dalam mempengaruhi pengambilan keputusan purchaser dibeberapa negara. Kondisi pelaksanaan mekanisme masyarakat yang ada di Indonesia. Solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk memaksimalkan mekanisme masyarakat dalam pengambilan keputusan purchaser di Indonesia.
Setelah mempelajari modul ini Peserta diharapkan memahami:
Untuk memahami peran antara purchaser dengan citizen, akan dibahas juga mengenai strategi dan mekanisme agar purchaser memperhatikan kebutuhan dari citizen. Bagaimana Peran Badan Penyelenggara dalam memperbaharui paket manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat untuk menjamin kebutuhan populasi dan memproteksi masyarakat terhadap bencana finansial, mengidentifikasi eligibilitas penerima manfaat, menjamin penerima manfaat bisa mengakses pelayanan yang tersedia terutama bagi kelompok marjinal, mengelola penanganan pengaduhan atau complain dan penyelesaiannya, hingga menjamin akuntabilitas kepada publik/masyarakat (sebagai pengelola dana amanat (trust fund)agar tercipta hubungan strategic purchasing.
Sub modul ini akan membahas mengenai peran purchaser dalam hubungan purchaser – citizen, sebaliknya bagaimana peran masyarakat dalam pengambilan keputusan purchasing. Serta menjelaskan mengenai konsep-konsep hak pasien, implementasi hak-hak pasien di berbagai negara serta apa saja dukungan puchaser terhadap pemenuhan hak hak pasien di era jaminan kesehatan nasional.
VIDEO 1
VIDEO 2
Sub modul ini akan menguraikan beberapa mekanisme yang digunakan yakni mekanisme suara yang dilakukan dengan Penyediaan informasi, konsultasi dengan publik, serta penilaian pandangan publik. Kemudian kelompok advokasi dimulai dari platform bagi konsumen secara umum hingga asosiasi untuk penyakit spesifik, masing-masing dengan karakteristik tersendiri – struktur organisasi, kepersertaan, derajat profesionalisme, dan lain sebagainya – yang dapat mempengaruhi purchaser. Serta bagaimana perwakilan formal yang dilakukan melalui pemerintah (nasional dan regional), parlemen, dewan asuransi kesehatan, otoritas kesehatan regional atau daerah, dan bahkan peradilan.
Sub modul ini juga memberikan contoh implementasi mekanisme masyarakat dalam mempengaruhi pengambilan keputusan purchaser dibeberapa negara, kondisi pelaksanaan mekanisme masyarakat yang ada di Indonesia dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk memaksimalkan mekanisme masyarakat dalam pengambilan keputusan purchaser di Indonesia.
Soal Pretest dikerjakan pada saat sebelum launching Modul 5 melalui link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia. Soal berjumlah 10 pilihan ganda.
|
Soal dapat diakses pada link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia.
Post test dapat dilakukan pada hari jumat minggu kedua Modul 5
Silahkan menuliskan pertanyaan pada laman ini dengan mencatumkan nama lengkap.
Disampaikan Oleh:
Fasilitator: Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep., MPH
Modul 4 menjelaskan mengenai bagaimana peran pemerintah sebagai penatalayanan yang baik dalam mendukung belanja yang strategis. Modul ini juga menjelaskan syarat yang harus dipenuhi atau dimiliki oleh pemerintah untuk melakukan stewardship yang baik. Memberikan gambaran tentang syarat-syarat good stewardship yang harus dimiliki pemerintah dengan pembelajaran dari beberapa negara dan implementasi serta hambatannya di Indonesia
Setelah mempelajari modul ini Peserta diharapkan memahami:
Sub modul ini akan menguraikan 3 tugas pemerintah sebagai stewardship yaitu, merumuskan kebijakan kesehatan, memaksimalkan pengaruh melalui peraturan, dan penggunaan intelegensi. Pada tugas memaksimalkan pengaruh melalui peraturan, pemerintah harus memutuskan bentuk regulasi yang ingin didukung untuk mencapai pelayanan dan kebijakan yang efektif. Pengaturan dan mekanisme yang ditentukan oleh pemerintah untuk meregulasi purchasing adalah menentukan paket manfaat kesehatan, perencanaan kesehatan strategis, regulasi anggaran dan kompensasi risiko purchaser, kerangka dan aturan dalam membuat kontrak, partisipasi pada board of purchaser, regulasi informasi dan partisipasi konsumen, menentukan persyaratan untuk laporan purchaser.
Sub modul ini juga memberikan contoh implementasi tugas stewardship dibeberapa negara, kondisi pelaksanaan tugas stewardship di Indonesia dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk memaksimalkan tugas stewardship di Indonesia.
Sub modul ini akan menjelaskan beberapa syarat yang harus dipenuhi atau dimiliki oleh pemerintah untuk melakukan stewardship yang baik.
Sub modul ini juga memberikan gambaran tentang syarat-syarat good stewardship yang harus dimiliki pemerintah dibeberapa negara agar tercapai good stewardship, syarat good stewardship yang sudah dimiliki oleh Indonesia dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam memenuhi syarat good stewardship.
PART 1
PART 2
PART 3
VIDEO PROF. LAKSONO
Sub modul ini akan menjelaskan rintangan-rintangan yang dihadapi dalam melakukan good stewardship yang baik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain: ekonomi, politik, social dan budaya.
Sub modul ini juga memberikan gambaran tentang rintangan good stewardship yang dihadapi oleh beberapa negara, rintangan good stewardship yang terjadi di Indonesia dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mengatasi rintangan pelaksanaan good stewardship di Indonesia.
Soal Pretest dikerjakan pada saat sebelum launching Modul 2 melalui link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia. Soal berjumlah 10 pilihan ganda.
|
Soal dapat diakses pada link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia.
Post test dapat dilakukan pada hari jumat minggu kedua Modul 2.
Silahkan menuliskan pertanyaan pada laman ini dengan mencatumkan nama lengkap.
Disampaikan Oleh:
Fasilitator: Vini Aristianti, SKM, MPH, AAK
Modul ketiga dalam BL ini akan menjelaskan mengenai apa itu Kredensialing, bagaimana proses sebuah kontrak, jenis kontrak dan implementasinya pada beberapa negara serta komponen umum isi kontrak. Modul ketiga juga menjelaskan mengenai mekanisme sistem pembayaran ke provider (provider payment system) dan model-model pembayan pada beberapa negara, serta bagaimana sistem pembayaran provider yang berbeda mempengaruhi kinerja provider. Modul ini secara singkat akan membahas mengenai peran badan penyelenggara dalam hubungannya dengan provider pada strategic purchasing yang meliputi:
Setelah mempelajari modul ini Peserta diharapkan memahami:
Sub modul ini akan menjelaskan mengenai peran badan penyelenggara dalam hubungannya dengan provider pada strategic purchasing yang meliputi:
Cara badan penyelenggara atau purchaser membayar penyedia layanan diharapkan memberi efek mendalam pada kinerja personal pada provider. Salah satunya ada beberapa perbedaan antara sistem pembayaran yang digunakan untuk membayar dokter dalam sistem pembayaran primer serta sistem pembayaran pada rumah sakit. Mekanisme pembayaran provider ini menjadi aspek penting dalam hubungan principal-agent antara purchaser dan provider. Sub bab ini akan memberikan gambaran umum dari mekanisme sistem pembayaran ke provider (provider payment system) dan membahas cara-cara di mana dokter dan rumah sakit dibayar dan bagaimana sistem yang berbeda mempengaruhi kinerja. Sub bab ini juga akan membahas mekanisme pembayaran provider dan pengalaman pada negara-negara lain.
VIDEO 1
VIDEO 2
VIDEO 3
Sub modul ini akan menjelaskan mengenai kredensialing, mekanisme pembuatan kontrak, jenis-jenis kontrak dan komponen isi kontrak secara umum. Melalui hubungan kontraktual, purchaser memiliki potensi untuk memastikan layanan yang pantas telah tersedia sesuai syarat dan kondisi spesifik (seperti aspek pembiayaan, kuantitas, dan kualitas), meninjau status hukum dari kontrak, isi kontrak, penggunaan standar kualitas, informasi, dan aktivitas monitoring/pemantauan. Sub modul ini juga akan memberikan contoh implementasi proses kredensialing dan model/mekanisme pembentukan kontrak dibeberapa negara. Sebagaimana yang diketahui Kontrak dalam hubungan purchaser dan provider memainkan peranan besar dalam menentukan apakah belanja termasuk belanja yang pasif atau belanja yang strategic. Kontrak merupakan alat bagi purchaser untuk mempengaruhi perilaku dari provider. Sehingga sangat perlu memahami mengenai kontrak dan kredensialing ini.
Soal Pretest dikerjakan pada saat sebelum launching Modul 3 melalui link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia. Soal berjumlah 10 pilihan ganda.
|
Soal dapat diakses pada link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia.
Post test dapat dilakukan pada hari jumat minggu kedua Modul 3.
Silahkan menuliskan pertanyaan pada laman ini dengan memberikan nama lengkap.
Disampaikan oleh:
Fasilitator: Budi Eko Siswo SKM., MPH
Modul ini menjelaskan bagaimana konsep strategic purchasing dalam meningkatkan sistem kesehatan, salah satunya dengan dengan mempelajari perkembangan konsep pembelian strategis beserta kesenjangan antara teori, kebijakan, dan implementasi melalui beberapa studi kasus. Menjelaskan perkembangan konsep pembelian strategis antar negara dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mewujudkan konsep strategis pembelian.
Modul ini juga menjelaskan mengenai pembelajaran dari tiap negara dan “who does what”, terutama identifikasi siapa dan apa peran purchaser di berbagai negara tersebut, contoh perbandingan tata kelola yang telah dikembangkan dari beberapa negara, jenis tata kelola mana yang cenderung mirip dengan sistem di Indonesia dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari tata kelola dalam pembelian strategis.
Menjelaskan faktor pendorong dan penghambat dalam strategic purchasing termasuk consumer voice dan accountability dan potensi pelaksanaannya di Indonesia, memberikan contoh implikasi pembelian strategis yang terjadi di beberapa negara dan sejauh mana implikasi tersebut terjadi di Indonesia, menjelaskan factor penghambat dan pendorong dalam implementasinya serta diskusi mengenai solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk menyikapi implikasi dari pelaksanaan pembelian strategis tersebut.
Menjelaskan mengenai Regulasi dan kebijakan yang berhubungan dengan program JKN, tidak hanya yang dikeluarkan oleh MoH namun juga oleh institusi pemerintah lainnya
Setelah mempelajari modul ini Peserta diharapkan memahami:
Setiap sistem pasti memiliki implikasi yang bervariasi, demikian juga konsep pembelian strategis. Sub modul ini akan menjelaskan implikasi pelaksanaan pembelian strategis dengan menggunakan pendekatan ‘principal-agent theory’ sehingga ada perspektif yang menyeluruh, baik sebagai purchaser, pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat. Selain itu juga akan dijelaskan tentang Faktor pendorong dan penghambat termasuk consumer voice dan accountability dan potensi pelaksanaannya di Indonesia beserta market competition yang dihubungkan dengan peta kontrak faskes BPJS Kesehatan. Sub modul ini juga akan memberikan contoh implikasi pembelian strategis yang terjadi di beberapa negara, sejauh mana implikasi tersebut terjadi di Indonesia, beserta solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk menyikapi implikasi dari pelaksanaan pembelian strategis tersebut.
VIDEO 1
VIDEO 2
Sub modul ini akan menjelaskan mengenai pembelajaran beberapa negara dan “who does what”, contoh tata kelola yang telah dirancang untuk mengaplikasikan pembelian strategis. Dalam strukturnya, tata kelola akan dijelaskan dengan kombinasi antara peran regulasi dan kajian literatur. Beberapa dimensi yang menyangkut integrasi pembelian strategis, penyedia layanan, mekanisme pasar, dan kerja sama publik-swasta akan menentukan jenis tata kelola pembelian strategis yang dapat menjadi alternatif masing-masing negara. Sub modul ini juga memberikan contoh perbandingan tata kelola yang telah dikembangkan dari beberapa negara, jenis tata kelola mana yang cenderung mirip dengan sistem di Indonesia, faktor pendorong dan faktor penghambat penyelenggaraan konsep pembelian strategis dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari tata kelola dalam pembelian strategis.
VIDEO 1
VIDEO 2
Sub modul ini akan menjelaskan secara umum perkembangan konsep pembelian strategis seiring dengan reformasi sistem pelayanan kesehatan. Setelah memahami konsep, sub modul ini juga menjelaskan beberapa regulasi yang mendukung strategic purchasing beserta kesenjangan antara teori ideal dan kebijakan yang tidak dapat lepas dari implementasi pembelian strategis. Sub modul ini memberikan beberapa contoh perkembangan konsep pembelian strategis antar negara, regulasi/ kebijakan yang dapat mendukung pelaksanaan strategic purchasing di Indonesia, dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mewujudkan konsep pembelian strategis.
Soal Pretest dikerjakan pada saat sebelum launching Modul 2 melalui link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia. Soal berjumlah 10 pilihan ganda.
|
Soal dapat diakses pada link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia.
Post test dapat dilakukan pada hari jumat minggu kedua Modul 2.
Silahkan menuliskan pertanyaan pada laman ini dengan memberikan nama lengkap.
{jcomments on}
Disampaikan oleh:
Fasilitator: Budi Eko Siswo SKM., MPH
Modul ini menjelaskan bagaimana konsep strategic purchasing dalam meningkatkan sistem kesehatan, salah satunya dengan dengan mempelajari perkembangan konsep pembelian strategis beserta kesenjangan antara teori, kebijakan, dan implementasi melalui beberapa studi kasus. Menjelaskan perkembangan konsep pembelian strategis antar negara dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mewujudkan konsep strategis pembelian.
Modul ini juga menjelaskan mengenai pembelajaran dari tiap negara dan “who does what”, terutama identifikasi siapa dan apa peran purchaser di berbagai negara tersebut, contoh perbandingan tata kelola yang telah dikembangkan dari beberapa negara, jenis tata kelola mana yang cenderung mirip dengan sistem di Indonesia dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari tata kelola dalam pembelian strategis.
Menjelaskan faktor pendorong dan penghambat dalam strategic purchasing termasuk consumer voice dan accountability dan potensi pelaksanaannya di Indonesia, memberikan contoh implikasi pembelian strategis yang terjadi di beberapa negara dan sejauh mana implikasi tersebut terjadi di Indonesia, menjelaskan factor penghambat dan pendorong dalam implementasinya serta diskusi mengenai solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk menyikapi implikasi dari pelaksanaan pembelian strategis tersebut.
Menjelaskan mengenai Regulasi dan kebijakan yang berhubungan dengan program JKN, tidak hanya yang dikeluarkan oleh MoH namun juga oleh institusi pemerintah lainnya
Setelah mempelajari modul ini Peserta diharapkan memahami:
Setiap sistem pasti memiliki implikasi yang bervariasi, demikian juga konsep pembelian strategis. Sub modul ini akan menjelaskan implikasi pelaksanaan pembelian strategis dengan menggunakan pendekatan ‘principal-agent theory’ sehingga ada perspektif yang menyeluruh, baik sebagai purchaser, pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat. Selain itu juga akan dijelaskan tentang Faktor pendorong dan penghambat termasuk consumer voice dan accountability dan potensi pelaksanaannya di Indonesia beserta market competition yang dihubungkan dengan peta kontrak faskes BPJS Kesehatan. Sub modul ini juga akan memberikan contoh implikasi pembelian strategis yang terjadi di beberapa negara, sejauh mana implikasi tersebut terjadi di Indonesia, beserta solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk menyikapi implikasi dari pelaksanaan pembelian strategis tersebut.
{tab title=”VIDEO 1″ class=”green”}
{tab title=”VIDEO 2″ class=”blue”}
{/tabs}
Sub modul ini akan menjelaskan mengenai pembelajaran beberapa negara dan “who does what”, contoh tata kelola yang telah dirancang untuk mengaplikasikan pembelian strategis. Dalam strukturnya, tata kelola akan dijelaskan dengan kombinasi antara peran regulasi dan kajian literatur. Beberapa dimensi yang menyangkut integrasi pembelian strategis, penyedia layanan, mekanisme pasar, dan kerja sama publik-swasta akan menentukan jenis tata kelola pembelian strategis yang dapat menjadi alternatif masing-masing negara. Sub modul ini juga memberikan contoh perbandingan tata kelola yang telah dikembangkan dari beberapa negara, jenis tata kelola mana yang cenderung mirip dengan sistem di Indonesia, faktor pendorong dan faktor penghambat penyelenggaraan konsep pembelian strategis dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari tata kelola dalam pembelian strategis.
{tab title=”VIDEO 1″ class=”green”}
{tab title=”VIDEO 2″ class=”red”}
{/tabs}
Sub modul ini akan menjelaskan secara umum perkembangan konsep pembelian strategis seiring dengan reformasi sistem pelayanan kesehatan. Setelah memahami konsep, sub modul ini juga menjelaskan beberapa regulasi yang mendukung strategic purchasing beserta kesenjangan antara teori ideal dan kebijakan yang tidak dapat lepas dari implementasi pembelian strategis. Sub modul ini memberikan beberapa contoh perkembangan konsep pembelian strategis antar negara, regulasi/ kebijakan yang dapat mendukung pelaksanaan strategic purchasing di Indonesia, dan solusi atau rencana tindak lanjut yang dilakukan untuk mewujudkan konsep pembelian strategis.
Soal Pretest dikerjakan pada saat sebelum launching Modul 2 melalui link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia. Soal berjumlah 10 pilihan ganda.
|
Soal dapat diakses pada link berikut https://mutupelayanankesehatan.net/test dengan memasukkan user dan password yang dikirimkan oleh panitia.
Post test dapat dilakukan pada hari jumat minggu kedua Modul 2.
Soal evaluasi akhir modul akan dikerjakan melalui online pada web ini. Soal akan dipublish pada hari Jumat minggu kedua. Soal berjumlah 12 terdiri dari 10 pilihan ganda dan 2 essay.
Silahkan menuliskan pertanyaan pada laman ini dengan memberikan nama lengkap.