Kerangka Acuan Kegiatan
Pertemuan Koordinasi UGM – Project HOPE – CDC
Program INSPIRASI 2020 ~ 2025
(Improving Quality Of Disease Preparedness, Surveillance And Response In Indonesia)
13 & 14 Januari 2021
![]()
PENDAHULUAN
Pertemuan ini merupakan pertemuan koordinasi internal yang akan membahas detail pelaksanaan kegiatan program INSPIRASI. Kegiatan yang akan dibahas adalah teknis pelaporan, serta materi dalam pelaksanaan risk assessment PHEOC di Makasar.
TUJUAN
Tujuan kegiatan ini adalah
- Membahas detail dan capaian kegiatan yang telah dilakukan oleh UGM dan CDC, melaporkan hasil sementara kegiatan asesmen kesenjangan pelaksanaan kegiatan surveilans penyakit di Indonesia.
- Membahas detail dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya, berupa mapping system data interoperability, penjelasan tentang kegiatan data sharing agreement, dan rencana peningkatan interoperabilitas data surveilans Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
- Disepakati detail dan tanggal pada aktivitas 1.3 (Systems mapping and interoperability architecture development and design, Technical assistance in Jakarta to strengthen the current web-based surveillance data entry platform, Workshop in the data sharing agreements and protocols in line with the existing system), 1.4 (pelatihan bagi staff surveilans dinas kesehatan provinsi dan kabupaten), 1.5 (Established policy group and PHEOC steering committee in province and confirm legal authority PHEOC, Kunjungan risk assessment dan analisis kesenjangan pelaksanaan PHEOC di Sulawesi Selatan , Reviewing results of assessment gaps and recommendations of past event)
PESERTA
- Centres for Disease Control and Prevention (CDC)
- William Hawley, MPH, Ph.D (Country Director, Indonesia, Centers for Disease Control and Prevention)
- C. Yekti Praptiningsih MDDs, MEpid (Medical Epidemiologist, Centers for Disease Control and Prevention)
- Bu amalya
- UGM
- Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua (Principle Investigator)
- dr. Hardhantyo MPH, Ph.D (Project Director)
- Anantasia Noviana (Business official)
- Project HOPE
- drh. Yogi Mahendra (Emergency Response Specialist)
JADWAL KEGIATAN
Hari dan Tanggal : Rabu, 13 Januari 2020
Pertemuan di Kantor CDC Country Office Indonesia
| Waktu | Materi/ Kegiatan | Narasumber |
| 09.00 – 09.15 WIB | Pengantar dan Sambutan | Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, Fisqua |
| 09.15 – 09.45 WIB | Laporan hasil kegiatan asesmen kesenjangan pelaksanaan kegiatan surveilans di Indonesia dan rencana program INSPIRASI | dr. Hardhantyo MPH, Ph.D |
| 10.00 – 10.15 WIB | Diskusi dan rencana tindak lanjut persiapan untuk kegiatan audiensi dengan Kemenkes |
|
WHAT IS SURVEILLANCE, RESPONSE, AND MANAGEMENT ?
Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, Selasa (5/1/2021), menyatakan tidak akan menegasikan pelaksanaan surveilans dan disiplin protokol kesehatan kendati proses vaksinasi akan dimulai awal Januari. Vaksinasi tidak bisa berdiri sendiri untuk melawan Covid-19, pelaksanaan surveilans dan disiplin protokol kesehatan tetap perlu dilakukan secara gencar.




Pandemi menunjukkan bahwa kerja sama antar lembaga sangat penting dalam mengelola bencana kesehatan masyarakat. Tidak hanya Kementerian Kesehatan, tapi juga Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan perlu berkolaborasi dengan pendekatan One Health untuk mencegah dan menangani penyakit zoonosis. Kolaborasi ini penting untuk menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. Penelitian dalam kerangka “Kolaborasi dan Kemitraan dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan Masyarakat Pasca Pandemi” memberikan informasi dan wawasan untuk mengatasi dampak kesehatan masyarakat setelah pandemi. Tujuan utamanya adalah menyebarkan hasil penelitian ini dan membahas masalah kesehatan yang akan muncul di masa depan.
Pandemi COVID-19 di Indonesia juga menunjukkan bahwa tidak mungkin satu lembaga bekerja sendiri untuk mengelola bencana kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan, selaku pimpinan di sektor kesehatan, tidak mungkin mampu untuk mencegah dan menangani penyakit zoonosis seorang diri, karena penanganannya membutuhkan peran dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui pendekatan One Health. Maka dari itu salah satu aspek yang menjadi tujuan besar dari kegiatan ini adalah untuk mampu meningkatkan kolaborasi lintas sektor, lintas lembaga dalam menghadapi tantangan permasalahan kesehatan di masa depan. 