Manado (Kompas) – Sepanjang Januari-April 2013, dari 1.294 persalinan di rumah sakit pemerintah Dr Kandou, Manado, sebanyak 41 bayi dilaporkan meninggal dalam perawatan dan persalinan. Angka itu tinggi dan mengejutkan banyak pihak.
Manado (Kompas) – Sepanjang Januari-April 2013, dari 1.294 persalinan di rumah sakit pemerintah Dr Kandou, Manado, sebanyak 41 bayi dilaporkan meninggal dalam perawatan dan persalinan. Angka itu tinggi dan mengejutkan banyak pihak.
Divisi Mutu PKMK (Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan) FK UGM menyediakan pelatihan mutu pelayanan kesehatan untuk para pelaku kesehatan yang meliputi
[widgetkit id=4]
Kompas.com – Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi menyatakan, pelayanan di bidang kesehatan perlu terus berbenah menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015. Beberapa permasalahan terkait sumber daya seperti distribusi tenaga kesehatan perlu segera dicarikan jalan keluar dalam mengantisipasi serbuan tenaga kesehatan asing.
Jakarta (Kompas.com) — Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menegaskan bahwa program magang bagi dokter baru masih diperlukan. Pasalnya, program ini dinilai memberikan keuntungan bagi dokter yang bersangkutan dan masyarakat.
Jakarta (detik.com) Selama ini kualitas pelayanan dokter sebagai tenaga kesehatan yang dibutuhkan oleh pasien sudah dinilai cukup baik. Namun ditegaskan oleh Menteri Kesehatan RI, bahwa penugasannya belum rata ke seluruh Indonesia.
Banda Aceh (theglobejournal.com) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh yang telah meningkat status tipe B masih mengalami kekurangan dokter specialis. Kendatipun demikian, Direktur RSUD Meuraxa Banda Aceh tidak tinggal diam untuk memenuhi kekurangan tersebut dengan mencari dokter specialis yang diperbantukan dari instansi lain.
Sangatta (Kaltimpost.co.id) – Pemkab Kutim terus berupaya menekan angka kematian bayi serta meningkatkan derajat kesehatan ibu. Ini demi mencapai tujuan Millennium Development Goals (MDGs) atau pembangunan milenium 2015 mendatang.
Continue reading
Batam (Harianterbit.com) – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan semua pihak untuk mendukung penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) menyusul banyaknya rakyat yang belum tahu secara jelas tentang apa maksud penerapan SPM tersebut.
Diringkas oleh : dr. Sitti Noor Zaenab, M.Kes
Masalah dalam pelayanan yang berhubungan dengan diagnosis sering menjadi penyebab kasus tuntutan hukum. Beberapa penulis menyatakan bahwa kesalahan diagnosis akan menyebabkan kerugian pada pasien, namun lebih mudah dicegah dari pada kesalahan yang berhubungan dengan pengobatan (seperti pembedahan pada tempat yang salah atau dosis obat yang tidak tepat), menyebabkan masalah ini menjadi penting.
Target keselamatan pasien yang terkait dengan kesalahan diagnosis meliputi diagnosis yang “tertunda secara tidak sengaja” (informasi yang cukup sudah tersedia sebelumnya), “diagnosis yang keliru” (diagnosis lain telah dibuat sebelum diagnosis yang benar) atau “diagnosis terlewat” (tidak ada diagnosis yang diberikan). Diagnosis yang terlewat, terlambat, atau tidak tepat dapat menyebabkan pelayanan pasien yang tidak pada tempatnya, kondisi pasien yang buruk, dan biaya yang meningkat.
Dalam jurnalnya, Kathryn, M et al. (2013) menjelaskan bahwa 2 – 61 % pasien mengalami diagnosis terlewat atau tertunda. Dalam survey tentang kedokteran anak, 54% mengakui telah salah mendiagnosis setidaknya satu kali dalam sebulan, dan 45% menyatakan melakukan kesalahan diagnosis yang menyakiti pasien paling sedikit sekali dalam satu tahun. Kurangnya informasi historis atau klinis yang berhubungan dengan itu serta proses tim (contohnya koordinasi perawatan yang tidak memenuhi) turut menyumbang dalam kesalahan.
Kathryn, M et al. (2013) menyatakan adanya pendekatan strategi keselamatan pasien (Patient Safety Strategies/PSS) yang mengarah pada jenis kesalahan diagnosisi, akar penyebab kesalahan atau teknologi tertentu yang tersedia. Berikut kategori tindakan organisasi untuk mengurangi kesalahan diagnosis
Kathryn, M et al. (2013) menyatakan bahwa bukti paling kuat terdapat pada sistem yang berdasar pada teknologi (contoh: pemberitahuan melalui SMS) dan teknik spesifik (contoh adaptasi peralatan tes). Selain itu, Kathryn, M et al. (2013) juga menjelaskan dengan mengadakan diagnosis yang tepat dengan strategi pengujian yang tidak efisien (misalnya menentukan urutan tes) bukan menjadi jalan yang tepat untuk meningkatkan keamanan diagnosis.
Sudah saatnya penelitian-penelitian tentang keselamatan pasien digalakkan disini. Hasil penelitian dipakai untuk membuat regulasi yang ketat dan ditegakkan dengan adil, sehingga para pasien yang membutuhkan penyembuhan dan para tenaga kesehatan yang menjalankan tugas dengan benar dan penuh dedikasi mendapat perlindungan yang memadai.
Referensi :
{module [150]}