Patient safety menjadi hal yang mutlak dan wajib dipenuhi oleh fasilitas layanan kesehatan yang bermutu. Dalam dunia medis keselamatan pasien merupakan hal yang sangat esensial, sedikit saja kesalahan maka pasien bisa cacat bahkan meninggal. Tidak hanya prosedur dan fasilitas yang perlu diperhatikan dalam menjamin keselamatan pasien, pengelolaan obat-obatan juga menjadi salah satu faktor penentu.
The Institute of Medicine dalam salah satu studinya menemukan bahwa dalam sehari setidaknya ada satu kesalahan dalam pemberian obat di rumah sakit. Studi lainnya mengemukakan bahwa dalam hal administrasi, 1 dari 5 pemberian obat kepada pasien terindikasi error. Kesalahan/error ini mencakup antara lain pemberian dosis yang keliru, obat yang salah, dan waktu pemberian obat yang tidak tepat. Faktor lain yang juga ikut berkontribusi dalam kesalahan/error tersebut adalah penyimpanan dan labeling obat.
Salah satu guideline yang bisa dijadikan pedoman untuk penataan penyimpanan dan labeling obat adalah yang dikembangkan oleh Calgary Health Region. Guideline ini sudah diaplikasikan di lebih dari 500 area di rumah sakit-rumah sakit di Kanada. Guideline ini lebih menekankan pada faktor manusia/SDM pengelolaan obat. Khusus untuk penyimpanan dan labeling, Calgary Health Region menemukan beberapa masalah yang sering terjadi diantaranya :
- Obat dengan dosis yang berbeda ditempatkan dalam satu tempat tanpa pemisah.
- Obat ditempatkan dalam wadah tanpa penutup dan tanpa label.
- Kelebihan kapasitas dari wadah penyimpan obat yang menyebabkan kemungkinan bercampurnya obat dengan wadah lain yang berdekatan.
- Ketidaksamaan penataan obat antara ruangan yang satu dengan yang lain sehingga apabila petugasnya berganti ruangan bias membingungkan.
- Penggunaan huruf dan tulisan tangan yang kurang jelas untuk labeling obat, penempatan label yang tidak sesuai (pada tempat yang melengkung dan terhalang oleh benda lain).
Dari permasalahan tersebu,t maka dibuatlah suatu guideline untuk mengefektifkan penataan dan pengelolaan obat. Dari aspek penyimpanan berikut adalah rekomendasi yang diberikan oleh Calgary Health Region, diantaranya :
- Standarisasi penyimpanan untuk semua area di rumah sakit, artinya semua bagian/area di rumah sakit harus mempunyai format penympanan yang sama, hal ini agar bidan/perawat tidak kebingungan dalam pengelolaan obat apabila bekerja di area yang berbeda.
- Menggunakan sistem clustering atau pemisahan misalnya pembagian kategori untuk injectable, obat oral, dan obat topikal. Hal ini untuk meminimalkan pilihan dan meningkatkan efektivitas dalam pencarian obat.
- Sistem clustering di atas juga bisa ditambah dengan penggunaan warna yang berbeda untuk tiap-tiap cluster agar lebih mudah dalam penyimpanan dan cepat dalam pemilihan obat.
- Menggunakan pemisah untuk penyimpanan obat-obatan yang berbeda dalam 1 wadah dengan label yang jelas termasuk nama obat, dosis, ketersediaan, dan lain sebagainya.
- Untuk penyimpanan obat berjenis narcotic agar diatur pada wadah atau lemari yang terpisah dengan label yang jelas.
Sedangkan untuk labeling, beberapa hal yang menjadi rekomendasi adalah :
- Perbanyak white space agar nama obat yang tertulis bisa lebih mudah dibaca.
- Gunakan generic name, hal ini untuk meminimalkan kebingungan apabila rumah sakit mengganti supplier obat atau supplier mengganti tampilan package dari beberapa obat tertentu.
- Penggunaan huruf yang direkomendasikan untuk labeling adalah jenis Arial dengan ukuran 16-20, sentence-style lettering, dan penggunaan TALLman lettering untuk membedakan obat dengan pengejaannya, misalnya dimenhyDRINATE atau diphenhydrAMINE
- Penempatan label harus di depan tempat penyimpanan jangan di permukaan yang melengkung. Selain itu, label harus memuat kuota obat yang tersedia untuk mempermudah proses pengajuan/ permintaan apabila habis, namun yang perlu diperhatikan untuk kuota label harus bias dibedakan dengan dosis bias menggunakan warna yang berbeda atau tulisan yang berbeda sehingga tidak bingung.
Penyimpanan dan labeling memang masih menjadi hal yang dianggap remeh untuk sebagian staf rumah sakit, namun untuk patient safety, hal ini sangat diperlukan selain untuk menjamin ketepatan pemberian obat, penyimpanan dan labeling yang baik juga mambantu dalam pengelolaan dan perencanaaan obat kedepannya sehingga bisa lebih terstruktur dengan baik.
Oleh : Stevie Ardianto Nappoe, SKM-Pusat Penelitian Kebijakan Kesehatan dan Kedokteran
Sumber : Shultz, et all. 2012. Standardizing the Storage and Labelling of Medications : Part I and Part II. CJPH-Vol 60, No. 2 & No. 3, April and June 2007
www.ismp-canada.org/download/cjhp/cjhp0706.pdf
www.ismp-canada.org/download/cjhp/cjhp0704.pdf
{module [150]}
People in England can now compare the GP surgeries in their area thanks to an interactive map published for the first time by the health service watchdog.
Jakarta (ANTARA News) – Simposium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan se-Asia Pasifik ke-2 selesai digelar pekan lalu, 17 November, dengan dibuka oleh Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K).
Jakarta (ANTARA News) – Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K) menyampaikan agenda pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 pada Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke -50 di Jakarta, Rabu (12/11).

Saat ini penerapan sistem rujukan pelayanan primer di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta belum berjalan secara optimal di semua tingkat fasilitas kesehatan. Beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan rujukan pasien dari Puskesmas ke Rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta, diantaranya: rujukan yang dibuat oleh puskemas berdasar atas permintaan sendiri, sistem rujukan balik tidak berjalan, Sistem Rujukan Online (SPGDT 119) belum berjalan dengan baik, SDM di Puskesmas, Standar Operasional Prosedur Rujukan, Sarana & Prasarana, Monitoring dan evaluasi belum ada, dari berbagai permasalahan ini diperlukan rujukan dan rujukan balik, sebagai upaya konseling sarana prasarana yang memadai sehingga perlu dibuat petunjuk teknis terpadu bagi petugas yang ada dilapangan.