Hari Ini, Jokowi Luncurkan KIS dan KIP di 5 Lokasi di Jakarta

jokowi KISPresiden Joko Widodo (Jokowi) rencananya akan melakukan soft launching Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di lima lokasi di Jakarta, Senin (3/11). 

“Ada pun lima lokasi yang akan dikunjungi oleh presiden untuk peluncuran program tersebut adalah Kebon Bawang Jakarta Utara, Mampang dan Fatmawati Jakarta Selatan, Pasar Baru Jakarta Pusat, serta Pemuda Jakarta Timur,” tutur Sekretaris Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugihartatmo, Senin (3/11).

Continue reading

Kunjungan Pertama ke RS, Menkes Nila Sambangi RS Sardjito Yogyakarta

menkes kunjunganRSJakarta, Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F. Moeloek, SpM(K) hari ini menghadiri rapat koordinasi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Siang harinya, langsung terbang ke Yogyakarta.

Dari kantor Kementerian Kesehatan di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Menkes menuju kantor Kemenko PMK pada pukul 08.30. Tiba di Kemenko PMK pukul 09.00 dengan dikawal oleh satuan patroli dan pengawalan (Patwal).

Continue reading

Menkes Pastikan KIS Tak Ganggu BPJS

menkesMenteri Kesehatan Nila F Moeloek memastikan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak akan mengganggu program BPJS Kesehatan yang sudah berjalan. Justru, kata Nila, ada beberapa hal yang ditambahkan.

“Tidak berbeda sebenarnya, tapi justru ada beberapa yang dikerjakan,” ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2014). Nila datang untuk melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah menteri lainnya yang dikoordinatori oleh Puan Maharani.

Continue reading

Mensos Tegaskan KIS adalah Kartu, Bukan Pengganti Program JKN

berita kisJakarta, Dengan segera diberlakukannya Kartu Indonesia Sehat (KIS), muncul pandangan di masyarakat yang melihat KIS hanya sebagai pemborosan karena mengenalkan program baru. Namun, pemerintah mengatakan hal tersebut tidak benar adanya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan masyarakat tidak perlu bingung dengan KIS. Ia mengatakan KIS adalah hanya sekadar nama kartu dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah berjalan sejak Januari 2014.

Continue reading

Menteri Kesehatan Prioritaskan Turunkan Angka Kematian Ibu

Salah satu prioritas utama Menteri Kesehatan Nila Moeloek yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI).

Apalagi berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian ibu meningkat dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada 2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada 2012.

Continue reading

Enam Elemen Penentu Efektivitas Palliative Care

Akses terhadap layanan kesehatan yang bermutu merupakan hak dasar setiap manusia. Namun, layanan kesehatan dasar semata tidak lagi dirasa cukup saat ini. Merebaknya penyakit yang bersifat life-limiting mendorong masyarakat mencari layanan kesehatan pendukung. Mereka bukan hanya ingin sembuh tetapi juga ingin dibantu untuk mengatasi masalah sosial dan gangguan lain sebagai dampak penyakit tersebut.

Penyakit-penyakit seperti kanker atau HIV sebelumnya dikategorikan sebagai penyakit “pembunuh” manusia. Namun, penyakit-penyakit semacam ini berubah status menjadi penyakit kronis akibat perkembangan teknologi pengobatan. Perubahan ini menimbulkan konsekuensi. Penderitanya akan mengalami gangguan fungsi tubuh lebih lama. Aspek sosial ekonomi juga akan terpengaruh. Mereka butuh layanan kesehatan menyeluruh yang efektif mengatasi semua permasalahan ini.

Kondisi inilah yang mendasari Lucket dkk., melakukan identifikasi berbasis bukti berbagai elemen penentu efektivitas palliative care. Penelitian ini ditujukan untuk membantu reformasi kebijakan layanan kesehatan di Australia. Hasilnya, ada enam elemen penentu efektivitas palliative care yaitu case management, shared care, specialist outreach services, managed clinical networks, integrated care, dan volunteers.

Case management. Case management merupakan kegiatan berulang untuk keberhasilan upaya penilaian dan penggalian kebutuhan masing-masing individu dalam perawatan paliatif. Kebutuhan ini mencakup aktivitas sehari-hari dan kesejahteraan sosial. Dalam case management dilakukan koordinasi layanan secara berkala dengan berbagai sektor kesehatan termasuk layanan sosial dan keagamaan.

Shared care. Dalam beberapa penelitian, shared care dilaporkan sebagai elemen efektif layanan paliatif. Karakteristik elemen ini adalah klinisi yang bekerja bersama profesi kesehatan dari disiplin lain, fokus pada komunikasi dan koordinasi, serta respon cepat sesuai kebutuhan dan strategi navigasi. Model yang mulanya dikembangkan untuk palliative care dewasa di daerah terpencil ini, saat ini telah direkomendasikan juga untuk perawatan anak-anak.

Specialist outreach services. Dalam skala internasional, specialist outreach services telah diadopsi untuk meningkatkan outcome untuk underserved population melalui: pemantapan klinik spesialis di praktek layanan primer perkotaan, pemantapan klinik spesialis di rumah sakit daerah yang tidak punya dokter spesialis, dan pemantapan klinik sub spesialis di pusat regional. Dampak positif specialist outreach services telah dikaji di Cochrane. Kesimpulannya, specialist outreach services dapat meningkatkan outcome pasien, menjamin penyampaian layanan kesehatan lebih efisien dan konsisten berbasis bukti ilmiah, serta menurunkan layanan rawat inap. Memang specialist outreach services terkait dengan penambahan biaya. Namun, penambahan biaya ini dianggap seimbang dengan peningkatan outcome kesehatan yang dihasilkan.

Managed clinical network. Jejaring klinis (clinical networks) telah lama diintegrasikan dengan berbagai sistem layanan kesehatan. Tujuannya, menjamin akses layanan kesehatan yang bermutu dan clinically-effective bagi populasi dengan akses dan outcome rendah. Jaringan ini memfasilitasi hubungan formal antara kelompok profesi kesehatan dan organisasi dari layanan primer, sekunder, dan tersier untuk bekerja secara terkoordinir serta tanpa memandang batasan-batasan profesi dan organisasi. Batasan-batasan ini biasanya terkait pendanaan dan batasan geografis.

Integrated care. Beberapa penelitian telah menunjukkan peran penting pelayanan terintegrasi (integrated care). Pelayanan terintegrasi merujuk kepada koordinasi beberapa pusat pelayanan sesuai kebutuhan pasien dan keluarganya. Tujuannya untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan. Pelayanan terpadu mengharuskan pasien dan keluarganya terlibat dalam pembuatan keputusan dan menetapkan tujuan perawatan. Dampak baik layanan terintegrasi telah ditunjukkan oleh penelitian pada kasus perawatan pasien anak. Pada kasus ini, layanan terintegrasi bukan hanya berdampak positif bagi pasien dan keluarganya tetapi juga berdampak pada efisiensi organisasi dan kepuasan staf.

Volunteers. Elemen terakhir penentu efektivitas layanan paliatif adalah penggunaan sukarelawan (volunteers). Sukarelawan memegang peran penting dalam pemberian layanan paliatif, misalnya dalam kondisi minimnya tenaga kesehatan. Model layanan paliatif menggunakan volunteer telah jamak digunakan namun bukti implementasi dan evaluasinya masih terbatas.

Keenam elemen ini sebagian besar telah terbukti ilmiah membawa dampak bagi efektivitas layanan paliatif. Satu hal yang tak kalah penting, semua elemen ini berfokus pada pasien. Semuanya juga menunjukkan adanya dukungan dan kerja sama dengan aspek-aspek layanan kesehatan lainnya. Bila semua elemen ini dikombinasikan dengan apik, bukan tidak mungkin layanan paliatif yang dibutuhkan penderita penyakit kronis dapat terselenggara dengan baik.

Sumber: Elements of effective palliative care models: a rapid review. Luckett et al. BMC Health Services Research 2014, 14:136. http://www.biomedcentral.com/1472-6963/14/136

Text: drg. Puti Aulia Rahma, MPH

{module [150]}

Pencegahan Sebelum Sakit Untuk Menuju Indonesia Hebat

Selamat kepada Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M. yang telah dilantik menjadi Menteri Kesehatan untuk 5 tahun ke depan pada Senin, 27 Oktober 2014. Sebagai Menteri Kesehatan yang baru, beliau memiliki kapasitas yang sesuai untuk menjabat posisi tersebut, karena selain sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Pusat (Perdami) dan menduduki posisi di berbagai yayasan Kanker Indonesia dan Pimpinan Riset Medis di UI.

Beliau juga menjadi utusan khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014. Pada salah satu wawancara beliau, hal yang cukup memberikan harapan pada bidang kesehatan adalah upaya beliau yang akan menitikberatkan pada pencegahan dibandingkan dengan pengobatan.

Hal ini membawa harapan baru bahwa tahap pencegahan penyakit akan lebih memperoleh perhatian dengan porsi yang lebih besar, dan diharapkan dengan suksesnya upaya tersebut akan membawa Indonesia menjadi negara dengan penduduk yang memiliki tingkat kesehatan lebih baik.

Perhatian beliau pada bidang kesehatan tentu saja diharapkan dapat menjangkau semua aspek dan tidak hanya terbatas pada isu-isu tertentu seperti terbatas hanya pada pelaksanaan MDGs, pengembangan program-program untuk penyakit mata, kanker, serta pengembangan berbagai riset terkait bidang kesehatan. Tetapi juga diharapkan dapat memberikan peningkatan di setiap aspek maupun isu bidang kesehatan, salah satunya adalah program kesehatan yang terkait dengan Palliative Care .

Isu Palliative Care akan menjadi tema bahasan pada artikel minggu ini, tema ini cukup menarik untuk dibahas lebih lanjut dimana tujuan dari perawatan paliatif ini adalah untuk mengurangi penderitaan pasien, memperpanjang umur pasien, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta untuk memberikan dukungan kepada keluarga pasien. Pelayanan paliatif yang terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial-medis, psikolog, rohaniwan, relawan, serta profesi terkait lain yang diperlukan diharapkan dapat diperoleh pasien dan keluarga pasien selama proses pengobatan bahkan sampai akhir hayat pasien.

Tentu saja ini hanya salah satu contoh isu di bidang kesehatan yang diharapkan akan mendapat perhatian pula dari Menteri Kesehatan, masih banyak juga isu lainnya yang harus diberi perhatian sehingga semakin menjadi lebih baik dalam perkembangannya dari waktu ke waktu, khususnya untuk 5 tahun ke depan. Selamat bertugas Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M. untuk menuju Indonesia Hebat. (lei)

{module [152]}

Lokakarya 4 “Pemetaan dan Hubungan dengan Media”

Knowledge Sector Initiative, Seri Lokakarya Komunikasi
Bogor, 1-3 Oktober 2014

Knowledge Sector Initiative (KSI) bekerjasama dengan DFAT, AusAid dan Bappenas, kali ini kembali mengadakan lokakarya. Diselenggarakan di Hotel Santika Bogor, lokakarya ini mengambil tema “Pemetaan dan Hubungan dengan Media” sebagai rangkaian terakhir Lokakarya Komunikasi yang dipersembahkan bagi para peserta yang berasal dari mitra-mitra KSI.

 27okt1

Lokakarya yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari ini menghadirkan pakar-pakar dibidangnya. Di sesi yang pertama kali ini, hadir Perencana Senior dan Anggota Tim Analisis Kebijakan dari Bappenas, Hanan Nugroho. Beliau menyampaikan materi “Mengkomunikasikan Hasil Penelitian Melalui Media”.

Continue reading