BAPELKES

Program: IV. Pelatihan SDM Kesehatan

  1. Terselenggaranya pelatihan kepemimpinan, manajemen, teknis dan fungsional SDM Kesehatan yang terakreditasi

Rincian Kegiatan:

  1. Pelatihan SDM Kesehatan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah SDM Kesehatan yang mengikuti pelatihan yang terakeditasi SDM Kesehatan baik aparatur maupun non aparatur yang telah mengikuti pelatihan prajabatan serta dalam jabatan (kepemimpinan, manajemen, teknis dan fungsional) dengan jumlah jam pembelajaran (jpl) ≥ 30 jpl dan telah sesuai ketentuan baik pada komponen kurikulum, peserta, pelatih, penyelenggara dan tempat penyelenggaraan  
  2. Penilaian capaian kompetensi peserta latih
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah peserta latih yang memenuhi kompetensi Seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh peserta latih di Bapelkes Kemenkes.  

 

Pusat Pelatihan SDM Kesehatan

Program: IV. Pelatihan SDM Kesehatan

{slider title=”1. Terselenggaranya penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan di bidang analisis kompetensi dan pemetaan kebutuhan pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan” open=”false”}

Rincian Kegiatan:

  1. Analisis kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan
    Indikator Definisi Operasional Capaian

    Jumlah dokumen hasil analisis kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan

    Dokumen hasil analisis kompetensi Sumber Daya Manusia Kesehatan, termasuk hasil fit and proper test, analisis kompetensi pegawai, analisis kebutuhan pelatihan, dan kebijakan teknis terkait analisis kompetensi yang dimanfaatkan untuk pengembangan kurikulum  

    Jumlah hasil analisa kompetensi SDM yang digunakan sebagai pertimbangan mengembangkan kurikulum

    Segala hasil analisis kompetensi SDM yang digunakan atau dipakai sebagai dasar dalam mengembangkan seperangkat program pendidikan dan pelatihan di Bapelkes Kemenkes.  
    Jumlah dokumen analisis kebutuhan dan kompetensi widyaiswara Dokumen analisis kebutuhan dan  kompetensi yang dilakukan pada tenaga pendidik di Bapelkes Kemenkes.  
  2. Pemetaan kebutuhan pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen pemetaan kebutuhan pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan Dokumen pemetaan kebutuhan pelatihan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan meliputi pelatihan kepemimpinan, prajabatan, serta pelatihan teknis.  

{slider title=”2. Terselenggaranya penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia kesehatan di bidang pengembangan pelatihan sumber daya manusia kesehatan”}

Rincian Kegiatan:

  1. Pengembangan pelatihan teknis sumber daya manusia kesehatan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen pengembangan pelatihan teknis sumber daya manusia kesehatan Dokumen pengembangan pelatihan teknis sumber daya manusia kesehatan meliputi manajemen, upaya, teknis penunjang fungsional dan profesi, serta kebijakan teknis pelatihan  
  2. Pengembangan pelatihan fungsional
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen pengembangan pelatihan jabatan fungsional Dokumen pengembangan pelatihan jabatan fungsional tertentu dan umum, serta kebijakan teknis terkait pengembangan pelatihan fungsional  
  3. Pengembangan kompetensi berbasis web (E-Learning)
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jenis Pelatihan Jarak Jauh yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan program pelatihan Usaha untuk memperbaiki  kinerja dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain yang dikembangkan sesuai kebutuhan.  

 

{slider title=”3. Terselenggaranya penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan akreditasi pelatihan sumber daya manusia kesehatan di bidang pengendalian mutu pelatihan”}

  1. Akreditasi Pelatihan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen akreditasi pelatihan SDM Kesehatan Dokumen akreditasi pelatihan termasuk kebijakan teknis, Standarisasi Kurikulum Pelatihan, Evaluasi Pasca Pelatihan  
  2. Akreditasi institusi pelatihan SDM Kesehatan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah sertifikat akreditasi institusi pelatihan SDM Kesehatan Jumlah Sertifikat akreditasi institusi pelatihan.  

{slider title=”4. Ketatausahaan Pusat Pendidikan SDM Kesehatan”}

Rincian Kegiatan:

  1. Penyusunan Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan  
  2. Penyusunan Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN  
  3. Penyusunan Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan  

 

{/sliders}

Pusat Pendidikan SDM Kesehatan

Program: III. Pendidikan SDM Kesehatan

{slider title=”1. Kebijakan teknis dan pelaksanaan pendidikan sumber daya manusia kesehatan di bidang fasilitasi pengembangan pendidikan dan kemitraan” open=”false”}

Rincian Kegiatan:

  1. Program peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga kesehatan dari pendiidkan jenjang JPM/Diploma I ke Diploma III
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah tenaga kesehatan yang belum Diploma III penerima program bantuan pendidikan Jumlah tenaga kesehatan yang bekerja di pelayanan kesehatan (PNS) dengan kualifikasi JPM/DI yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan ke jenjang Diploma III  
  2. Penyusunan kebijakan teknis tentang kemitraan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen kebijakan teknis tentang kemitraan di bidang pendidikan tenaga kesehatan Dokumen kebijakan teknis tentang kemitraan (dalam dan luar negeri) dalam rangka penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi, seperti petunjuk teknis kerjasama dalam penelitian , pengabdian masyarakat, lahan praktek sesuai dengan Permendikbud No 14/2014 tentang kerjasama perguruan tinggi  

{slider title=”2. Kebijakan teknis pendidikan dan pelaksanaan pendidikan di bidang fasilitasi teknis pendidikan dan penunjang penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia kesehatan”}

Rincian Kegiatan:

  1. Pengembangan teknis pelaksanaan pendidikan SDM Kesehatan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Pengembangan teknis pelaksanaan pendidikan SDM Kesehatan Jumlah dokumen pengembangan teknis pelaksanaan pendidikan tenaga kesehatan  
  2. Pengembangan penunjang pendidikan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen pengembangan penunjang pendidikan Dokumen pengembangan penunjang pendidikan akademik dan non akademik sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan dan perkembangan IPTEK antara lain sistem informasi, laboratorium, perpustakaan, pengembangan modul pembelajaran dan pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran .  

{slider title=”3. Kebijakan teknis dan pelaksanaan pendidikan sumber daya manusia kesehatan di bidang fasilitasi akreditasi dan pengendalian mutu pendidikan sumber daya manusia kesehatan”}

Rincian Kegiatan:

  1. Penyiapan Akreditasi program studi Pendidikan Poltekkes Kemenkes
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah program studi di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan yang terakreditasi sangat baik Prodi Poltekkes yang memperoleh akreditasi minimal B  
  2. Pembinaan Pendidikan tenaga kesehatan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen pembinaan pendidikan tenaga kesehatan . Dokumen evaluasi pengembangan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan Poltekkes Kemenkes  

 

{slider title=”4. Ketatausahaan Pusat Pendidikan SDM Kesehatan”}

Rincian Kegiatan:

  1. Penyusunan Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan  
  2. Penyusunan Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN  
  3. Penyusunan Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan  

{/sliders}

Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan

Program: I. Perencanaan dan Pendayagunaan Kesehatan

{slider title=”1. Dokumen Perencanaan SDM Kesehatan” open=”false”}

Rincian Kegiatan:

  1. Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan Nasional
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan Nasional Dokumen perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan Nasional baik tahunan, menengah dan jangka panjang  
  2. Pemetaan jumlah lulusan tenaga kesehatan berdasarkan jenis, jumlah dan kualifikasi
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Dokumen pemetaan jumlah lulusan tenaga kesehatan berdasarkan jenis, jumlah dan kualifikasi sesuai rencana kebutuhan program (Tracer Study : Lulusan Poltekkes dan pengguna) Dokumen yang memuat pengukuran, perhitungan dan penggambaran jumlah lulusan kesehatan yang ada saat ini berdasarkan jenis jumlah dan kualifikasi, serta membandingkan dengan rencana kebutuhan program yang dijaring melalui Tracer Study yang dilakukan masing-masing Poltekkes.  
  3. Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengembangan SDMK
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen kajian pengembangan SDMK Dokumen kajian pengembangan SDMK  

 

{slider title=”2. Tenaga Kesehatan yang didayagunakan di fasilitas pelayanan kesehatan”}

Rincian Kegiatan:

  1. Wajib Kerja Sarjana (WKS) bagi lulusan Pendidikan Dokter Spesialis
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Lulusan pendiidkan dokter spesialis baru yang menjalani Wajib Kerja Sarjana Dokter spesialis yang melaksanakan penempatan wajib kerja di rumah sakit  
  2. Penugasan khusus tenaga kesehatan berbasis tim (Tim Nusantara Sehat)
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah tenaga kesehatan yang ditempatkan secara team based minimal 5 orang (peserta baru) Tenaga kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, tenaga kesmas, tenaga kesling, tenaga gizi, dan tenaga teknis laboratorium) yang mengikuti penugasan khusus berbasis tim (Tim Nusantara Sehat)  
  3. Penugasan khusus tenaga kesehatan secara individu
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah tenaga kesehatan yang ditempatkan dalam rangka penugasan khusus individu Tenaga kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, tenaga kesmas, tenaga kesling, tenaga gizi, dan tenaga teknis laboratorium) yang mengikuti penugasan khusus individu  
  4. Penugasan khusus bagi calon dokter spesialis (residen)
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokter residen yang ditempatkan dalam rangka Penugasan Khusus Residen (orang) di Rumah Sakit Dokter residen dalam program pendidikan dokter spesialis (PPDS/PPDGS) yang melaksanakan penugasan khusus  

  

{slider title=”3. Dokumen Kebijakan Teknis Pendayagunaan SDM Kesehatan Luar Negeri”}

Rincian Kegiatan:

  1. Penyiapan pendayagunaan Tenaga Kerja Kesehatan Indonesia ke luar negeri
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Tenaga Kerja Kesehatan Indonesia yang disiapkan untuk didayagunakan ke Luar Negeri Tenaga Kerja Kesehatan Indonesia yang disiapkan untuk didayagunakan ke Luar Negeri melalui mekanisme G to G  
  2. Pembinaan dan Pengawasan SDM Kesehatan Warga Negara Asing
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah dokumen kebijakan teknis pendayagunaan, pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan WNA Jumlah draft dan produk kebijakan teknis pendayagunaan, pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan WNA  

 

{slider title=”4. Ketatausahaan Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan”}

Rincian Kegiatan:

  1. Penyusunan Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan Dokumen Perencanaan, Program Anggaran dan Evaluasi Pelaporan  
  2. Penyusunan Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN Dokumen Pengelolaan Keuangan dan BMN  
  3. Penyusunan Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Jumlah Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan Dokumen Kepegawaian dan Ketatausahaan  

 

{/sliders}

 

Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan

Program: II. Pelaksanaan Internship Tenaga Kesehatan

1. Pelaksanaan Internship Tenaga Kesehatan

  1. Terselenggaranya Pelaksanaan Internship Tenaga Kesehatan
    Indikator Definisi Operasional Capaian
    Pelaksanaan Internsip Tenaga Kesehatan Jumlah tenaga kesehatan yang melaksanakan internsip

 

 

Bppsdm

Workshop rencana Aksi Program (RAP) BPPSDMK Tahap I


 

Workshop rencana Aksi Program (RAP) BPPSDMK tahap II


 

Workshop rencana Aksi Program (RAP) BPPSDMK tahap Finalisasi dan Sosialisasi.

 

 

 

[PUBLIKASI] Pentingnya Koding dalam Benchmarking dan Evaluasi Kinerja Rumah Sakit

Clara Dismuke, PhD

Sistem Diagnosis Related Group (DRG) dibuat di Amerika Serikat dan telah digunakan di seluruh dunia. Saat ini, sekira 36 negara telah menggunakan berbagai versi dari sistem ini baik untuk pengumpulan informasi, pendanaan, atau reimbursement untuk pelayanan rawat inap. Penggunaan sistem DRG yang luas harus dapat memfasilitasi perbandingan internasional pelayanan pasien rawat inap dan keluarannya melalui DRG, diagnosis, atau kode prosedur di negara-negara yang menggunakan sumber koding yang sama.

Clara Dismuke, PhD melakukan penelitian perbandingan ini di Amerika Serikat dan Portugal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan secara statistik akibat pelaporan prosedur kode ICD 9 CM yang rendah, dalam analisis perbedaan pemanfaatan sumber daya Computerized Tomography (CT) untuk pasien rawat inap lansia dengan penyakit serebrovaskular.

Bagaimana hasil lengkap penelitian ini? Silakan unduh laporan lengkapnya pada link berikut

klik disini

 

 

[Edukasi] Menetapkan Koding dengan Penuh Integritas

Kepentingan akan data yang akurat, lengkap, dan konsisten semakin meningkat. Penetapan koding sebenarnya bukan semata-semata untuk kebutuhan pencairan dana kesehatan di fasilitas kesehatan. Koding yang ditetapkan dapat hasil koding dapat digunakan sebagai sumber pengumpulan data epidemiologi penyakit suatu wilayah. Data koding juga dapat digunakan untuk melakukan riset maupun menelusuri gambaran kesehatan publik. Koder harus fokus untuk melakukan proses koding secara lengkap dan akurat sehingga dapat digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan ini.

Faktanya, International Classification of Diseases bahkan tidak didesain untuk digunakan dalam proses pencairan dana kesehatan. Perwujudan awal sistem koding semacam ini adalah daftar-daftar penyebab kematian, yang dimulai pada akhir abad 19, dan digunakan sebagai sistem umum untuk menggambarkan penyebab kematian. ICD 9 CM sebelumnya juga digunakan untuk menelusuri diagnosis dan prosedur yang berkaitan dengan utilisasi rumah sakit sebelum dikaitkan dengan sistem reimburse pada Oktober 1983.

kodingxUntuk konsistensi data, sangat penting bagi koder untuk mengikuti aturan koding yang sama dan konvensinya ketika melakukan koding. Kepatuhan terhadap pedoman koding, konvensi, dan instruksi merupakan hal yang mutlak. Koder harus menjaga pikiran bahwa data koding yang baik tidak hanya dikumpulkan dan digunakan untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga disimpan untuk kebutuhan dimasa mendatang.

Koder yang hanya berfokus semata pada koding untuk proses pencairan dana, akan tidak sadar bahwa data koding juga dapat digunakan untuk memonitor aspek lain terkait pelayanan yang diberikan rumah sakit, maupun klinisi pemberi pelayanan. Koder yang membiarkan kepentingan reimburse mempengaruhi penetapan koding yang tidak benar akan berdampak negatif pada rumah sakit atau klinisi bila dilakukan audit atau pemberian denda. Dampak ini juga dapat meluas ke proses pengukuran mutu dan keselamatan klinisi yang dapat menghasilkan publisitas negatif dan hilangnya pengukuran mutu. Untuk mencegah ini, pembelajaran berkala seumur hidup merupakan kewajiban bagi para koder. Koder harus selalu terpapar dengan informasi seputar perubahan dalam koding, pedoman koding, regulasi, teknologi baru, dan perkembangan dalam sistem kesehatan.

Sumber:

Bielby, Judy A. “Coding with Integrity: Top Coding Tips from AHIMA Experts” Journal of AHIMA 84, no.7 (July 2013): 28-32, http://library.ahima.org/doc?oid=106660#.WUI-OPmGPIX , diunduh pada 15 Juni 2017 

Text: drg. Puti Aulia Rahma, MPH (putiauliarahma@gmail.com)
*Anda kami persilakan untuk menggunakan artikel ini untuk berbagai keperluan. Namun, jangan lupa mencantumkan nama penulis dan referensi terkait lainnya untuk menghindari plagiarisme.

{jcomments on}